tutorial corel draw lengkap

 TUTORIAL CORELDRAW 12

 

CorelDraw merupakan salah satu software desain grafis yang sangat terkenal. Berbagai fasilitas untuk mendesain tersedia di sini sehingga memudahkan para penggunanya untuk memanfaatkannya. CorelDraw  dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari membuat brosur, membuat pamflet, surat undangan, majalah, brosur dan cover buku yang menarik.

 

Membuka Corel Draw

Klik Start All Programs pilih CorelDRAW Graphics Suite 12 Klik CorelDraw 12.

Cara lain: Klik shortcut di desktop yang bertuliskan CorelDraw 12.

Tampilan Corel Draw

o Menu utama (1) terdiri dari menu-menu untuk mengoperasikan CorelDraw 12.

o Standar (2) perintah-perintah pada menu utama

o Property bar (3) berisi tombol-tombol perintah tambahan.

o Tool box (4) berisi alat untuk mendesain gambar.

o Ruler (5) sebagai garis pengukur objek

o Color Pallete (6) berisi perintah untuk memilih warna objek.

o Pages (7) sebagai petunjuk halaman yang aktif.

o Lembar kerja (8) halaman tampilan untuk tempat mendesain objek.

Menyimpan Desain File

Klik menu File Save tulis pada filename nama filenya tekan Save.

Menutup File

Klik menu File klik Close.

Menutup Program CorelDraw 12

Klik menu File klik Exit.

Mengatur Ukuran/ Jenis Kertas

Klik menu File New klik kotak Paper Type/Size pada property bar pilih jenis kertas yang anda inginkan. Misalkan letter, legal, tabloid dsb.

Mengatur unit satuan

Klik Drawing Unit pada property bar untuk memilih unit satuan yang anda inginkan. Misalkan: inches, millimeters, dsb.

Menampilkan dan mengatur Grid

Klik menu View Grid garis grid akan ditampilkan.

Jika anda ingin mengubah garis grid menjadi titik-titik, klik menu View Grid and Ruler Setup muncul kotak dialog, pilih Show grid as dots untuk mengubah garis menjadi titik-titik.

Menambah halaman dalam satu file

Klik Pages (halaman yang aktif) misalkan Page 1 Klik kanan, pilih Insert Page After.

Menghapus halaman dalam satu file

Klik Pages (halaman yang aktif) misalkan Page 2 Klik kanan, pilih Delete Page Before.

Mengubah nama halaman dalam satu file

Klik Pages (halaman yang aktif) misalkan Page 1 Klik kanan, pilih Rename.

Membuat objek segi empat

Klik Rectangle Tool pada Tool Box atau tekan F6 pointer akan berubah menjadi tanda (+) drag dan drop mouse pada lembar kerja akan terbentuk persegi panjang.

Jika anda ingin membuat persegi/ bujur sangkar, Langkah sama seperti membuat persegi panjang. Hanya saja pada saat drag tombol kiri mouse sambil tekan Ctrl pada keyboard.

Jika ingin sudut dari segi empat di atas berbentuk melengkung (tidak siku) maka caranya adalah: tekan Pick Tool pada Tool Box pilih objek segi empat tersebut Klik Shape Tool (atau tekan F10) Arahkan pointer pada sudut segi empat lalu drag (geser sedikit) dengan menekan tombol kiri mouse.

Membuat objek lingkaran

Klik Ellipse Tool pada Tool Box atau tekan F7 pointer akan berubah menjadi tanda (+) drag dan drop mouse pada lembar kerja akan terbentuk lingkaran.

Jika anda ingin mengubah lingkaran menjadi variasi yang berbeda, Langkahnya drag lingkaran tersebut klik Shape Tools pada Tool Box. Jika ingin bentuk pie, drag-lah lingkaran dari dalam. Jika ingin bentuk arc, drag-lah lingkaran dari luar.

Membuat objek polygon

Klik Polygon Tool atau tekan Y arahkan pointer yang berbentuk (+) ke lembar kerja tekan tombol kiri mouse geser secara diagonal sambil tekan tombol Ctrl pada keyboard terbentuklah polygon segi lima.

Untuk menambah atau mengurangi segi tersebut, gunakan fasilitas Number of Point on Polygon klik segi yang dikehendaki (missal 3) akan terbentuk segitiga.

Untuk mengubah polygon menjadi bentuk bintang, lakukan langkah berikut. Drag segi lima tekan shape Tool arahkan pointer ke objek tersebut di antara dua segi yang berpotongan tarik kedalam terbentuk segi lima menjadi bintang.

Membuat objek spiral

Klik ke Polygon Tool pilih Spiral Tool atau tekan A pada lembar kerja klik dan geser tombol kiri mouse sambil tekan tombol Ctrl pada keyboard terbentuklah spiral.

Membuat objek table

Klik polygon Tool klik Grap Paper Tool atau tekan D tekan dan geser tombol kiri mouse pada kanvas terbentuklah table

Menggunakan Freehand Tool

Klik Freehand Tool pada Toolbox pada kanvas klik tombol kiri mouse drag kearah yang diinginkan jika sudah sesuai keinginan, tekan tombol Esc pada keyboard untuk mengakhiri.

Apabila ingin melengkungkan garis, klik Shape Tool tempatkan pointer pada garis yang ingin dilengkungkan klik kanan mouse klik pilihan To Curve.

Menggunakan Bezier Tool

Klik Bazier Tool pada Toolbox pada kanvas klik satu kali pointer bertanda (+) pindah ke posisi lain klik lagi di posisi tersebut lanjutkan hingga sesuai dengan objek yang diinginkan.

Bila ingin melengkungkan garis dari objek di atas, klik Shape Tool tempatkan pointer pada garis yang ingin dilengkungkan klik kanan mouse klik pilihan To Curve

Menggunakan Dimension Tool

Buatlah sebuah objek, misalkan persegi panjang berukuran 8×8,5 cm didalamnya buatlah lingkarang berdiameter 8,5 cm pada Toolbox, klik Dimension Tool pada Property Bar pilih Horisontal Tool (untuk menjelaskan garis mendatar) dan pilih Vertical Tool (untuk menjelaskan garis vertical) pada Dimension Style pilih decimal dengan satuan 0 pada Dimension Precission pada Dimension Unit pilih cm aktifkan Show units for Dimension klik tombol Text Position Drop Down klik pilihan, teks dimensi di bagian tengah garis Posisikan pointer pada garis yang akan diberi dimensi / keterangan.

Menggunakan 3 Point Curve Tool

Klik 3 Point Curve Tool pada Toolbox pada kanvas, klik point 1 drag dan lepaskan pada point 2 klik di point 3 terakhir satukan point 2 dengan point 1 dengan pointer.

Menggunakan Smart Drawing Tool

Klik Smart Drawing Tool pada Toolbox pada Property Bar pada Shape Recognition Level, pilih Medium dan pada Smart Smooting Level, pilih Highest. pada kanvas, klik point 1, point 2, point3 dan point 4 Secara otomatis akan terbentuk objek yang simetris

 

 

 

Membuat Butiran Air


Tutorial yang akan saya bawakan kali ini adalah, membuat butiran air dengan aplikasi  CorelDraw, saya sengaja menggunakan Coreldraw. Alasannya adalah vector, yang tidak  mengalami distorsi walaupun gambar diperbesar beberapa kali.

Langsung saja :

Pada awalnya kita membutuhkan sebuah rectangle yang nantinya digunakan sebagai alas.
Tekan F6 di keyboard untuk langsung membuatnya. Di sini saya membuatnya dengan  ukuran 368 x 234 pixel.
1
Kemudian saya menggunakan elispe tool dengan menekan F7 di keyboard untuk membuat
sebuah elips dengan ukuran 43 x 51 px.
2

1. Melakukan duplikasi elips tersebut dengan mengopynya ctrl+c lalu mem-pastenya ctrl+v  di tempat yang sama.

2. Setelah itu, di luar persegi, buatlah sebuah rectangle ( ukuran bebas ). Kemudian, rectangle yang telah dibuat tadi di taruh di atas elips hasil kopian yang tadi.
3
3. Dalam keadaan keduanya terpilih. Lakukan trim ( back minus front ).
    Sehingga hasilnya seperti ini, setelah fillnya di beri warna putih.
4
5
4. Dengan transparency tool, lakukan transparasi gradien, menjadi seperti ini. kemudian lakukan langkah no 1 sebanyak 2 kali. hal ini di gunakan untuk memberi sisi gelap dari butiran air.
6
5. Perbesarlah salah satu elips yang tadi ... kemudian lakukan trim, seperti di langkah ke 3.
7
8

6. Kemudian dengan transparency tool, lakukan transparansi gradien seperti ini ...

9
7. Setelah itu, hilangkan outline-nya dengan memilih objek yang akan dihilangkan outline, kemudian klik ikon seperti gambar di bawah ini :
10

8. Kemudian, buatlah elipse dengan ukuran 6 x 6 pixel. Beri fill colornya warna putih. Setelah itu berilah shadow effect, dengan memilih interactive drop shadow tool, shadow ini akan di gunakan sebagai pantulan cahaya putih nantinya.
11

9. Beri drop shadow colornya berwarna putih,  kemudian drop shadow opacitynya 86 persen.
12
10. Kemudian buatlah kembali elips dengan ukuran 43 x 51 pixel. Beri fillcolornya berwarna putih.
11. Setelah itu, buat kembali elips dengan ukuran 50 x 51 pixel. Elips ke dua ini di taruh di bawah elips sebelumnya.
13
12. Lakukan trim ( back minus front ) pada kedua elips tersebut sehingga menjadi seperti ini. Kemudian berilah transparasi sebesar 68 persen.

14
Yup, hasil akhirnya akan seperti ini.
15

 

CARA MEMBUAT BERCAK

 

Dalam Tutorial Kali ini saya mencoba menjelaskan kepada anda bagaimana cara membuat suatu bercak noda, baik itu noda tinta, darah, noda bersejarah, kendaraan bernoda empat, halah! :D walaupun sebetulnya internet menyediakan secara gratis font symbol bercak-bercak tersebut, seperti WC Rhesus A, WC Rhesus B, etc.

Silahkan anda mengawalinya dengan membuat new file, kemudian buatlah sebuah lingkaran ( F7 ), untuk membuat suatu lingkaran anda cukup me-klik ctrl kemudian drag.
Untuk contoh, disini saya memakai diameter 831 pixel
1
setelah itu klik kanan object tersebut, pilih convert to curve, ini perlu dilakukan untuk mempermudah smudge brush nanti.

kemudian silahkan anda atur object lingkaran tersebut sedemikian rupa , sehingga terlihat seperti sebuah bercak yang jatuh dari atas
saya membuatnya seperti ini :
2
kemudian pilih smudge brush dan isi enter a fixed value for tilt setting dengan nilai 90
toolboxtoolbar



3

setelah itu anda bisa merubah bentuk object tersebut sedemikian rupa dengan shape tool


5
6

dan inilah hasil akhir dari penjelasan tutorial ini.
bercak
Anda dapat mendownload file mentahnya dalam format cdr di sini

http://unair.info/img/bercak/bercak.cdr

Ya, cukup sekian saja tutorial

Membuat Desain dengan CorelDraw

Membuat Desain Kaos dengan CorelDraw

Langkah 1

Klik bezier tool, dan buat objek kurva seperti gambar di bawah. Pertama buatlah garis yang saling berhubungan berbentuk kaos ( bentuk dasar, mirip kaos saja dulu ) menggunakan bezier tool. Buat melangkung seperti kurva bagian-bagian kaos dengan Shape tool. Klik shape tool pada toolbox, lalu klik di bagian yang akan dilengkungkan misalnya bagian lengan kaos, klik kanan dan pilih convert line to curve. Klik dan geser tanda panah ( handle curve ) yang muncul sehingga mendapatkan lengkungan yang diinginkan.

