My Little Diary Coretan-coretan kecilku

 

My Little Diary

Coretan-coretan kecilku

1 Menit yang Terlewat

Hari itu aku membuat janji untuk berkumpul bersama tiga teman SMP ku yang sama-sama kuliah di kota Bandung. Kami sepakat untuk bertemu di salah satu kafetaria di daerah Tamansari. Aku langsung berangkat ke tempat tujuan seusai kuliah. Sesampainya disana, salah satu temanku sudah menunggu, namanya Fikri.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               

Waktu menunjukkan pukul 02.15 WIB saat aku dan Fikri memasuki kafetaria. Kami masih menunggu dua teman kami, Vini dan Tya. Keduanya baru bisa datang pukul 15.30 WIB. Sambil menunggu mereka datang kami memesan minuman terlebih dulu. Berkumpul bersama sahabat-sahabat terdekat merupakan momen yang sangat kusukai dan kutunggu-tunggu apalagi ketiga sahabatku ini, salah satunya Fikri; senang berimajinasi, sanguine abis, dan kami sering memanggilnya dengan sebutan SUHERI alias ‘SukaHebohSendiri’ hahaha. Namun ada satu sifat fikri yang sangat melekat dari dulu, Fikri adalah orang yang sangat keras kepala, semua keinginannya sebisa mungkin harus kita kehendaki,  dan kita sangat memahami dan memaklumi hal itu. Bukanlah sahabat namanya bila tidak mau menerima karakter dan sifat masing-masing, oleh karena itu sering kali kita harus berlapang dada apabila penyakitnya yang satu ini kambuh.

Ulah keras kepalanya terjadi lagi saat ini. Setelah beberapa lama kami berbincang-bincang mengenang masa-masa di sekolah dulu, perutku mulai keroncongan,,, aku mengajak Fikri untuk memesan makan

“Fik pesan makan sekarang aja yuk, udah lapar ni”, kataku pada Fikri.

“Nanti jam 3an aja, sekalian nunggu tu anak dua”, ujar Fikri.

          Hmmm saat itu aku setuju sama Fikri tapi setelah melihat jam tangan ternyata masih setengah jam lagi menuju jam 3,, karena rasa lapar yang mendera akhirnya aku desak Fikri agar kita memesan makanan duluan. Sifat keras kepalanya mulai Nampak, Fikri tetap bersikukuh memesan makanan pukul 3 tepat, tidak kurang tidak lebih, dengan alasan lain agar bisa berlama-lama di kafe. Akhirnya aku hanya melihat-lihat daftar menu terlebih dulu dan memilih-milih menu yang akan di pesan. Saat kami bula halaman demi halaman dalam daftar menu tersebut Mata kami langsung tertuju pada salah satu halaman di tersebut, ada  paket menu yang cukup menggiurkan lengkap dengan minuman hanya seharga 15.000 rupiah satu porsi, kami pun  memutuskan akan memesan paket menu yang terdapat di halaman tersebut. Perutku semakin meronta melihat gambar makanan yang akan dilahapnya nanti. Akhirnya aku kembali memaksa Firi untuk memanggil pelayan dan memesan makan, dan saking sablengnya Fikri, dia tetap berkeras untuk menunggu jam 3, sampai 10 menit menjelang jam 3 pun pendiriannya tidak goyah. 10 menit menuju jm 3 aku mendesak lg fikri, tapi dia tetap saja bersikukuh. Sampai 5 menit lagi pun pendiriannya sama sekali tidak berubah.

Beberapa saat kemudian akhirnya jarum jam menunjukkan pukul 15.01

“Udah jam 3 tuh, cepat panggil pelayannya”, kataku akhirnya..

“Oke oke”, kata fikri tanpa bias beralasan lagi dan langsung mmemanggil si pelayan.

          Seorang pelayan segera mendatangi meja kami,dan menanyakan menu yang akan kami pesan. Dengan penuh semangat aku dan fikri segera meyebutkan menu yang kami pesan. Namun alangkah si pelayan dengan sopan menjawab, “maaf mas, Mbak, daftar menu tersebut hanya berlaku sampai jam 15.00, bisa pesan yang lain?” tutur si pelayan dengan bahasa yang santun.

          Hening, tidak ada kata yang keluar dari mulut kami selama beberapa saat sampai akhirnya Fikri membuka suara,

“gitu ya  mas”.

