skripsi jurusan bahasa dan sastra arab versi bahasa indonesia tentang sosiologi sastra judul Nilai-Nilai Sosial Dalam Novel Apartemen Yacoubian Karya Alaa Al-Aswany ( Kajian Sosiologi Sastra )

 ABSTRAK

Winda Ameliya Pratiwi : Nilai-Nilai Sosial Dalam Novel Apartemen Yacoubian Karya Alaa Al-Aswany  ( Kajian Sosiologi Sastra )

 

Novel apartemen Yacoubian menceritakan tentang fakta kehidupan sosial di mesir setelah revolusi. Cerita ini mempunyai satu tema yaitu penduduk apartemen yacoubian akan tetapi didalamnya menceritakan cerita beragam yang saling berkaitan.didalamnya menceritakan fakta sosial yang sangat penting untuk diteliti diantaranya nilai sosial mencakup nilai sosial keagamaan , nilasi sosial ekonomi dan nilai sosial politik. Novel Apartemen Yacoubian merupakan novel international best seller yang telah diterjemahkan kedalam  20 bahasa diantaranya Bahasa  Inggris, Prancis, Italia, Spanyol, Prancis, Belanda, Turki, Indonesia dan lain sebagainya.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kehidupan keagaman, ekonomi dan politik dalam novel Apartemen yacoubian. Metode Penelitian dalam penelitian ini adalah metode analisis isi yaitu mengumpulkan data  menganalisisnya. Dalam hal ini peneliti menganalis nilai sosial agama, ekonomi dan politik dengan pendekatan sosiologi sastra.

Hasil dari penelitian ini ditemukan nilai-nilai sosial dalam novel apartemen yacoubian mencakup nilai sosial keagamaan berupa pernikahan yang dilakukan oleh Taha dan Radlwa ditemukan pula penyimpangan  nilai-nilai sosial keagamaan berupa meminum Alkohol yang dilakukan oleh Zaki Bey, Perzinahan yang dilakukan oleh Busainah dan Zaki Bey, Homoseksual yang dilakukan oleh Hatim dan Abduh, Pernikahan Siri yang dilakukan oleh Haji Azam dan Suad serta Aborsi yang dilakukan oleh Suad. Adapun dari nilai sosial ekonomi yaitu perbedaan antara masyarakat desa dan kota, Pelacuran yang dilakukan oleh Busainah dan Zaki Bey, Kemiskinan yang dilakukan oleh Busainah dan Abduh, Kelas Sosial yang dilakukan oleh sebagian besar penduduk Mesir. Hasil peneliatian dari nilai sosial politik adalah masalah kekuasaan yang dilakukan oleh Kamal al-Fuli dan Haji Azam dan Terorisme yang dilakukan oleh Taha, Syekh Saman dan Syekh Bilal para pembesar golongan islam garis kanan.

 

 

 

KATA PENGANTAR  

 

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW. karena atas inayah-Nyalah, laporan penelitian  yang berjudul Nilai- Nilai Sosial dalam Novel Imarat Ya’qubyan karya Alaa al-Aswany ( Kajian Sosiologi Sastra). 

 Terlepas dari kekurangan-kekurangan penelitian  ini, penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan menjadikan amal shaleh bagi penulis. Amiin yaa Rabbal ‘aalamin. . Tidak  lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak-pihak yang telah membantu penulisan laporan penelitian ini :

1.     Prof. Drs. Agus Salim., M.Pd selaku ketuaDekan Fakultas Adab dan Humaniora Uin Sunan Gunung Djati Bandung.

2.       Drs. Dedi Supriadi., M.Pd selaku ketua jurusan Bahasa dan sastra Arab.

3.      Rohanda WS., M.Pd selaku sekertaris jurusan bahasa dan sastra Arab.

 

                                                        Bandung, 27 Juni 2014

                                                     penulis

DAFTAR ISI

 

ABSTRAK 1

KATA PENGANTAR 2

DAFTAR ISI 3

BAB I : PENDAHULUAN 5

A.    Latar Belakang Masalah 5

B.    Identifikasi dan Rumusan Masalah 10

C.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian 10

D.    Tinjauan Pustaka 11

E.     Kerangka Berfikir 13

F.     Metode dan Langkah – Langkah Penelitian 16

G.    Sistematika Penulisan 20

 

BAB II

Kajian Teori

A.    Sosiologi  Sastra 21

B.    Nilai Sosial Agama 27

a.      Perzinahan 31

b.     Homoseksual 31

c.      Pernikahan Meurut Agama 33

d.     Alkoholisme 35

e.      Aborsi 35

C.    Nilai Sosial Ekonomi 37

a.      Kemiskinan 40

b.     Disorganisasi Keluarga 40

c.      Pelacuran 41

D.    Nilai Sosial Politik 41

 

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

1.     Biografi Alaa Al-Aswany 47

2.     Sinopsis Novel Imarat Ya’qubyan 48

3.     Analisis Nila Nilai Sosial Dalam Novel Imarat Ya’qubyan 49

a.      Perzinahan 49

b.     Homoseksual 51

c.      Alkoholisme i 62

d.     Pernikahan 63

e.      Aborsi 69

4.     Nilai Sosial Ekonomi 76

a.      Masyarakat desa dan Masyarakat Kota 76

b.     Pelacuran 82

c.      Kemiskinan 86

d.     Kelas sosial 92

5.     Nilai Sosial Politik 101

a.      Kekuasaan 101

b.     Terorisme 113

6.     Nilai – Nilai Sosial Dalam Imarat Ya’qubyan Karya Alaa Al-Aswany Ditinjau Dari Segi Pengarang. 119

7.     Nilai – Nilai Sosial Dalam Imarat Ya’qubyan Karya Alaa Al-Aswany Ditinjau Dari Segi Pengarang. 127

 

BAB IV

PENUTUP

 

1.     Masyarakat desa dan Masyarakat Kota 132

2.     Rekomendasi 133

DAFTAR PUSTAKA 135

LAMPIRAN 137

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah

Sastra adalah sebuah ciptaan / karya seorang seniman[1]. Menurut teeuw sastra berasal dari bahasa sangsekerta yaitu ”sas” berarti mengarahkan,  mengajar,  memberi petunjuk/ intruksi sedangkan “tra” berarti alat atau sarana,  jadi secara leksikal sastra berarti kumpulan alat untuk mengajar,  buku petunjuk atau buku pengajaran yang baik.[2]Karya sastra adalah sebuah struktur yang sangat kompleks. Dalam hubungannya dengan kehidupan,  sastra adalah ekspresi kehidupan manusia yang tidak lepas dari akar masyarakatnya. Kendati demikian,  sastra tetap diakui sebagai sebuah ilusi atau khayalan dari kenyataan.Sastra tidak akan semata-mata menyodorkan fakta secara mentah. Sastra bukan sekedar tiruan kenyataan melainkan kenyataan yang telah ditafsirkan. Kenyataan tersebut bukan berupa jiplakan yang kasar,  melainkan sebuah refleksi halus dan estetis.[3]

Secara umum karya sastra dibagi menjadi dua yaitu sastra imajinatif  dan non imajinatif. Karya sastra non imajinatif adalah sastra yang diciptakan berdasarkan fakta/kenyataan yang terjadi sebenarnya yang di tuangkan dengan imajinasi. Contohnya  esai,  kritik,  sejarah,  memoar atau memory,  biografi dan auto biografi.[4] Sedangkan sastra imajinatif adalah karya sastra yang diciptakan berdasarkan imajinasi pengarang contohnya pusi,  drama. Cerpen novel dan sebagainya. Novel dalam bahasa inggris disebut novel,  dalam bahasa itali disebut novella dan dalam bahasa jerman disebut novelle, [5] dari ketiga pengertian diatas mengandung makna yang sama dalam istilah indonesia novelet yang berarti sebuah karya fiksi. Novel merupakan karya fiksi yang menawarkan sebuah dunia, .[6]dari beberapa pengertian tersebut bisa disimpulkan bahwa novel adalah karangan yang panjang yang berbentuk prosa dan mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang lain di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.

Sastra merupakan hasil ciptaan manusia.  Hubungan masyarakat dan sastra merupakan hubungan struktural,  bukan artifisial,  bukan juga arbitrer.[7] Selain itu karya sastra membangun dunia melalui kata-kata sebab kata-kata memiliki energi,  melalui energi itulah terbentuk citra tentang dunia tertentu,  sebagai dunia yang baru.[8]

Sastra merupakan cerminan masyarakat. Melalui karya sastra,  seorang pengarang mengungkapkan problema kehidupan yang pengarang sendiri ikut berada di dalamnya. Dalam hal tersebut sosiologi mengambil peranan penting dalam penelitian ini sosiologi sastra sendiri adalah ilmu yang bertujuan untuk untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai hubungan antara pengarang,  karya sastra,  dan masyarakat. Analisis dengan menggunakan sosiologi sastra bukan bermaksudmenjadikan suatukarya sastra menjadi sebuah fakta akan tetepi meningkatkan pemahaman terhadap sastra tentang kaitannya dengan masyarakat.[9]

pergaulan utama manusia adalah pergulatan untuk memenuhi kebutuhan materialnya. Pergulatan itu membawa manusia berhadapan dengan alam sebagai sumber pemenuhan kebutuhan. Agar alam dapat menjadi sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhannya,  manusia dituntut untuk melakukan transformasi terhadap alam. Usaha-usaha transformasi tersebut membuahkan teknologi dan hubungan-hubungan sosial.[10] Seperti yang dikemukakan oleh  sosiolog  Marx  tentang kelas-kelas ekonomi yang kemudian menelurkan efek-efek besar terhadap kehidupan sosial  dan politik masyarakat. Hal ini disebabkan penguasaan- penguasaan kelas sosial tertentu hingga akhirnya membuat  penyimpangan politik.  Hal ini membuat penulis merasa sangat perlu untuk mengkaji hal tersebut dengan menggunakan objek sebuah novel yang kontroversial. Penulis berusaha membangkitakan teori sosiologi  dengan menitikberatkan penelitian ini terhadap nilai – nilai sosialnya yang berupa nilai agama, nilai ekonomi dan politik.

Jika berbicara  tentang kaitan antara sastra dan masyarakat  maka sudah pasti persoalan manusia itu banyak sekali yang dibahas di dalam novel,  sebagai gambaran dari perbuatan atau kehidupan sosial masyarakat sehari-hari. Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra. Jhonson mengatakan bahwa novel mempresentasikan suatu gambaran yang jauh lebih realistik mengenai kehidupan sosial. Ruang lingkup novel sangat memungkinkan untuk melukiskan situasi lewat kejadian atau peristiwa yang dijalin oleh pengarang atau melalui tokoh-tokohnya.[11]

 salah satu novel yang membicarakan tentang sosial adalah novel Imarat Ya’qubyan,  alasan penulis menganalisis novel ini karena penulis novel terebut yaitu  Alaa al Aswany  merupakan seorang novelis yang juga berprofesi sebagai dokter gigi sekaligus politikus yang lahir di mesir pada tahun 1957. Alaa al-Aswany merupakan 500 orang muslim paling berpengaruh didunia, tempat praktik pertamanya terletak di apartemen yacoubian. Novel Imarat Ya’qubyan merupakan novel keduanya yang telah di filmkan pada tahun 2006 dan telah diputar diberbagai festival film internasional terkemuka,  termasuk di jerman dan prancis  sudah diterjemahkan kedalam 20bahasadiantaranya yaitu Inggris, Prancis,  Italia,  Spanyol, Jerman,  Belanda,  Swedia,  Turki,  Indonesia dan sebagainya. NovelApartemen Yacoubian merupakan novel terjemahan bahasa arab yang berjudul “Imarat Ya’qubyan” sebuah novel yang berlatarkan sebuah kota bernama kairo,  mesir,  menceritakan kehidupan   para penghuni sebuah apartemen di  sudut kota kairo. Penulis   memulainya dengan sedikit riwayat distrik tempat apartemen itu dibangun, riwayat harumnya hingga keterpurukannya, serta kehidupan beberapa penghuninya. Satu per satu kita diajak   mengikuti kehidupan para penghuni dan interaksi.   Sebagian diantaranya diselipkan ideologi  paham politik,  ideology dan mencoba mengajak para kaum muslimin untuk membela agama.

Novel ini mempunyai  latar penghuni  Apartemen Yacoubian akan tetapi didalam penulisannya sang penulis menghadirkan berbagai cerita yang kemudian berkembang dan saling berkaitan. Dari penggalan kata-kata diatas,  novel tersebut memliliki unsur-unsur yang penting dan menarikuntukditeliti,  diantaranya yaitu mengenai analisis sosialnya, yang mana dalam novel tersebut banyak disinggung tentang latar belakang sosial yang sangat beragam. Dalam penelitian  ini penulis memfokuskan penelitiannya terhadap nilai sosial.

Nilai adalah sesuatu yang berharga,  bermutu,  menunjukkan kualitas,  dan berguna bagi manusia.  Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau bergunabagi kehidupan manusia. Adapun pengertian nilai menurut para ahli sangat bervariasi diantaranya yaitu kimball youngmengemukakan nilai adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat.[12] pengertian Nilai yang dimaksud dalam penelitian ini adalah  fakta,  seperti yang telah diungkapkan oleh Goldman bahwasanya Fakta adalah segala hasil aktifitas atau perilaku manusia baik yang verbal mapunyang fisik,  yang berusaha dipahami  oleh ilmu pengetahuan. Fakta itudapat berwujud aktivias sosial,  akifitas ekonomi,  keagamaan dan politik. Meskipun fakta-fakta sosial mempunyai wujud yang bermacam-macam tetapi pada hakikatnya dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu fakta individu dan fakta sosial. Fakta merupakan hasil usaha manusia untuk mencapai keseimbangan yang lebih baik dalam hubungannya dengan dunia sekitarnya.[13]

Pentingnya mengkaji nilai sosial dalam novelimarat ya’qubyan adalah karena dalam novel imarat Ya’qubyan banyak sekali terkandung masalah-masalah sosial yang meliputi masalah sosial ekonomi,  keagamaan dan masalah politik. Pada akhirnya nilai-nilai itu menjadi motivasi dan stabilitas kepribadian paraperilakunya.[14]penulis  mencoba mengungkapkan fakta sosial yang mencakup nilai agama yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia  seperti kehidupan agama kehidupan bermasyarakat dan lingkungan sosial,  nilai ekonomi yaitu  segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia atau kebutuhan ragawi manusia mencakup kelas-kelas ekonomi,  dan nilai politik yaitu menjelaskan tentang gambaran-gambaran politik yang terdapat dalam novel Imarat Ya’qubyan.Oleh karena itu judul daripenelitianini adalah

Nilai-Nilai Sosial dalam Novel Imarat Ya’qubyan Karya Alaa Al-Aswany (Kajian Sosiologi Sastra)”

 

B.    Identifikasi dan rumusan masalah

Penelitian ini dititik beratkan pada nilai-nilai sosial dalam novel Imarat Ya’qubyan karyaAlaa al-Aswany. Agar penelitian ini lebih fokus dan terarah,  maka akan dirumuskan masalah pokok penelitian yang berkisar pada hal-hal sebagai berikut: 

1.       Bagaimana kehidupan agama yang terkandung dalam novel Imarat Ya’qubyan ?

2.       Bagaimana kehidupan ekonomi yang terkandung dalam novel Imarat Ya’qubyan ?

3.       Bagaimana kehidupan politik yang terkandung dalam novel  Imarat Ya’qubyan

 

C.      Tujuan dan kegunaan penelitian

Tujuan utama dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.       Untuk menggambarkan dan menguraikan tentang kehidupan agama yang terkandung dalam novel Imarat Ya’qubyan

2.       Untuk menggambarkan dan menguraikan kehidupan ekonomi yang terkandung dalam novel Imarat Ya’qubyan

3.       Untuk menggambarkan dan menguraikan kehidupan politik yang terkandung dalam novel Imarat Ya’qubyan

4.       Memberikan gambaran tentang penelitian skripsi dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a.   Manfaat teoritis

Novel Imarat Ya’qubyan merupakan novel yang di tulis oleh seorang sastrawan terkenal mesir yaitu Alaa al Aswany yang merupakan novel Internasional best seller. Dengan memperoleh anugrah bestseller dari seluruh dunia sudah pasti novel ini merupakan novel yang sangat menarik ditinjau dari berbagai sisi. Karena alasan itulah penulis mencoba menelitinya.