Membuat Desain Kaos dengan CorelDrawLangkah 2

Sekarang bagian kerah dan lengan bawah kaos yang kita lengkungkan dengan tool dan cara yang sama. Gunakan make node smooth untuk menghaluskan sambungan di lengan baju.

Membuat Desain Kaos dengan CorelDrawLangkah 3

Buat lekukan bagian bawah kaos, samping kanan dan kiri. Sebelumnya tambahkan dulu 2 node sebelah kiri dan 1 node sebelah kanan kaos. Lalu lekukan dengan cara yang sama menggunakan convert line to curve. Beri warna sesuai keinginan sobat.

Membuat Desain Kaos dengan CorelDrawLangkah 4

Selanjutnya kita buat kurva untuk dijadikan sebagai lipatan kaos agar lebih menarik dan hidup. buat sembarang kurva seperti gambar di bawah, lalu lekukan bagian-bagian kurva dengan cara yang sama pula dengan langkah sebelumnya.Membuat Desain Kaos dengan CorelDraw

Langkah 5

Jika seluruh kurva sudah membentuk lengkungan yang diinginkan, beri warna kurva dengan warna yang lebih tua dari warna kaos dan hilangkan garis pada kurva, klik line tool pada toolbox–>klik tanda silang.Membuat Desain Kaos dengan CorelDraw

Langkah 6

Letakan kurva tersebut di lengan kanan sebagai lipatan kaos. Agar objek bayangan ini yang berada diluar garis kaos hilang atau sesuai dengan bentuk kaos, gunakan instersect dan hapus aslinya.

Membuat Desain Kaos dengan CorelDrawLangkah 7

Buat lagi lipatan kaos, tangan sebelah kiri dengan cara seperti tadi pada langkah 2 dan langkah 5.

Membuat Desain Kaos dengan CorelDraw

Langkah 8

Buat 5 buah kurva berbentuk seperti daun bambu, letakkan kurva-kurva tersebut seperti ini:

Membuat Desain Kaos dengan CorelDrawLangkah 9

Buat dua persegi panjang yang saling menimpa menggunakan bezier tool kemudian lengkungkan dengan convert line to curve. Sesuaikan dengan lengkungan kaos bagian leher seperti gambar di bawah, sekali lagi jika ada objek ini ada yang berada di luar garis kaos gunakan intersect dan hapus aslinya. Beri warna yang lebih muda dari warna kaos seperti ini:

Membuat Desain Kaos dengan CorelDrawLangkah 10

Terakhir pasang desain yang Anda buat atau desain yang sudah ada seperti vertor floral desain yang telah saya berikan di sini. Misalnya desainnya seperti ini:

Membuat Desain Kaos dengan CorelDrawLangkah 11

Letakkan di mana saja sobat mau, misalnya diletakkan di tengah. Perkecil ukuran atau sesuaikan dengan desain kaos selanjutnya pindahkan sesuai dengan letak yang Anda mau menggunakan pick tool.

Membuat Desain Kaos dengan CorelDraw

Jika Anda tertarik untuk membuat desain kaos dengan photoshop silakan masuk ke artikel Membuat Desain T-Shirt Kaos dengan Photoshop dan sekaligus menampilakan desain dalam bentuk preview mockups agar terlihat lebih menarik silakan pelajari di artikel video tutorial mockups t-shirt dengan photoshop .

Tips CorelDraw : Pengaturan Penting Sebelum Mendesain dengan Corel

By Lizard Wijanarko on July 11, 2010

Tutorial Tips Pengaturan CorelIlmu Grafis Tutorial Tips CorelDraw : Pengaturan Penting sebelum Mendesain dengan Corel dibuat agar software desain grafis ini optimal saat kita membuat desain. Optimal yang dimaksud adalah sesuai dengan kebutuhan ketika kita mulai bekerja menggunakan CorelDraw. Tidak peduli CorelDraw versi berapapun.

Pengaturan ini penting karena sangat berguna dalam setiap proses desain yang kita lakukan dengan Corel. Pengaturan ini sebenarnya sudah selayaknya dilakuakan. Kita bisa narasikan seperti layaknya sepeda motor yang dimodifikasi sesuai keinginan yang punya agar fungsi, guna dan kondisi motor tersebut sesuai dengan keinginan. Tentu saja kegunaannya juga multi dan banyak fungsi, namun kami akan mencoba untuk menjelaskan kegunaan pengaturan ini.

1. Anda tidak pelu mengubah preferensi dan segala pengaturan yang akan dilakukan.
2. Anda tidak lagi mengatur lembar kerja baru yang akan memperlambat lama proses desain yang Anda lakukan.
3. Anda tidak lagi mengatur pallete apa saja yang akan Anda pakai.
4.Anda tidak pelu lagi mengatur derajat perputaran.
5. File desain Anda akan terselamatkan ketika
Corel corrupt/hang.
6. dan lain sebagainya.

Pengaturan Penting sebelum Mendesain dengan Corel

Tips Corel 1 :
Mengatur Options

Untuk mengatur options Anda bisa klik pada Menu Tool+ Optios (CTRL+J). Tanda kurung pada sebuah tool atau menu adalah penanda shortcut atau jalan pintas untuk mengaksesnya. Anda bisa lihat ada beberapa tool yang diakhiri dengan huruf atau tombol keyboard yang dimasukkan dalam tanda kurung.

Mengatur Undo Level
Atur workspace general pada undo levels sebanyak Anda mau, sesuaikan dengan kemampuan hardware yang Anda miliki. Undo level ini digunakan untuk mengembalikan proses editing dan desain yang dilakukan, biasanya dipakai jika ada kesalahan proses desain.

Mengatur Rendering Resolution
Atur rendering resolution menjadi 300 atau lebih untuk mendapatkan tampilan yang baik.

Mengatur On CorelDraw Start-up
Jika Anda sering membuat project saya lebih menyarankan untuk mengaktifkan welcome screen. Namun jika selalu buat dokumen baru Anda bisa memilih Start a New Dowcumen.

Tutorial Tips Pengaturan CorelMengatur Display dan Edit

Mengatur Display
Aktifkan node tracking. Node Tracking akan berguna ketika Anda mengedit shape dengan pengolahan node, maksudnya secara otomatis mencari lokasi node.

Tutorial Tips Pengaturan CorelMengatur Edit
Ubah Constrain Angle menjadi 5 derajat. Hal ini dikarenakan ketika proses editing desain sering kali menggunakan rotasi, pemindahan objek dan lain sebagainya dengan perkalian 5 derajat.

Tutorial Tips Pengaturan CorelMengatur Edit Drawing Precision
Drawing precision ini akan
bekerja dengan baik jika objek desain yang Anda buat membutuhkan presisi tinggi. Desimal 3 dirasa cukup jika tingkat presisi normal.

Mengatur Edit Show Curve Direction When editing.
Jangan sampai mode ini tidak dicentang, bahaya…! he he he.

Mengatur Edit Show Auto center new PowerClip contents.
Anda bisa mengaktifkan atau juga tidak mengaktifkan opsi ini. Terkadang untuk memasukkan
bitmap ke dalam powerclip kita membuat path sebagai powerclip, maka opsi ini tidak perlu dicentang. Namun jika tidak ada path yang rumit sebagai powerclip, shape misalnya, maka aktifkan opsi ini.

Mengatur Options Workspace Snap To Objects dan Save

Mengatur Snap to Object
Tutorial Tips Pengaturan CorelPastikan semua tercentang dan pada snapping threshold menjadi High agar sensitifitas snap lebih baik. Jika objek yang Anda buat biasanya objek rumit sebaiknya menggunakan Medium atau Low.

Mengatur Save Auto Backup
Tutorial Tips Pengaturan CorelBuat auto Backup secepat mungkin jika Komputer sering mati karena listrik yang sering pemadaman atau offline konslet dan sebagainya. Ganti menjadi atara satu samapi lima menit sekali. Jika kapasitas hardisk pada system ( biasanya Local Drive C: ) sudah sedikit, sebaiknya ubah ke drive lain. Juga centang make backup on save agar kondisi saat save (simpan) tetap terjaga.

Tips Corel 3 : Mengatur Options Workspace Memory

Mengatur Memory
Tutorial Tips Pengaturan CorelPada swap disk saya sarankan untuk menggunakan partisi hardisk yang jarang sekali dipakai dengan kapasitas minimal 35 % kosong (partisi hardisk 25giga), Swap memory ini digunakan sebagai memory dummy jika memory komputer tidak mencukupi kinerja yang dibutuhkan oleh proses editing. Swap memery biasanya dipakai untuk mengumpulakan data proses desain waktu itu saja, jadi jika sudah selesai akan dihapus secara otomatis.

Untuk memory usage gunakan 50 % agarp roses desain yang besar dan berat bisa dilakukan, contoh font aktif diatas 350 file atau proses trace bitmap dengan kompleksitas tinggi.

Untuk pengaturan ini sebenarnya sudah cukup, namun jika Anda lebih menginginkan personalitas tinggi Anda bisa mengubah pada pengaturan options lainnya.

Tips Corel 2 :
Mengatur Workspace, Tool dan Pallete

Pengaturan ini dibuat agar semua akses yang biasa Anda lakukan dan butuhkan dalam proses desain tersedia pada lembar kerja lama dan baru. Ada beberapa hal yang perlu diatur pada tips ini, diantaranya :

Aktifkan pallete warna yang paling sering dipakai, saya menggunakan dua pallete warna utama dalam mendesain yaitu pallete CMYK dan RGB. Caranya klik pada Menu Windows > Color Palletes kemudian pilih CMYK dan RGB. Jika diperlukan, Anda juga bisa menyimpan warna-warna favorit ke dalam pallete warna dengan cara mengakses select color, uniform fill tab atau semua pengaturan tool yang berhubungan dengan warna.

Mengatur Hints
Jika Anda seorang pemula yang mau belajar
CorelDraw saya menyarankan untuk mengaktifkan Docker ini. Hints digunakan untuk menunjukkan cara pengeditan dan cara menggunakan tool yang sedang aktif dipakai. Docker ini sangat berguna karena secara live kita akan dipandu untuk menggunakan hampir apa saja yang ada di coreldraw. Sayangnya docker ini ada hanya untuk CorelDraw versi 12 keatas.

Untuk mengaktifkan hints masuk ke Menu Help > Hints.

Tutorial Tips Pengaturan CorelMengatur Docker Penting
Docker menyediakan kontrol yang sama seperti layaknya dialog box. Bedanya dialog box hanya bisa diakses ketika sebuah tool tertentu aktif dan akan hilang ketika perintah editing dijalankan. Docker akan selalu terlihat pada tampilan workspace dan lebih lengkap akses perintahnya. Biasanya akan aktif pada workspace (lembar kerja) di sebelah kanan. Docker penting adalah object manajer dan Insert Symbol Character.

Object manajer digunakan untuk mengatur semua objek yang ada pada lembar kerja Anda. Jika Anda juga seorang pengguna Photoshop atau Illustrator Anda akan mengerti lebih cepat fungsi objek manager ini. Seperti layaknya Photoshop atau Illustrator, pada objek manager ini Anda akan melihat layer. Sebenarnya memang kinerja objek pada Coreldraw dan kedua software dari adobe tersebut hampir sama, yaitu adanya layer.

Tutorial Tips Pengaturan CorelSelain layer, objek manager akan menampilkan grid, printable, editable dan fungsi lain yang bisa dilakukan untuk sebuah objek. Objek manager ini diperlukan ketika kita akan membuat template objek. Contohnya disetiap pages harus ada objek tertentu, maka kita akan mengolah master pages.

