Pembelajaran Natsr ‘SASTRA’

 

Pembelajaran Natsr

‘SASTRA’

Seperti yang telah kita ketahui, Sastra dilihat dari jenisnya terbagi kadalam puisi dan prosa. Didalam prosa (Natsr) terdapat Prosa ilmiah dan Prosa Sastra, Prosa Ilmiah ialah prosa yang menggunakan bahasa yng logis, sedangkan dalam puisi sastra digunakan bahasa Idiomatik/ungkapan.

1.       Mengenal Prosa (Natsr)

Sebagaimana telah disebutkan diatas, Puisi dan Prosa ada kalanya mempunyai persamaan dari segi tujuan dan makna akan tetapi berbeda dari segi gaya bahasanya. Dalam puisi dikenal istilah Wajan dan Qofiah, sedangkan dalam prosa tidak, akan tetapi menggunakan kelogisan. Puisi (Syi’r) merupakan ungkapan yang mengandung wajan dan Qofiah dan berisi tentang imajinasi. Sedangkan prosa (Natsr) merupakan ungkapan yang lugas tanpa wajan dan Qofiah. (Ahmad Asy-Syayb, Ushul An-Naqdul adabi, 1964: 328)

 

2.       Macam-macam Prosa

1)  Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa prosa terbagi ke dalam dua macam; prosa ilmiah dan prosa sastra. Prosa ilmiah yaitu prosa yang bersifat logis, berkonsep dan tertentu. Contohnya; Filsafat, Matematika, kedokteran dan kimia, dan juga seperti makalah, debat, penelitian, dan karya-karya kreatif. Sedangkan tujuan dari prosa sastra atu seni yaitu menyampaikan realitas dan pengaruh jiwa dengan suara hati, seperti; risalah, khutbah, dan krangan deskripsi kesastraan.

Disisi lain, para ilmuan Barat membagi prosa menjadi; makalah, sejarah, deskripsi dan sebagainya. Karena prosa ketika bergabung dengan segala hal yang menjadi kebutuhan social menempuh dua asas:

Pertama : Yang berhubungan dengan hal-hal melalui fenomena indra karena mereka melihat dengan mata ,mendengar dengan telinga dan mencium dengan hidung dalam keaslian  asli dan sering, dan apabila membayangkan dan mengamati. Asas ini mengarang seni dua kepala yaitu deskripsi dan riwayat. Dan adapun perbedaan diantara keduanya bahwasanya deskripsi mencakup Adegan dan tindakan maka menggambarkan kebahagiaan atau seperti menggambarkan saat berpergian/wisata. Adapun riwayat diantaranya pendeskripsian pencakupannya dalam seni peran dan menggambarkannya dalam sinetron atau bioskop, menceritakan perbuatan dengan unsur yang panjang seperti novel, histori dan biografi.

Kedua :  agar mencakup segala sesuat dengan cara Berpikir sistematis, menafsirkannya , mengkritisi,menghakikatkannya, dan meluaskan untuk membuktikan riwayat atau editing dalam exposition dan argumentasi. Maka takrir mensifati sesuatu  menyengaja hakikat dan menerangkan pandangan seperti kritik,makalah,essay,createse,.dan diskusi mensifati segala sesutau dengan gerakan seperti dengan aksi agar mencapai tujuan knaiyat mewajibkan pengamalan yang benar untuk mengikat dengan pendapat-pendapat dan akidah-akidah sesuai keinginan dan mentasir dalam social seperti debat ,orator, dari setiap seni itu ada dasar yang menerangkan secara terperinci dalam sastra eropa seperti yang telah disebutkan (1964:33).

A.    Macam-macam prosa arab

Adapum menurut arab prosa terbagi seperti yang akan diuraikan menurut pendapat kritik prosa :

1.           Pidato digunakan untuk  memperbaiki saat menjelaskan kelonggar  dan memicu peperangan, pertumpahan darah, panas antar kerajaan , menyakitkan akan kekuatan property,dalam berdoa kepada Allah, dalam       pujian Dan segala sesuat yang ingn kita ungkapkan kepada orang lain.

2.           Dan mengirimkan dalam berbagai macam diantaranya protes terhadap pelanggaran orang-orang dari partai, mengutarakan pembebasan ,dalam muatibat , itidar dan surat-surat tertulis lainnya.

3.           Diskusi dan berdiskusi dua-duanya merupakan perkataan yang dimaksudkan untuk mendapatkan hujah, saat ada perbedaan pendapat antara pendiskusi, dan memakai madhab  dan dinayat dalam hak-hak ,dalam syair dan prosa.