Dengan demikian penelitian ini diharapkan berguna bagi pengembangan bahasa dan sastra khususnya,  dan masukan yang memadai dan representative dalam khazanah budaya bangsa timur tengah

b.   Manfaat praktis

1.   Memperkaya pengkajian dan pengapresian karya sastra khususnya yang berbahasa arab.

2.   Memberikan informasi kepada pembaca tentang nilai-nilai sosial yang terkandung dalam novel Imarat Ya’qubyan.

3.   Ikut berpartisipasi dalam mengatasi kekurangan literatur yang membahas sosiologi sastra dalam karya sastra berbentuk kisah/novel.

4.   Sebagai sumbangan pemikiran pada masyarakat,  khususnya masyarakat akademik yang memiliki minat memperdalam ilmu sosiologi sastra dan pengaplikasiannya dalam karya sastra.

 

D.      Tinjauan pustaka

Setelah penulis mencari  di perpustakaan maupun media online penulis belum menemukan sebuah penelitian baik itu skripsi, tesis dsb yang menganalisis tentang novel Imarat Ya’qubyan akan tetapi penulis menemukanbeberapa kajian yang menggunakan pendekatan ilmu sosiologi sastra diantaranya yaitu :

Pertama merupakan penelitian Andrey Pranata  tahun 2009 yang merupakan mahasiswa jurusan sastra arab Universitas Sumatra utara yang berjudul Novel Orang - orang Proyek Karya Ahmad Tohari: Analisis Sosiologi Sastradalam penelitian ini,  penulis menggunakan teori sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode membaca heuristik dan hermeneutik  kelebihan dari skripsi ini adalah penulis mengungkapkan bagian penting dalam tubuh novel orang-orang proyek yaitu: latar,  alur,  penokohan,  dan tema. Sehingga penulis menguraikan kejadian-kejadian dengan sangat lugas dan jelas. Sedangkan kelemahannya adalah penulis lebihmenitik beratkan pada analisis struktural dibandingkan nilai sosialnya.[15]

Kedua yaitu sebuah karya ilmiah berupa skripsi yang ditulis oleh amraini sihotang tahun 2009 yang berjudul Analisis Konflik Sosial Dalam Novel Ma Wara’a Al-Nahri “Kesaksian Sang Penyair” (Pendekatan Sosiologi Sastra ) kelebihan skripsi ini penulis membagi sebuah konflik kedalam 4 jenis dan menjelaskannya secara lugas dan semua tokoh didalam novel tersebut yang mengambil andil.[16]

Ketiga Rahmat Kurnia 2003“Ideologi Politik Islam Dalam Novel Gadis Jakarta Karya Najib Kaelani ( Study Sosiologi Sastra)”. Metode yang digunakan yaitu analisis isi dan tujuannya adalah mengetahui ideologi politik islam dengan menelusuri motif alasan munculnya peristiwa dalam teks.

Keempat Muhammad Aji Ahdian “ Al-Ajnihah Al Mutakassirah Karya Khalil Gibran (Kajian Sosiologi Satra)” tahun 2007. Dalam penelitian ini penulis menggunakan kajian pustaka, identifikasi dan deskriptif dengan pendekatan sosiologi satra. skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor -faktor dan hubungan antara novel dan penulis.

Kelima Engkin Fatimah 2007 “Budaya Partiaki Dalam Novel Perempuan Di Titik Nol karya Nawal el - Sadawi (Kajian Sosiologi Satra)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya patriaki dan faktor pembentukannya. Metode yang digunakan adalah metode analisis isi.

 

E.  Kerangka berpikir

“Sosiologi” berasal dari bahasa yunani yaitu dari akar kata “sosio/socius” yang berarti masyarakat dan kata ”logo/logos” yang berarti ilmu. Jadi sosiologi berarti ilmu mengenai asal-usul dan pertumbuhan (evolusi) masyarakat,  atau ilmu pengetahuan yang mempelajari keseluruhan jaringan hubungan antar manusia dalam masyarakat yang bersifat umum,  rasional dan empiris. Dengan kata lain sosiologi sastra adalah penelitian terhadap karya sastra dengan mempertimbangkan keterlibatan struktur sosialnya,  sehingga penelitian sosiologi sastra,  baik dalam bentuk penelitian ilmiah maupun aplikasi praktis,  dilakukan dengan cara mendeskripsikan,  memahami,  dan menjelaskan unsur-unsur karya sastra dalam kaitannya dengan perubahan-perubahan struktur sosial yang terjadi di sekitarnya.[17]

The sociology of literature,  swingewood mendefinisikan sosiologi sastra sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat,  studi mengenai lembaga-lembaga dan proses-proses sosial seperti agama,  ekonomi,  politik dan keluarga, yang bersama-sama membentuk apa yang disebut sebagai struktur sosial.[18]

Sosiologi adalah telaah tentang lembaga dan proses sosial manusia yang objektif dan ilmiah dalam masyarakat. Sosiologi mencoba mencari tahu bagaimana masyarakat,  bagaimana ia berlangsung,  dan bagaimana ia tetap ada. Dengan mempelajari lembaga-lembaga sosial dan segala masalah ekonomi,  agama,  politik dan lain-lain,  yang kesemuanya itu merupakan struktur sosial,  kita mendapatkan gambaran tentang cara-cara manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya,  tentang mekanisme sosialisasi,  proses pembudayaan yang menempatkan anggota masyarakat di tempatnya masing-masing.[19]

Dalam kaitannya antara sosiologi dan sastra  ada beberapa pendapat yang mengungkapkan tentang hubungan tersebut seperti yang dikemukakan  oleh  Ian Watt dalam sosiologi sastra yang  harus dipelajari meliputi konteks sosial pengarang,  sastra sebagai cerminan masyarakat,  genre sastra dan sastra yang menampilkan kehidupan masyarakat sedangkan konsep sosiologi sastra menurut Wellek dan Waren dalam sosiologi sastra melibatkan sosiologi pengarang,  sosiologi karya dan sosiologi pembaca. [20]

Jhonson membagi teori sosiologi mengenai masyarakatmenjadi2 macam yaitu teori klasik tokohnya adalah August Comte,  KarlMarx,  Emile Durkheim,  Max Webber,  Georg Simmel. dan teori modern tokohnyaadalahGeorge Herbert Mead,  George Homans,  Talott Persons dll. Teori klasikyang berasal dari August Comte mengemukakan bahwasanya perkembangan masyarakat akan melalaui 3 fase yaitu tahap teologis,  tahap metafisik dan tahap positif. Berbagai fase tersebut menyatakan diri dalam organisasi sosial. Tahap pemikiran teologis menyatakan diri pada organisasi sosial militeristik dengan legitimasi agama. Tahap pemikiran kedua menyertakan diri pada organisasi sosial yang didasarkan padahukum atauyang sering disebu dengan tindak politik. Organisasi sosial yang  memanifestasikan tahap pemikiran fase ketiga adalah organisasi sosial yang industrial,  yang ditopang oleh penemuan-penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa disebut dengan tindakan  ekonomi.[21]

Pendekatan sosiologis tentang agama diperkenalkan oleh Emie Durkheim (1858-1917)  Agama menurut Durkheim, agama merupakan proyeksi pengalaman sosial[22] atau agama merupakan institusi penting yang menopang integrasi sosial. Gagasan mengenai yang suci dalam agama,  sesuatu yang berbeda dari yang keseharian,  sesuatuyangmelampaui dunia keseharian yang nyata, merupakan simbol dari keberadaan kolektivitas yang transenden,  yang mengatasi dunia pengalaman keseharian.[23] Werner Stark membagi sosiologi agama menjadi sosiologi Agama Makro,  sosiologi agama mikrodan sosiologi agama umum.[24]

Miriam Budiarjo mengemukakan bahwa konsep dari politik adalah negara,  kekuasaan,  pengambilan keputusan,  kebijaksanaan dan pembagian atau alokasi.  Miriam Budiarjo menjelaskan bahwasanya politik adalah segala kegiatan dalam sistem negara yang menyangkut proses menentukan tujuan –tujuan yang perlu ditentukan dengan kebijaksanaan dan kebijaksanaan itu perlu memiliki kekuasaan/kewenangan yang baik untuk membina kerjasama maupun untuk menyelesaikan konflik yang timbul. [25]

Marx menganggap perkembangan intelektual manusia  ditentukan oleh kondisi material kehidupan manusia.  Menurut Marx,  pergulatan utama manusia adalah pergulatan untuk memenuhi kebutuhan materialnya. Pergulatan itu membawa manusia berhadapan dengan alam sebagai sumber pemenuh kebutuhan.Hubungan-hubungan sosial yang terbangun  dalam proses dan lingkungan  produksi / hubungan antara dua kelompok sosial disebut dengan kelas sosial. Kelas sosial adalah pengelompokan sosial dan sekaligus pebagian kerja yang didasarkan pada pemilikanatau penguasaan atas alat –alat produksi. Tokoh – tokoh yang berperan penting dalam pencetusan istilah ekonomi yaitu karl marx,  marx webber dan Emile Durkheim.[26]

F.   Metode dan langkah-langkah penelitian

1.   Metode penelitian

Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode Content Analisys (analisis isi). Yaitu penelitian yang bersifat pembahasan  mendalam terhadap isi suatu informasi  tertulis atau tercetak dalam media. Pelopor analisis isi adalah Harold dalam hal ini penulis  menganalisis nilai-nilai sosial  dalam teks novel Imarat Ya’qubyan karya alaa al aswany.[27]

Analisis isi dapat digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi dalam hal ini sebuah novel berjudul Imarat Yaqubyan. Hampir semua disiplin ilmu sosial dapat menggunakan analisis isi sebagai teknik/metode penelitian. Holsti menunjukkan tiga bidang yang banyak mempergunakan analisis isi,  yang besarnya hampir 75% dari keseluruhan studi empirik,  yaitu penelitian sosioantropologis (27, 7 persen),  komunikasi umum (25, 9%),  dan ilmu politik (21, 5%).

Analisis isi tidak dapat diberlakukan pada semua penelitian sosial. Analisis isi dapat dipergunakan jika memiliki syarat berikut.

1.       Data yang tersedia sebagian besar terdiri dari bahan-bahan yang terdokumentasi (buku,  surat kabar,  pita rekaman,  naskah/manuscript).

2.       Ada keterangan pelengkap atau kerangka teori tertentu yang menerangkan tentang dan sebagai metode pendekatan terhadap data tersebut.

3.       Peneliti memiliki kemampuan teknis untuk mengolah bahan-bahan/data-data yang dikumpulkannya karena sebagian dokumentasi tersebut bersifat sangat khas/spesifik.

Dalam  menggunakan metode ini setidaknya dapat diidentifikasi tiga jenis penelitian komunikasi yang menggunakan analisis isi. Ketiganya dapat dijelaskan dengan teori 5 unsur komunikasi yang dibuat oleh Harold D Lasswell,  yaitu who,  says what,  to whom,  in what channel,  with what effect. Ketiga jenis penelitian tersebut dapat memuat satu atau lebih unsur “pertanyaan teoretik” lasswell tersebut.

Pertama,  bersifat,  yaitu deskripsi isi-isi komunikasi. Dalam praktiknya, hal ini mudah dilakukan d engan cara melakukan perbandingan. Perbandingan tersebut dapat meliputi hal-hal berikut ini.

a.    Perbandingan pesan (message) dokumen yang sama pada waktu yang berbeda. Dalam hal ini analisis dapat membuat kesimpulan mengenai kecenderungan isi komunikasi.

b.   Perbandingan pesan (message) dari sumber yang sama/tunggal dalam situasi-situasi yang berbeda. Dalam hal ini,  studi tentang pengaruh situasi terhadap isi komunikasi.

c.    Perbandingan pesan (message) dari sumber yang sama terhadap penerima yang berbeda. Dalam hal ini,  studi tentang pengaruh ciri-ciri audience terhadap isi dan gaya komunikasi.

d.   Analisis antar-message,  yaitu perbandingan isi komunikasi pada waktu,  situasi atau audience yang berbeda. Dalam hal ini,  studi tentang hubungan dua variabel antara pembicara dan yang diajak bicara.

e.    Pengujian hipotesis mengenai perbandingan message dari dua sumber yang berbeda,  yaitu perbedaan antarkomunikator.

Kedua,  penelitian mengenai penyebab message yang berupa pengaruh dua message yang dihasilkan dua sumber (a dan b) terhadap variabel perilaku sehingga menimbulkan nilai,  sikap,  motif,  dan masalah pada sumber b.

Ketiga,  penelitian mengenai efek message a terhadap penerima b. Pertanyaan yang diajukan adalah apakah efek atau akibat dari proses komunikasi yang telah berlangsung terhadap penerima (with what effect)?

Adapun dalam tahapan penulisannya  penulis mempunyai  tiga strategis penelitian analisis isi.

Pertama,  penetapan desain atau model penelitian. Di sini ditetapkan berapa media,  analisis perbandingan atau korelasi,  objeknya banyak atau sedikit dan sebagainya.

Kedua,  pencarian data pokok atau data primer,  yaitu teks itu sendiri. Sebagai analisis isi maka teks merupakan objek yang pokok bahkan terpokok. Pencarian  dilakukan dengan menggunakan coretan – coretan pembagian antara berbagai situasi. Pengamatan tertentu yang sengaja dibuat untuk keperluan pencarian data tersebut.

Ketiga,  pencarian pengetahuan kontekstual agar penelitian yang dilakukan tidak berada di ruang hampa,  tetapi terlihat kait-mengait dengan faktor-faktor lain.

Dalam hal ini penulis akan menganalisis isi dari novel Imarat Yaqubyankarya Alaa Al Aswany pertama-tama dengan mengsekte -sektekan kedalam nilai- nilai sosial  yang kemudian di analisis dengan menggunakan ilmu sosiologi sastra

2.   Langkah-langkah penelitian

Adapun langkah-langkah yang akan ditempuh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

 

 

a.    Penentuan sumber data

 

Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Imarat Ya’qubyan karya Alaa Al Aswany terbitan serambi.

 

b.   Penentuan jenis data

Data dalam penelitian ini adalah teks/wacana yang terkandung dalam novel imarat ya’qubyan.

c.   Teknik pengumpulan data penelitian

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknikkepustakaan (library research) yaitu penelitian yang digunakan,  dilaksanakan dengan menggunakan studi kepustakaan,  baik berupa buku,  catatan,  maupun laporan hasil penelitian.  Teknik ini digunakan,  karena jenis penelitiannya  merupakan penelitian kualitatif.

Tahapan-tahapan yang ditempuh adalah:

1)       Membaca dan mempelajari novel Imarat Ya’qubyan secara berulang-ulang.

2)       Mengumpulkan dan mengidentifikasikan data-data serta literatur yang dianggap berhubungan dengan nilai sosial yang berupa nilai agama,  nilai ekonomi dan nilai politik.

3)       Melakukan pembacaan dan pencatatan berulang-ulang terhadap data dan menandai data/teks kedalam nilai sosial yangberupa nilai ekonomi,  nilai Politik dan nilai Agama.

4)       Mendeskripsikan data-data dan literatur serta menyusunnya secara sistematis dalam bentuk laporan awal.

d.       Analisis Data Penelitian

Data yang berupa teks/wacana yang telah terkumpul kemudian dianalisis menjadi kelompok –kelompok sosial yaitu Agama,  Ekonomi dan Politik yang kemudian dikaji dengan pendekatan sosiologi sastra.

e.        Merumuskan simpulan

Simpulan merupakan proses akhir dari kegiatan penelitian untuk menjawab permasalahan yang terdapat dalam rumusan masalah

 

\

G.  Sistematika penulisan

Dalam upaya memperoleh hasil penelitian yang diharapkan,  penelitian ini dibagi dalam lima bab. 