Insert Symbol Character biasa digunakan untuk memasukkan objek shape atau misc objek yang ada pada sebuah font. Contohnya shape rumah, building (bangunan), ornament dan sebagainya. Biasanya objek ini ada pada font display atau misc ornament font. Secara default Anda bisa lihat pada font webding dan wingding. Untuk mengakses docker ini Anda bisa klik pada Menu Text > Insert Symbol Character (CTRL+F11)
Tutorial Tips Pengaturan Corel

Tips Corel 3 :
Mengatur Shortcut dan Menyimpan Pengaturan

Tips coreldraw yang ketiga yaitu mengatur shortcut ini dipakai untuk pengguna yang sudah mahir menggunakan coreldraw. Pengguna yang sudah mahir biasanya membuat shortcut baru untuk untuk sebuh perintah pada coreldraw. Demikian juga selalu menggunakan shortcut pada saat proses desain agar dapat menghasilkan desain dengan cepat. Untuk mengakses shortcut baru Anda bisa menuju ke Menu Tool > Customization. Pilih Commands dan klik tab Shortcut Keys.

Tutorial Tips Pengaturan CorelPada tab ini Anda bisa melihat keseluruhan shortcut yang ada, sekaligus bisa menambahkan shortcut dan edit shortcut. Cara menambah atau edit dan hapus masukkan pointer mouse Anda ke New Shortcut Key kemudian ketikkan tombol keyboard sebagai shortcut. Jika pada Currently Assign to ada shortcut aktif tandanya shortcut tersebut digunakan untuk mengakses fungsi lain, hapus pada New Shortcut Key untuk menggantinya. Untuk menghapus shortcut pilih shortcutnya pada Current Shortcut Keys dan tekan tombol Delete.

Menyimpan Pengaturan Default bisa dilakukan dengan car klik Menu Tool > Save settings as default. Cara ini dilakukan untuk menyimpan semua pengaturan yang sebelumnya telah dilakukan dan bila kita membuka corel pada lain waktu, maka pengaturan akan tetap seperti yang telah diubah tadi. Sayangnya pengaturan ini tidak bisa diexport menjadi sebuah file setting.

New, Import dan Export Workspace digunakan agar ketika komputer diinstal ulang kita tidak perlu lagi mengatur ulang dari awal. Untuk menyimpan workspace baru Anda bisa mengakses Menu Tool > OPtions (CTRL+J) kemudian klik pada workspace. Akses tombol New, pada Base New Workspace On ganti menjadi default workspace. Jangan lupa beri nama dan deskripsi, akhiri dengan klik tombol OK. Pilih export workpace untuk menyimpan pengaturan ke dalam sebuah file dengan cara memilih workspace yang sudah diatur kemudian klik tombol export, centang semua check button dan klik save.

Dowload Tips Pengaturan Corel

Semoga Anda menikmati tutorial ini dan jangan lupa bergabung dengan teman-teman yang lain di Facebook AhliDesain, dan ikuti Twitter saya. Jika Anda menyukai artikel-artikel dari saya jangan lupa untuk memasukkannya dalam subscribe ke ahlidesain RSS Feed.

Bila ada yang ditanyakan silakan isi pada komentar, saya akan mencoba menjawab secepat dan sebaik mungkin.

Tutorial CorelDraw Fungsi Snap To

By Lizard Wijanarko on October 13, 2010

Tutorial CorelDraw Fungsi SnapIlmu Grafis Desain Tutorial CorelDraw Fungsi Snap To digunakan untuk melekatkan objek pada objek lain. Tutorial desain ini dibuat agar belajar Corel Draw pemula bisa lebih memahami fungsi apa saja yang ada pada CorelDraw. Seperti biasa Tutorial CorelDraw ini dibuat step by step yang memudahkan untuk dipahami dan dipraktekkan.

Fungsi Snap To perlu diaktifkan pada kondisi yang menuntut kondisi pelekatan objek. Seperti pada saat membuat stempel, membuat ikon mengkilat, atau membuat logo dengan CorelDraw. Fungsi Snap akan terlihat ketika kita memindahkan objek menggunakan move tool. Biasanya akan terlihat warna biru atau muncul tulisan tertentu ( node, center, edge, midpoint, quadrant, grid dan lain-lain ) sebagai penanda snap tool sedang aktif. Ada beberapa snap yang disediakan oleh Coreldraw, diantarnya :

  1. Snap To Pixels
    Digunakan untuk melekatkan objek terhadap pixel / titik point / titik
    warna yang ada pada jendela kerja Corel
  2. Snap To Grid [ CTRL+Y ]
    Digunakan untuk melekatkan objek ke Grid. Grid bisa diatur dan diaktifkan, untuk mengatur grid Anda bisa klik Menu Customization [ CTRL+J ] pada tab Document, untuk melihat grid yang ada pada
    CorelDraw aktifkan Menu View > Grid. Artikel lebih lengkap mengenai pengaturan Coreldraw telah dibahas pada tutorial sebelumnya.
  3. Snap To Guidelines
    Digunakan untuk melekatkan ke Guideline ( garis bantuan ). Guideline ini bisa diaktifkan setelah Anda mengaktifkan ruler, caranya klik Menu View > Ruler. Nah, setelah itu klik mouse Anda pada ruler dan geser ke
    jendela kerja CorelDraw.
  4. Snap To Objects [ ALT+Z ]
    Digunakan untuk melekatkan objek ( shape kotak, shape lingkaran, shape, garis, gambar
    bitmap ) ke objek lain yang tentunya ada pada jendela kerja CorelDraw.
  5. Snap To Page
    Digunakan untuk melekatkan objek ke page, namun sayang fungsi ini kurang dijelaskan oleh pihak
    Corel Corp.
  6. Snap To Dynamic Guide [ ALT+SHIFT+D ]
    Digunakan untuk melekatkan objek ke temporer guideline. Dynamic guide pada dasarnya adalah guide line, namun ada secara otomatis tanpa kita harus membuatnya. Dynamic Guide dibuat berdasarkan hubungan / relasi antar objek atau garis. Contohnya ketika memindah objek 5 cm ke arah 45 derajat, maka Anda akan dibantu dengan teks yang ada secara otomatis pada Dynamic Guideline. Bisa dikatakan bahwa fungsi Dynamic Guideline adalah fngsi Guideline yang lengkap dan independen, karena tidak harus dibuat dulu guideline-nya.

Mengaktikan atau Mematikan Snap
Bisa diakses dengan beberapa cara seperti pada
property bar, Menu View, dan ShortCut. Akses yang dilakukan bersifat toggle, yang artinya mengaktifkan dan mematikan fungsi snap tertentu menggunakan cara yang sama. Fungsi yang aktif ditandai dengan centang berwarna hijau.Tutorial CorelDraw Fungsi Snap

Pengaturan
Pengaturan snap tersedia dalam group sehingga semua snap ada disitu. Untuk mengatur snap silakan klik Menu View > Setup >. Nah setelah itu pilih salah satu dari :

Snap to Grid and RulerTutorial CorelDraw Fungsi Snap

Snap To GuidelineTutorial CorelDraw Fungsi Snap

Snap To ObjectsTutorial CorelDraw Fungsi Snap

Snap to Dynamic GuideTutorial CorelDraw Fungsi Snap

Proses Snapping
Seperti yang dijelaskan diatas, untuk mengetahui snap Anda harus memindah objek menggunakan move tool / pick tool, buat dulu objek terserah itu persegi atau lingkaran minimal dua objek. Anda dapat lihat hasil dari mengaktifkan snap.Tutorial CorelDraw Fungsi Snap

Kegunaan snap benar-benar dirasakan setelah Anda bekerja dengan objek yang banyak pada coreldraw. Proses editing dan olah objek akan benar-benar mudah dan menyenangkan. Fungsi snap ini juga merupakan salah satu yang membedakan kemudahan menggunakan Coreldraw dengan Illustrator, meski pada illustrator ada snap tetapi tidak selengkap dan semudah pada Coreldraw.

Moving, Scaling, Rotating pada Coreldraw

By Lizard Wijanarko on December 19, 2009

tutorial coreldraw basic dasarUntuk memindah, mengubah ukuran (membesarkan, mengecilkan), dan memutar objek pada Coreldraw 9, 10, 11, 12, X3 X4 termasuk dalam tutorial coreldraw dasar ini saya buat agar para pembaca mudah dalam memahami tutorial yang ada pada website ahlidesain ini. Hampir semua artikel pada tutorial desain grafis yang ada pada website desain ini saya buat menjadi satu projek atau pembahasan langkah demi langkah sehingga jika ada operasi objek tidak perlu say tulis ulang.

Di semua tutorial coreldraw yang berhubungan dengan operasi objek baik pembuatan logo, membuat banner, membuat stiker dengan coreldraw, membuat baliho dengan coreldraw, membuat spanduk dengan coreldraw dan lain sebagainya tentunya operasi moving, scaling dan rotating akan digunakan. Jadi tutorial ini adalah tutorial coreldraw yang penting dan wajib dipahami oleh para pengguna coreldraw ataupun baru dibidang CorelDraw.

Moving . Memindahkan Objek pada CorelDraw

1. Sebelum kita memindah objek (bisa berupa bentuk shape, line garis, image hasil import dan lain sebagainya) secara rasional harus ada objek yang dipindah. Kita akan buat objeknya dulu, saya akan menggunakan Rectangle dan Ellipse Tool. Untuk menggunakannya Anda bisa memilih tool dan klik drag ( agar simetris Anda bisa gunakan tombol CTRL dan Klik +Drag )

moving memindah objek pada coreldraw

2. Pilih tool Pick Tool yang berada pada urutan teratas toolbox, pindahkan persegi dan lingkarannya dengan cara klik dan drag pada salah satu objek. Atau memilih dengan menyinari keduanya atau SHIFT + KLIK pada objek.

memindah objek pada coreldraw

Scaling. Memperbesar atau memperkecil ukuran pada CorelDraw

1. Objek bisa diperbesar atau diperkecil jika objek tersebut sudah diseleksi / dipilih, ditandai dengan adanya persegi berwarna hitam disekeliling objek terpilih. Jika objek sudah dipilih menggunakan pick tool maka selanjutnya arahkan pointer mouse Anda di atasnya sehingga Pointer mouse Anda berubah menjadi panah. Jika Anda menginginkan objek membesar dan mengecil sesuai porosnya Anda bisa menggunakan tombol keyboard SHIFT + KLIK + DRAG/geser. Scaling juga bisa dilakukan dengan cara mengubar properti objek pada properti bar, sehingga ukuran benar2 sesuai dengan yang Anda inginkan.

scaling membesar dan mengecilkan objek pada coreldraw

Rotating. Memutar objek pada CorelDraw

1. Objek bisa diputar jika objek tersebut sudah diseleksi / dipilih, ditandai dengan adanya persegi berwarna hitam disekeliling objek terpilih. Jika objek sudah dipilih menggunakan pick tool maka selanjutnya klik sekali lagi pada obje k tersebut sehingga ada indikasi rotate (persegi berwarna hitam berubah menjadi panah melingkar). Selanjutnya Anda bisa memutarnya. Jika Anda menginginkan objek berputar sesuai porosnya yang baru, Anda harus memindah poros-nya dengan cara klik dan geser pada ikon poros. Anda juga bisa memutar objek dengan sudut pasti melalui properti bar Angle of Rotation. Atau sambil memutar Anda bisa kombinasi dengan menekan tombol CTRL agar putaran bersudut 15 – 15 ( sesuai sudut putaran secara default)

rotate memutar objek pada coreldraw

keunggulan kelebihan coreldraw

SELAMAT MENCOBA

Republik Tycoon

Tutorial CorelDraw Menggunakan Shape Tool

By Lizard Wijanarko on October 13, 2010

Tutorial CorelDraw Menggunakan Shape ToolIlmu Grafis Desain Belajar Ilmu Tutorial CorelDraw Menggunakan Shape Tool Corel untuk pemula dibuat praktis & komunikatif sehingga mudah dipahami dan diterapkan. Pada tutorial ini kita akan mempelajari apa saja yang bisa dilakukan dengan shape tool. Shape tool bisa bekerja jika ada shape atau kurva pada lembar kerja CorelDraw.