          Dalam keheningan kami pun dengan cepat mengaganti menu yang lain yang tentu harganya diatas menu yang tadi. Sepeninggal si pelayan, aku dan Fikri hanya bertatapan, sungguh apa yang aku rasakan saat itu pada Fikri, marahkah? Kesal? Puas? Entahlah yang jelas kami langsung terbahak,, kami terus tertawa, tertawa sampai perutku sakit, tertawa sampai air mataku keluar. Dan aku hanya bias berujar “makan tu jam 3.. heuheuheu :-/

 

 

 

 

 

 

Ya Allah.. Jadikan Malam ini adalah Malam yang Indah bersama Supermoon

          Hari ini adalah hari yang aku tunggu-tunggu dari kemarin, sejak adanya kabar bahwa fenomena supermoon akan terjadi malam ini, namun harus menunggu beberapa jam lagi, gak kebayang bagaimana indahnya supermoon. cuma liat-liat di google, banyak banget postingan-postingan yang ngebahas supermoon, ada juga foto-fotonya, tapi feel indahnya belum dapet, soalnya belum membuktikan sendiri. banyak yang bilang kalau supermoon indah, tapi tak sedikit juga yang mewaspadainya, mulai dari supermoon dapat memicu terjadinya gempa, tsunami, tanah longsor, serta cuaca ekstreem, namun ada beberapa para ahli yang tidak mempercayainya, gak percaya kalau supermoon bisa memicu kejadian-kejadian yang ekstreem itu, intinya para ahli menyatakan tidak ada sangkut pautnya antara fenomena supermoon dengan kejadian-kejadian ekstreem itu. Supermoon mendatang dipastikan sebagai jarak terdekat bulan dengan bumi selama 19 tahun terakhir. Berapa jaraknya? Sekitar 221.567 mil atau 356.577 kilometer dari bumi.warnanya yang kemerahan berbinar bulat besar dilangit sana, temaram, dan menurutku itu romantis.supermoon adalah fenomena bulan terlihat sangat besar di langit karena berada dalam posisi terdekatnya yang terjadi setiap 18 tahun sekali.

          Dan aku sendiri, entah apa yang aku pikirkan tentang supermoon, hanya ingin membuktikan saja, bahwa supermoon akan indah nanti malam. Setiap bulannya aku memang selalu menanti dan menikmati indahnya bulan purnama dan kebetulan pada bulan ini, bulan akan terlihat lebih indah dan lebih besar atau dikenal dengan supermoon. Ya Allah jadikanlah malam ini adalah malam yang indah bersama supermoon, dan jadikan lah hamba orang-orang yang bersyukur atas segala keindahan dan kenikmatan yang Engkau berikan dan mempercayai atas segala kebesaranMU. amiinn...^^

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang Waktu

          Waktu merupakan bagian dari kehidupan, merupakan batas kehidupan manusia d dunia. Kualitas seorang manusia ditentukan dari caranya mengisi detik demi detik bagian hidupnya di dunia.

          Agama Islam sangat menghargai waktu, seorang muslim dituntut memiliki keinerja terbaik setiap harinya, sebagaimana ditegaskan oleh hadits Rasulullah SAW, bahwa merugilah orang yang hari ini sama dengan hari kemarin.

          Waktu berjalan sesuai ritmenya merambat terus menuju masa depan, setiap orang mempunyai porsi waktu yang sama, waktu yang dalam satu hari 24 jam tidak akan kurang dan tidak akan lebih, kita tidak pernah tau kapan sang waktu berawal dan kapan ia akan berakhir. Namun seringkali posisi kita menjadi budak bagi sang waktu, tak jarang kita merasa kewajiban kita selalu lebih banyak dari waktu yang kita punya. Kemampuan untuk memenej waktu yang menentukan kualitas kehidupan tiap manusia.

          Namun memenej waktu juga bukanlah hal yang mudah, seringkali kita mengisi hari-hari kita tanpa menambah kualitas diri kita. Detik demi detik tidak terasa kita lewati dengan hal-hal yang sepele, seperti bergosip misalnya, berleha-leha bahkan melamun. Seringkali kita juga tidak menyadari betapa satu detik yang terlewat akan sangat berpengaruh bagi kehidupan kita hari mendatang. Namun tetap saja sulit untuk menyadarkan bahkan untuk diri kita sendiri bahwa begitu berharganya waktu.

          Salah satu hal yang membuat kita cenderung lalai terhadap waktu adalah karena kita tidak pernah ,memikirkan apakah waktu yang dihabiskan telah dilalui oleh kerja efektif dan efisien? Atau pernahkah kita melakukan evaluasi terhadap kinerja yang kita lakukan dalam sehari semalam.

          Solusi untuk mengatasi hal ini bisa kita mulai dengan membiasakan diri untuk disiplin dan tertib. Juga dengan membuat perencanaan untuk kegiatan sehari-hari dengan perencanaan waktu yang baik sehingga kualitas waktu kita terukur dan tidak ada istilah waktu yang terbuang sia-sia.

 

 

 

Coretan 13 Februari 2011

Aku yang sedang merasa

Aku yang sedang merasa

dikesampingkan seolah tak pantas disayangi,

Ku duduk, dan mencari motivasi diri.

namun, janganlah terlalu bersedih seperti ini.

Sadarilah, ini semua bukanlah perilaku manusia.

Mereka sedang diperankan oleh Yang Maha Kuasa.

sebagai penyulit yang justru dimaksudkan

untuk menguatkanku.

Dan ku minta agar Alloh menjadikan aku lebih kuat daripada semua hal yang bisa menggangguku.

ku buka lembaran Q.S. Al-Hadid:23

lalu ku berdo'a, "Ya Alloh, gantikan kepedihan ini dengan kesenangan. Jadikan kesedihan ini awal kebahagiaan. Sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tenteram. Ya Alloh, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan. dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan."