Bab kesatu merupakan pendahuluan yang meliputi: latar belakang masalah; identifikasi dan perumusan masalah; tujuan dan kegunaan/manfaat penelitian; tinjauan pustaka; kerangka berpikir; metode dan langkah penelitian; dan sistematika penulisan.

Bab kedua meliputi pembahasan kerangka teoritis sastra,  novel,  sosiologi sastra dan teori nilai sosial

Bab ketigamenguraikan tentang sinopsis dan biografi alaa aswany

Bab keempat berisi pembahasan tentang nilai-nilai sosial dalam novel apartmen yacoubian

Bab kelimaberisi penutup dari rangkaian kegiatan penelitian yang mencakup simpulan dan saran atau rekomendasi.

 

 


BAB II

Kajian Teori

A.  Sosiologi Sastra

Menurut pitirim sorokin  sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial seperti gejala ekonomi dengan agama,  keluarga dengan moral,    hukum dengan ekonomi,    gerak masyarakat dengan politik dll.[28]Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila perorangan atau kelompok sosial saling bertemu  dan menentukan sistem. Atau secara singkat proses sosial diartikan sebagai  pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama. Bentuk umum dari proses sosial adalah interaksi sosial yaitu kunci dari semua kehidupan sosial,  oleh karena tanpa interaksi sosial,  tak akan mungkin ada kehidupan. Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai  faktor,  antara lain faktor imitasi,  sugesti,  identifikasi dan simpati. Faktor imitasi mempunyai peranan penting dalam proses interaksi sosial,    imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai - nilai yang berlaku. Negatifnya mungkin yang ditiru adalah tindakan– tindakan yang menyimpang. Imitasi juga dapat melemahkan atau bahkan mematikan pengembangan daya kreasi seseorang.[29]

Bentuk – bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama,    persaingan dan pertentangan / pertikaian. Menurut Gillin dan Gillin ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial yaitu proses – proses yang asosiatif  yang meliputi kerja sama. Dalam teori sosiologi bentuk kerjasama (coorperation) dibedakan menjadi kerjasama spontan yaitu kerja sama yang serta-merta,   kerjasama langsung yang merupakan hasil dari perintah atasan atau penguasa,  yang ketiga kerjasama kontrak yang merupakan kerjasama atas dasar tertentu,  dan yang keempat adalah kerjasama tradisional  yang merupakan bentuk kerja sama sebagai bagian sistem sosial. Yang termasuk dalam asosiatif adalah akomodasi yaitu untuk menunjukkan kepada suatu keadaan dan untuk menunjukkan pada suatu proses.Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan,  sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Jenis-jenis akomodasi

1.   Corecion yaitu dilaksanakan karena ada paksaan contohnya perbudakan

2.   Compromise,  dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan contohnya kekuasaan politik.

3.   Arbitration adalah cara untuk mencapi compromise apabila pihak-pihak yang yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri.

4.   Mediation hampir menyerupai arbitration

5.   Concilation adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan  dari pihak-pihak yang berselisih  demi tercapainya suatu persetujuan bersama

6.   Toleration merupakan suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal,

7.   Akomodasi membuka jalan menuju asimilasi. dengan adanya asimilasi semua pihak lebih saling mengenal dengan begitu  lebih mudah untuk saling mendekati.

Asimilasi merupakan proses sosial taraf lanjut. ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau kelompok –kelompok manusia. proses asimilasi adalah toleransi,  menghargai,  kesetaraan dalam bidang ekonomi,  lapang dada,  perkawinan campuran dll, yang dapat menganggu proses asimilasi adalah apabila golongan minoritas mengalami ganguan dari golongan yang berkuasa.

Dan proses diasosiatif yang mencakup persaingan,  kontravensi dan pertentangan / pertikaian. Proses diasosiatif sering disebut dengan oppositional. prosesnya ditentukan oleh kebudayaan dan sistem sosial masyarakat. oposisi  dapat diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia,  untuk mencapai tujuan tertentu. Dibedakan kedalam 3 bentuk yaitu persaingan,  kontravensi dan pertentangan / pertikaian.

Kontravensi pada hakikatnya merupakan bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Kontravensi terutama ditandai oleh gejala-gejala  adanya ketidakpastiaan mengenai diri seseorang atau  suatu rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan. Menurut Leopold von wiese dan Howard Becker bentuk kontrovesi mencakup 5 hal yaitu penolakan,  menyangkal,  penghasutan,  penghianatan dan mengejutkan lawan yang taktis seperti halnya dalam politik. Terdapat tiga tipe umum kontovensi yaitu kontravensi generasi keagamaan,  kontravensi yang menyangkut seks dan kontravensi parlementer. Kontravensi apabila dibandingkan dengan persaingan dan pertentangan / pertikaian bersifat agak tertutup dan rahasia. [30]

Konsep sosiologi sastra dalam pandangan wellek dan waren lebih sedehana  yaitu:

 i.    Sosiologi pengarang : seiap pengarang adalah warga masyarakat,   ia dapat dipelajari sebagai mahluk sosial. Cakupan sosiologi pengarang yang dibicarakan oleh wellek dan waren meliputi : a) latar belakang sosial b) sumber ekonomi. c)  ideologi  d) integrasi sosial.

ii.    Sosiologi karya adalah isi karya sastra,  tujuan serta hal –hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial.

Gerak Sosial atau sosial mobility  adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. struktur sosial mencakup sifat-sifat hubungan antara individu dalam suatu kelompok. Gerak sosial vertikal yang naik mempunyai 2 bentuk utama yaitu masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi dan pembentukan suatu kelompok baru,  yang  kemudian deitempatkan pada derajat yang lebih tinggi.  Sedangkan Gerak vertikal yang menurun juga mempunyai dua bentuk utama yaitu turunnya kedudukan individu ke dudukan yang lebih rendah derajatnya dan turunnya derajat sekelompok individu yang dapat berupa disintregrasi kelompok sebagai kesatuan.[31]

Menurut soerjono obyek sosiologi adalah masyarakat Masyarakat yang menjadi objek kajian dapat dilihat dari berbagai  segi ada segi ekonomi yang antara lain bersangkut paut dengan produksi,  penggunaan barang-barang dan jasa. Adapula dari segi politik yang antara lain berhubungan dengan penggunaan kekuasaan dalam masyarakat.[32]Menurut selo soemardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama,  yang menghasilkan kebudayaan..[33] Dalam perkembangnnya masyarakat dibagi menjadi masyarakat setempat,  masyarakat modern,  masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Orang kota selalu melihat segala sesuatu dengan sudut pandang yang sangat khas,  sesuai kelasnya. Di daerah perkotan banyak lowongan pekerjaan sehingga menuntut warganya untuk bekerja keras dibidang pendidikan akan memproleh tingkat yang tinggi. Faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya di sebut push factor. Sebabnya adalah di kota banyak lowongan pekerjaan,  dikota banyak tempat rekreasi,  kehidupan dikota lebih menjanjikan. dll[34]

Para sosiolog mengadakan klasifikasi antara masyarakat statis dan dinamis. Masyarakat yang dinamis adalah masyarakat yang sedikit sekali mengalami perubahan dan berjalan lambat. Sedangkan masyarakat yang dinamis adalah  masyarakat – masyarakat yang mengalami berbagai perubahan yang cepat. faktor – faktor yang menyebabkan perubahan sosial diantaranya adalah terjadinya pemberontakan atau revolusi  dan perkembangan jumlah penduduk.

Disorganisasi adalah suatu keadaan dimana tidak ada  keserasian pada bagian-bagian dari suatu kebulatan. Apabila disorganisasi terjadi dengan sangat cepat,  misalnya karena meletusnya revolusi,  maka mungkin akan timbul hal-hal yang sukar untuk dikendalikan. Reorganisasi tidak dapat berjalan dengan cepat,  karena terlebih dahulu harus menyesuaikan diri dengan masyarakat. Bisa jadi norma- norma yang sebelumnya hilang sedangkan norma yang baru belum terbentuk.[35]

Dalam sebuah novel banyak disinggung tentang keberadaan individu-individu yang berbeda-beda yang sering disebut dengan masyarakat,  Melalui penelitian mengenai lembaga –lembaga sosial,   agama,    ekonomi dan politik yang secara bersama membentuk struktur sosial. Marx percaya bahwa struktur sosial masyarakat,  juga struktur lembaganya,  moralitas,  agama dan kesusastraan,   terutama sekali ditentukan oleh kondisi-kondisi prodikif kehidupan masyarakat itu.[36]

Sistem sosial adalah pola-pola yang mengatur  hubungan timbal balik antar individu dalam masyarakat dan individu dengan masyarakatnya,  dan tingkah laku individu-individu.Kedudukan adalah tempat sesorang dalam suatu pola tertentu. Pada umumnya masyarakat mengembangkan tiga macam kedudukan yaitu : Ascrived-status,yaitu kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan rohaniah dan kemampuan. Kedudukan tersebut diperoleh karena kelahiran.Kedua adalah Achieved status adalah kedudukan yang dicapai seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja,  Yang ketiga kedudukan yaitu assigned – status yang merupakan kedudukan yang diberikan Artinya suatu kelompok atau golongan memberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang yang berjasa.

Webber mengemukakan tentang teori stratatifikasi sosial. Webber mengemukakkan adanya tiga dasar yang berbeda dari  stratifikasi sosial,    yaitu dasar ekonomi yang melahirkan kelas-kelas sosial,  dasar kultural yang membentuk status-status sosial, dan dasar politik yang membuahkan kelompok-kelompok kekuasaan politik. [37] Kata stratification berasal dari stratum ( jamak dari strata ) yang berarti lapisan,  pitrim A. Sorokin menyatakan bahwa sosial stratification adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertigkat (hirarkis). Perwujudannya adalah kelas-kelas tinggi dan kelas yang lebih rendah.[38]

B.  NILAI SOSIAL AGAMA

Menurut Comte Organisasi sosial suatu masyarakat,    berkembang sesuai dengan perkembanganintelektual manusia–manusia pendukungnya.[39]Marx menganggap perkembangan intelektual manusia ditentukan oleh kondisi material kehidupan manusia. Marx cendrung memahami bangunan masyarakat sebagai hasil dari kepentingan sepihak suatu kelas sosial yang dipaksa kepada kelas sosial yang lain. Durkheim cenderung memahaminya sebagai hasil dari sebuah kebersamaan yang disebut sebagai solidaritas sosial yaitu satu keadaan hubungan antara individu atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama.

Pokok persoalan sosiologi adalah fakta sosial yang berupa lembaga-lembaga dan struktur sosial.  Fakta sosial itu sendiri dianggap sebagai sesuatu yang nyata,    yang berbeda dari  dan berbeda diluar individu.[40]

Untuk mempermudah dalam meneliti tulisan ini maka peneliti,    merumaskan beberapa teori tentang nilai nilai sosial,    yang mana dalam skripsi ini nilai sendiri diartikan sebagai fakta – fakta sosial. Fakta adalahsegala hasil aktivitas atau prilaku manusia baik yang verbal maupun yang fisik, yang berusaha dipahami oleh ilmu pengetahuan..[41]

  Pada dasarnya,  Masalah tentang nilai sosial merupakan persoalan yang menyangkut tata kelakuan yang immoral,  berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak. Suatu masalah sosial terjadi karena tidak adanya penyesuaian antara ukuran –ukuran dan nilai-nilai sosial  dengan kenyataan serta tindakan sosial. Unsur-unsur yang pertama dan pokok dari masalah sosial adalah adanya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dengan kondisi-kondisi nyata kehidupan.[42]

Seringkali dibedakan antara dua macam persoalan yaitu persoalan masyarakat dan persoalan  sosial. Persoalan masyarakat menyangkut analisis tentang macam-macam gejala kehidupan masyarakat. sedang yang kedua meneliti gejala- gejala abnormal masyarakat dengan maksud memperbaiki atau bahkan untuk menghilangkannya. Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat,  yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.[43]

 

C.      Nilai Sosial Agama

Proses pembentukan kepribadian dalam diri manusia berlangsung terus sampai dia mati.[44] Agama mempunyai pengaruh besar dalam membentuk kepribadian seorang individu.[45]

Durkheim berpendapat bahwa agama merupakan proyeksi pengalaman sosial. Menurutnya Agama merupakan institusi penting yang menopang integrasi sosial. [46] objek kegamaan menurut durkheim tiada lain adalah kelompok sosial sendiri. Objek yang paling melatar belakangi kehidupan keagamaan adalah kelompok masyarakat, yang akhirnya membuat suatu tindakan-tindakan yang didasari oleh agama. Fakta moral yang tinggi adalah Tuhan,  yang dipahami oleh masyarakat hanya  secara simbolis. jadi agama dan kehidupan moral memiliki asal yang sama.[47]

Nilai keagamaan yang dipilih hanyalah alat atau caranya,  seperti sembahyang atau meditasi. Dalam kaitannya dengan fakta keagamaan dalam sebuah masyarakat tertentu gelar keagamaan untuk seorang agamawan bisaa disebut dengan Ustadz,  Syekh atau Kiyai,  yang bisaanya diberikan sesuai dengan tingkatannya, [48]

Dalam perkembangannya masyarakat dibagi menjadi masyarakat kota dan masyarakat desa,  jika dipandang dari segi kehidupan keagamaan masyarakat kota sangat kurang jika dibandingkan penduduk desa. Ini desebabkan cara berfikir yang rasional,  yang didasarkan pada perhitungan eksak dan dihubungkan dengan realita masyarakat. kegiatan keagamaan hanya terpaku dipusat ibadatan selain itu kembali kedalam kehidupan duniawi.Yang kedua adalah tindakan non-rasional,  yang tidak memerlukan kesadaran akan alasan tindakan dan penjelasannya. Individu melakukan tindakannya sesuai dengan tradisi yang sudah di tetapkan dan dijalankan sebelumnya.[49] kebanyakan masyarakat kota terikat pada jaringan modernisasi. modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial. Bisaanya merupakan perubahan sosial terarah yang didasarkan pada perencanaan yang bisaa dinamakan sosial planning.[50]

Lembaga keagamaan merupakan salah satu saluran penting dalam gerak sosial vertikal. Setiap ajaran agama menganggap bahwa manusia mempunyai kedudukan sederajat. untuk mencapai tujuan tersebut pemuka agama  bekerja keras untuk menaikkan kedudukan orang-orang dari lapisan rendah dalam masyarakat. ajaran agama sangat penting dalam perkembangan integrasi sosial juga dalam pembentukan sistem kekuasaan untuk mencapai kedaulatan yang adil dan bersih.[51]

Masalah sosial adalah ketidak sesuaian unsur–unsur dalam masyarakat yang membahayakan kehidupan masyarakat masalah sosial tak akan mungkin ditelaah tanpa mempertimbangkan ukuran-ukuran masyarakat.Beberapa jenis penyimpangan keagaman diantaranya[52] :

 

a.   Perzinahan

Dalam agama Islam,  pelaku perzinaan dibedakan menjadi dua,  yaitu pezina muhshan dan ghayru muhshan. Pezina muhshan adalah pezina yang sudah memiliki pasangan sah (menikah),  sedangkan pezina ghayru muhshan adalah pelaku yang belum pernah menikah dan tidak memiliki pasangan sah.

Zina termasuk perbuatan dosa besar. Hal ini dapat dilihat dari urutan penyebutannya setelah dosa musyrik dan membunuh tanpa alasan yang haq(benar),  Allah berfirman: “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina.” (QS. Al-Furqaan: 68).[53]

 

b.   Homoseksual

a)   Sejarah homoseksualitas

Sejarah homoseksualitas dapat ditilik dari masa Mesir Kuno,  hukum dan mekanisme pengadilan,  hingga dalam pengharaman praktik homoseksual dijerat dengan hukuman mati. [54]

b)  Latar belakang terjadinya homoseksual

Perilaku seksual yang normal dipengaruhi oleh empat faktor yaitu,  dorongan seksual,  pengalaman seksual sebelumnya,  lingkungan sosiokultural dan psikologis. Dalam kehidupan seksual faktor lingkungan memegang peranan penting terjadinya kegiatan seksual. Faktor lingkungan yang cenderung bebas dan rapat diantara masyarakat yang berlainan jenis kelamin akan memberikan dorongan seksual yang besar kepada individual untuk melakukan kegiatan seksual. Kegiatan seksual yang sudah pernah dilakukan akan menjadikan pengalaman kepada individu untuk mencoba melakukannya kembali. Apabila kegiatan seksual ini dilakukan secara negatif,  maka akan memberikan dampak psikologis terhadap perilaku seksual. Dampak dari psikologis yang negatif bisa menyebabkan individu menjadi homoseksual atau lesbian.

