objek kajian dan tujuan mempelajari filsafat ilmu!

 

1.   objek kajian dan tujuan mempelajari filsafat ilmu!

Secara etimologi filsafat berasal dari kata Philein yang artinya 'mencintai' dan sophos (kearifan/kebijaksanaan), maka secara etimologi filsafat dapat diartikan sebagai usaha mencuntai kearifan. Pengertian Filsafat Ilmu menurut Lewis White Beck “Philosophy of science questions and evaluates the methods of scientific thinking and tries to determine the value and significance of scientific enterprise as a whole. (Filsafat ilmu membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan). Sedangkan menurut May Brodbeck “Philosophy of science is the ethically and philosophically neutral analysis, description, and clarifications of science.” (Analisis yang netral secara etis dan filsafati, pelukisan dan penjelasan mengenai landasan – landasan ilmu().[1]

Objek kajian Filsafat ilmu mencakup Objek material yaitu mengenai sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, dan objek formal yaitu untuk mengerti segala sesuatu yang ada sedalam-dalamnya, hakikatnya, dan metafisir.

Tujuan mempelajari filsafat ilmu ialah

·       Sebagai alat mencari kebenaran dari segala fenomena yang ada.

·       Mempertahankan, menunjang dan melawan atau berdiri netral terhadap pandangan filsafat lainnya.

·       Memberikan pengertian tentang cara hidup, pandangan hidup dan pandangan dunia.

·       Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam kehidupan[2]

 

2.   Urakan pengertian-pengertisn istilah di bawah ini :

a)   Pengetahuan

Pengetahuan secara empiric berarti segala sesuatu yang diperoleh melalui panca indera.

b)  Ilmu pengetahuan

Ilmu pengetahuan merupakan produk atau proses (metode) dari pengetahuan yang disusun secara sistematis.

c)   Epistemologi

Merupakan ilmu yang mengkaji car5a dan prosedur untuk mendfapatkan pengetahuan berupa ilmu.

d)  Aksiologi

aksiologi ilmu yang meliputi nilai-nilai normatif dalam pemberian makna terhadap kebenaran atau kenyataan

e)   Substansi

Pengertian yang sebenarnya

f)    Aksidensi

Pengertian yang menunjukkan hal yang adanya tidak ada pada dirinya sendiri melainkan melekat dan sangat bergantung pada subtansi.

 

3.   Coba anda uraikan perkembangan pemikiran filsafat d Barat mulai dari Filsafat Yunani sampai kontemporer, serta jelaskan pula karakteristik dari masing-masing periode!

1)      Zaman yunani kuno

Filsafat telah ada di yunani sejak abad ke-6 SM, filsafat pada masa ini lebih bersifat mitos yang diperoleh karena rasa ingin tahu, yang kemudian berkembang menjadi logos, tokoh-tokohnya diantaranya; Thales, Anaximander, Demokritus, Aristoteles, Plato, Socrates dll.

Pada masa ini terdapat pula  Masa Helinistis Romawi,

Yang pada masa ini muncul beberapa aliran yaitu sebagai aliran sebagai berikut:

a)       stoisisme, menurut paham ini jagad raya ditentukan oleh kuasa-kuasa yang disebut logos. Oleh karena itu segala kejadian menurut ketetpan yang tidak dapat dihindari.

b)       epikurisme, segala-galanya terdiri dari atom-atom.

c)       skepisisme, mereka berfikir bahwa bidang teoritis manusia tidak sanggup mencapai kebenaran

d)       eklektisisme, suatu kecenderungan umum yang mengambil berbagai unsur filsafat ilmu dari aliran-aliran lain tanpa berhasil mencapai suatu pemikiran yang sungguh-sungguh.

e)       neoplatoisme, yakni paham yang ingin menghidupkan kembali filsafat ilmu plato.

2)      Zaman Abad Pertengahan

Pada abad pertengahan mengalami 2 periode, yaitu:

1.     periode patriktis; mengalami 2 tahap:

a.      permulaan agama Kristen

b.     filsafat ilmu agustinus; yang terkenal pada masa patristik

 

2.     periode skolastik; menjadi 3 tahap yakni:

a.       periode awal, ditandai dengan pembentukan metode yang lahir karena hubungan yang rapat antara agama dan filsafat ilmu

b.       periode puncak, ditandai oleh keadaan yang dipengaruhi oleh aristoteles akibat kedatangan ahli filsafat ilmu arab dan yahudi

c.       periode akhir, ditandai dengan pemikiran kefilsafat ilmuan yang berkembang kearah nominalisme.