-Amin-

 

 

 

 

 

 

 

 

kamana atuh cinta?

          Kata cinta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar kalimat tertentu, ia bisa juga mewakili perasaan sedih.

          Cinta adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia. Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku. Cinta bisa seperti yang terurai dalam sebait sajak dari film laris indonesia, Ketika Cinta Bertasbih:

Cinta adalah kekuatan yg mampu

mengubah duri jadi mawar

mengubah cuka jadi anggur

mengubah sedih jadi riang

mengubah amarah jadi ramah

mengubah musibah jadi muhibah.

          Namun demikian, cinta pun bisa menghasilkan perubahan yang sebaliknya: mengubah mawar menjadi duri, dan seterusnya.

          Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil. Seperti sabda Rasulullah saw. hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar. Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.
         

          Bagi seorang muslim dan beriman, cinta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.

          Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)

“Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. (Ali Imran: 31)

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At-Tirmidzi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lagi-lagi.. Fikrii…!!!!

          Mengingat tentang Fikri emang gak ada matinya, masih ingat kan? Fikri yang merupakan salah satu sahabatku ketika SMP, Fikri yang mempunyai sifat keras kepala stadium 4 itu,, ya aku akan kembali bercerita tentang dia dan ulah “kekeraskepalaannya”.

Kali ini sebenarnya bukan aku yang terkena imbas sifat yang agak menyimpangnya itu, tapi Vini. Vini yang juga merupakan satu dari 4 sekawan di SMP (aku, Fikri, Vini, dan Tya).

Kejadiannya terjadi beberapa waktu yang lalu ketika kami berempat mengikuti acara REUNI angkatan kami di SMP ke salah satu tempat pariwisata alam di Sukabumi. waktu itu kami berangkat dengan 3 mobil kijang yang mengangkut kami semua ke tempat tujuan. Karena perjalanan menuju tempat tujuan cukup jauh, kami pun berhenti di tempat pengisian BBM untuk sekedar istirahat dan pergi ke toilet. Disinilah Fikri berulah. Banyak diantara kami yang turun dari mobil dan lengsung mengantri di toilet, termasuk Vini, Tya dan Fikri, sedangkan aku tetap menunggu di mobil.

Kejadiannya bermula ketika Fikri tiba-tiba heboh bertanya kepada Vini dimana Tya.

“Vin, si Tya mana sih?” Tanya Fikri

“Masih di toilet kali, ada apa?”, Vini menjawab

“Kita udah mau jalan ni, nanti dia tertinggal lagi, coba dong kamu cek ke toilet, tadi aku lihat dia masih ada disana”, ujar Fikri

“Yakin kamu? Kali aja dia lagi beli cemilan tu di sebrang”, Jawab Vini

“Ayolah Vin, tolong kamu cek dulu, tadi aku benar-benar melihat dia masih di toilet, tolong dong suruh dia cepat-cepat”, ujar Fikri mulai memaksa.

Akhirnya Vini yang sudah hendak kembali ke mobil pun kembali ke toilet untuk memastikan keberadaan Tya.

“Kamu yakin disini?” teriak Vini kepada Fikri sambil menunjuk satu pintu toilet yang tertutup.

“Ia, Kamu panggil dong”, Fikri mengiyakan.

Vini menghampiri pintu toilet dan mulai memanggil TYa,

“Tya, cepat dong, kita udah mau jalan nih”, kata Vini tepat di depan pintu toilet, namun tak ada sahutan dari dalam toilet.

“Tya woy.. kamu lagi ngapain?? Ayo dong yang lain sudah menunggu tuh!!” Vini mulai berteriak, tapi tetap saja tidak terdengar respon dari dalam.

Vini menengok ke arah Fikri dengan tampang bertanya,

“Kamu yakin Fik tya di dalam?” Tanya Vini

Dari jauh Fikri mengiyakan dan member isyarat untuk mengetuk pintu toilet. Akhirnya Vini mengetuk-ngetuk pintu toilet bahkan menggedornya sambil terus memanggil-manggil Tya.

Beberapa saat kemudian tiba-tiba pintu pun terbuka, dan betapa terkejutnya Vini ketika yang keluar bukanlah sosok Tya melainkan Om-Om berbadan besar, berkumis dan bertampang sangat galak, dan langsung mencecar Vini,

“Ngapai kamu teriak-teriak sama saya, hah!!”, Ujarnya dengan nada jengkel.

Vini yang kaget hanya bisa diam dan secepat kilat berbalik badan dan langsung berjalan cepat menuju mobil.

Marah, jengkel, kesal, merasa di permainkan, menyatu semua dalam diri Vini, setengah berlari dia berjalan menuju mobil dan langsung menghampiri Fikri,

“Suheriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii……..!!!!!! kamu nyebelin banget, toilet itu isinya babeh-babeh tauu. Habis aku di maki sama dia, awas ya kamuuuuuu…!!!!” teriak Vini sambil terus memukul-mukul Fikri

“Serius kamu??!! Hahahahaha…….!!! Maaf-maaf…” kata Fikri sambil terus tertawa atas nasib yang dialami Vini yang merupakan buah dari kekeraskepalaan FIkri, dirinya sendiri.