Tindakan – tindakan  yang bisa diterapkan untuk mencegah timbulnya penyimpangan seksual remaja antara lain adalah : Meningkatkan kesejahteraan keluarga. Perbaikan lingkungan,  yaitu daerah umum,  kampung – kampung miskin.[55]

Hal yang paling utama yang menyebabkan prilaku seks menyimpang tersebut adalah karena terjadinya  suatu disorganisasi keluarga yang disebabkan kuranganya komunikasi antara anggota-angotamya.  Dalam soekanto hal ini disebut dengan empty shell family. [56]

c)       hukum gay dalam islam

”Luth berdo’a. ‘Ya Tuhanku,  tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu’. Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira,  mereka mengatakan,  ‘Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini. Sesunguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim” [Al-Ankabut : 30-31][57]

Al-Imam Asy-Syafi’i berkata,

وَبِهَذَا نَأْخُذُ بِرَجْمِ مَنْ يَعْمَلُ هَذَا الْعَمَلَ مُحْصَنًا كَانَ أَوْ غَيْرَ مُحْصَنٍ

Abdullah bin Abbas berkata,

 

يُنْظَرُ إِلَى أَعْلَى بِنَاءٍ فِي الْقَرْيَةِ، فَيُرْمَى اللُّوْطِيُّ مِنْهُ مُنَكِّبًا، ثُمَّ يُتَّبَعُ بِالْحِجَارَةِ

 

“Ia (pelaku gay) dinaikkan ke atas bangunan yang paling tinggi di satu kampung,  kemudian dilemparkan darinya dengan posisi pundak di bawah,  lalu dilempari dengan bebatuan.”

Bagaimanapun juga hukum homoseks adalah haram karena melanggar norma-norma agama dan masyarakat. walaupun dalam hukum Islam seharusnya pelaku homoseks harus dirajam akan tetapi dalam perkembangannya di zaman modern masyarakat cenderung menyikapinya dengan acuh tak acuh dengan alasan hmoseks merupakan urusan pribadi.[58]

 

c.   Pernikahan menurut  agama

 Saat terbaik untuk melangsungkan pernikahan  menurut pandangan islam adalah jika seseorang sudah mempunyai kematangan fisik dan psikis, namun aspek yang ditonjolkan adalah kematangan fisik dan pikiran.[59]

Ada beberapa jenis-jenis pernikahan menurut islam:

a)   Nikah syighor; seorang wali mengawinkan putrinya dengan seorang laki-laki dengan tanpa mahar.

b)   Nikah mut’ah / Kawin kontrak Yakni menikah dalam waktu tertentu saja sesuai dengan kesepakatan dalam akadnya.

c)   Nikah Muhallil Yakni nikah untuk mengakali hukum Allah.

d)   Nikah siri,  Kata siri berasal dari bahasa Arab yaitu ”sirri” atau ”sir” yang berarti rahasia. Keberadaan nikah siri dikatakan sah secara agama tapi tidak sah menurut negara karena pernikahan tidak dicatat di Kantor Urusan Agama.Istilah nikah siri atau nikah yang dirahasiakan memang sudah dikenal di kalangan ulama. Dahulu yang dimaksud dengan nikah siri yaitu nikah yang sesuai dengan rukun-rukun nikah dan syaratnya menurut syari’at,  hanya saja saksi diminta tidak memberitahukan terjadinya nikah tersebut kepada khalayak ramai,  kepada masyarakat,  dan dengan sendirinya tidak ada walimah al-‘Ursy.

Menurut terminologi fikih Maliki,  nikah siri ialah:Nikah yang atas pesan suami,  para saksi merahasiakannya untuk istrinya atau jamaahnya,  sekalipun keluarga setempat.

Mazhab Syafi’i dan Hanafi  tidak membolehkan nikah siri. Menurut Hambali,  nikah yang telah dilangsungkan menurut ketentuan syariat Islam adalah sah,  meskipun dirahasiakan oleh kedua mempelai,  wali dan para saksinya. Hanya saja hukumnya makruh. Menurut suatu riwayat,  Khalifah Umar bin al-Khattab pernah mengancam pelaku nikah siri dengan hukuman had. Nikah siri menurut terminologi fikih tersebut adalah tidak sah,  sebab selain bisa mengundang fitnah juga bertentangan dengan hadis nabi saw:

Adakanlah walimah sekalipun dengan hidangan seekor kambing.

Di kalangan ulama sendiri,  nikah siri masih diperdebatkan,  sehingga susah untuk menetapkan bahwa nikah siri itu sah atau tidak. Hal ini dikarenakan masih banyak ulama dan juga sebagian masyarakat yang menganggap bahwa nikah siri lebih baik dari perzinahan. Padahal jika dilihat dari berbagai kasus yang ada,  nikah siri tampak lebih banyak menimbulkan kemudharatan daripada manfaatnya.  Dari nikah siri yang mereka lakukan,  tidak sedikit yang akhirnya bermasalah terutama bagi pihak wanita.[60]Sedangkan status anak nikah siri karena tidak dicatat oleh negara maka status anak dikatakan di luar nikah. Namun secara agama hal status anak dari hasil nikah siri mendapat hak sama dengan anak hasil perkawinan sah.[61]

 

d. Alkoholisme

masalah alkholisme dan pemabuk pada umumnya tidak berkisar pada apakah alkohol itu boleh atau dilarang. Suatu masalah soaial yang secara sosiologis sangat penting  adalah pengaruh  orang mabuk terhadap  kehidupan keluarga. Intinya adalah apabila pola minum – minuman keras dalam batas wajar maka tidak disebut sebagai penyimpangan sosial akan tetapi apabila melebihi dosis hingga peminum mabuk,  maka hal demikian dianggap sebagai masalah sosial.[62]

d.   Abrosi

Dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan bahwa makna Aborsi adalah pengguguran. Aborsi ini dibagi menjadi dua :

Pertama : Aborsi Kriminalitas adalah aborsi yang dilakukan dengan sengaja karena suatu alasan dan bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.

Kedua : Aborsi Legal,  yaitu Aborsi yang dilaksanakan dengan sepengetahuan pihak yang berwenang.

Menurut medis Aborsi dibagi menjadi dua juga :

1.   Aborsi spontan : yaitu aborsi secara secara tidak sengaja.

2. Aborsi buatan ( Aborsi Provocatus ),  yaitu aborsi yang dilakukan secara sengaja dengan tujuan tertentu. Aborsi Provocatus ini dibagi menjadi dua :

a.   Jika bertujuan untuk kepentingan medis dan terapi serta pengobatan,  maka disebut dengan Abortus Profocatus Therapeuticum.

b.   Jika dilakukan karena alasan yang bukan medis dan melanggar hukum yang berlak,  maka disebut Abortus Profocatus Criminalis. [63]

Pandangan hukum ulama mazhab Syafi'i dalam menyikapi masalah aborsi terbagi menjadi dua:

1)  Ulama yang mengharamkannya setelah janin berusia 40 hari,

2)   Ulama yang mengharamkannya sejak awal apapun. Pandangan hukum mazhab Hanafi terbagi menjadi dua: 1. Ulama yang membolehkan secara mutlak sebelum janin berusia 120 hari,  2. Ulama yang membolehkan sebelum 120 hari dengan disertai uzur yang kuat. Ulama mazhab Syafi'i dan Hanafi dalam menetapkan hukum tentang abortus provocatus sama-sama menggunakan metode qiyas (analogi).

وَلاَ تَقْتُلُواْ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللّهُ إِلاَّ بِالحَقِّ

“ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya),  melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. “ ( Q.S. Al Israa’: 33 )

Mazhab fiqih syafi'i mengeluarkan pandangan mengenai hukum tindak perbuatan aborsi adalah sikap penolakan ulama terhadap hukum,  kebijakan medis kurang memperhatikan kesehatan reproduksi perempuan, selain itu perangkat hukum kurang egalitarian sehingga para tenaga medis bersikap diskriminatif dalam melayani kasus kehamilan yang tidak dikehendaki

 

C.      Nilai Sosial Ekonomi

Sosiologi  dalam bidang ekonomi adalah telaah objektif dan ilmiah tentang manusia dalam masyarakat,  telaah tentang lembaga-lembaga dan pelaku ekonomi. Masyarakat merupakan objek kajian dari ilmu sosiologi masyarakat dalam segi ekonomi menitik beratkan pada usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan materialnya dari bahan-bahan yang terbatas persediannya. Usaha-usaha apa yang harus dilakukan dalam menaikkan industri,    produksi bahan sandang  untuk memenuhi kebutuhan manusia.  Dan juga memecahkan masalah-masalah yang mungkin timbul.[64]

Menurut webber Stratifikasi sosial atas dasar ekonomi adalah stratifikasi sosial yang diukur dari perbedaan tingkat pemilikan atau penguasaan sumber produktif. Setiap zaman dicirikan dan distrukturkan oleh tipe-tipe produksi dan kepemilikan yang berhubungan dengannya. Pembagian masyarakat menjadi tuan dan budak,    bangsawan dan hamba,    pengusaha dan buruh,    tidak berakhir hanya pada tatanan produksi melainkan menjalar kewilayah – wilayah kehidupan orang lain.[65]

Kelas adalah paraler tanpa membedakan apakah dasar lapisan-lapisan itu faktor uang,  tanah,  kekuasaan atau dasar lainnya. Kata kelas sering kali digunakan untuk lapisan yang berdasarkan atas unsur ekonomi. Kelas sosial adalah semua orang / keluarga yang sadar akan kedudukannya di dalam suatu lapisan,  sedangkan kedudukan mereka itu diketahui serta diakui oleh masyarakat umum.[66]

Max Webber membedakan antara dasar ekonomi dan dasar sosial. Ukuran yang bisaa dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat adalah ukuran kekayaan,  ukuran kekuasaan,  ukuran kehormatan dan ilmu pengetahuan. Joseph schumpeter mengatakan bahwa terbentuknya kelas dalam masyarakat karena diperlukan untuk menyesuaikan masyarkat dengan keperluan-keperluan yang nyata,  akan tetapi makna kelas dan gejala-gejala kemasyarakatan lainnya hanya dapat dimengerti  dengan benar apabila diketahui riwayat terjadinya.[67]

Menurut Marx,    selama masyarakat masih terbagi atas kelas-kelas maka,  maka pada kelas yang berkuasalah yang terhumpun segala kekuatan dan kekayaan. Dan selama masih ada kelas yang berkuasa maka tetap terjadi eksploitasi terhadap kelas yang lebih lemah. Oleh karena itu selalu tibul pertikaian antara kelas-kelas tersebut,  pertikaian  akan berakhir apabila salah satu kelas ( yaitu kelas ploretar menang ),    sehingga terjadilah masyarakt tanpa kelas.

Persaingan dibidang ekonomi timbul karena terbatasnya jumlah persediaan dibandingkan jumlah konsumen. Persaingan  berrtujuan untuk mengatur produksi  dan disribusi. persaingan adalah salah satu cara untuk memilih produsen-produsen yang baik. Bagi masyarakat hal demikian dianggap menguntungkan,  karena produsen yang terbaik akan menghasilkan produk yang baik pula dengan harga yang miring. Akan tetapi dalam kenyataan di masyarakat. perusahaan – perusahaan besar yang awalnya bersaing kemudian harus bekerjasama untuk dapat memonopoli pasar. Selain itu persaingan seringkali hanya menambah biaya dan membuang tenaga.[68]

Pertenangan antara kelas-kelas sosial pada umumnya disebabkan oleh perbedaan kepentingan misalnya perbedaan kepentingan antara kaum borjuis dan kaum ploretar.[69] Dalam sebuah kekuasaan para penguasa menjalan kan misinya dengan berbagai cara. penguasa berusaha  untuk menguasai kehidupan masyarakat. dengan jalan menguasai ekonomi serta kehidupan rakyat tersebu.[70]

Ekonomi sosialis, kaum sosialis menganggap sesama manusia harus hidup dengan harmonis dengan alam dan dengan sesama manusia. mereka juga mengaggap bahwasanya keserakahan manusia harus diubah. Maka dari itu Haji Abu Hamid berusaha mengurangi bahkan menghilangkan sifat- sifat serakah yang muncul diantara sebagian pelanggannya.[71]

Masalah – masalah yang dianggap sebagai masalah sosial oleh masyarakat tergantung dari sistem nilai sosial masyarakat tersebut. Akan tetapi ad beberapa pesoalan yang dihadapi oleh masyarakat – masyarakat pada umumnya sama yaitu:

a.   Kemiskinan

Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf  kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.  Kemiskinan dianggap sebagai  masalah sosial,  apabila perbedaan kedudukan ekonomis para warga masyarakat ditentukan secara tegas. Pada masyarakat modern yang rumit,  kemiskinan menjadi suatu problema sosial karena sikap yang membenci kemiskinan. Sebenarnya seseorang bukan merasa miskin karena kurang makan,  pakaian atau perumahan,  tetapi karena harta miliknya tidak cukup untuk memenuhi taraf kehidupan yang ada. sebab-sebab timbulnya problema tersebut adalah karena salah satu lembaga kemasyarakatan tidak berfungsi dengan baik dalam hal ini lembaga ekonomi.

 

b.   Disorganisasi keluarga

Disorganisai keluarga adalah perpecahan keluarga sebagai suatu unit,  karena anggota – anggotanya gagal memenuhi kewajibannya yang sesuai dengan peranan sosialnya. Disorganisasi keluarga mungkin terjadi karena konflik peranan sosial atas dasar perbedaan ras,  agama atau faktor sosial-ekonomis. Pada hakikatnya,  disorganisasi keluarga pada masyarakat yang sedang dalam transisi menuju masyarakat modern dan kompleks,  disebabkan keterlambatan untuk menyesuaikan diri dengan situasi sosial ekonomis yang baru.