Nah, Vector yang biasa anda gambar di coreldraw tuh ada 2 jenis, yaitu :

  1. SHAPE, bentuk dasar ( bulat, kotak, polygon, Text, dsb ) yang hanya bisa diatur pada Align, Transformasi, Shaping, dan Order nya dan tidak bisa lagi di MODIFIKASI sesuai keinginan kita.
  2. CURVE ( OPEN & CLOSE ), Shape ( bulat, kotak, polygon, Text, dsb) yang udah di Convert menjadi curves. Curve ini bisa kita modifikasi dengan mengatur shape pointnya sehingga hasilnya sesuai dengan keinginan kita. Caranya ?? Pilih shape>ctrl+Q!! Kemudian modifikasilah shape tadi dengan menggunakan SHAPE TOOL.!! Oke, lihat contoh dibawah ini :Tutorial CorelDraw Menggambar Illustrasi Dasar

Cara Menggunakan Shape Tool

Langkah 1
Buat
dokumen baru dan buat satu shape dasar yang ada pada coreldraw. Bisa lingkaran atau persegi. Saya akan contohkan lingkaran. Maka klik ellipse tool [ F7 ] dan buat lingkarannya. Jika pengaturan CorelDraw anda sudah berubah mungkin Anda perlu membaca tutorial pengaturan penting coreldraw agar tampilan sama dengan yang ada pada tutorial.

Langkah 2
Tekan shape tool [ F10 ] yang ada pada
toolbox.

Langkah 3

Mode Shape
Seperti yang dijelaskan di atas, objek
vektor yang ada pada corel ada 2 macam. Nah sekarang kita akan membahas pengolahan objek shape yang ada pada coreldraw. Ketika shape tool dipilih maka bisa Anda lihat propery bar tidak berubah, artinya masih sama property yang ada pada shape aktif / terpilih.

Klik tahan dan geser ke kiri atau ke kanan pada node / titik point yang ada pada shape lingkaran. Akan sangat memudahkan jika kita mengaktifkan snap to pada saat proses modifikasi lingkaran menjadi pie ini.

Tutorial CorelDraw Menggunakan Shape Tool

Notes :
Khusus pada shape lingkaran. Lingkaran akan berubah menjadi potongan kue pie tertutup jika pointer mouse Anda di dalam lingkaran. Lingkaran akan menjadi pie terbuka / arc jika pointer ouse Anda di luar lingkaran.

Mode Kurve
Klik kanan shape ( dalam
tutorial ini sebagai contoh adalah lingkaran) yang sudah dibuat kemudian pilh Convert to Curve [ CTRL+Q ]. Langkah ini membuat shape menjadi kurva sehingga bisa dimodifikasi menjadi layaknya garis tertutup / terbuka.

Tutorial CorelDraw Menggunakan Shape Tool

Pilih shape tool dan klik pada yang tidak ada node-nya, maka property bar berubah menjadi seperti gambar di bawah.

Tutorial CorelDraw Menggunakan Shape Tool

Fungsi Masing-Masing

  1. Add nodes
    Digunakan untuk menambah node pada saat memilih kurva yang tidak ada node-nya
  2. Delete nodes
    Menghapus node terpilih
  3. Join two nodes
    Menggabung dua node terpilih
  4. Break curve
    Membuka kurva yang tertutup / terbuka, akan tercipta dua node yang saling tak terikat
  5. Convert to line
    Mengubah garis kurva menjadi garis lurus pada objek kurva
  6. Convert to curve
    Mengubah garis lurus pada objek kurva menjadi garis kurva
  7. Cusp node
    Mengubah node menjadi pojokan, handle tidak saling mempengaruhi
  8. Smooth node
    Mengubah menjadi node lembut, lengan handle bisa berbeda panjangnya
  9. Symmetrical node
    Mengubah menjadi lembut dengan lengan handle sama panjang
  10. Reverse direction
    Mengubah ujung node pada garis / objek kurva menjadi pangkal dan sebaliknya
  11. Extend curve to close
    Menutup ujung dan pangkal / dua titik node terpilih berupa garis lurus
  12. Expand subpath
    Memisah objek kurva yang terdiri dari 2 garis atau lebih sehingga menjadi 2 objek kurva yang saling berdiri sendiri. Hampir sama dengan
    break apart.
  13. Close curve
    Menutup objek kurva terbuka dengan garis lurus, perbedaan dengan extend curve to close adalah kita tidak perlu memilih node mana yang harus ditutup.
  14. Stretch or scale nodes
    Mentransformasi node terpilih sehingga panjang garis pada node terpilih bisa memanjang atau memendek.
  15. Rotate or scew nodes
    Memutar atau memiringkan node terpilih yang akhirnya panjang garis node terpilih bisa memanjang atau memendek
  16. Align nodes
    Membuat 2 node atau lebih menjadi rata, baik kiri kanan atas bawah
  17. Reflect nodes horizontally
    Membuat efek mirror horisontal pada saat pengubahan lengan node pada dua objek kurva terpisah yang dipilih menggunakan shape tool. Cara mengaktifkan piliha shape tool, kemudian tekan SHIFT+Klik pada 2 node
    objek kurva mirip tapi terpisah.
  18. Reflect nodes vertically
    Membuat efek mirror vertikal pada saat pengubahan lengan node pada dua objek kurva terpisah yang dipilih menggunakan shape tool. Cara mengaktifkan piliha shape tool, kemudian tekan SHIFT+Klik pada 2 node
    objek kurva mirip tapi terpisah.
  19. Ellastic mode
    Tidak dijelaskan detail dan hasilnya pun kurang signifikan.
  20. Select all nodes
    Menyeleksi / memilih semua node dalam objek kurva aktif secara otomatis. Jika manual menggunakan shift atau menyoroti klik drag dan geser di atas semua node.
  21. Show / hide bounding box
    Toggle atau megaktifkan dan menonkatifkan kotak hitam segi empat yang mengelilingi objek pada saat curve tool (seperti bezier tool, freehand tool dll) dijalankan.

Notes :
1. Ingat kata terpilih adalah di klik atau shift klik (pemilihan 2 node lebih)
2. Objek kurva adalah satu kurva / lebih
3. Dalam objek kurva ada node, lengan ( yang ada pada kiri kanan node), garis lurus, garis kurva / berkelok / melengkung, node lembut, node lembut dengan lengan sama panjang, node dengan lengan yang tidak mempengaruhi lengan lainnya ( cusp / pojok / sudut ).
4. Dalam satu objek kurva terbuka bisa terdiri dari 2 garis yang saling terpisah atau lebih.
5. Dua objek kurva terbuka / dua garis yang simetris ( seperti
objek mirror ) bisa dipilih seperti layaknya satu kesatuan / satu objek kurva terbuka untuk mengaktifkan Reflect nodes vertically dan Reflect nodes horizontally menggunakan shape tool > SHIFT+Klik node pada dua objek simetris tersebut.
6. Tutorial ini dibuat menggunakan
CorelDraw versi X5 jadi mungkin ada beberapa tool yang tidak tersedia pada versi sebelumnya.

Tutorial CorelDraw Menggunakan Bezier Tool

By Lizard Wijanarko on October 13, 2010

Tutorial CorelDraw Menggunakan Bezier ToolIlmu Grafis Desain Belajar Ilmu Tutorial CorelDraw Menggunakan Bezier Tool untuk pemula sering dipakai dalam membuat karya desain grafis menggunakan Corel Draw. Pada tutorial ini kita akan mempelajari bagaimana cara untuk membuat illustrasi dasar atau basic yang bisa dilakukan pada software desain grafis CorelDraw. Perlu diingatkan bahwa berapapun versi CorelDraw Anda, mulai coreldraw 9 sampai coreldraw X5 (terbaru sampai tulisan ini dibuat), tutorial ini masih bisa dipakai.

Nah, Vector yang biasa anda gambar di ColrelDraw ada 2 jenis, yaitu :

  1. SHAPE, bentuk dasar ( bulat, kotak, polygon, Text, dsb ) yang hanya bisa diatur pada Align, Transformasi, Shaping, dan Order nya dan tidak bisa lagi di MODIFIKASI / diedit sesuai keinginan kita.
  2. CURVE ( kurva terbuka dan tertutup ), Shape ( bulat, kotak, polygon, Text, dsb) yang udah di Convert menjadi curves. Curve ini bisa kita modifikasi dengan mengatur shape pointnya sehingga hasilnya sesuai dengan keinginan kita. Caranya ?? Pilih shape> ctrl+Q!! Kemudian modifikasilah shape tadi dengan menggunakan SHAPE TOOL.!! Oke, lihat contoh dibawah ini :Tutorial CorelDraw Membuat Shape Dasar

Bezier Tool adalah salah satu dari sekian banyak tool yang tersedia pada coreldraw yang merupakan curve tool atau tool yang digunakan untuk membuat kurva. Bezier tool dipakai untuk membuat garis kurva terbuka dan kurva tertutup. Kurva tertutup adalah awal dan akhir bersatu menjadi satu kesatuan, untuk kurva terbuka adalah garis kurva yang awal dan akhirnya tidak saling berhimpitan (tidak bisa diwarna fiil).

Jika Anda juga adalah pengguna photoshop maka Anda bisa mengasumsikan bahwa bezier tool merupakan sebuah pen tool pada photoshop. Cara kerjanya mirip, yaitu klik tahan geser-klik klik. Untuk mengetahui cara kerja lebih detil ikuti langkah berikut.

Cara Menggunakan Bezier Tool pada CorelDraw

Sebelum memulai, pilih bezier tool yang terletak pada menu vertikal sebelah kiri jendela coreldraw dan perhatikan bagian-bagian bezier tool berikut. Setiap bagian yang perlu akan saya beri penjelasan mengenai fungsinya masing-masing.

Tutorial CorelDraw Menggunakan Bezier ToolLangkah 1

Buka software coreldraw dan buat dokumen baru

Langkah 2

Pilih bezier tool yang ada pada toolbox ( pada workspace default ada di sebelah kiri)

Langkah 3

Ada 3 cara dalam menggunakan bezier tool yaitu klik tahan geser kemudian klik tahan geser lagi, klik kemudian klik lagi dan kombinasi keduanya.

Tutorial CorelDraw Menggunakan Bezier Tool

Untuk menutup kurva (awal dan akhir menyatu) maka pada akhir menggunakan berzier too arahkan mouse ke bagian titik node awal ( klik pertama kali ). Dapat dilihat pada gambar di atas bahwa untuk membuat objek kurva berupa garis melengkung adalah dengan menggunakan klik tahan dan geser. Untuk membuat garis lurus maka Anda bisa menggunakan klik klik klik. Untuk pengaturan lebih baik atau sesuai dengan keinginan adalah dengan memodifikasi garis tersebut dengan shape tool, bisa Anda pelajari pada artikel Menggunakan Shape Tool.

Tips :

Jika Anda ingin membuat garis lurus dengan sudut pembuatan umum seperti 45, 90, 180 derajat dll maka ketika menekan mouse ( klik ) yang kedua tekan juga tombol keyboard CTRL ( pada pengaturan workspace dan tool berada pada edit dan dynamic guides ).