3)          Zaman Renaissance

Ialah zaman peralihan ketika kebudayaan abad pertengahan mulai berubah menjadi kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas. Manusia ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan Illahi.

4)          Zaman Modern

Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah dirintis sejak zaman renaissance.

5)          Zaman Kontemporer (Abad XX Dan Seterusnya)

Fisi kawan termashur adalah Albert Einstein yang percaya akan kekekalan materi. Dengan kata lain tidak mengakui adanya penciptaan alam. Zaman kontemporer ini ditandai dengan penemuan teknologi-teknologi canggih yang terus berkembang hingga sekarang.[3]

 

3.   Apakah yang dimaksud dengan ontology? Jelaskan pula aliran-alran dalam ontology berikut tokoh dan pokok=pokok pemikirannya!

Ontologi berasal dari kata onto yang berarti wujud  (being),  dan logi yang artinya ilmu. Jadi ontology berarti ilmu tentang wujud atau ilmu tentang hakekat kenyataan.

Pengertian ontology menurut Runes;  ontology is the theory of being qua being, artinya ontologi adalah teori tentang wujud. Sedangkan menurut Van Cleeve Morris;  Ontology is the study of the real world.

ONTOLOGI ILMU (dimensi ontologi Ilmu) yaitu Ilmu yang mengkaji wujud  (being) dalam  perspektif ilmu -- ontologi ilmu  dapat dimaknai sebagai teori tentang wujud dalam perspektif objek materil ke-Ilmuan, konsep-konsep penting yang diasumsikan oleh ilmu ditelaah secara kritis dalam ontologi ilmu.

Dalam pemahaman ontology terdapat beberapa aliran dan pandangan pokok sebagai berikut:

1)      Aliran Pluralisme, aliran ini berpandangan bahwa segenap macam bentuk merupakan kenyataan dan menyatakan ala mini tersusun dari banyak unsure serta lebih dari satu itentisa. Tokoh aliran ini adalah Anaxsagoras, Danempedcles yang menyebutkan bahwa subtansi yang ada itu tebentuk dari empat unsure yaitu: Tanah, Air, Api dan Udara.

Adapula aliran Nihilisme yang merupakan sebuah doktrin yang tidak mengakui Validitas alternative yang positif. Gorgias berpandangan bahwa ada tiga proposisi tentang realitas. Tidak ada satupun yang eksis beranggapan bahwa kontradiksi tidak dapat diterima, maka pemikiran tidak menyatakan apa-apa tentang realitas. Bila suatu itu ada, ia tidak dapat diketahui, ini disebabkan penginderaan tidak dapat dipercaya, pengideraan adalah sunber ilusi. Akal juga tidak mampu meyakinkan kita tentang bahan alam semesta karena kita telah didukung olh delima subyektif, kita berfikir sesuai dengan kemauan dan ide yang kita terapkan pada fenomena. Sekalipun realitas itu dapat kita ketahui, ia tidak akan dapat memberikan kepada orang lain.

2)      Aliran Agnotisme, aliran ini merupakan sebuah penyangkalan terhadap kemampuan Manusia mengetahui hakikat benda, baik materi meupun ruhani, hal ini mirip dengan skeptisme yang berpendapat bahwa manusia diragukan dalam mengerahui hakiakt. Tetapi Agnotisme lebih dari itu, Kattsoff banyak memberikan term dasar mengenai bidang ontologi, misalnya; yang ada, kenyataan, eksitensi, perubahan, tunggal, dan jamak. Secara ontology ilmu membatasi lingkup pengalaman keilmuannya yang hanya pada daerah-daerah yang barbed dalam jangkauan pengalaman manusia. Objek pengalaman yang berada dalam batas pra-pengalaman dan pasca-pengalaman. Penetapan lingkup batas penelaahan keilmuan yang bersifat empiris ini adalah merupakan konsistensi pada batas epistemology keilmuan. Ontology keilmuan juga merupakan penafsiran tentang hakikat realitas dari objek ontology keilmuan..[4]

 

 

 



[1]

[2] Agraha Suhandi, 1989

[3] http://arfiasta.wordpress.com/2010/05/24/konsep-dasar-filsafat-ilmu/

[4] http://seminarisantopetrusclaver.wordpress.com/berita-umum/teologi-ontologi-dan-epistimologi/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

cerita Untuk sahabat…

tips n trik mengirim cerpen ke media cetak

kaya dengan rukun islam