Suatu tindak kejahatan dilatar belakangi oleh permasalahan dibidang ekonomi hal ini dikarenakan pergulatan utama manusia adalah pergulatan untuk memenuhi kebutuhan materilnya dan disaat lapangan pekerjan berkurang maka manusia mulai mencari cara untuk memenuhi kebutuhan materilnya.

c.   Pelacuran

Tabet (1989) dan Phaterson (1990) dalam Koentjoro (2004) mengatakan bahwa pelacuran merupakan suatu jenis perburuhan seks perempuan yang membentuk suatu kotinum dari mulai pertukaran jangka pendek uang dan seks,  barang dan seks,  hingga pertukaran jangka panjang seks dengan pelayanan domestik dan reproduksi seperti dalam pernikahan. Perempuan/pria berperan sebagai budak dan dibayar oleh laki-laki atas jasa seks mereka.[72]

Sebab terjadinya suatu tindak pelacuran dapat dilihat dari dua sisi yaitu faktor yang pertama dapat disebutkan nafsu kelamin yang besar,  sifat malas dan keinginan untuk hidup mewah,  sisi kedua adalah faktor ekonomis,  urbanisasi yang tidak teratur,  keadaan perumahan yang tak memenuhi syarat. sebab utama sebenarnya adalah konflik mental,  situasi hidup yang tidak mneguntungkan pada masa anak-anak dan  kepribadian yang kurang dewasa,  ditambah dengan tingkat pendidikan yang rendah.[73]

 

 

D.  Nilai Sosial Politik

Konsep pokok mengenai politik adalah "negara (state), kekuasaan (power), pengambilan keputusan (decision making), kebijaksanaan (policys beleid) dan pembagian (distribution) atau alokasi (allocation)". sosiologi politik adalah ilmu tentang kekuasaan,  pemerintahan,  otoritas,  komando,  di dalam semua,  masyarakat manusia bukan saja di dalam masyarakat nasional.[74]

Ilmu politik mempelajari suatu segi khusus pula dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan.politik.[75]

Objek sosiologi adalah masyarakat,  apabila dilihat dari segi ilmu politik, istilah rakyat dipakai untuk membedakan rakyat dengan pemerintahnya,  pemerintah yang menguasai dan rakyat yang diperintah.[76]Dari sini lah muncul hukum-hukum yang berlaku dalam pemerintahan. Politik menentukan hukum dalam suatu negara yang kemudian diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, menurut durkheim hukum adalah kaidah kaidah yang bersanksi yang berat ringannya tergantung pada sifat pelanggaran, anggapan serta keyakinan masyarakat tentang baik dan buruk suatu tindakan.[77] suatu unsur yang menyebabkan masyarakat berdinamika adalah adanya sitem hukum yang identik dengan moral, dan didasarkan pada keadilan.[78]

Sistem yang kaku dan terikat dan terikat pada peraturan-peraturan yang ketat menyebabkan  timbulnya suatu elite yang mempunyai kepentingan-kepentingan besar,  tidak adanya keseimbangan dalam keeadilan dsb. Contohnya adalah elite politik Kekuasaan tertinggi bisaanya ada dalam suatu kelompok yang bernama negara. Negara mempunyai kekuasaan untuk membagi-bagi derajat kekuasaan yang lebih rendah yang dinamakan kedaulatan. kedaulatan bisaanya dijalankan oleh segolongan kecil masyarakat yang menamakan diri the rulling class.[79]  sedangkan  wewenang adalah kekuasaan yang ada pada diri seseorang atau sekelompok orang,  yang mempunyai dukungan atau mendapat pengakuan dari masyarakat. Max webber membedakan wewenang kedalam wewenang kharismatik merupakan wewenang yang didasarkan pada kharisma,  yaitu  suatu kemampuan khusus  yang ada pada diri seseorang.[80]

Stastasifikasi dalam hal politik berarti stratifikasi sosial yang dibangun atas dasar kemampuan untuk mempengaruhi orang lain,  memaksa kehendak kepada orang lain meskipun terdapat perlawanan dari orang lain. [81]

Dalam sebuah sistem pemerintahan negara terjadi berbagai kejanggalan-kejanggalan yang datang seiring berjalannya waktu. Sehingga secara tidak langsung para penguasa tidak mampu membenahi masyarakatnya sendiri. Ketidakmampuan tersebut menyebabkan masyarakat yang   tidak puas membentuk komunitas-komunitas pribadi yang kuat dan berani sebagai pemmpin. Monarchy ( sistem pemerintahan dengan penguasa tunggal) adalah kekuasaan terkuat yang merupakan bentuk pertama komunitas manusia. Sehingga secara pribadi maupun kelompok akan sering menggerakan persengkongkolan serta penghasutan dan penyogokan akan sering terjadi.[82]

Penguasa dan pemerintah berusaha untuk membuat peraturan – peraturan yang harus ditaati oleh masyarakat,  dengan meyakinkan atau memaksa masyarakat untuk mentaati peraturan-peraturan yang telah dibuat oleh badan – badan yang berwenang dan yang sah.[83] Para penguasa bisaanya mempunyai keahlian di bidang-idang tertentu,  misalnya dbidang ekonomi,  politik militer dll. Menurut Ma lver ada tiga pola umum sistem lapisan kekeuasaan atau piramida kekuasaan yaitu tipe pertama adalah sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisah yang tegas dan kaku. Tipe seperti ini bisaanya dijumpai pada masyarakat berkasta. Tipe yang kedua tipe oligarkis,  masih mempunyai garis pemisah yang tegas. Akan tetapi dasar pembedaan kelas-kelas sosial ditentkan oleh kebudayaan masyarakat. Tipe yang ke tiga adalah tipe demokratis menunjukkan kenyataan akan adanya garis pemisah  antara lapisan yang sifatnya mobil,  kelahiran tidak  menentukkan seseorang,  yang terpenting adalah kemampuan dan kadang kdang juga faktor keberuntungan

Organisasi politik seperti partai politik dapat memberi peluang besar bagi para anggotanya untuk naik dalam pertanggaan kedudukan. Pada masyarakat yang demokratis dimana lembaga pemilihan umum memegang peranan penting dalam pembentukan kepemimpnan,  organisasi – organisasi politik mempunyai peranan yang sama walaupun dalam bentuk yang lainnya.[84]

 empat konsep dalam skema politik. Yaitu :

1. Sosialisasi politik adalah proses,  oleh pengaruh mana seseorang individu bisa mengenali sistem politik yang berlaku.

2. Partisipasi politik ialah keterlibatan individu sampai pada bermacam-macam tingkatan di dalam sistem politik.

3. Perekrutan politik adalah proses dengan mana individu-individu menjamin atau mendaftarkan diri untuk menduduki suatu jabatan.

4. Komunikasi politik ialah proses dimana informasi politik yang relevan diteruskan dari suatu bagian sistem politik kepada bagian lainnya.[85]

Persaingan kedudukan dan peranan didalam diri seseorang mupun di dalam kelompok terdapat keinginan-keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan yang terpandang. Keinginan tersebut dapat terarah pada  suatu persamaan derajat Dengan kedudukan serta peranan pihak lain,  atau bahkan lebih tinggi.[86]

pertentengan adalah suatua alat untuk menyesuaikan norma norma dengan keadaan dan kondisi baru sesuai perkembangan masyarakat. pertentangan dibidang politik bisaanya menyangkut antara golongan golongan dalam suatu masyarakat, maupun antar negara negara yang berdaulat`.[87] in grup adalah suatu kelompok yang dimana seseorang itu bernaung sedangkan out grup diartikan kelompok yang menjadi lawan.[88]

Terjadinya revolusi menyebabkan masyarakat yang mendiami daerah tertentu terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Peperangan dengan pihak lain dapat menyebabkan terjadinya berbagi perubahan – perubahan karena bisaanya kelompok yang menang akan memaksakan kebudayaannya kepada yang kalah. Dan otomatis akan menimbulkan perubahan-perubahan yang besar terhadap masyarakatnya.[89]

tipe-tipe budaya politik dalam suatu masyarakat atau bangsa dapat diketahui melalui tipe-tipe budaya politik yang ada. Yaitu

Budaya politik parokial ditunjukkan oleh frekuensi terhadap keempat jenis objek politik yang mendekati nol.

Beberapa ciri yang menonjol dari budaya politik parokial diantaranya sebagai berikut:

a.      Tidak adanya peran-peran politik yang bersifat khusus.

b.     Orientasi parokial juga memperlihatkan ketiadaan harapan terhadap perubahan-perubahan.

c.      budaya politik subjek

d.     Budaya Politik Partisipan

Tipe budaya politik partisipan adalah satu bentuk budaya yang anggota-anggota masyarakatnya cenderung memiliki orientasi yang nyata terhadap sistem secara keseluruhan,  struktur dan proses politik serta administratif (objek-objek input dan output). Dengan kata lain,  tipe budaya politik ini ditandai oleh anggota masyarakat atau warga negara yang memiliki pengetahuan dan kesadaran politik,  perhatian dan kepedulian terhadap keseluruhan objek-objek politik yang sangat tinggi. Meskipun mereka sendiri bisa saja bersikap positif atau negatif terhadap objek-objek politik tersebut.[90]



BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

1.   Biografi Alaa Al-Aswany

Alaa Al-Aswany adalah seorang penulis Mesir,  dan anggota pendiri gerakan politik Kefaya.Alaa Al Aswany lahir pada tanggal 26 Mei 1957. Ibunya,  Zainab,  berasal dari keluarga bangsawan; pamannya Pasha adalah seorang Menteri Pendidikan sebelum revolusi Mesir 1952.Ayahnya,  Abbas Al-Aswany berasal  dari Aswan.Seorang pengacara dan penulis yang karismatik.

Al-Aswany mengambil jurusan dokter gigi di Kairo Univ. (grad. 1980) dan Univ. of Iinois di Chicago (MS,  1987). Al-Aswany saat ini menjalankan profesi sebagai  dokter gigi di Garden City Kairo. Ia fasih dalam berbicara bahasa Arab,  bahasa Inggris,  Perancis dan Spanyol. Ia belajar sastra Spanyol di Madrid.[91]

Al-Aswany menikah dengan istri pertamanya di usia dua puluhan,  seorang dokter gigi,  dan memiliki putra bernama Seif,  mereka kemudian bercerai. Ketika ia berusia 37 dan kemudian menikah dengan Eman Taymoor  memiliki dua putri,  Mai dan Nada.

Selain menjadi dokter gigi,  Alaa aktif sebagai sastrawan,  tulisannya kerap muncul diberbagai media cetak di Mesir.. Novel apartemen yacoubian merupakan novel kedua. Yang menceritakan kehidupan ironis mesir setelah revolusi. Novel aparteman yacoubian tlah diterjemahkan ke dalam 31 bahasa. Dan telah di film kan dengan judul sama.Nama Al-Aswany juga dimasukkan dalam daftar 500 orang  muslim paling berpengaruh  di dunia menurut pusat penelitian islam di Yordania,  Nomor satu dalam daftar  kebijakan luar negeri Top 100 pemikir Global 2011.Al-Aswany berpartisipasi dalam festival sastra biru Metropolis di Montreal,  Juni 2008 dan April 2010,

Alaa al-Asawny lahir dalam keluarga menengah keatas,  hal ini dibuktikan dengan tingkat pendidikannya,  ayah aswany merupakan seorang penulis dan pengacara,  mungkinhalinilah yang melatari kritik-kritiknya terhadap mesir,  tempat tinggal aswany dulunya merupakan wilayah peradaban eropa -mesir

Seperti yang telah dikutip dalam koran Guardian di Kairo,  Alaa Al Aswany, yang berpartisipasi dalam suatu unjuk rasa benar-benar tergerak oleh “keberanian besar” para demonstran,  dan tergerak oleh tekad mereka untuk melakukan satu hal – merubah rejim[92].Dari tulisan-tulisannya bisa diketahui bahwasanya aswany merupakan orang politik yang benci politik. Ia termasuk dalam golongan oposisi

Alaa al –aswanya merupakan warga mesir yang beragama islam,  hal ini dibuktikan dengan penghargaan yang berupa  500 orang muslim paling berpengaruh didunia. Akan tetapi dia sangat mengutuk keimanan kaum mesiryang menurutnya sangat berlebihan. Dan mngenyampingkan nilai-nilai kemanusiaan.

 

2.   Sinopsis Novel Imarat Ya’qubyan

Novel Imarat ya’qubyan merupakan Sebuah novel yang berlatar belakang sebuah kota bernama Kairo,  Mesir,  menceritakan kehidupan   para penghuni sebuah apartemen diKairo. Penulis   memulainya dengan sedikit riwayat distrik tempat apartemen itu dibangun,  pembangunan apartemennya,  riwayat harumnya hingga keterpurukannya, serta kehidupan beberapa penghuninya. Satu persatu pembaca diajak umtuk  mengikuti kehidupan para penghuni dan interaksi diantara mereka.  Sebagian diantaranya diselipkan ideologi dan paham politik,  ideology dan mencoba mengajak para kaum muslimin untuk membela agama.

Pada awalnya novel ini menceritakan tentang seorang pemilik apartemen yacoubian bernama Zaki Bey yang telah berusia 65 tahun akan tetapi belum juga menikah,  hal ini disebabkan baginya menikah adalah hal yang membuang-buang waktu,  walaupun dia tidak menikah akan tetapi  kebutuhan biologisnya selalu terpenuhi hal itu dikarenakan watak Zaki Bey yang keras dan sangat mencintai wanita cantik juga minuman keras,  dia mempunyai seorang pembantu bernama abskahrun yang mana ia hanya mempunyai satu kaki. Cerita Zaki Bey trus mengalir dimulai dari kegemarnnya bermain wanita hingga pertengkarannya dengan kakak kandungnya yang membuatnya harus pergi dari sebuah flat mewah diapartemen yacoubian. Namun akhirnya berakhir dengan bahagia, Zaki Bey menikah dengan asisten pribadinya bernama Busainah mantan kekasih Thaha.

Cerita kedua berkisahkan tentang penghuni atas apartemen yacoubian yaitu sebuah perumahan besi yang dihuni oleh kaum pinggiran yang dulunya adalah kamar-kamar tempat untuk menyuci pakaian,  menjemur dsb bagi penghuni flat-flat mewah apartemen yacoubian tapi semenjak revolusi mesir dan tergulingnnya kerajaan mesir akhirnya rumah besi tersebut beralih fungsi menjadi kamar sewa para warga kampung nan kumuh. selain itu penulis menceritakan dengan sedetail-detailnya tentang semua tokoh dalam novel apartemen yacoubian. Kemudian penulis menceritakan tentang sebuah galeri bawah apartemen yang akhirnya beralih fungsi menjadi sebuah bar, pada masa sebelum revolusi daerah kairo sering disebut eropa dari timur sehinga banyak sekali bar-bar dan minuman keras dijual bebas,  setelah kerajaan digulingkan para orang-orang eropa dan konglomerat mesir pergi ke wilayah eropa Ketika gamal abdul nasser memegang pemerintahan, Mereka mengeluarkan fatwa pengharaman minuman keras dan penutupan bar-bar hal ini bisa jadi karena penduduk mesir merupakan masyarakat yang agamawan. Semenjak saat itu alkhol hanya ada di restoran-restoran mahal walaupun ada di bar- bar keci harganya sangat mahal dan berisi campuran-campuran yang kurang higienis.Para pemlik bar harus membuka tokonya secara sembunyi-sembunyi dan membayar suap yang mahal kepada polisi.

Cerita ketiga Tersebutlah komunitas homoseksual yang tersebar luas dimesir dan pemilik bar bawah apartemen merupakan seorang homoseksual asal eropa yang sering mengadakan pesta homoseksual bernama Aziz. Selain Aziz dalam beberapa bagian novel juga dceritakan tentang Hatim seorang anak homoseksual yang terlahir dari pernikahan antara orang eropa dan mesir yang kedua orang tuanya adalah pembisnis yang sangat sibuk,  sehingga ia hanya ditemani oleh pembantu kesayangannya bernama Kamal al-fuli seorang homseksual dari kampung, Hatim diajari homoseksual dan hal tersebut berlangsung sampai ia dewasa dengan banyak laki-laki   bahkan ia pun tak sungkan-sungkan memberikan bayaran yang sangat mahal.

Cerita keempat adalah cerita tentang persaingan politik antara Haji azam dan abdul hamid yang dua-duanya merupakan orang yang sangat kaya raya tapi dahulunya miskin,  mereka beranggapan bahwa apabila mereka menjadi seorang anggota dewan maka ia akan mendapatkan uang bermilar-miliar,  sehingga mereka menghalalkan segala cara termasuk menyusup ke dala petinggi partai dan masyarakat dengan memanfaatkan kemiskinan.

3.   Analisis Nilai - Nilai Sosial Dalam Novel Imarat Ya’qubyan

A.  Nilai Agama

Secara umum Agama mempunyai pengaruh besar dalam membentuk kepribadian seorang individu.

Dalam novel Imarat Ya’qubyan banyak fakta-fakta yang menujukkan tentang penyimpangan Agama yang beragam yaitu :

 

 

a.   Perzinahan

Perzinahan merupakan suatu tindakan seks yang menyimpang. Karena dilakukan bukan dengan pasangan sah. Dalam novel imarat Ya’qubyan terdapat beberapa prilaku perzinahan diantaranya:

“Zaki Bey melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya dengan karmila,  seorang kerabat sekaligus guru privatnya… sebagai penjelajah wanita Zaki Bey juga berhubungan seksual dengan bermacam-macam wanita dari berbagai kelas … antara kamila,  sebagai seorang wanita kelas bangsawan dan wanita miskin tersebut, Zaki Bey dapat merasakan cita rasa seksual yang berbeda. “

 “ segera siapkan hajat pertemuan ?!” perintah Zaki

 

Demikianlah Zaki Bey mengucapkannya dengan berapi-api. Raut  wajahnya memancarkan kemarahan. Antara keduanya memiliki kamus isyarat dan bahasa tersendiri. Kata pertemuan  yang dimaksud Zaki Bey adalah sebuah momen ketika Zaki Bey meniduri wanita teman kencannya,  demikian juga dengan kata “hajat “ yang berarti kebutuhan seks. Manusia merupakan makhluk yang bersegi jasmaniah dan rohaniah. Segi rohaniah manusia terdiri dari fikiran dan perasaan. Agama mempunyai pengaruh besar dalam membentuk kepribadian seorang individu. Bahkan adanya berbagai mazhab  di dalam satu agama melahirkan kepribadian yang berbeda beda di kalangan umat.