 

TUTORIAL CORELDRAW 12

 

CorelDraw merupakan salah satu software desain grafis yang sangat terkenal. Berbagai fasilitas untuk mendesain tersedia di sini sehingga memudahkan para penggunanya untuk memanfaatkannya. CorelDraw  dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari membuat brosur, membuat pamflet, surat undangan, majalah, brosur dan cover buku yang menarik.

 

Membuka Corel Draw

Klik Start All Programs pilih CorelDRAW Graphics Suite 12 Klik CorelDraw 12.

Cara lain: Klik shortcut di desktop yang bertuliskan CorelDraw 12.

Tampilan Corel Draw

o Menu utama (1) terdiri dari menu-menu untuk mengoperasikan CorelDraw 12.

o Standar (2) perintah-perintah pada menu utama

o Property bar (3) berisi tombol-tombol perintah tambahan.

o Tool box (4) berisi alat untuk mendesain gambar.

o Ruler (5) sebagai garis pengukur objek

o Color Pallete (6) berisi perintah untuk memilih warna objek.

o Pages (7) sebagai petunjuk halaman yang aktif.

o Lembar kerja (8) halaman tampilan untuk tempat mendesain objek.

Menyimpan Desain File

Klik menu File Save tulis pada filename nama filenya tekan Save.

Menutup File

Klik menu File klik Close.

Menutup Program CorelDraw 12

Klik menu File klik Exit.

Mengatur Ukuran/ Jenis Kertas

Klik menu File New klik kotak Paper Type/Size pada property bar pilih jenis kertas yang anda inginkan. Misalkan letter, legal, tabloid dsb.

Mengatur unit satuan

Klik Drawing Unit pada property bar untuk memilih unit satuan yang anda inginkan. Misalkan: inches, millimeters, dsb.

Menampilkan dan mengatur Grid

Klik menu View Grid garis grid akan ditampilkan.

Jika anda ingin mengubah garis grid menjadi titik-titik, klik menu View Grid and Ruler Setup muncul kotak dialog, pilih Show grid as dots untuk mengubah garis menjadi titik-titik.

Menambah halaman dalam satu file

Klik Pages (halaman yang aktif) misalkan Page 1 Klik kanan, pilih Insert Page After.

Menghapus halaman dalam satu file

Klik Pages (halaman yang aktif) misalkan Page 2 Klik kanan, pilih Delete Page Before.

Mengubah nama halaman dalam satu file

Klik Pages (halaman yang aktif) misalkan Page 1 Klik kanan, pilih Rename.

Membuat objek segi empat

Klik Rectangle Tool pada Tool Box atau tekan F6 pointer akan berubah menjadi tanda (+) drag dan drop mouse pada lembar kerja akan terbentuk persegi panjang.

Jika anda ingin membuat persegi/ bujur sangkar, Langkah sama seperti membuat persegi panjang. Hanya saja pada saat drag tombol kiri mouse sambil tekan Ctrl pada keyboard.

Jika ingin sudut dari segi empat di atas berbentuk melengkung (tidak siku) maka caranya adalah: tekan Pick Tool pada Tool Box pilih objek segi empat tersebut Klik Shape Tool (atau tekan F10) Arahkan pointer pada sudut segi empat lalu drag (geser sedikit) dengan menekan tombol kiri mouse.

Membuat objek lingkaran

Klik Ellipse Tool pada Tool Box atau tekan F7 pointer akan berubah menjadi tanda (+) drag dan drop mouse pada lembar kerja akan terbentuk lingkaran.

Jika anda ingin mengubah lingkaran menjadi variasi yang berbeda, Langkahnya drag lingkaran tersebut klik Shape Tools pada Tool Box. Jika ingin bentuk pie, drag-lah lingkaran dari dalam. Jika ingin bentuk arc, drag-lah lingkaran dari luar.

Membuat objek polygon

Klik Polygon Tool atau tekan Y arahkan pointer yang berbentuk (+) ke lembar kerja tekan tombol kiri mouse geser secara diagonal sambil tekan tombol Ctrl pada keyboard terbentuklah polygon segi lima.

Untuk menambah atau mengurangi segi tersebut, gunakan fasilitas Number of Point on Polygon klik segi yang dikehendaki (missal 3) akan terbentuk segitiga.

Untuk mengubah polygon menjadi bentuk bintang, lakukan langkah berikut. Drag segi lima tekan shape Tool arahkan pointer ke objek tersebut di antara dua segi yang berpotongan tarik kedalam terbentuk segi lima menjadi bintang.

Membuat objek spiral

Klik ke Polygon Tool pilih Spiral Tool atau tekan A pada lembar kerja klik dan geser tombol kiri mouse sambil tekan tombol Ctrl pada keyboard terbentuklah spiral.

Membuat objek table

Klik polygon Tool klik Grap Paper Tool atau tekan D tekan dan geser tombol kiri mouse pada kanvas terbentuklah table

Menggunakan Freehand Tool

Klik Freehand Tool pada Toolbox pada kanvas klik tombol kiri mouse drag kearah yang diinginkan jika sudah sesuai keinginan, tekan tombol Esc pada keyboard untuk mengakhiri.

Apabila ingin melengkungkan garis, klik Shape Tool tempatkan pointer pada garis yang ingin dilengkungkan klik kanan mouse klik pilihan To Curve.

Menggunakan Bezier Tool

Klik Bazier Tool pada Toolbox pada kanvas klik satu kali pointer bertanda (+) pindah ke posisi lain klik lagi di posisi tersebut lanjutkan hingga sesuai dengan objek yang diinginkan.

Bila ingin melengkungkan garis dari objek di atas, klik Shape Tool tempatkan pointer pada garis yang ingin dilengkungkan klik kanan mouse klik pilihan To Curve

Menggunakan Dimension Tool

Buatlah sebuah objek, misalkan persegi panjang berukuran 8×8,5 cm didalamnya buatlah lingkarang berdiameter 8,5 cm pada Toolbox, klik Dimension Tool pada Property Bar pilih Horisontal Tool (untuk menjelaskan garis mendatar) dan pilih Vertical Tool (untuk menjelaskan garis vertical) pada Dimension Style pilih decimal dengan satuan 0 pada Dimension Precission pada Dimension Unit pilih cm aktifkan Show units for Dimension klik tombol Text Position Drop Down klik pilihan, teks dimensi di bagian tengah garis Posisikan pointer pada garis yang akan diberi dimensi / keterangan.

Menggunakan 3 Point Curve Tool

Klik 3 Point Curve Tool pada Toolbox pada kanvas, klik point 1 drag dan lepaskan pada point 2 klik di point 3 terakhir satukan point 2 dengan point 1 dengan pointer.

Menggunakan Smart Drawing Tool

Klik Smart Drawing Tool pada Toolbox pada Property Bar pada Shape Recognition Level, pilih Medium dan pada Smart Smooting Level, pilih Highest. pada kanvas, klik point 1, point 2, point3 dan point 4 Secara otomatis akan terbentuk objek yang simetris

 

 

 

Membuat Butiran Air


Tutorial yang akan saya bawakan kali ini adalah, membuat butiran air dengan aplikasi  CorelDraw, saya sengaja menggunakan Coreldraw. Alasannya adalah vector, yang tidak  mengalami distorsi walaupun gambar diperbesar beberapa kali.

Langsung saja :

Pada awalnya kita membutuhkan sebuah rectangle yang nantinya digunakan sebagai alas.
Tekan F6 di keyboard untuk langsung membuatnya. Di sini saya membuatnya dengan  ukuran 368 x 234 pixel.
1
Kemudian saya menggunakan elispe tool dengan menekan F7 di keyboard untuk membuat
sebuah elips dengan ukuran 43 x 51 px.
2

1. Melakukan duplikasi elips tersebut dengan mengopynya ctrl+c lalu mem-pastenya ctrl+v  di tempat yang sama.

2. Setelah itu, di luar persegi, buatlah sebuah rectangle ( ukuran bebas ). Kemudian, rectangle yang telah dibuat tadi di taruh di atas elips hasil kopian yang tadi.
3
3. Dalam keadaan keduanya terpilih. Lakukan trim ( back minus front ).
    Sehingga hasilnya seperti ini, setelah fillnya di beri warna putih.
4
5
4. Dengan transparency tool, lakukan transparasi gradien, menjadi seperti ini. kemudian lakukan langkah no 1 sebanyak 2 kali. hal ini di gunakan untuk memberi sisi gelap dari butiran air.
6
5. Perbesarlah salah satu elips yang tadi ... kemudian lakukan trim, seperti di langkah ke 3.
7
8

6. Kemudian dengan transparency tool, lakukan transparansi gradien seperti ini ...

9
7. Setelah itu, hilangkan outline-nya dengan memilih objek yang akan dihilangkan outline, kemudian klik ikon seperti gambar di bawah ini :
10

8. Kemudian, buatlah elipse dengan ukuran 6 x 6 pixel. Beri fill colornya warna putih. Setelah itu berilah shadow effect, dengan memilih interactive drop shadow tool, shadow ini akan di gunakan sebagai pantulan cahaya putih nantinya.
11

9. Beri drop shadow colornya berwarna putih,  kemudian drop shadow opacitynya 86 persen.
12
10. Kemudian buatlah kembali elips dengan ukuran 43 x 51 pixel. Beri fillcolornya berwarna putih.
11. Setelah itu, buat kembali elips dengan ukuran 50 x 51 pixel. Elips ke dua ini di taruh di bawah elips sebelumnya.
13
12. Lakukan trim ( back minus front ) pada kedua elips tersebut sehingga menjadi seperti ini. Kemudian berilah transparasi sebesar 68 persen.

14
Yup, hasil akhirnya akan seperti ini.
15

 

CARA MEMBUAT BERCAK

 

Dalam Tutorial Kali ini saya mencoba menjelaskan kepada anda bagaimana cara membuat suatu bercak noda, baik itu noda tinta, darah, noda bersejarah, kendaraan bernoda empat, halah! :D walaupun sebetulnya internet menyediakan secara gratis font symbol bercak-bercak tersebut, seperti WC Rhesus A, WC Rhesus B, etc.

Silahkan anda mengawalinya dengan membuat new file, kemudian buatlah sebuah lingkaran ( F7 ), untuk membuat suatu lingkaran anda cukup me-klik ctrl kemudian drag.
Untuk contoh, disini saya memakai diameter 831 pixel
1
setelah itu klik kanan object tersebut, pilih convert to curve, ini perlu dilakukan untuk mempermudah smudge brush nanti.

kemudian silahkan anda atur object lingkaran tersebut sedemikian rupa , sehingga terlihat seperti sebuah bercak yang jatuh dari atas
saya membuatnya seperti ini :
2
kemudian pilih smudge brush dan isi enter a fixed value for tilt setting dengan nilai 90
toolboxtoolbar



3

setelah itu anda bisa merubah bentuk object tersebut sedemikian rupa dengan shape tool


5
6

dan inilah hasil akhir dari penjelasan tutorial ini.
bercak
Anda dapat mendownload file mentahnya dalam format cdr di sini

http://unair.info/img/bercak/bercak.cdr

Ya, cukup sekian saja tutorial

Membuat Desain dengan CorelDraw

Membuat Desain Kaos dengan CorelDraw

Langkah 1

Klik bezier tool, dan buat objek kurva seperti gambar di bawah. Pertama buatlah garis yang saling berhubungan berbentuk kaos ( bentuk dasar, mirip kaos saja dulu ) menggunakan bezier tool. Buat melangkung seperti kurva bagian-bagian kaos dengan Shape tool. Klik shape tool pada toolbox, lalu klik di bagian yang akan dilengkungkan misalnya bagian lengan kaos, klik kanan dan pilih convert line to curve. Klik dan geser tanda panah ( handle curve ) yang muncul sehingga mendapatkan lengkungan yang diinginkan.