Sontak kami pun tertawa ketika Vini menceritakannya setelah di mobil, dan ternyata benar kata dia kalau Tya sebenarnya saat itu sedang membeli cemilan untuk bekal di perjalanan. Hingga saat ini Kalau teringat kejadian-kejadian bersama Fikri kami hanya bisa tertawa dan geleng-geleng kepala.

 

 

Menyesal??? No Way !!!!

          Kejadian ini aku alami tepat satu tahun yang lalu, tepatnya ketika aku masih berada d semester II. Kejadian yang merupakan gambaran keseharianku sebagai mahasiswa yang cenderung melalaikan waktu dan suka menunda-nunda pekerjaan. Kejadian yang akan selalu menginspirasi agar aku tidak megulangi dan merasakan penyesalan di akhir.

 

Kisah kecil 1 tahun yang lalu…

“hahhh…”,

Kuhempaskan tubuhku di tempat tidur, lelah sekali rasanya setelah berhari-hari berkutat dengan tugas-tugas kuliah akhirnya satu persatu tugas dapat kuselesaikan.

Mataku telah terpejam sebelum otakku sempat member instruksi, ya biarlah.. tubuh ini menuntut haknya untuk bias beristirahat barang sejenak.

I have a dream

A song to sing

To help me cope

With anything”

Nada dering di ponselku memaksaku untuk kembali membuka mata, kuraih ponselku dengan malas.

Ø  Vera

Memanggil

 

“Hallo…” kataku memulai

“Hallo, Ta kamu udah ngerjain tugas???” semerta-merta kudengar suara vera dari ponsel

“Tugas apa??”

“Cerpen vitaaaaa… besok harus udah di serahkan”.

“Hah!! Yang bener aja, bukannya masih ada waktu sampai minggu depan??” kataku panic

“Lho, emang kamu belum dapat info, waktu poenyerahannya dipercepat sampai besok, dan tidak ada perpanjangan waktu.”

“Whaaaaat ..!!! Ya Tuhaan,,, kamu udah ka?? Tanyaku pada Tika

“Aku kan udah menyerahkan dari minggu kemarin, Yasudah Ta, cepet selesain sana”.

Haduh harus gerak cepat nih, thanks ya ka infonya”.

“Oke,, semangat ya”.

---tut---tut---

Saluran terputus.

Rasa kantuk yang tadi amat berat menguap seketika, segera kuraih alat tulis dan mulai mencoba menulis satu kata..

………

5 menit

………………

10 menit

…………………………

Belum ada satu katapun yang aku tulis..

“Ooh inspirasi….. I need you,, NOW !!”

Menulis merupakan hal yang baru bagiku, tak pernah terlintas sedikitpun aku akn menjadi seorang mahasiswi di biodang sastra, tapi dengan sekuat tenaga dan tekad aku akan menyelesaikan tugas menulisku.

 

Tok…tok…tok…

Siapa pula yang datang selarut ini pikirku.

“Sebentaaaar…” aku menyahut dari dalam, kuraih jilbabku, “siapa???”

Klek… kubuka pintu kamar kost ku,

“Hai Vita… malam ini aku boleh nginap disini ya,, boleh kan?? Besok pagi aku ada acara, pasti telat kalau berangkat dari tempatku”  temanku Mika serta merta bicara bahkan tanpa sempat aku menghelanya.

“Ooh.. oke”. Kataku akhirnya.

“Thank you vita, love you..”.

“ah lebay kamu, ayo masuk!” kataku

Segera kurapikan buku-buku dan benda-benda yang berserakan di kamarku..

“maaf ya kamarku berantakan nih,, UTS kali ini banyak tugas jadi aku gak sempat beres-bers”. Kataku pada muka yang sudah nankring di atas tempat tidurku.

“Gak apa-apa kali,  iya nih mataku juga udah gak kuat melototin computer terus,, coba kita sekelas ya, kan enak tu bias saling bantu,, haha”>

“waah kagak dah, yang ada nanti kaya jaman SMA lagi, aku yang ngerjain kamu malah enak-enakan nunggu contekan, kalo gitu sih untung die lo rugi di gue..”. protes ku.

“ha-ha-ha bener juga ya, terus aku gak pinter-pnter dong”.

          Waktu pun terus berjalan, kami berbincang dan bercanda semalam suntuk, mengenang masa-masa di SMA dan berbagi cerita di kampus sekarang. Mika adalah teman terdekatku semasa SMA. Sekarang kami kuliah di tempat yang sama dengan jurusan yang berbeda.

Malam terus larut, satu hal yang kusadari malam itu,, rencanaku untuk mengerjakan tugas GAGAL .

***

          Pagi yang cukup cerah ..

          Semalaman aku dan Mika kesyikan mengobrolsampai lewat tengah malam dan akhirnya kita bangun kesiangan.

Mika yang dari pagi sudah bersiap pergi pamit, "Ta aku duluan ya, semoga tidak telat".