 

“Zaki Bey,  sang maestro wanita,  juga mengenal dekat Nyonya  Vanus. Keduanya pernah memiliki hubungan,  bahkan dalam tempo yang terbilang lama. Nyonya Vanus memiliki sisi ketaatan terhadap ajaran agamanya. Inilah yang menjadikannya kerap bersikap naïf. Selepas berhubungan badan,  setelah keduanya terkulai lemas dalam puncak kepuasan,  ketika nyonya Vanus terbaring lunglai diatas dada Zaki Bey,  wanita itu kerap merasa dosa. Dan sering kali,  selepas ia bercumbu dengan Zaki Bey,  ia bergegas mandi dan memakai baju rapi,  lalu berangkat ke gereja dan memohon ampun atas segala dosa.” ( hal : 39 )

Yahudi pada masa Perjanjian Baru,  khususnya pada masa Yesus menganggap negatif praktik pelacuran. Karena itu orang baik-baik bisaanya tidak mau bergaul dengan mereka bahkan menjauhkan diri dari orang-orang seperti itu. Walaupun vanus seorang yang ahi ibadah akan tetapi saat nafsu menguasainya,  ia melupakan semua atribut keagamaannya dan setelah hawa nafsunya hilang ia mulai merasa berdosa. Dalam al kitab diajarkan bahwasanya Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau,  cungkillah dan buanglah itu,  karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa,  dari pada tubuhmu de-ngan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Matius 5:28-29.Prilaku seks bebas dikalangan masyarakat modern bukan sesuatu yang baru,  hal ini disebab kan karena tingkat kebutuhan seksualitas yang tinggi dan sikap penasaran yang berlebihan.Durkheim berpendapat bahwa agama merupakan proyeksi pengalaman sosial. Menurutnya Agama merupakan institusi penting yang menopang integrasi sosial. objek kegamaan menurut durkheim tiada lain adalah kelompok sosial sendiri.

b.     Homoseksual

Selain perzinahan dalam novel Imarat Ya’qubyan,  diceritakan prilaku homoseksual. Dimana pelaku melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis. Diantara kutipan yang menggambarkan kegiatan homoseks yaitu :

“ inikah keputusan terakhirmu ?” Tanya Hatim  “ ya, ” jawab abduh dengan suara nyaring. wajahnya tampak mabuk akibat pengaruh bir., ” pinta Hatim. “ abduh menginaplah dirumahku malam ini “Tidak.” “malam ini saja.” “tidak.” “ baiklah bisakah kita berbicara dengan tenang ? bisakah kita saling memahami dengan pikiran jernih ?” “ aku tak bisa tidur bersamamu malam ini. sudah tiga kali aku terlambat datang ke barak wajib militer selama seminggu ini. Aku takut dihukum oleh atasanku, ” jawab abdu Rabbih dengan suara tertekan.

“ ini perkara gampang,  abduh.  Aku yang nanti berurusan dengan atasanmu, ’’ kata Hatim “ duh.. “ lenguh abduh  Abduh lalu meneguk bir yang masih tersisa didalam gelas. lalu ia bangkit dari duduknya dan menatap tajam Hatim ia bergegas keluar bar….. “

 

Dari sepenggal cerita diatas penulis mendapat gambaran bahwasanya Hatim adalah seorang homoseksual aktif yang sangat mencintai abduh seperti yang telah digambarkan abduh mempunyai perawakan yang kokoh,  tinggi besar dan berisi.Kegiatan seksual yang dilakukan oleh Hatim dan Abduh merupakan suatu kegiatan seks yang menyimpang. Dalam agama islam perbuatan tersebut sering disebut dengan perbuatan kaum luth. sebenarnya  Perilaku seksual yang normal dipengaruhi oleh empat faktor yaitu,  dorongan seksual,  pengalaman seksual sebelumnya,  lingkungan sosiokultural dan psikologis. Dalam kehidupan seksual faktor lingkungan memegang peranan penting terjadinya kegiatan seksual. Faktor lingkungan yang cenderung bebas dan rapat diantara masyarakat yang berlainan jenis kelamin akan memberikan dorongan seksual yang besar kepada individual untuk melakukan kegiatan seksual. Kegiatan seksual yang sudah pernah dilakukan akan menjadikan pengalaman kepada individu untuk mencoba melakukannya kembali.

 

“ Burghal yang kurang ajar rupanya.” “ kasihani orang yang mencintaimu dan tak mendapatkan kepuasan!”

“apa kau sudah selesai mengisap hartanya. ?”

 

Homoseks di mesir merupakan suatu komunitas yang besar,  dar teks diatas penulis menyimpulkan bahwasanya selain faktor biologis prilaku homoseks juga didasarkan atas kebutuhan ekonomi. Sipelaku cenderung melakukan hubungan seksual didasarkan atas kebutuhan ekonomi,  bukan atas dorongan nafsu semata. Seperti yang dikutip dalam artikel online kompas international dikemukakan bahwasanya 4 orang warga mesir ditangkap karena melakukan perbuatan homoseks dan dipenjara selama 8 tahun . Mesir sangat mengecam tindakan homosek begitu juga sebagian besar Negara timur tengah.

Esok paginya,  Hatim lebih dahulu bangun dari pada abduh. Ia berendam di bak mandi air hangat. Sambil menggosoki tubuhnya,  Hatim tersipu-sipu mengingat petualangannya semalam bersama abduh. Malam itu betul-betul mabuk akibat anggur yang terlalu banyak ditenggaknya sehingga hasrat seksnya betul-betul terasa ganas. Selepas mandi air hangat,  Hatim lalu menghanduki dirinya. Ia berdiri di depan cermin kamar mandi sambil tersipu-sipu. Ia pun mulai meluluri bagian tertentu dari wajahnya dengan krim,  lalu mencukur janggut dan kumisnya,  juga bulu cambangnya. “ah,  tapi hari ini adalah hari-hari wajib militerku. Anak istriku di kampung juga tentunya akan menantikan kedatanganku. Aku belum memberi kabar mereka. Aku takut mereka khawatir, ” kata abduh. Hatim pun menanggapinya dengan senyum simpul. Ia lalu bangkit. Dirogohnya kantong celananya,  lalu ia beberapa helai uang kepada abduh. “ambilah.” Kirim ini untuk anak dan istrimu. Apa pun kebutuhanmu akan aku penuhi. Besok,  kita bertemu dengan petinggi militer di markasmu dan bicara lebih jauh tentang urusanmu di sana. Jangan khawatir gara-gara hubungan ini.” ( Hal 123 - 126 )

 

Kegiatan seksual yang menyimpang bukan hanya berdampak pada biologisnya semata akan tetapi dalam prilaku sehari-haripun akan terbawa. Apabila kegiatan seksual ini dilakukan secara negatif,  maka akan memberikan dampak psikologis terhadap perilaku seksual. Dampak dari psikologis yang negatif bisa menyebabkan individu menjadi homoseksual   atau lesbian. Beberapa faktor lain penyebab terjadinya homoseksual antara lain adalah: Faktor biologis,  berupa gangguan pada otak,  Faktor psikodinamika,  yakni gangguan perkembangan psikoseksual pada masa kecil,  Faktor sosiokultural,  yakni keharusan atau kebisaaan budaya setempat,  Faktor lingkungan yang mendorong melakukan hubungan homoseksual.

Faktor ekonomi tak selamanya menjadikan manusia buta. Akan tetapi faktor keagamaan yang telah mendarah daging menjadikan pembatas antara kebutuhan dan dosa. Hal ini digambarkan dalam :

“ Hal ini lah yang membuat abduh pergi meninggalkan Hatim,  alasannya tidak lain karena Hatim takut untuk terjerumus kedalm lembah hitam terus menerus.”

 

Dari sepenggalan teks diatas menggambarkan bahwasanya Abduh berusaha untuk keluar dari jerat homoseks akan tetapi ia kembali lagi karena alasan ekonomi. abduh merupakan seorang yang taat beragama hingga ia beberapakali mencoba untukkeluardari jerat homoseks hal ini termaktub dalam firman Allah yitu : ”Luth berdo’a. ‘Ya Tuhanku,  tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu’. Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira,  mereka mengatakan,  ‘Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini. Sesunguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim” [Al-Ankabut : 30-31]

“ Rasa rikuh yang di saat-saat pertama muncul kini telah hilangdan digantikan oleh kerinduan yang nikmat. Sekalipun Abduh kerap merasa berdosa. Abduh kini bergelimang harta,  kesejahteraan,  pakain baru,  dan makanan yang lezat. Tempat - tembat berkelas yang dalam mimpi pun abduh tak pernah bayangkan kini bisa ia kunjungi dan nikmati. Abduh selalu bersama Hatim ia merasa sumringah ketika berjalan dengan penampilan yang terlihat makmur. Disepanjang jalan,  ia saksikan tentara- tentara,  para lelaki dari pelosok desa miskin yang tengah mengikuti wajib militer. Ia memandangi mereka dari jauh dengan menyuguhkan senyuman,  seakan meneguhkan bahwa dirinya sudah berbeda dengan mereka yang kotor dan miskin,  sudah berbeda dengan mereka yang kotor dan miskin,  berdiri berjam-jam tanpa arti di bawah terik matahari yang begitu menyengat.”  (  hal - 203)

 

Tindak Homoseks membuat seorang yang awalnya dekat agama menjadi jauh dengan agama,  seseorang yang takut kepada Allah akan seanantiasa mendekatkan dirinya kepada Allah. Ketika seorang manusia melakukan banyak perbuatan dosa lama kelamaan akan menjadi jauh. Sehingga cenderung melihat orang lemah dengan sebelah mata. Dalam hal ini Abduh telah bergelimangan harta, ia rela menjual agama dan dirinya demi uang. Walau akhirnya ia menganggapnya sebagai sebuah kebutuhan biologis dan kebutuhan material.Sebenarnya dalam setiap agama mengharamkan hal tersebut. Allah berfirman: “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina.” (QS. Al-Furqaan: 68).

Fitrah manusia adalah menyembah Tuhannya. Maka disaat seorang hamba telah jauh dari Tuhan. Maka Tuhan akan mengingatkannya. Hal ini tergambar dalam kutipan teks dibawah ini.

“ Ada apa sayangku ?". " Aku takut, " ujar Abduh dengan suara pelan dan perasaan yang dalam."Takut pada siapa ?"."Tuhan Yang Mahasuci"." Kamu ini bicara apa,  sayang ?"." Tuhan yang maha suci. Aku takut Ia akan melaknat kita atas apa yang selama ini kita lakukan.""Maksud kamu apa abduh ?"." Sepanjang hidup,  aku paling dekat dengan agama orang- orang memanggilku syekh abdu Rabbih. Aku selalu shalat berjamaah dimasjid,  berpuasa Ramadhan,  dan semua puasa sunah aku lakukan sampai aku mengenalmu." Kamu ingin shalat ? Ayo,  kita salat kalau begitu."," Bagaimana aku salat,  sedangkan tiap malam aku menenggak bir dan tidur disampingmu ? Aku merasa Tuhan akan murka dan melaknatku"," Maksudmu,  Tuhan akan melaknat kita karena kita saling mencinta ?"," Tuhan melarang cinta seperti ini. Cinta seperti ini dosa besar. Besar sekali. Di desa kami memiliki imam masjid,  namanya syekh Darawi. Tuhan menyayanginya. Dia lelaki saleh dan taat,  sewaktu khatbah jumat,  ia mengatakan,  " janganlah kamu melakukan hubungan seks sejenis,  karena itu dosa besar. Arasy menjadi tergoncang karena murka Tuhan." (Hal - 206)

 

Abduh merasa takut dengan janji –janji dan hukuman Tuhan yang sewaktu-waktu bisa mengambilnya. Menurut alquran seorang yang melakukan perbuatan keji ia akan dilaknat oleh Allah SWT seperti firmannya Allah menggambarkan Azab yang menimpa kaum nabi Luth

$£Jn=sùuä!$y_$tRâöDr&$oYù=yèy_$yguŠÎ=»tã$ygn=Ïù$y$tRösÜøBr&ur$ygøŠn=tãZou$yfÏm`ÏiB9@ŠÉdfÅ7ŠqàÒZ¨BÇÑËȺptB§q|¡ByZÏ㚁În/u($tBur}Ïdz`ÏBšúüÏJÎ=»©à9$#7Ïèt7Î/ÇÑÌÈ

82. Maka tatkala datang azab Kami,  Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (kami balikkan),  dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,

83. yang diberi tanda oleh Tuhanmu,  dan siksaan itu Tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim[ [Hud : 82-83]

“ Inikah keputusan terakhirmu ?" Tanya Hatim "Yah,  " jawab abduh dengan suara nyaringwajahnya tampak mabuk akbiat pengaruh bir." Abduh,  menginaplah dirumahku malam ini,  " pinta Hatim ." Tidak. "." Malam ini saja "." Tidak ". ." Hatim cukuplah sudah. Tuhan menghukum kita. Anakku telah meninggal di tanganku. ""Maksudmu ?"." Tuhan telah melaknat dan mengutukku atas dosa-dosaku denganmu. "." Setiap orang yang anaknya mati berarti Tuhan menghukumnya?"."Ya. Tuhan berjanji dan tidak mengingkari. Aku melakukan kesalahan besar denganmu dan berhak menerima siksaan ini."."Siapa yang membuatmu menerima kata-kata ini ? Hadya istrimu ?" (Hal : 338)

 

Janji Allah yang telah dijelaskan dalamkutipan sebelumnya terjadi kepada Abduh. Saat ia mencapai puncak kebahagian Allah mengambil anak semata wayangnya. Sehingga Abduh selalu merasa bahwa kepergiaan anaknya adalah kesalahanya.pelaku seks yang berkepanjangan akan mengakibatkan dampak buruk bagi pelaku. Untuk seorang yang taat beragama lambat laun ia akan merasa bahwa dirinya sangat berdosa,  sehngga mencoaba menafikan agama,  jauh dari Allah hal ini disebabkan rasa takut yang muncul. Abduh merasa takut dengan janji–janji dan hukuman Tuhan yang sewaktu-waktu bisa mengambilnya. Individu mempunyai pengaruh terhadap  pengalaman dan pemahaman keagamaan untuk meningkatkan iman dan religiolitas (keberagamaan) masyarakat. Sebaliknya,  individu juga memiliki hak yang cukup untuk menolak preferensi agama.

Fenomena homoseksualitas tak mungkin. Ditutup-tutupi. Setiap anggota redaksi Le Caire tahu bahwa pemimpin mereka adalah seorang homoseks. Akan tetapi,  mereka tak sedikit pun merasa jijik dan menghinanya karena kelainan Hatim hanyalah bayangan kecil dari dirinya yang kuat dan terampil bekerja. Mereka mengetahui kelainannya itu,  tetapi tak menggubrisnya dalam interaksi sehari-hari dengannya. Hatim adalah seorang yang serius,  terampil,  kuat,  lebih dari pemimpin bisaanya”. ( Hal : 266 )

" Saya ingin mengajukan ide kepada anda,  bagaimana jika kita membuat liputan jurnalistik seputar fenomena homoseks di Mesir" Saya tak menilai tema ini penting untuk pembaca" " Justru ini penting. Dimesir terjadi kenaikan jumlah homoseks yang cukup signifikan. Sebagian diantara mereka menempati posisi tinggi di masyarakat dan penelitian ilmiah menyimpulkan bahwa seseorang dengan kelainan seks secara psikilogis tidak layak memimpin suatu pekerjaan di lembaga apa pun, , , , , , , , ".Serangan itu sangat keras dan tajam.  Hatim lalu menanggapinya. Dengan keras, " sebab pemikiranmu yang kuno merupakan salah satu sebab kegagalan jurnalistikmu selama ini."( Hal 267)

 

Bagaimanapun juga hukum homoseks adalah haram karena melanggar norma-norma agama dan masyarakat. walaupun dalam hukum islam seharusnya pelaku homoseks harus dirajam akan tetapi dalam perkembangannya di zaman modern masyarakat cenderung menyikapinya dengan acuh tak acuh dengan alasan hmoseks merupakan urusan pribadi. seharusnya seseorang yang menemukan pelaku homoseks harus dibunuh.