Membuat Desain Kaos dengan CorelDrawLangkah 2

Sekarang bagian kerah dan lengan bawah kaos yang kita lengkungkan dengan tool dan cara yang sama. Gunakan make node smooth untuk menghaluskan sambungan di lengan baju.

Membuat Desain Kaos dengan CorelDrawLangkah 3

Buat lekukan bagian bawah kaos, samping kanan dan kiri. Sebelumnya tambahkan dulu 2 node sebelah kiri dan 1 node sebelah kanan kaos. Lalu lekukan dengan cara yang sama menggunakan convert line to curve. Beri warna sesuai keinginan sobat.

Membuat Desain Kaos dengan CorelDrawLangkah 4

Selanjutnya kita buat kurva untuk dijadikan sebagai lipatan kaos agar lebih menarik dan hidup. buat sembarang kurva seperti gambar di bawah, lalu lekukan bagian-bagian kurva dengan cara yang sama pula dengan langkah sebelumnya.Membuat Desain Kaos dengan CorelDraw

Langkah 5

Jika seluruh kurva sudah membentuk lengkungan yang diinginkan, beri warna kurva dengan warna yang lebih tua dari warna kaos dan hilangkan garis pada kurva, klik line tool pada toolbox–>klik tanda silang.Membuat Desain Kaos dengan CorelDraw

Langkah 6

Letakan kurva tersebut di lengan kanan sebagai lipatan kaos. Agar objek bayangan ini yang berada diluar garis kaos hilang atau sesuai dengan bentuk kaos, gunakan instersect dan hapus aslinya.

Membuat Desain Kaos dengan CorelDrawLangkah 7

Buat lagi lipatan kaos, tangan sebelah kiri dengan cara seperti tadi pada langkah 2 dan langkah 5.

Membuat Desain Kaos dengan CorelDraw

Langkah 8

Buat 5 buah kurva berbentuk seperti daun bambu, letakkan kurva-kurva tersebut seperti ini:

Membuat Desain Kaos dengan CorelDrawLangkah 9

Buat dua persegi panjang yang saling menimpa menggunakan bezier tool kemudian lengkungkan dengan convert line to curve. Sesuaikan dengan lengkungan kaos bagian leher seperti gambar di bawah, sekali lagi jika ada objek ini ada yang berada di luar garis kaos gunakan intersect dan hapus aslinya. Beri warna yang lebih muda dari warna kaos seperti ini:

Membuat Desain Kaos dengan CorelDrawLangkah 10

Terakhir pasang desain yang Anda buat atau desain yang sudah ada seperti vertor floral desain yang telah saya berikan di sini. Misalnya desainnya seperti ini:

Membuat Desain Kaos dengan CorelDrawLangkah 11

Letakkan di mana saja sobat mau, misalnya diletakkan di tengah. Perkecil ukuran atau sesuaikan dengan desain kaos selanjutnya pindahkan sesuai dengan letak yang Anda mau menggunakan pick tool.

Membuat Desain Kaos dengan CorelDraw

Jika Anda tertarik untuk membuat desain kaos dengan photoshop silakan masuk ke artikel Membuat Desain T-Shirt Kaos dengan Photoshop dan sekaligus menampilakan desain dalam bentuk preview mockups agar terlihat lebih menarik silakan pelajari di artikel video tutorial mockups t-shirt dengan photoshop .

Tips CorelDraw : Pengaturan Penting Sebelum Mendesain dengan Corel

By Lizard Wijanarko on July 11, 2010

Tutorial Tips Pengaturan CorelIlmu Grafis Tutorial Tips CorelDraw : Pengaturan Penting sebelum Mendesain dengan Corel dibuat agar software desain grafis ini optimal saat kita membuat desain. Optimal yang dimaksud adalah sesuai dengan kebutuhan ketika kita mulai bekerja menggunakan CorelDraw. Tidak peduli CorelDraw versi berapapun.

Pengaturan ini penting karena sangat berguna dalam setiap proses desain yang kita lakukan dengan Corel. Pengaturan ini sebenarnya sudah selayaknya dilakuakan. Kita bisa narasikan seperti layaknya sepeda motor yang dimodifikasi sesuai keinginan yang punya agar fungsi, guna dan kondisi motor tersebut sesuai dengan keinginan. Tentu saja kegunaannya juga multi dan banyak fungsi, namun kami akan mencoba untuk menjelaskan kegunaan pengaturan ini.

1. Anda tidak pelu mengubah preferensi dan segala pengaturan yang akan dilakukan.
2. Anda tidak lagi mengatur lembar kerja baru yang akan memperlambat lama proses desain yang Anda lakukan.
3. Anda tidak lagi mengatur pallete apa saja yang akan Anda pakai.
4.Anda tidak pelu lagi mengatur derajat perputaran.
5. File desain Anda akan terselamatkan ketika
Corel corrupt/hang.
6. dan lain sebagainya.

Pengaturan Penting sebelum Mendesain dengan Corel

Tips Corel 1 :
Mengatur Options

Untuk mengatur options Anda bisa klik pada Menu Tool+ Optios (CTRL+J). Tanda kurung pada sebuah tool atau menu adalah penanda shortcut atau jalan pintas untuk mengaksesnya. Anda bisa lihat ada beberapa tool yang diakhiri dengan huruf atau tombol keyboard yang dimasukkan dalam tanda kurung.

Mengatur Undo Level
Atur workspace general pada undo levels sebanyak Anda mau, sesuaikan dengan kemampuan hardware yang Anda miliki. Undo level ini digunakan untuk mengembalikan proses editing dan desain yang dilakukan, biasanya dipakai jika ada kesalahan proses desain.

Mengatur Rendering Resolution
Atur rendering resolution menjadi 300 atau lebih untuk mendapatkan tampilan yang baik.

Mengatur On CorelDraw Start-up
Jika Anda sering membuat project saya lebih menyarankan untuk mengaktifkan welcome screen. Namun jika selalu buat dokumen baru Anda bisa memilih Start a New Dowcumen.

Tutorial Tips Pengaturan CorelMengatur Display dan Edit

Mengatur Display
Aktifkan node tracking. Node Tracking akan berguna ketika Anda mengedit shape dengan pengolahan node, maksudnya secara otomatis mencari lokasi node.

Tutorial Tips Pengaturan CorelMengatur Edit
Ubah Constrain Angle menjadi 5 derajat. Hal ini dikarenakan ketika proses editing desain sering kali menggunakan rotasi, pemindahan objek dan lain sebagainya dengan perkalian 5 derajat.

Tutorial Tips Pengaturan CorelMengatur Edit Drawing Precision
Drawing precision ini akan
bekerja dengan baik jika objek desain yang Anda buat membutuhkan presisi tinggi. Desimal 3 dirasa cukup jika tingkat presisi normal.

Mengatur Edit Show Curve Direction When editing.
Jangan sampai mode ini tidak dicentang, bahaya…! he he he.

Mengatur Edit Show Auto center new PowerClip contents.
Anda bisa mengaktifkan atau juga tidak mengaktifkan opsi ini. Terkadang untuk memasukkan
bitmap ke dalam powerclip kita membuat path sebagai powerclip, maka opsi ini tidak perlu dicentang. Namun jika tidak ada path yang rumit sebagai powerclip, shape misalnya, maka aktifkan opsi ini.

Mengatur Options Workspace Snap To Objects dan Save

Mengatur Snap to Object
Tutorial Tips Pengaturan CorelPastikan semua tercentang dan pada snapping threshold menjadi High agar sensitifitas snap lebih baik. Jika objek yang Anda buat biasanya objek rumit sebaiknya menggunakan Medium atau Low.

Mengatur Save Auto Backup
Tutorial Tips Pengaturan CorelBuat auto Backup secepat mungkin jika Komputer sering mati karena listrik yang sering pemadaman atau offline konslet dan sebagainya. Ganti menjadi atara satu samapi lima menit sekali. Jika kapasitas hardisk pada system ( biasanya Local Drive C: ) sudah sedikit, sebaiknya ubah ke drive lain. Juga centang make backup on save agar kondisi saat save (simpan) tetap terjaga.

Tips Corel 3 : Mengatur Options Workspace Memory

Mengatur Memory
Tutorial Tips Pengaturan CorelPada swap disk saya sarankan untuk menggunakan partisi hardisk yang jarang sekali dipakai dengan kapasitas minimal 35 % kosong (partisi hardisk 25giga), Swap memory ini digunakan sebagai memory dummy jika memory komputer tidak mencukupi kinerja yang dibutuhkan oleh proses editing. Swap memery biasanya dipakai untuk mengumpulakan data proses desain waktu itu saja, jadi jika sudah selesai akan dihapus secara otomatis.

Untuk memory usage gunakan 50 % agarp roses desain yang besar dan berat bisa dilakukan, contoh font aktif diatas 350 file atau proses trace bitmap dengan kompleksitas tinggi.

Untuk pengaturan ini sebenarnya sudah cukup, namun jika Anda lebih menginginkan personalitas tinggi Anda bisa mengubah pada pengaturan options lainnya.

Tips Corel 2 :
Mengatur Workspace, Tool dan Pallete

Pengaturan ini dibuat agar semua akses yang biasa Anda lakukan dan butuhkan dalam proses desain tersedia pada lembar kerja lama dan baru. Ada beberapa hal yang perlu diatur pada tips ini, diantaranya :

Aktifkan pallete warna yang paling sering dipakai, saya menggunakan dua pallete warna utama dalam mendesain yaitu pallete CMYK dan RGB. Caranya klik pada Menu Windows > Color Palletes kemudian pilih CMYK dan RGB. Jika diperlukan, Anda juga bisa menyimpan warna-warna favorit ke dalam pallete warna dengan cara mengakses select color, uniform fill tab atau semua pengaturan tool yang berhubungan dengan warna.

Mengatur Hints
Jika Anda seorang pemula yang mau belajar
CorelDraw saya menyarankan untuk mengaktifkan Docker ini. Hints digunakan untuk menunjukkan cara pengeditan dan cara menggunakan tool yang sedang aktif dipakai. Docker ini sangat berguna karena secara live kita akan dipandu untuk menggunakan hampir apa saja yang ada di coreldraw. Sayangnya docker ini ada hanya untuk CorelDraw versi 12 keatas.

Untuk mengaktifkan hints masuk ke Menu Help > Hints.

Tutorial Tips Pengaturan CorelMengatur Docker Penting
Docker menyediakan kontrol yang sama seperti layaknya dialog box. Bedanya dialog box hanya bisa diakses ketika sebuah tool tertentu aktif dan akan hilang ketika perintah editing dijalankan. Docker akan selalu terlihat pada tampilan workspace dan lebih lengkap akses perintahnya. Biasanya akan aktif pada workspace (lembar kerja) di sebelah kanan. Docker penting adalah object manajer dan Insert Symbol Character.

Object manajer digunakan untuk mengatur semua objek yang ada pada lembar kerja Anda. Jika Anda juga seorang pengguna Photoshop atau Illustrator Anda akan mengerti lebih cepat fungsi objek manager ini. Seperti layaknya Photoshop atau Illustrator, pada objek manager ini Anda akan melihat layer. Sebenarnya memang kinerja objek pada Coreldraw dan kedua software dari adobe tersebut hampir sama, yaitu adanya layer.

Tutorial Tips Pengaturan CorelSelain layer, objek manager akan menampilkan grid, printable, editable dan fungsi lain yang bisa dilakukan untuk sebuah objek. Objek manager ini diperlukan ketika kita akan membuat template objek. Contohnya disetiap pages harus ada objek tertentu, maka kita akan mengolah master pages.