"Oke hati-hati", jawabku.

Akupun segera bersap dan bergegas berangkat ke kampus, kulirik jam di kamarku; 07.10 … gawat, pikirku, “aku sudah telat..”

          Setengah berlari aku berjalan menuju kampus. Tempat kost ku hanya berjarak 100 m dari kampus dan ada pintu masuk di belakang yang lebih dekat dan mempercepat aku sampai di kelas. Meskipun aku yakin hari ini telat tapi aku cukup tenang karena tugas untuk hari ini telah selesai aku kerjakan.

          Aku semakin mempercepat langkahku,

Hey… ada yang aneh,,, kenapa jalanan ini terasa sepi dan kenapa orang-orang terlihat berbalik arah???  Aaarrgh… aku gak peduli, tapi tingkah beberapa orang ini yang mulai mengusik,, ada yang mengeluh, ada yang berjalan sambil memaki gak jelas, tak sedikit pula yang menampakkan wajah kesal.

          Aku semakin penasaran, akhirnya kuberanikan diri bertanya pada salah stu mahasiswa yang berpapasan denganku,

“Maaf a, ada apa ya, ko pada muter arah?”tanyaku heran.

“pintu masuk nya ditutup”. Jawabnya dengan nada kesal.

“Lho.. terus lewat mana?? Tanyaku lagi.

“lewat gerbang depan”, katanya sambil terus beranjak.

          Oh my God,,,, peraturan darimana ini, karena masih penasaran aku melanjutkan langkahku, sesampainya di pintu masuk yang biasa aku lewati langkahku terhenti, benar saja gerbang ini ditutup rapat dan ada pengumuman tertempel disana,

Semua Mahasiswa Masuk Melalui Gerbang Depan

 

          UUooohhh… ingin rasanya aku berteriak memprotes kebijakan ini.

Kulihat jam tanganku; 07.18; aku semakin tegang, dengan cepat aku berbalik arah,, butuh waktu lebih dari lima menit dari gerbang masuk depan untuk sampai ke kelasku, dengan kesal ku percepat langkahku.

***

 

          Terengah-engah aku tiba di depan kelas, kulihat banyak temanku yang berdiri diluar kelas,, pertanda buruk….

“gak di ijinkan masuk ya?” tanyaku dengan cemas kepada Rini salah stu teman sekelasku.

“Santai aja kali ta, dosennya gak masuk..” jawabnya dengan santai

“Hahhh… serious?? Ya ampuun tau gini aku gak usah lari-lari segalaaa.. “

          Perasaan lega sekaligus kesal bercampur, lega karna gak jadi kesiangan, dan kesal karena dipermainkan waktu dan keadaan,,, huaaaahhh…

Dengan langkah gontai aku masuk ke kelas,

“Ta, tugas dikumpulkan di kosma sekarang”, teman ku Tika memperingatkan

“Ah… yaa..”, jawabku

          Di kelas suasana ricuh memperbincangkan pintu masuk ke kampus, aku juga gak bisa membayangkan kalo setiap hari harus muter lewat depan…

“Vita, cerpenmu udah selesai??” Tanya Nisha temanku

“Belum Nis, besok waktu penyerahannya ya?” tanyaku padanya

“Iya, aku juga belum selesai nih, masih proses pengetikkan”.

“Kalo tinggal netik sih udah hamper selesai Nis, sedangkan aku cerpennya saja masih belum jadi”. Kataku.

“Yasudah, semangat yaa, pasti bisa”> katanya member semangat.

Aku hanya tersenyum.

          Dunia yang kujalani sekarang memang agak tidak sejalan dengan keinginanku, aku menjalani pendidikan di jurusan Bahasa dan Sastra Arab yang berhubungan dengan dunia tulis menulis, sedangkan aku belum pernah sekalipun aku menghasilkan karya tulisan, terlebih Sastra Arab, bahasanya saja sangat tidak aku pahami. Tapi aku selalu bertekad  bukan saatnya aku memikirkan itu, ini jalan yang telah aku pilish dan sebisa mungkin aku harus menjalaninya dengan baik.

          Tidak ada dosen merupakan keberubtungan tersendiri saat seperti ini, aku jadi bisa pulang lebih cepat dan mempunyai waktu lebih banyak untuk menyelasaikan tugas besok.

          Aku mengemasi buku-buku ku di kelas dan berniat langsung bergegas pulang ketika Tanti bicara padaku, “Ta, ke perpus yuk!”.

“Ngapain?? Aku mau nyelesain cerpen nih..!” jawabku pada Tanti

“Emang tugas makalah mu udahg selesai?”, Tanya Tanti dengan polos.

“Ya ampuun Tan… aku lupa. Jadwalnya besok juga ya? Haduuh .. aku jadi merasa dikejar-kejar waktu gini yaaa..”,

“Makanya, ayoo.. gak akan lama ko..” tutur Tnti.

Oke deh”, kataku akhirnya.

 

11.40

Akhirnya selesai juga… lega rasanya satu makalah telah selesai kutulis,

“Tan, kamu belum selesai??”, Tanyaku pada Tanti yang masih terlihat sibuk menyalin cataan.