 

مَنْ وَجَدْتُمُوْهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمَ لُوْطٍ فَاقْتُلُوْا الْفَاعِلَ وَ الْمَفْعُوْلَ بِهِ

 

“Siapa saja di antara kalian mendapati seseorang yang melakukan perbuatan kaum Luth maka bunuhlah pelakunya beserta pasangannya.“[93]

“ Ia telah melewati hari-hari menyedihkan dan menyakitkan yang mendorongnya untuk mengotori diri dengan beberapa lelaki kotor yang tak jelas. Berkali-kali ia pelesir ke tempat- tempat mangkal kaum homoseks dan bertukar kerinduan dengan oarang-orang rendahan untuk mendapatkan teman kencan semalam serta tak akan melihatnya lagi setelah itu. Ia dihantui ancaman para homoseks pencoleng yang pernah merendahkan dan memukulinya dengan sadis di sebuah kamar mandi di distrik husain serta merampok jam tangan emas dan tasnya. Setelah malam yang gila itu,  Hatim mengurung diri di rumah selama beberapa hari tanpa berbicara dengan seorangpun. Ia mabuk dan menuangkan hidupnya. Mengenang kembali ayah dan ibunya yang ia benci seumur hidup.”  ( Hal ; 270)

Dari sepenggal  cerita diatas dapat diketahui bahwasanya setelah Abduh meninggalkan Hatim,  ia kerap dilanda kehampaan sehingga ia mencari pasangan homoseks ditempat-tempat pelacuran kaum homoseks. Semua itu hatim lakukan untukmemuaskan hasratnya walauterkadang ia mendapatkan diskriminasi. Dari kutipan tersebut dapat diketahui pula bahwasanya prilaku homoseks hatim disebabkan oleh disorganisasi keluarga karena kedua orang tua hatim tidak mempunyai banyak waktu untuk memperhatikan hatim karena kesibukan keduanya. Hal yang paling utama yang menyebabkan prilaku seks menyimpang tersebut adalah karena terjadinya  suatu disorganisasi keluarga yang disebabkan kuranganya komunikasi antara anggota-angotamya.  Dalam soekanto hal ini disebut dengan empty shell family.

“ Ia akan menyusuri jalan-jalan di wasth al-Balad setiap malam untuk menemukan pasangan kencan. Terkadang dia menemukan dari mereka yang bermental pencuri atau pendosa yang berani memukul dan merampok barang miliknya sebagaimana sering terjadi sebelumnya. Ia akan kembali lagi berkeliaran ke bar Chez Nouz untuk mencari laki-laki,  atau mungkin ke kamar mandi Gabalawi untuk memuaskan syahwat dan menanggung akibat buruknya. Kenapa Abduh hilang darinya setelah ia mencintainya dan merencanakan hidup bersamanya ? Apakah sulit untuk hidup dengan orang yang dicintainya dalam waktu lama ? Jika Abduh percaya kepada Allah,  tentu dia tidak akan meyakini bahwa apa yang ditimpanya adalah akibat perbuatan homoseksual sebab banyak orang homoseks bisa hidup bahagia dan tenang bersama pasangan mereka. Kenapa Abduh pergi begitu saja meninggalkan dirinya ? Begitu Hatim terus menerus berpikir.”  ( Hal : 326-327)

 

Dari kutipan teks diatas dapat diambil kesimpulan bahwasanya Hatim selalu merasa kesepian semenjak ditingal oleh Abduh sehingga ia berusaha mencari teman kencan dijalan. Prilaku seksual yang menyimpang dalam hal ini melakukan hubungan bukan dengan pasangannya. Allah mengajarkan umatnya untuk menjaga kelaminnya (hawa nafsu). agar tidak terjerumus kedalam lembah kemaksiatan yang akhirnya merugikandirinya sendiri. Allah membolehkam malakukan hubunganseks hanya kepada dua orang yaitu budak dan istri yang di nikahinya.Tindakan – tindakan  yang bisa diterapkan untuk mencegah timbulnya penyimpangan seksual  adalah Meningkatkan kesejahteraan keluarga. Perbaikan lingkungan,  yaitu daerah umum,  kampung – kampung miskin. Hal ini lah yang dilakukan oleh abduh meninggalkan Hatim agar ia terbebas dari seks menyimpang.

 

" Rezeki datang dari Tuhan. "." Tentu       dari Tuhan,  tetapi kewajibanku harus menolongmu meski hubungan kita berhenti. Meski perlakuanmu kasar,  Abduh,  aku merasakan kesusahanmu. "Abduh terdiam " Dengarkan,  kutawarkan padamu pekerjaan bagus supaya kaupikir matang-matang". " Aku merekomendasikan kamu bekerja menjadi bawwab di pusat kebudayaan prancis,  di Mounirah. Pekerjaannya bersih,  menyenangkan,  dan gajinya 500 pound sebulan". " Cek ini bernilai 1.000 pound untuk kebutuhanmu hingga kamu menerima pekerjaan. " Tangan Hatim mengeluarkan sehelai cek ke arah Abduh hingga akhirnya Abduh mengulurkan tangannya dengan pelan. Ia mengambil cek itu sembari berkata dengan suara pelan,  " terima kasih, " " Abduh,  aku tidak mengharuskan hubungan kita,  tapi aku punya satu permintaan.  " " Permintaan apa ?" Hatim mendekati Abduh hingga mendempetnya,  meletakkan tangannya di sekitar paha Abduh,  dan berbisik dengan suara yang bergairah, " menginaplah bersamaku malam ini,  satu malam saja,  sampai akhir malam. Aku berjanji kepadamu,  jika kamu datang bersamaku malam,  setelah ini kamu tidak akan melihatku selamanya. Aku mohon. " Abduh mengabulkan ajakan Hatim karena terpaksa. Kenyataannya,  semenjak meninggalkan kios dia tidak mendapatkan uang untuk menafkahi dirinya dan Hadya. Bahkan,  teh dan shisa yang dia isap ditanggung oleh pemilik kafe. Dia juga. Telah berutang kepada beberapa tetangga sebesar 3.000 pound dalam waktu tidal lebih dari 2 bulan.”  (Hal 340)

 

Dari kutipan teks diatasdapat diketahui bahwasanya Apa yang dilakukan abduh dengan meninggalkan hatim adalah perbuatan yang benar.Akan tetapi kebutuhan ekonomi akhirnya membuat Abduh kembali kepada Hatim. Menurut Marx,    selama masyarakat masih terbagi atas kelas-kelas maka,  maka pada kelas yang berkuasalah yang terhumpun segala kekuatan dan kekayaan. Dan selama masih ada kelas yang berkuasa maka tetap terjadi eksploitasi terhadap kelas yang lebih lemah. Hatim sebagai orang berduit memaksakan kehendaknya kepada abduh. Sedangkan abduh sebagai kelas bawah hanya mampu pasrah walaupun sesungguhnya ia tidak menginginkan hal tersebut.

c.      Alkohol

“ …Zaki Bey beranjak menuju ruang tengah,  mulutnya masih mengisap cerutu yang bersepuh opium. Mukanya tampak gelisah. Ia lalu meraih wiski dan menuangkannya ke dalam gelas yang telah berisi balok-balok kecil es. Diteguknya habis satu gelas,  lalu dua tiga hingga empat gelas ia tandaskan. rabab belum juga tiba..”

Dari sepenggal cerita diatas Zaki Bey berusaha menghilangkan kegelisahannya dengan meminum wisky atau yang bisaa disebut dengan alkhohol. Sebenarnya masalah akholisme dalam masyarakat tidak terlalu mengganggu selama tidak merugikan masyarakat yang lain,  walaupun  begitu dalam islam tetap diharamkan. Dalam al-Quran Surah Al Maidah : 90 dijelaskan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman,  sesungguhnya (meminum) khamar,  berjudi,  (berkorban untuk) berhala,  mengundi nasib dengan panah,  adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

" Ia mengadu ke pemerintah untuk melarangku memanfaatkan barang-barang dan hakku.  Lalu zaki mengalihkan pembicaraan,  Mau minum denganku ?"."Tidak terima kasih.. " Seumur - umur kamu belum pernah minum ?"." Ya,  belum." " Cobalah segelas saja. Awalnya pahit setelah itu akan terasa nikmat." " Terima kasih." " Oh,  alangkah ruginya ! Minum adalah hal yang indah. Oranh asing lebih tahu bagaimana menikmati dan menghargai minuman dibandingkan kita.'' ( Hal : 209-2010)

Dari sepenggal teks diatas dapat diambil kesimpulan bahwasanya,  seorang wanita harus pandai bergaul dan menjaga dirinya. Warga kota selalu memangkas suatu masalah. Sehingga saat mereka mempunyai masalah yang sukar maka mereka cenderung meminum-minuman keras. Sedangkan Busainah adalah penduduk desa yang anti meminum-minuman keras. Kebanyakan masyarakat kota terikat pada jaringan modernisasi. Hal ini lah yang menyebabkan penduduk kota lebih tahu cara menikmatialkhohol yang menurutnya dapat menenangkan pikiran. Menurut pendudukkota meminum alkhohol bukan merupaan masalah sosial. Sedangkan menurutBusainah yang merupakan penduduk desa meminum – minuman keras adalah hal yang dilarangbaik itu menurutagama maupun masyarakat dilingkungannya.

d.     Pernikahan

Pernikahan yang bisaanya didasarkan atas cinta kasih,  kepercayaan dll,  dalam novel apartemen yacoubian banyak diceritkan tentang pernikahan seperti beberapa kutipan teks berikut :

“ Masalah pun tidak berhenti sebatas mimpi saja. Ia mendadak memiliki kelainan syahwat. Setiap kali ia memandang wanita,  baik muda atau separuh baya,  syahwat kelelakiannya menjadi naik,  tak terkecuali beberapa pekerja wanita di perusahaan – perusahannya. Mereka mengetahui jika Haji Azzam tengah naik syahwat,  setidaknya dari cara Haji Azzam memandang mereka. Mengetahui tuannya sedang naik syahwat,  tak sedikit dari mereka yang semakin genit di hadapan Haji Azzam.” ( Hal : 81- 82)

“Syahwat yang meledak-ledak datang secara tiba – tiba itu sangat mengagetkan Haji Azzam dan membuatnya tidak nyaman. Pertama karena usianya yang telah melewati enam puluh tahun,  yang sudah tak mungkin memiliki syahwat sebesar itu. Keda karena selama ini Haji Azzam merasa hidupnya sangat lurus.” ( hal : 82)

“tetapi,  gejolak syahwat itu ternyata terus berlanjut. Bahkan,  semakin hari semakin menjadi-jadi. Istrinya senidiri,  Hajjah Shalihah,  menjadi terkaget-kaget.  Betapa tidak,  kini Haji Azzam kerap meminta Hajjah Shalihah melayaninya setiap malam dan diapun menjadi heran karena permainan Haji Azzam sangat liar. Ialebih kaget lagi ketika ternyata syahwat Haji Azzam tak tertuntaskan selepas hubungan badan dengan dirinya. Kerap kali hajjahsholihah menasihati hajjah azam.” ( Hal : 83 )

 Dari kutipan teks diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Haji azam adalah seorang yang taatberagama. Ia menganggap bahwa keanehan yangiaalami hanya sementara akantetapi pada akhirnya berjalan terus menerus,  dalam islam seorang pria diperbolehkan menikah lebih dari satu istri. Hal ini terbuki dari kutipan diatas haji Azam merasa hawa nafsunyamelonjak akan tetapi istrinya sudah tidak bisa lagimemenuhi kebutuhan biologis haji Azam maka haji azam diperbolehkan untuk menikahlagi.Poligami merupakan Suatu perkawinan dimana seorang suami mempunyai istri lebih dari satu,  dan ada banyak alasan yang mendasari bentuk perkawinan ini diantaranya: Ekonomi,  status sosial,  nafsu dsb.

“saya seorang lelaki tua. Saya takut jika saya menikah lagi saya akan menjadi bahan omongan orang – orang.” Timpal Azzam. “ sungguh,  Haji azam,  jika saya tidak mengenal anda lebih jauh,  tidak mengetahui keshalehan dan ketakwaan anda,  saya akan berburuk sangka kepada anda. Mana yang lebih baik menurut anda,  omongan orang – orang ataukah tidak disukai oleh Allah? Apakah anda hendak mengharamkan apa yang telah dihalallkan Allah? anda seorang lelaki yang berkecukupan,  kesehatan Anda juga normal. Dan sekarang,  anda tengah memiliki keinginan kepada wanita. Menikahlah lagi, dan berbuat adilah kepada kedua istri anda kelak. Sesungguhnya Allah menyukai ketika seorang hamba menjalani kemudahan yang telah ditetapkannya, ” kata Syekh Samman lebih jauh.”

 

Islam menyuruh umatnyauntukmendekati para alim ulama saat ia mempunyai masalah dengan kehidupannya. Langkahyang ditempuh olehHaji Azzammerupakanjalan yang sangat benar. Alasan kuat yang mendorongH Azzamuntuk menikah lagi adalah karena syahwatnya yangmemuncaksedangkan istrinyasudahtidakbisa lagi memuaskannya. Hal ini dibenarkan oleh agama seperti Firman Allah dalam surat an-Nisa ayat 3

÷bÎ)ur÷LäêøÿÅzžwr&(#qäÜÅ¡ø)è?Îû4uK»tGuø9$#(#qßsÅ3R$$sù$tBz>$sÛNä3s9z`ÏiBÏä!$|¡ÏiY9$#4Óo_÷WtBy]»n=èOuryì»t/âur(÷bÎ*sùóOçFøÿÅzžwr&(#qä9Ï÷ès?¸oyÏnºuqsù÷rr&$tBôMs3n=tBöNä3ãY»yJ÷ƒr&4y7Ï9ºsŒ#oT÷Šr&žwr&(#qä9qãès?ÇÌÈ

 Artinya : "Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya),  maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua,  tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil,  maka (kawinilah) seorang saja,  atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya" [An-Nisa : 3]

 

“ Sejenak Haji Azzam  terdiam,  tampak merenungi lebih jauh nasihat gurunya. percakapan keduanya pun berlanjut hingga keputusan Haji Azzam pun bulat,  ia hendak meikah lagi. tak lama kemudian ketiga anaknya datang,  Fawzi Azzam,  Qadri Azzam,  dan Hamdi Azam ikut bergabung dengan ayah mereka. Haji Azzam  meminta pendapat ketiga anaknya,  perihal rencananya hendak menikah lagi. Qadri Azzam dan Hamdi Azam  menyetujui anjuran syekh Samman agar ayah mereka hendaknya menikah lagi. Adaapun Fawzi,  anak sulungnya,  hanya diam,  tanda tak sepakat,  tetapi ia juga menghormati keputusan ayahnya. “kalaupun ayah hendak menikah lagi,  sebaiknya kita lebih berhati-hati agar kelak kita tidak salah pilih mendapatkan wanita yang maka akan menghancurkan hidup kita, ” kata Fawzi

 

Dari kutipan teks diatas dapat diketahui bahwasanya tindakan yang melatar belakangi terjadinya pernikahan siri adalah karena Haji Azam takut pernikahannya yang kedua diusaia senja dapat menghancurkan karirnya.walaupun sebenarnya dalam islam hukum pernikahan siri adalah makruh. Mazhab Syafi’i dan Hanafi juga tidak membolehkan nikah siri. Menurut Hambali,  nikah yang telah dilangsungkan menurut ketentuan syariat Islam adalah sah,  meskipun dirahasiakan oleh kedua mempelai,  wali dan para saksinya. Hanya saja hukumnya makruh. Menurut suatu riwayat,  Khalifah Umar bin al-Khattab pernah mengancam pelaku nikah siri dengan hukuman had. Nikah siri menurut terminologi fikih tersebut adalah tidak sah,  sebab selain bisa mengundang fitnah juga bertentangan dengan hadis nabi saw:

Adakanlah walimah sekalipun dengan hidangan seekor kambing.