Insert Symbol Character biasa digunakan untuk memasukkan objek shape atau misc objek yang ada pada sebuah font. Contohnya shape rumah, building (bangunan), ornament dan sebagainya. Biasanya objek ini ada pada font display atau misc ornament font. Secara default Anda bisa lihat pada font webding dan wingding. Untuk mengakses docker ini Anda bisa klik pada Menu Text > Insert Symbol Character (CTRL+F11)
Tutorial Tips Pengaturan Corel

Tips Corel 3 :
Mengatur Shortcut dan Menyimpan Pengaturan

Tips coreldraw yang ketiga yaitu mengatur shortcut ini dipakai untuk pengguna yang sudah mahir menggunakan coreldraw. Pengguna yang sudah mahir biasanya membuat shortcut baru untuk untuk sebuh perintah pada coreldraw. Demikian juga selalu menggunakan shortcut pada saat proses desain agar dapat menghasilkan desain dengan cepat. Untuk mengakses shortcut baru Anda bisa menuju ke Menu Tool > Customization. Pilih Commands dan klik tab Shortcut Keys.

Tutorial Tips Pengaturan CorelPada tab ini Anda bisa melihat keseluruhan shortcut yang ada, sekaligus bisa menambahkan shortcut dan edit shortcut. Cara menambah atau edit dan hapus masukkan pointer mouse Anda ke New Shortcut Key kemudian ketikkan tombol keyboard sebagai shortcut. Jika pada Currently Assign to ada shortcut aktif tandanya shortcut tersebut digunakan untuk mengakses fungsi lain, hapus pada New Shortcut Key untuk menggantinya. Untuk menghapus shortcut pilih shortcutnya pada Current Shortcut Keys dan tekan tombol Delete.

Menyimpan Pengaturan Default bisa dilakukan dengan car klik Menu Tool > Save settings as default. Cara ini dilakukan untuk menyimpan semua pengaturan yang sebelumnya telah dilakukan dan bila kita membuka corel pada lain waktu, maka pengaturan akan tetap seperti yang telah diubah tadi. Sayangnya pengaturan ini tidak bisa diexport menjadi sebuah file setting.

New, Import dan Export Workspace digunakan agar ketika komputer diinstal ulang kita tidak perlu lagi mengatur ulang dari awal. Untuk menyimpan workspace baru Anda bisa mengakses Menu Tool > OPtions (CTRL+J) kemudian klik pada workspace. Akses tombol New, pada Base New Workspace On ganti menjadi default workspace. Jangan lupa beri nama dan deskripsi, akhiri dengan klik tombol OK. Pilih export workpace untuk menyimpan pengaturan ke dalam sebuah file dengan cara memilih workspace yang sudah diatur kemudian klik tombol export, centang semua check button dan klik save.

Dowload Tips Pengaturan Corel

Semoga Anda menikmati tutorial ini dan jangan lupa bergabung dengan teman-teman yang lain di Facebook AhliDesain, dan ikuti Twitter saya. Jika Anda menyukai artikel-artikel dari saya jangan lupa untuk memasukkannya dalam subscribe ke ahlidesain RSS Feed.

Bila ada yang ditanyakan silakan isi pada komentar, saya akan mencoba menjawab secepat dan sebaik mungkin.

Tutorial CorelDraw Fungsi Snap To

By Lizard Wijanarko on October 13, 2010

Tutorial CorelDraw Fungsi SnapIlmu Grafis Desain Tutorial CorelDraw Fungsi Snap To digunakan untuk melekatkan objek pada objek lain. Tutorial desain ini dibuat agar belajar Corel Draw pemula bisa lebih memahami fungsi apa saja yang ada pada CorelDraw. Seperti biasa Tutorial CorelDraw ini dibuat step by step yang memudahkan untuk dipahami dan dipraktekkan.

Fungsi Snap To perlu diaktifkan pada kondisi yang menuntut kondisi pelekatan objek. Seperti pada saat membuat stempel, membuat ikon mengkilat, atau membuat logo dengan CorelDraw. Fungsi Snap akan terlihat ketika kita memindahkan objek menggunakan move tool. Biasanya akan terlihat warna biru atau muncul tulisan tertentu ( node, center, edge, midpoint, quadrant, grid dan lain-lain ) sebagai penanda snap tool sedang aktif. Ada beberapa snap yang disediakan oleh Coreldraw, diantarnya :

  1. Snap To Pixels
    Digunakan untuk melekatkan objek terhadap pixel / titik point / titik
    warna yang ada pada jendela kerja Corel
  2. Snap To Grid [ CTRL+Y ]
    Digunakan untuk melekatkan objek ke Grid. Grid bisa diatur dan diaktifkan, untuk mengatur grid Anda bisa klik Menu Customization [ CTRL+J ] pada tab Document, untuk melihat grid yang ada pada
    CorelDraw aktifkan Menu View > Grid. Artikel lebih lengkap mengenai pengaturan Coreldraw telah dibahas pada tutorial sebelumnya.
  3. Snap To Guidelines
    Digunakan untuk melekatkan ke Guideline ( garis bantuan ). Guideline ini bisa diaktifkan setelah Anda mengaktifkan ruler, caranya klik Menu View > Ruler. Nah, setelah itu klik mouse Anda pada ruler dan geser ke
    jendela kerja CorelDraw.
  4. Snap To Objects [ ALT+Z ]
    Digunakan untuk melekatkan objek ( shape kotak, shape lingkaran, shape, garis, gambar
    bitmap ) ke objek lain yang tentunya ada pada jendela kerja CorelDraw.
  5. Snap To Page
    Digunakan untuk melekatkan objek ke page, namun sayang fungsi ini kurang dijelaskan oleh pihak
    Corel Corp.
  6. Snap To Dynamic Guide [ ALT+SHIFT+D ]
    Digunakan untuk melekatkan objek ke temporer guideline. Dynamic guide pada dasarnya adalah guide line, namun ada secara otomatis tanpa kita harus membuatnya. Dynamic Guide dibuat berdasarkan hubungan / relasi antar objek atau garis. Contohnya ketika memindah objek 5 cm ke arah 45 derajat, maka Anda akan dibantu dengan teks yang ada secara otomatis pada Dynamic Guideline. Bisa dikatakan bahwa fungsi Dynamic Guideline adalah fngsi Guideline yang lengkap dan independen, karena tidak harus dibuat dulu guideline-nya.

Mengaktikan atau Mematikan Snap
Bisa diakses dengan beberapa cara seperti pada
property bar, Menu View, dan ShortCut. Akses yang dilakukan bersifat toggle, yang artinya mengaktifkan dan mematikan fungsi snap tertentu menggunakan cara yang sama. Fungsi yang aktif ditandai dengan centang berwarna hijau.Tutorial CorelDraw Fungsi Snap

Pengaturan
Pengaturan snap tersedia dalam group sehingga semua snap ada disitu. Untuk mengatur snap silakan klik Menu View > Setup >. Nah setelah itu pilih salah satu dari :

Snap to Grid and RulerTutorial CorelDraw Fungsi Snap

Snap To GuidelineTutorial CorelDraw Fungsi Snap

Snap To ObjectsTutorial CorelDraw Fungsi Snap

Snap to Dynamic GuideTutorial CorelDraw Fungsi Snap

Proses Snapping
Seperti yang dijelaskan diatas, untuk mengetahui snap Anda harus memindah objek menggunakan move tool / pick tool, buat dulu objek terserah itu persegi atau lingkaran minimal dua objek. Anda dapat lihat hasil dari mengaktifkan snap.Tutorial CorelDraw Fungsi Snap

Kegunaan snap benar-benar dirasakan setelah Anda bekerja dengan objek yang banyak pada coreldraw. Proses editing dan olah objek akan benar-benar mudah dan menyenangkan. Fungsi snap ini juga merupakan salah satu yang membedakan kemudahan menggunakan Coreldraw dengan Illustrator, meski pada illustrator ada snap tetapi tidak selengkap dan semudah pada Coreldraw.

Moving, Scaling, Rotating pada Coreldraw

By Lizard Wijanarko on December 19, 2009

tutorial coreldraw basic dasarUntuk memindah, mengubah ukuran (membesarkan, mengecilkan), dan memutar objek pada Coreldraw 9, 10, 11, 12, X3 X4 termasuk dalam tutorial coreldraw dasar ini saya buat agar para pembaca mudah dalam memahami tutorial yang ada pada website ahlidesain ini. Hampir semua artikel pada tutorial desain grafis yang ada pada website desain ini saya buat menjadi satu projek atau pembahasan langkah demi langkah sehingga jika ada operasi objek tidak perlu say tulis ulang.

Di semua tutorial coreldraw yang berhubungan dengan operasi objek baik pembuatan logo, membuat banner, membuat stiker dengan coreldraw, membuat baliho dengan coreldraw, membuat spanduk dengan coreldraw dan lain sebagainya tentunya operasi moving, scaling dan rotating akan digunakan. Jadi tutorial ini adalah tutorial coreldraw yang penting dan wajib dipahami oleh para pengguna coreldraw ataupun baru dibidang CorelDraw.

Moving . Memindahkan Objek pada CorelDraw

1. Sebelum kita memindah objek (bisa berupa bentuk shape, line garis, image hasil import dan lain sebagainya) secara rasional harus ada objek yang dipindah. Kita akan buat objeknya dulu, saya akan menggunakan Rectangle dan Ellipse Tool. Untuk menggunakannya Anda bisa memilih tool dan klik drag ( agar simetris Anda bisa gunakan tombol CTRL dan Klik +Drag )

moving memindah objek pada coreldraw

2. Pilih tool Pick Tool yang berada pada urutan teratas toolbox, pindahkan persegi dan lingkarannya dengan cara klik dan drag pada salah satu objek. Atau memilih dengan menyinari keduanya atau SHIFT + KLIK pada objek.

memindah objek pada coreldraw

Scaling. Memperbesar atau memperkecil ukuran pada CorelDraw

1. Objek bisa diperbesar atau diperkecil jika objek tersebut sudah diseleksi / dipilih, ditandai dengan adanya persegi berwarna hitam disekeliling objek terpilih. Jika objek sudah dipilih menggunakan pick tool maka selanjutnya arahkan pointer mouse Anda di atasnya sehingga Pointer mouse Anda berubah menjadi panah. Jika Anda menginginkan objek membesar dan mengecil sesuai porosnya Anda bisa menggunakan tombol keyboard SHIFT + KLIK + DRAG/geser. Scaling juga bisa dilakukan dengan cara mengubar properti objek pada properti bar, sehingga ukuran benar2 sesuai dengan yang Anda inginkan.

scaling membesar dan mengecilkan objek pada coreldraw

Rotating. Memutar objek pada CorelDraw

1. Objek bisa diputar jika objek tersebut sudah diseleksi / dipilih, ditandai dengan adanya persegi berwarna hitam disekeliling objek terpilih. Jika objek sudah dipilih menggunakan pick tool maka selanjutnya klik sekali lagi pada obje k tersebut sehingga ada indikasi rotate (persegi berwarna hitam berubah menjadi panah melingkar). Selanjutnya Anda bisa memutarnya. Jika Anda menginginkan objek berputar sesuai porosnya yang baru, Anda harus memindah poros-nya dengan cara klik dan geser pada ikon poros. Anda juga bisa memutar objek dengan sudut pasti melalui properti bar Angle of Rotation. Atau sambil memutar Anda bisa kombinasi dengan menekan tombol CTRL agar putaran bersudut 15 – 15 ( sesuai sudut putaran secara default)

rotate memutar objek pada coreldraw

keunggulan kelebihan coreldraw

SELAMAT MENCOBA

Republik Tycoon

Tutorial CorelDraw Menggunakan Shape Tool

By Lizard Wijanarko on October 13, 2010

Tutorial CorelDraw Menggunakan Shape ToolIlmu Grafis Desain Belajar Ilmu Tutorial CorelDraw Menggunakan Shape Tool Corel untuk pemula dibuat praktis & komunikatif sehingga mudah dipahami dan diterapkan. Pada tutorial ini kita akan mempelajari apa saja yang bisa dilakukan dengan shape tool. Shape tool bisa bekerja jika ada shape atau kurva pada lembar kerja CorelDraw.