“Belum nih ta, kamu duluan aja kalau mau, cepat selesaikan tugas cerpen kamu..”. katanya

“Yasudah kalo gotu aku duluan yaa”. Kataku sambil beranjak

“Oke, good luck”. Ujar Tanti.

***

 

          Sang raja hari memamerkan panasnya, seolah ingin menunjukkan betapa agungnya Sang Penciptanya. Aku brjalan menuju mesjid kampus, satu tempat yang kuharap cukup tenang untukku mulai menulis.

          Sesampainya di teras mesjid,, ternyata keadaan tidak seperti yang kuharapkan, terlalu ramai disini.

          Kulanjutkan langkahku ke lantai dua, tempat para mahasiswi sshalat, Keheningan sangat kubutuhkan ketika menulis…

 

 

Tenang, hanya ada dua mahasiswi yang terlihat sedang berbincang disini.

          Yeah.. aku bisa menulis disini,, ide pertama yang muncul aku akan menulis jalan cerita hidupku sendiri.

          Huruf demi huruf mulai merangkai menjadi untaian kata, tidak terasa kalimat demi kalimat telah kutulis semakin panjang, semakin berkembang. Yaa.. tidak terlalu sulit ternyata kalau sudah memulai. Tidak terasa satu halaman telah berhasil ku tulis, sengaja kupilih cerita tentang diriku sendiri sebagai karya pertamaku sehingga aku tidak terlalu sulit memikirkan alur dan jalan ceritanya.

 

15.45

          Aku masih asyik menulis di lantai 2 mesjid di kampus,, sudah lumayan banyak dan hampir memenuhi target yang di tentukan oleh dosenku, dan 20 menit kemudian tuntaslah cerpen pen sederhana ku,,,

“Yeah… akhirnya selesai juga karyaku…” aku hanya punya waktu satu malam untuk mengetik cerpen ini, aku segera bergegas dan bermaksud langsung pergi ke rental computer terdekat ketika tiba-tiba ponselku bordering, kuraih ponsel dari dalam tas ku,

 

Ä Om Giar

Memanggil…

 

          Ku angkat telpon dari pamanku dan betapa terkejutnya aku ketika paman memberitahuku bahwa anaknya putri yang berarti sepupuku sedang sakit  dan sendiri d tempat kost nya, putri adalah saudara sepupu perempuanku satu-satunya dia seusia denganku dan saat ini kami melanjutan kuliah di kota yang sama. Bingung sekaligus cemas yang kurasakan, di satu sisi aku harus egera menyelesaikan tugasku karena aku sudah tidak punya waktu lagi, tapi disisi lain aku tidak mungkin membiarkan sepupuku sendirian dalam keadaan sakit. Aku putuskan pergi ketempat putri, dalam hati aku berdoa semoga Allah memberi pertolongan.

 

16.30

          Aku mengemasi buku dan pakaian yang akan ku bawa, antara cemas dengan nasibku besok dan khawatir dengan keadaan putri aku mulai berangkat.

          Satu jam kemudian aku baru sampai d tempat kost putri, sesampainya disana ada dua teman kampusnya yang sedang menjaganya. Kulihat putri terbaring lemah di tempat tidur.

“Ya Allah put, badanmu panas sekali, kenapa tiadak beritahu dari awal kamu sakit?” kataku menghampiri putri.

“gak apa-apa Ta, makasih ya kamu udah repot-repot datang kesini pasti ayah yang nelpon”, kata putri dengan suara lemah.

“Ia om nelpon beliau dan bibi segera berangkat ke Bandung, ya sudah kamu istirahat dulu”. Kataku.    

          Menjelang magrib kedua teman putri pun pamit, om dan bib mengabarkan mereka sudah dalam perjalanan dan kemungkinan dua jam kemudian baru sampai.

          Kuhampiri putri, kupegang keningnya dan betapa paniknya aku demamnya bertambah tinggi. Dengan rasa cemas dan panik aku mengkompres keningnya dengan harapan bisa menurunkan demamnya.

 

 

 

20.10

          Aku masih merasa cemas dan panik, demamnya belum juga turun, beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu, aku segera bergegas untuk membuka pintu dan betapa leganya ketika kulihat paman dan bibiku telah datang.

“Ta gimana keadaan Putri?” tanya bibi dengan nada cemas dan setengah berlari menghampiri Putri.

“Demamnya masih tinggi bi”, jawabku.

Setelah memeriksa kondisi Putri akhirnya paman dan bibiku memutuskan langsung membawanya ke rumah Sakit.

          Kami pun segera berkemas dan bergegas menuju Rumah Sakit terdekat. Sesampainya disana Putri langsung dibawa ke tempat perawatan, dokter yang memerikasa keadaan Putri memutuskan bahwa dia harus di rawat inap.

Perasaanku sudah agak lega sekarang, aku duduk menunggu di koridor Rumah Sakit, tak lama kemudian bibi menghampiriku,

“Makasih Ta, untung ada kamu jadi bibi tidak terlalu cemas”, kata bibi seraya duduk di sampingku.