4.           Percakapan yaitu apa yang dilakuakan oleh orang saat berbincang-bincang , bergosip dan  ngobrol santai. Mempunyai banyak bentuk diantaranya : serius dan gurauan, mudah dan sulit, kebaikan dan keburukan,kenikmatan dan kepahitan, kebenaran dan kesalahan , kebenaran dan kebohongan, bermanfaat dan merugikan, hak dan batil, kekurangan dan kelebihan, diterima dan ditolak, kemungkinan dan kepalsuan, dewasa dan anak-anak dan lain sebagainya. (1964: 133).

Dan prosa terbagi dalam dasar lainnya yaitu prosa landasannya adalah menulis dengan pena, pidato tiangnya adalah perkataan/lisan. Dan pembagian ini terdapat dalam prosa lama yang telah usai yang pernah bangkit pada masa bani abasiyah, karena tidak adanya penerus, dan pegangan terhadap surat-surat yang ditulis oleh tangan mereka, dan pidato diucapkan dengan lisan-lisan mereka. Dan adapun prosa baru telah di populerkan pada masa faranjah mentaklid dan digunakan oleh pelajar dalam kehidupan baru.

Kisah

Adapun kisah merupakan akhir dari jenis sastra yang dikemukakan dalam sastra ilmiah, yaitu ditulis secara nasher dalam keumumandari kebanyakan kejadian, dan menuntut kesempurnaan cerita. Tetap secara khusus mendeskripsikan kehidupan, seseorang dan menceritakan kejadian yang membuat kebaikan,tokoh-tokoh yang bertentangan (antagonis) berupa kegiatan , sedangkan kisah dalam arti sekrang ia berperan sebagai  masalalu kita untuk menyongsong masa depan .

Kisah itu identik dengan mitos pembuat sangat terobsesi peristiwa yang luar biasa kisah seperti itu sebetulnya dia tidak menurut aturan realitas dan tidak bersifat global dari kisah khayal itu akan lahir. Dan prosa yang bernuansa seni ada dalam satra mitologi ada persamaan kuat antara kisah syatir dan magenta (cerita-cerita nasehat) ,comedy ditemukan mitos dispanyol adanya seg persamaan yang domain antara kisah maqomat arab dan kisah satar dispanyol.

Novel

Novel terbagi menurut qalib dan bentuknya kedalam cerita panjang dan riwayat.

Adapun cerita panjang dinamakan dengan counte dalam bahasa inggris novelette (dalam cerita pendek) penulis mengharapkan satu bagan kehidupan dan hanya 1 tokoh , maka dia menulis dengan simple menjadi 1 tema mandiri terpisah dengan tokohnya tidak panjang tidak juga rinci dan akan menampilkan 1 tema dengan simple.

Sedangkan novel penulis membahas dalam kisah tersebut  menulis tema banyak dan luas tetapi ceritanya lebih sedikit dari riwayat, ia berada pada kehususan dan riwayat tidak berbeda dalam segi substansi . kalau riwayat tema-tema yang sempurna dari hidup sampai meninggal dan bidang –bidang yang berfariasi, pembaca akan melihat berbagai sisi memerlukan tempat yang lama,menghabiskan waktu sampai kita lebih memahaminya berbagai kondisi sehingga pembaca terpengaruh oleh cerita tokoh tersebut. Adapun hikayat kebanyakan ditularkan oleh orang lain dan akan menggunakan bahasa dengan bahsa yang berbeda beda kisah itu sebetulnya 3 jenis pokok1. Slalu memiliki tema 2. Tokoh-tokoh tertentu 3. Dialog.

Kisah modern yang berada dibarat sana tidak dikenal karena mereka lebih keorasi sebab novel didunia arab bukan merupakan substansi dalam dunia arab seperti syair ,pidato dan surat. Akan tetapi kosong darinya

 

Ada transformasi diantara kisah seni dalam kajian arab seperti kisah" seribu satu malam, maqomat, risalah tawabi wa zawabi, surata permohonan , kisah hayu ibn yuqdzon" dan lain sebagainya.macam-macam genre sastra juga ditemukan pada masa arab klasik seperti surat –surat resmi, surat persaudaraan , surat-surat kesastraan , maqomat, membangga-banggakan suatu kelompok, kejadian –kejadian yang lain, surat –surat buruan, akad nikah,ijazah,tafrid, sertifikat, sejarah, pembukaan buku, dan candaan (ahmad badawi : 375:295)

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

cerita Untuk sahabat…

tips n trik mengirim cerpen ke media cetak

kaya dengan rukun islam