Nah, Vector yang biasa anda gambar di coreldraw tuh ada 2 jenis, yaitu :

  1. SHAPE, bentuk dasar ( bulat, kotak, polygon, Text, dsb ) yang hanya bisa diatur pada Align, Transformasi, Shaping, dan Order nya dan tidak bisa lagi di MODIFIKASI sesuai keinginan kita.
  2. CURVE ( OPEN & CLOSE ), Shape ( bulat, kotak, polygon, Text, dsb) yang udah di Convert menjadi curves. Curve ini bisa kita modifikasi dengan mengatur shape pointnya sehingga hasilnya sesuai dengan keinginan kita. Caranya ?? Pilih shape>ctrl+Q!! Kemudian modifikasilah shape tadi dengan menggunakan SHAPE TOOL.!! Oke, lihat contoh dibawah ini :Tutorial CorelDraw Menggambar Illustrasi Dasar

Cara Menggunakan Shape Tool

Langkah 1
Buat
dokumen baru dan buat satu shape dasar yang ada pada coreldraw. Bisa lingkaran atau persegi. Saya akan contohkan lingkaran. Maka klik ellipse tool [ F7 ] dan buat lingkarannya. Jika pengaturan CorelDraw anda sudah berubah mungkin Anda perlu membaca tutorial pengaturan penting coreldraw agar tampilan sama dengan yang ada pada tutorial.

Langkah 2
Tekan shape tool [ F10 ] yang ada pada
toolbox.

Langkah 3

Mode Shape
Seperti yang dijelaskan di atas, objek
vektor yang ada pada corel ada 2 macam. Nah sekarang kita akan membahas pengolahan objek shape yang ada pada coreldraw. Ketika shape tool dipilih maka bisa Anda lihat propery bar tidak berubah, artinya masih sama property yang ada pada shape aktif / terpilih.

Klik tahan dan geser ke kiri atau ke kanan pada node / titik point yang ada pada shape lingkaran. Akan sangat memudahkan jika kita mengaktifkan snap to pada saat proses modifikasi lingkaran menjadi pie ini.

Tutorial CorelDraw Menggunakan Shape Tool

Notes :
Khusus pada shape lingkaran. Lingkaran akan berubah menjadi potongan kue pie tertutup jika pointer mouse Anda di dalam lingkaran. Lingkaran akan menjadi pie terbuka / arc jika pointer ouse Anda di luar lingkaran.

Mode Kurve
Klik kanan shape ( dalam
tutorial ini sebagai contoh adalah lingkaran) yang sudah dibuat kemudian pilh Convert to Curve [ CTRL+Q ]. Langkah ini membuat shape menjadi kurva sehingga bisa dimodifikasi menjadi layaknya garis tertutup / terbuka.

Tutorial CorelDraw Menggunakan Shape Tool

Pilih shape tool dan klik pada yang tidak ada node-nya, maka property bar berubah menjadi seperti gambar di bawah.

Tutorial CorelDraw Menggunakan Shape Tool

Fungsi Masing-Masing

  1. Add nodes
    Digunakan untuk menambah node pada saat memilih kurva yang tidak ada node-nya
  2. Delete nodes
    Menghapus node terpilih
  3. Join two nodes
    Menggabung dua node terpilih
  4. Break curve
    Membuka kurva yang tertutup / terbuka, akan tercipta dua node yang saling tak terikat
  5. Convert to line
    Mengubah garis kurva menjadi garis lurus pada objek kurva
  6. Convert to curve
    Mengubah garis lurus pada objek kurva menjadi garis kurva
  7. Cusp node
    Mengubah node menjadi pojokan, handle tidak saling mempengaruhi
  8. Smooth node
    Mengubah menjadi node lembut, lengan handle bisa berbeda panjangnya
  9. Symmetrical node
    Mengubah menjadi lembut dengan lengan handle sama panjang
  10. Reverse direction
    Mengubah ujung node pada garis / objek kurva menjadi pangkal dan sebaliknya
  11. Extend curve to close
    Menutup ujung dan pangkal / dua titik node terpilih berupa garis lurus
  12. Expand subpath
    Memisah objek kurva yang terdiri dari 2 garis atau lebih sehingga menjadi 2 objek kurva yang saling berdiri sendiri. Hampir sama dengan
    break apart.
  13. Close curve
    Menutup objek kurva terbuka dengan garis lurus, perbedaan dengan extend curve to close adalah kita tidak perlu memilih node mana yang harus ditutup.
  14. Stretch or scale nodes
    Mentransformasi node terpilih sehingga panjang garis pada node terpilih bisa memanjang atau memendek.
  15. Rotate or scew nodes
    Memutar atau memiringkan node terpilih yang akhirnya panjang garis node terpilih bisa memanjang atau memendek
  16. Align nodes
    Membuat 2 node atau lebih menjadi rata, baik kiri kanan atas bawah
  17. Reflect nodes horizontally
    Membuat efek mirror horisontal pada saat pengubahan lengan node pada dua objek kurva terpisah yang dipilih menggunakan shape tool. Cara mengaktifkan piliha shape tool, kemudian tekan SHIFT+Klik pada 2 node
    objek kurva mirip tapi terpisah.
  18. Reflect nodes vertically
    Membuat efek mirror vertikal pada saat pengubahan lengan node pada dua objek kurva terpisah yang dipilih menggunakan shape tool. Cara mengaktifkan piliha shape tool, kemudian tekan SHIFT+Klik pada 2 node
    objek kurva mirip tapi terpisah.
  19. Ellastic mode
    Tidak dijelaskan detail dan hasilnya pun kurang signifikan.
  20. Select all nodes
    Menyeleksi / memilih semua node dalam objek kurva aktif secara otomatis. Jika manual menggunakan shift atau menyoroti klik drag dan geser di atas semua node.
  21. Show / hide bounding box
    Toggle atau megaktifkan dan menonkatifkan kotak hitam segi empat yang mengelilingi objek pada saat curve tool (seperti bezier tool, freehand tool dll) dijalankan.

Notes :
1. Ingat kata terpilih adalah di klik atau shift klik (pemilihan 2 node lebih)
2. Objek kurva adalah satu kurva / lebih
3. Dalam objek kurva ada node, lengan ( yang ada pada kiri kanan node), garis lurus, garis kurva / berkelok / melengkung, node lembut, node lembut dengan lengan sama panjang, node dengan lengan yang tidak mempengaruhi lengan lainnya ( cusp / pojok / sudut ).
4. Dalam satu objek kurva terbuka bisa terdiri dari 2 garis yang saling terpisah atau lebih.
5. Dua objek kurva terbuka / dua garis yang simetris ( seperti
objek mirror ) bisa dipilih seperti layaknya satu kesatuan / satu objek kurva terbuka untuk mengaktifkan Reflect nodes vertically dan Reflect nodes horizontally menggunakan shape tool > SHIFT+Klik node pada dua objek simetris tersebut.
6. Tutorial ini dibuat menggunakan
CorelDraw versi X5 jadi mungkin ada beberapa tool yang tidak tersedia pada versi sebelumnya.

Tutorial CorelDraw Menggunakan Bezier Tool

By Lizard Wijanarko on October 13, 2010

Tutorial CorelDraw Menggunakan Bezier ToolIlmu Grafis Desain Belajar Ilmu Tutorial CorelDraw Menggunakan Bezier Tool untuk pemula sering dipakai dalam membuat karya desain grafis menggunakan Corel Draw. Pada tutorial ini kita akan mempelajari bagaimana cara untuk membuat illustrasi dasar atau basic yang bisa dilakukan pada software desain grafis CorelDraw. Perlu diingatkan bahwa berapapun versi CorelDraw Anda, mulai coreldraw 9 sampai coreldraw X5 (terbaru sampai tulisan ini dibuat), tutorial ini masih bisa dipakai.

Nah, Vector yang biasa anda gambar di ColrelDraw ada 2 jenis, yaitu :

  1. SHAPE, bentuk dasar ( bulat, kotak, polygon, Text, dsb ) yang hanya bisa diatur pada Align, Transformasi, Shaping, dan Order nya dan tidak bisa lagi di MODIFIKASI / diedit sesuai keinginan kita.
  2. CURVE ( kurva terbuka dan tertutup ), Shape ( bulat, kotak, polygon, Text, dsb) yang udah di Convert menjadi curves. Curve ini bisa kita modifikasi dengan mengatur shape pointnya sehingga hasilnya sesuai dengan keinginan kita. Caranya ?? Pilih shape> ctrl+Q!! Kemudian modifikasilah shape tadi dengan menggunakan SHAPE TOOL.!! Oke, lihat contoh dibawah ini :Tutorial CorelDraw Membuat Shape Dasar

Bezier Tool adalah salah satu dari sekian banyak tool yang tersedia pada coreldraw yang merupakan curve tool atau tool yang digunakan untuk membuat kurva. Bezier tool dipakai untuk membuat garis kurva terbuka dan kurva tertutup. Kurva tertutup adalah awal dan akhir bersatu menjadi satu kesatuan, untuk kurva terbuka adalah garis kurva yang awal dan akhirnya tidak saling berhimpitan (tidak bisa diwarna fiil).

Jika Anda juga adalah pengguna photoshop maka Anda bisa mengasumsikan bahwa bezier tool merupakan sebuah pen tool pada photoshop. Cara kerjanya mirip, yaitu klik tahan geser-klik klik. Untuk mengetahui cara kerja lebih detil ikuti langkah berikut.

Cara Menggunakan Bezier Tool pada CorelDraw

Sebelum memulai, pilih bezier tool yang terletak pada menu vertikal sebelah kiri jendela coreldraw dan perhatikan bagian-bagian bezier tool berikut. Setiap bagian yang perlu akan saya beri penjelasan mengenai fungsinya masing-masing.

Tutorial CorelDraw Menggunakan Bezier ToolLangkah 1

Buka software coreldraw dan buat dokumen baru

Langkah 2

Pilih bezier tool yang ada pada toolbox ( pada workspace default ada di sebelah kiri)

Langkah 3

Ada 3 cara dalam menggunakan bezier tool yaitu klik tahan geser kemudian klik tahan geser lagi, klik kemudian klik lagi dan kombinasi keduanya.

Tutorial CorelDraw Menggunakan Bezier Tool

Untuk menutup kurva (awal dan akhir menyatu) maka pada akhir menggunakan berzier too arahkan mouse ke bagian titik node awal ( klik pertama kali ). Dapat dilihat pada gambar di atas bahwa untuk membuat objek kurva berupa garis melengkung adalah dengan menggunakan klik tahan dan geser. Untuk membuat garis lurus maka Anda bisa menggunakan klik klik klik. Untuk pengaturan lebih baik atau sesuai dengan keinginan adalah dengan memodifikasi garis tersebut dengan shape tool, bisa Anda pelajari pada artikel Menggunakan Shape Tool.

Tips :

Jika Anda ingin membuat garis lurus dengan sudut pembuatan umum seperti 45, 90, 180 derajat dll maka ketika menekan mouse ( klik ) yang kedua tekan juga tombol keyboard CTRL ( pada pengaturan workspace dan tool berada pada edit dan dynamic guides ).

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

cerita Untuk sahabat…

tips n trik mengirim cerpen ke media cetak

kaya dengan rukun islam