“Iya bi gak apa-apa”. Jawabku.

“Besok kamu kuliah kan Ta, sekarang lebih baik kamu cepat tidur nanti bibi minta paman mengantarkanmu ke kost an Putri, bibi dan paman bermalam disini saja”, kata bibi.

          Paman mengantarku ke tempat kost putri, dan tidak lama paman ku langsung kembali ke Rumah Sakit.

          Malam itu aku tidak bisa tidur, aku mulai memikirkan tugas ku untuk besok, besok.

Untunglah ada laptop Putri, aku memutuskan untung berjuang semalaman ini. Kulihat jam dinding; 22.25.. “Semangaaat...” lirihku menyemangati diri sendiri.

          Dengan terkantuk-kantuk aku terus mengetik, Harus selesai! Itu tekadku.Halaman demi halaman telah berhasil ku ketik dengan rapi, satu jam... dua jam... mataku mulai terasa berat, ketikanku mulai berantakan, aku sudah tidak sadar apa yang ku ketik cerpenku atau kah mimpiku........

          Mataku setengah terbuka setengah terpejam ketika kulirik jam dinding waktu menunjukkan pukul 02.01 dini hari. Setelah itu aku tidak ingatlagi apa yang ku ketik, aku terlelap.

Tok... tok....tok..

Tok...tok...tok...

Suara ketukan pintu membangunkanku, mataku terasa sulit untuk kubuka, kulihat jam dinding..

 

 

05.45...

“hahhh.....” aku langsung terperanjat dari tempat tidur dan menyadari bahwa aku sangat sangat kesiangan.

Aku berlari menuju pintu dan langsung membukanya,

“Ya ampun Ta, kamu baru bangun??” bibiku datang.

“ uhh.. ia bi, semalaman Vita ngerjain tugas, harus sudah diserahkan hari ini jadi tidur larut malam” aku menjelaskan

“Ya sudah sekarang kamu cepat mandi, jangan sampai telat ke kampus. Bibi mau membawa baju ganti untuk putri”.

“Ya bi”, jawabku seraya menuju kamar mandi.

          Dengan tergesa-gesa aku mandi lalu bergegas memerikasa hasil ketikkanku semalam, hasilnya benar-benar parah, pada halaman-halaman awal tulisannya masih rapi dan sesuai dengan cerita yang kubuat tapi semakin kesini kuperhatikan banyak kata-kata yang ngelantur, dan ketikannya sangat “acak-acakkan”.

“hhhh...” ya sudah lah, aku harus terima dapat nilai minim karena keterlambatanku menyerahkan tugas.

 

06.15

          Aku pamit pada bibi untuk berangkat kuliah, jarak dari kampus Putri dan kampusku sekitar 1 ½ jam perjalanan aku pun segera bergegas.

 

 

 

08.30

          Aku baru sampai di kampusku. Cuaca pagi ini sangat cerah, sinar sang surya menyelusup ke lubang udara dan jendela di ruangan kelasku, berlawanan sekali dengan suasana hatiku, aku benar-benar cemas bagaimana nasibku sekarang, ku lihat hampir semua temanku telah menyelesaikan cerpen mereka, aku terus mengutuk diriku, ingin rasanya bisa menghilang saja disaat seperti ini.

 

“Ta, cerpenmu udah selesai??” tika membuyarkan lamunanku.

“Hmmmm... belum Tik, cerpenku belum selesai di ketik”, aku ku dengan lemas

“Yang benar??? Aku juga belum ta, wah syukur deh setidaknya ku ada teman”, kata Tika dengan tampang lega.

“kamu belum selesai Tik??”, kataku mencoba meyakinkan.

“Belum, hasil ketikkanku lupa aku save, alhasil hilang deh semua....”, papar Tika dengan nada kesal sekaligus menyesal.

Meskipun aku tatap saja masih merasa cemas, tapi setidaknya aku tidak sendiri.

          Suasana kelas langsung berubah tenang ketika dosen masuk, ketenangan yang semakin membuatku semakin cemas , akhirnya saat ini datang juga. Sang dosen mulai menabsen setiap mahasiswa untuk menyerahkan tugas kami. Satu persatu temanku menyerahkan tugasnya sesuai absen.

          Selain aku dan Tika kulihat ada beberapa teman lelaki ku yang juga belum menyelesaikan tugas. Akhirnya dosen pun menyebutkan peraturan bagi kami yang belum menyerahkan tugas hari ini bahwa kami harus puas hanya dengan mendapat nilai “min” pada ujian mid kali ini...

Ugh... betapa kesal dan menyesalnya aku.

Akhirnya tiba giliranku di panggil,

“Vita Uswatunnisa” dosenku berseru.

Dengan rasa malu dan bersalah aku maju ke depan

“Mana tugasnya?” tanya Pak dosen

“Maaf Pak, belum selesai”, jawabku jujur

“Hmmm... berarti min ya, cepat diselesaikan ya!”.

“Iya Pak, terimakasih”, kataku sambil beranjak ketempat dudukku dengan rasa kecewa.

