PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu
sendiri.
a)
Pengabdian
Pengabdian
adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai
perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan, dan semua
itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa
tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi
kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga. Lain halnya jika kita
membantu teman dalam kesulitan, mungkin sampai berhari-hari itu bukan
pengabdian, tetapi hanya bantuan saja.
1. Mengabdi Untuk Kepentingan
Diri Sendiri
Buruknya pikiran manusia tertentu justru adalah dengan cenderungnya terlebih
dahulu muncul bayangan dalam pemikirannya, ‘apa manfaat yang akan kita dapat
dari melakukan sesuatu itu’. Dan tidak ada pemikiran bahwa mampukah kita,
siapkah kita berbuat sesuatu untuk mendapatkan manfaat yang sesuai harapan itu?
Inilah yang sering terjadi sehingga orang-orang yang pintar sekalipun masih
kesulitan dalam hidupnya untuk meraih harapan atau cita-citanya. Andaikata bisa
tercapai pun cita-cita itu ternyata dengan jalan yang tak semestinya terjadi.
Artinya dengan kemampuan dan kepandaian yang dimiliki orang seperti ini
kadang-kadang berbuat salah untuk meraih kepentingannya sendiri. Contoh nyata
tentu para koruptor adalah orang-orang pintar yang menyalahgunakan kepandaian,
kemampuannya sendiri untuk meraih sukses, tetapi tidak dipedulikan bahwa
suskses yang diraihnya adalah sukses yang salah dan tidak dipikirkan dampak
buruknya. Orang seperti ini adalah orang egois yang disertai kebodohan batin
yang tebal.
Memang ada juga orang yang hanya memikirkan kepentingan pribadinya sendiri
tanpa peduli orang lain tetapi tidak menyalahgunakan kepandaian dan kemampuan
yang dimilikinya. Orang ini masih bersikap hati-hati dalam bertindak tetapi
hanya egois terhadap orang lain sehingga dia adalah orang egois disertai
kebodohan batin yang tipis.
2. Mengabdi
Untuk Kepentingan Orang Lain
Orang yang lebih banyak memikirkan dan mengutamakan ke-pentingan orang lain
bisa ada dua macam. Ada orang yang lebih mengutamakan kepentingan orang lain
dengan ketulusan yang sedikit masih ada berpikir untuk kepentingan dirinya
sendiri. Dan ada juga orang yang sangat memperhatikan kepentingan orang lain,
tetapi tidak terlalu perlu memikirkan untuk dirinya sendiri. Golongan
orang-orang seperti ini dalam bahasa Inggris disebut altruist sebagai lawan
dari egois. Mereka dalam kelompok ini justru karena memang ada memiliki
ketulusan sehingga rela berbuat untuk orang lain.
3. Hubungan
Diri Sendiri dengan Orang Lain
Setiap orang bahkan setiap makhluk hidup memiliki hubungan satu sama lain dalam
masa-masa kehidupannya. Tidaklah mungkin, dengan kata lain suatu hal yang
mustahil, jika ada orang yang merasa bisa hidup sendiri tanpa ada orang lain
atau makhluk lain. Hubungan satu dengan orang lain itu bisa saja yang terjalin
hubungan tidak baik antara satu dengan yang lain. Apalagi, hubungan baik yang
sangat membuat satu dengan yang lainnya saling memiliki hubungan baik biasanya
ketergantungannya saling membutuhkan satu sama lain.
Dalam menempuh segala macam hal terkait kegiatan sehari-hari, individu yang
memiliki hubungan baik biasanya juga pasti mau saling berkorban tenaga, waktu,
pemikiran, materi bahkan mengorbankan hidupnya demi hubungan baiknya dengan
orang lain bisa terjaga dengan baik pula.
Mungkin kita akan menelaah secara sangat khusus bagaimana seorang ibu dikatakan
berani mempertaruhkan hidupnya demi perawatan dan pertumbuhan anak tunggal yang
dimilikinya. Anak kandung satu-satunya yang dimiliki adalah seolah-olah harga
mati bagi hidupnya, sehingga sebagai ibu lebih baik dia yang mati daripada
anaknya menjadi korban tertentu. Sesungguhnya betapa sulitnya kenyataan yang
ada seperti keadaan sekarang ini. Mengapa ada banyak ibu yang malah
mengorbankan anak kandungnya sendiri demi menikmati hidup bagi dirinya sendiri.
Kita bisa melakukan analisa sesungguhnya. Seseorang itu bisa menunjukkan rasa pengabdiannya
untuk hidup ini demi orang lain dan demi dirinya sendiri, atau sebaliknya hanya
demi kenikmatan hidupnya sendiri saja, tapi tidak peduli orang lain, akan
terasa hubungan yang ada itu baik atau tidak baik.
b)
Pengorbanan
Pengorbanan
berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga
pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian,
pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak
mengandung pamrih (suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang
tulus-ikhlas semata-mata.
Perbedaan
antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya
pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesama kawan, sulit dikatakan
pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya.
Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta
benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwa. Pengorbanan diserahkan
secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan
saja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan, sedangkan
pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu, misalnya berupa
pikiran, perasaan, tenaga, biaya, dan waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut
pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
Komentar
Posting Komentar