“Gimana Ta?”, tanya Tika cemas

“Kita diberi waktu sampai minggu depan”, jawabku singkat.

***

 

 

          Sepulang kuliah segera kuselesaikan tugasku, aku ketik ulang karyaku, aku koreksi ulang setiap kata yang ku anggap kurang tepat, ku edit hasil ketikkanku, hingga akhirnya berhasil aku jilid rapi.

Kuamati karya perdanaku ini, masih amat sangat sederhana, tapi inilah karya pertamaku, yang aku beri judul “My First Work”, terbersit rasa haru dan bangga menatap hasil usahaku kini telah berbentuk sebuah buku mini. Aku bertekad mulai hari ini sampai seterusnya aku akan membiasakan menulis, menulis, dan menulis. Aku berharap suatu hari nanti akan tiba masanya tulisanku setahap tulisan-tulisan penulis favoritku.

***********

 

 

          Dari sekelumit pengalaman itulah aku selalu bercermin untuk bisa lebih dan terus lebih baik, selalu belajar untuk tidak menunda-nunda tugas dan pekerjaan, karena aku tidak mau sampai menyesal yang kurasa. 

 

Mari berbahagia ! ^^

Mari berbahagia..! meskipun dalam kondisi apapun, sedikit senyuman akan membawa pikiran dan kimia tubuh Anda untuk merasakan kebahagiaan, yang seharusnya sudah menjadi milik Anda. karena Anda berhak untuk merasakan kebahagiaan.

          Toh kebahagiaan sejati tidak barasal dari luar melainkan kebahagiaan itu berasal dari dalam hati dan pikiran Anda. untuk itu saya punya cerita menarik berikut ini,

          Satu hari Sultan merasa sungguh bosan n bete abis, dia ingin mendapat hiburan untuk menghilangkan kebosanannya. Untuk itu dia pun bertanya kepada Bendaharanya, "haii..Bendahara, siapa yang paling pandai saat ini?" "Abunawas" jawab Bendahara.

          Sultan pun manggil Abunawas n baginda pun bertitah: "wahai Abunawas, Kalau kamu memang pandai, coba buatkan aku satu cerita seratus kata tapi setiap kata mesti dimulai dengan huruf' 'J'.

          Hahh!!Terperanjat Abunawas, ini sungguh sulit baginya. tapi setelah berfikir panjang, diapun mulai mendapatkan ide untuk bercerita. Abunawas pun memulai ceritanya: Jeng Juminten janda judes, jelek jerawatan, jari jempolnya jorok. Jeng juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogya-Jakarta. Jamu jagoannya: jamu jahe. "Jamu-jamuuu..., jamu jahe-jamu jaheee...!" Juminten jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi jalanan. Jariknya jatuh, Juminten jatuh jumpalitan. Jeng Juminten jerit-jerit: "Jarikku jatuuh, jarikku jatuuh..." Juminten jengkel, jualan jamunya jungkir-jungkiran, jadi jemu juga. Juminten jumpa Jack, jejaka Jawa jomblo, juragan jengkol, jantan, juara judo. Jantungnya Jeng Juminten janda judes jadi jedag-jedug. Juminten janji jera jualan jamu, jadi julietnya Jack. Johny justru jadi jelous Juminten jadi juliet-nya Jack. Johny juga jejaka jomblo, jalang, juga jangkung. Julukannya, Johny Jago Joget. "Jieehhh, Jack jejaka Jawa, Jum?" joke-nya Johny. Jakunnya jadi jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juminten. "Jangan jealous, John..." jawab Juminten. Jumat, Johny jambret, jagoannya jembatan Joglo jarinya jawil-jawil jerawatnya Juminten. Juminten jerit-jerit: "Jack, Jack, Johny jahil,jawil-jawil!!!" Jack jumping-in jalan, jembatan juga jemuran. Jack jegal Johny, Jebreeet..., Jack jotos Johny. Jidatnya Johny jenong, jadi jontor juga jendol... jeleekk. "John, jangan jahilin Juminten...!" jerit Jack... Jantungnya Johny jedot-jedotan, "Janji, Jack, janji... Johnny jera..." jawab Johny. Juni, Jack jadikan Johny join jualan jajajan jejer Juminten. Jhony jadi jongosnya Jack-Juminten, jagain jongko, jualan jus jengkol jajanan jurumudi jurusan Jogja-Jombang, julukannya Jus Jengkol Johny "jolly-jolly jumper." Jumpalagi, jek...!!! jangan joba-joba jikin jerita jayak jini jagi ja...!!! jusah jan japek jeehh...!

***

          Hehehe…! Sudah berhasilkah Saya membuat anda Tersenyum, wahai sahabat? Saya pastikan hari-hari Anda bertambah Amazing tentunya dengan selalu menebar senyum kepada dunia. Bahwasannya Andapun berhak untuk berbahagia, Anda pun berhak untuk Sukses dan Luar biasa. Ciiiiissssss n’ Semangaaattt!!!


Be Amazing, Amazing You!

 

 

 

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

cerita Untuk sahabat…

tips n trik mengirim cerpen ke media cetak

kaya dengan rukun islam