Beberapa bulan kemudian,  sudah ada beberapa calon istri untuk Haji Azzam. Tetapi,  semuanya ia tolak sebab tidak ada yang masuk kriterianya. Akhirnya,  ia mendapatkan seorang calon bernama Suad Gaber,   Suad gaber menikah denagn seorang lelaki baik-baik. Suaminya bekerja di irak,  tetapi setelah perang Amerika-irak pada tahun 2002 lalu, kabar suaminya tidak terdengar lagi. Pengadilan pun memutuskan bahwa hubungan keduanya telah bercerai demi mneghindari fitnah. Suad Gaber pun menjadi janda.[94] Haji azam melakukan shalat istikharah guna meyakinkan lebih jauh pilihannya. Ternyata,   wanita yang hadir dalam mimpi Haji azam elepas ia melaksanakan salat istikharah itu adalah Suad Gaber. Dalam mimpi  Suad gaber tampak memakai jilbab dan anggun,  tidak telanjang sperti wanita-wanita yang kerap hadir dalammimpi-mimpi Haji Azzam dalam beberapa waktu terakhir ini. Haji selalu bertawakal kepada Allah,  memasrahkan segala urusannya kepada Tuhan. “ (halaman 86)

 

Dalam islam suatupernikahan tidak hanya didasari oleh cinta kasih akan tetapi seorang pria harus melihat seorang perempuan yang akan dinikahinya karena kecantikannya,  agamanya dan lain sebagainya. Selain dari faktor tersebut Haji Azam menikahi Suad karena ia inginmengangkat derajat Suad. Dalam islam seorang yang taat beragama selalumengambil keputusan secara berhati-hati.  Dalam islam dijelaskan tentang wanita mana yang patuuuntukdijadikan seorangistri. Hal ini termaktub dalam hadis. Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُنْكَحُ المَرْأةُ لأَرْبَعِ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وجَمَالِهَا ولِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذاتِ الدين تَرِبَتْ يَدَا

“Wanita dinikahi karena empat perkara,  karena hartanya,  karena martabatnya,  karena kecantikannya,  dan karena agamanya,  maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang baik agamanya (jika tidak kau lakukan) maka tanganmu akan menempel dengan tanah”

Haji Azzam kemudian mengunjungi keluarga Suad Gaber di Iskandariah dan melamarnya. Hamid, kakak  tertua Suad Gaber,  bertindak sebagai wakil keluarga pihak wanita. Kedua belah pihak pun bersepakat atas pernikahan Haji Azzam dan Suad Gaber. Tetapi sebagai pembisnis,  Haji Azzam mengajukan beberapa syarat dan ketentuan pernikahan. Pertama,  setelahmenikah nanti Suad harus hidup dikairo menemani Haji Azzam dengan meninggalkan anaknya. Anak tunggal suid gaber akan tinggal bersama neneknya  di iskandariah. Suad hanya diperbolehkan mengunjungi anaknya setiap ada  kesempatan yang layak. Kedua,  status pernikahan keduanya adalah nikah sirri sehingga istri pertamanya,  Hajjah Shalihah sekalipun tidak mengetahui pernikahan Haji Azzam dengan Suad Gaber. Jika kelak istri tuanya mengetahui pernikahan mereka dan terjadi pertengkaran keluarga maka Haji Azzam akan menalak Suad. Ketiga,  Haji Azzam tak hendak memiliki anak dari Suad. Keempa,  Haji Azzam akan membayar mahar secara kontan sebesar sepuluh ribu pound.Pernikahan keduanya pun berlangsung  esok harinya. ( Hal : 86-87)

Dari sepenggal percakapan diatas tergambat jelasbagaimana pernikahan siriyang dibumbuibeberapa perjanjian yang sebenarnya meruugikan pihak wanita. Nikah siri sering diambil sebagai suatu jalan keluar untuk menghindari perzinahan. Padahal kalau dilihat dari berbagai aspek, nikahsiri banyakmenimbulkan kemadharatan khususnyadipihak wanita. Nikah siri dikalangan ulama masih menjadi perdebatan. Karena nikah siri bisa saja menimbulkan fitnah.

e.       Aborsi

Lalu Suad tertawa,  menyandarkan diri di kepala tempat tidur sambil berkata dengan mimik muka yang begitu bahagia,  " sayang aku akan mengatakan sesuatu." " Sesuatu apa ?" " Ah,  anda melupakannya terlalu cepatm tentang sesuatu dimana anda pernah mengatakan sungguh mencintaiku." "Oh,  ya,  benar ! Ceritakanlah,  sebab malam ini pikiranku penuh dengah hal lain. Sayang,  ceritakan kepadaku tentang sesuatu itu." " Hari jumat aku pergi ke dokter." " Dokter? Bagus kalau begitu." " Aku merasa lelah." " Semoga Tuhan lekas memberimu kesehatan." Suad tertawa saja,  meralat ketidak pahaman Azzam. "Tidak. Lelahku adalah lelah yang membahagiakan." " Aku tidak paham" "Selamat,  Kekasihku. Aku hamil dua bulan." ( Halaman ;228)

Dari percakapan diatas tergambar jelas bagaimana suad yang akan menjadi seorang ibu. Dalam pernikahan yang dilandaskan atascintakasih suatu kehamilan akan disikapi dengan kebahagian yang tiada tara. Akan tetapi status anak dalam pernikahan siri tidak dicatat oleh Negara  maka status anak tersebut termasuk anak diluar nikah. Sedangkan menurutagama anak hasil perkawinan siri mendapatkan hak yangsama.dalam kutipan percakapan sebelumnya digambarkan bahwa mereka berdua dilarang mempunyai anak. Kutipan teksdiatasmerupakan awal mula dari praktek perbuatan aborsi.

" Kamu telah melanggarnya, Suad kukatakan sedari awal tak ada kata hamil.""Tuhan yang menghalalkan,  apakah kita harus mengharankan yang halal."" Sudah pikirkan lah dan berhentilah bersikap berlebihan !"" Tidak,  kalau begitu saya akan menceraikanmu."" Ceraikan saja."

Dalam  pernikahan siri seorang wanita selalu bertindak sebagai korban.karena sang wanita akan merasa terjepit apabila melenceng dariperjanjian semula. Dalam perjanjian pernikahan Haji azam melarang Suad untuk mempunyaianak. Akan tetapi pada akhirnyaSuad melanggarnya. Suad mencoba bertahan dengan kehamilannya walaupun Hazzam akan menceraikannya ia tidak peduli. Bagaimanapun alasannya menceriakan istri dalam keadaan hamil sah akan tetapi anak tersebut masih mempunyai hubungan secara agama dan Negara. Dalam hal iniyaitu masih dalam tanggung jawab Haji Azzam sedangkan HajiAzzam tidak menginginkan adanya anak karena takut merusak reputasnya sebagai anggota dewan.

Ketika HajiAzam sudah putus asa untuk membujuk Suad, ia meninggalkannya begitu saja dan pergi ke iskandariyah untuk menemui saudara laki-laki Suad,  hamid. Ia menceritakan semua yang terjadi." Bershalawatlah kepada nabi. Kita berdua anak dari nenek moyang negri ini. Janganlah anda membenci seseorang. Saya saudara lelakinya. Tidak mungkin saya memintanya untuk aborsi. Aborsi itu haram dan saya takut kepada Allah."  " Tetapi kita sudah sepakat." " Kita sepakat dan kita yang melanggar. Kita punya hak. Kita masuk dengan baik dan keluar dengan baik Maka,  berikan kepadanya hak-haknya dengan apa yang diridai Allah lalu talak dia."  " Istri taat kepada suaminya. Dalam hal yang dihalalkan,  syekh,  bukan yang diharamkan." " Saya berlindung kepada Allah dari segala yang haram,  anakku. Tidak ada taat bagi makhluk untuk berbuat maksiat." " Baik,  katakan pada saya,  syekh,  anda ingin saya menggugurkan kandungan,  bukan ?" HajiAzzam telah pusing dengan sikap suad yang menentangnya habis-habisan,  suad menganggap anak merupakan karunia tuhan. ( Hal 256)

Dari sepengal teks diatas terlihat jelas bagaimana seorang kakak menbantu adiknya untuk mempertahankan kehamilannya. Akan tetapi Haji Azam tetap ingin melakukan aborsi. Karena dalam perjanjianpernikahan tidak ada kata hamil. Dalam ajaran islam disaat seorang muslim mendapatkan suatu pertentangan maka jalan musyawarah lah yang harus ditempuh. Jika jalan musyawarah tetap tidak membuahkan hasil maka pihak ketiga sebagai penengah. Dalam surat al-Imranayat 159 dijelaskan betapa pentingnya bermusyawarah.

$yJÎ6sù7pyJômuz`ÏiB«!$#|MZÏ9öNßgs9(öqs9ur|MYä.$ˆàsùxáÎ=xîÉ=ù=s)ø9$#(#qÒxÿR]wô`ÏBy7Ï9öqym(ß#ôã$$sùöNåk÷]tãöÏÿøótGó$#uröNçlm;öNèdöÍr$x©urÎû͐öDF{$#(#sŒÎ*sù|MøBztãö@©.uqtGsùn?tã«!$#4¨bÎ)©!$#=Ïtätû,Î#Ïj.uqtGßJø9$#ÇÊÎÒÈ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar,  tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka,  mohonkanlah ampun bagi mereka,  dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad,  Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Dari kutipan teks diatasdapat dilihat betapa kuat perjuangan Suad dalam mempertahankan kandungannya. Selainkutipan diatas ada beberapateks yang menunjukkan sikap perlawanan Suad dan pembelaan Haji azzam  dalam maslah aborsi yaitu :

Anakku,  kamu bersepakat dengannya untuk tidak hamil. Haji Azzam orang besar dan keadaannya tidak memungkinkan hal itu"." Kalau begitu,  suruh dia menceraikan saya"." Jika dia menceraikanmu dalam keadaan hamil,  dia tetap punya kewajiban agama dengan anakmu." Jadi,  anda setuju saya aborsi?"'' Aborsi itu tidak boleh. Akan tetapi,  ada pandangan sebagian ulama yang memperbolehkannya jika dilakukan sebelum permulaan bulan keempat."" Siapa yang mengatakan ini ?"" Fatwa-fatwa yang sudah teruji dari ulama-ulama besar."Suad tertawa dan berkata dengan nada tinggi, " hahahahaha,  hanya ulama bangsat yang mengatakan fatwa demikian. Hanya ulama Amerika."Syekh samman melanjutkan." Anakku,  saya berlindung kepada Allah. Enyahkan setan dari dirimu. Saya tidak berpendapat dengan akal saya sendiri,  sekedar menukilkan pendapat ulama yang sudah teruji. Sebagian ulama mengatakan bahwa aborsi diperbolehkan sebelum menginjak bulan keempat dan tidak dianggap sebagai pembunuhan jika ada hal yang mendesaknya."" Jadi,  kalau saya aborsi maka hukumnya halal ? Siapa yang bilang seperti ini ? Saya tak akan percaya kecuali Anda bersumpah dengan Alquran." ( Hal 260)

Dari kutipan diatas tergambarjelas bagaimana kerasanya suad menolak untuk tidakmelakuakan aborsi karena dalam medis aborsi bisa membahayakan seorang wanita dan akibatnya bisa menyebabkan kematian. Ulama fiqih masih berdebat tentang Hukum aborsi sebagian ulama membolehkan sebelum kandungan berusia 4 bulan karena  belum adanya roh,  terlepas boleh atau tidaknya hukum aborsi,  seorang wanita akan tetap mempertahankan kehamilannya, karena ia merupakan darah dagingnya. Menurut hukum hal ini tentusajamelanggarhukum karena  aborsi yang akan dilakuakan bukan karena medis melainkan karenasuatu akd perjanjian semata. Aborsi yang akan mereka lakukan tergoong kedalam Abortus Profacatus Criminalitas.

" Hai para pendosa yang menggugurkan kandungan ! Aku akan mencari polisi yang jujur ! Aku akan tuntut kalian !"." Pintu lalu terbuka dan seorang dokter muda datang dikawal seorang perawat." Aku hamil dan kalian menggugurkan janinku?" Dokter itu tersenyum meski dikatakan penipu,  tampaknya ia khawatir akan kondisi Suad." Anda dalam keadaan lemah dan mengalami pendarahan. Sebaiknya Anda menenangkan diri karena emosi bisa menyakiti anda."

Dari kutipan diatas menjelaskan bahwa bayi yang dikandung oleh Suad telah digugurkan. Seperti yang telah diungkapkan diatas tentang hal buruk dari pernikahan siri adalah terabaikannya hak-hak wanita,  sehingga mereka tidak bisa melawan lebih kuat. Karena seorang pelaku pernikahan siri didominasi oleh kaum borjuis. Dan menjadikan kaum ploretar sebagai korbannya. Aborsi jenis ini merupakan aborsi kriminalitas karena dilakukan bukank arena undang-undang dan medis akan tetapi dilakukan karena alasan tertentu dalam hal ini abrosi kriminal dilakukan karena perjanjian akad nikah yang melarang adanya anak dalam pernikahan tersebut. Walau menurut agama hal ini diperbolehkan. akan tetapi sangat melanggar hak-hak wanita. Mazhab fiqih syafi’I mengharamkan praktek aborsi karena alas an kesehatan reproduksi dan kesehatan mental seorang wanita.

" Ayahku,  Haji Azzam,  menalak anda dan memberi lebih banyak dari hak-hak yang seharusnya anda dapatkan. Tuhan memperbolehkannya. Pembayaran dan nafkah ia yang menaggung,  serta masih ada tambahan dari kami. Hamid sudah membawa cek senilai 20.000 pound. Biaya perawatan sudah dibayar dan setiap keperluan Anda kami yang menaggungnya sampai saatnya nanti Anda pulang ke iskandariah." ( Hal 289-290)

Dari kutipan teks diatas terganbar jelas bagaimana seorang wanita yang dinikahi oleh seorang pria beragama dengan sebutan pernikahan siri. Berakhir  dengan kegetiran dan perceraian. Pernikahan yang mereka jalani tidak lain hanya sebuah akad semata. Dari kasus ini dapat digambarkan alas an para ulama memakruhkan hukum nikah sir. Karena lebih banyak memadharatkan wanita.

Selain pernikahan siri dalam novel Imarat yacoubian  menggambarkan tentang pernikahan syigorseperti yang tergambarkan dalam teks dibawah ini.

" Aku harus menikahi wanita yang tidak aku kenal ?" Begitulah Thaha menjawab tanpa berpikir. Lalu syekh bilal tersenyum. "Kamu akan mengetahuinya dengan izin Allah. Dia bernama Radlwasayyid Abul'Ala. Wanita islam teladan janda saudara Hassan Nuruddin dari Asyuth. Ketika suaminya syahid,  dia mengandung dan melahirkan anaknya yang masih kecil,  lalu ia ke sini untuk hidup bersama kita dengan kehidupan islami." ( Hal 304 - 307)

Thaha bertemu dengan Radlwa ditemani para akhwat. Ia berbicara dengannya cukup lama. Thaha tahu bahwa Radlwa lebih tua darinya tiga tahun. Ia terkejut dengan pengetahuannya yang mendalam tentang agama dan caranya yang tenang serta kelembutannya dalam berbicara. Ia berceritA kepadanya tentang dirinya dan mantan suaminya,  hassan Nurdin. Bagaimana para kafir berkomplot membunuhnya. " Setelah meninggalnya Hassan,  keluargaku hendak menjodohkanku. Aku tahu bahwa laki-laki itu adalah seorang insinyur kaya,  tetapi dia tidak pernah sembahyang  ". Thaha mendengarkan dan merasa Radlwa adalah orang yang jujur dan mengagumkan. Thaha mendengarkan dan merasa Radlwa adalah orang yang jujur dan mengagumkan., Syekh bilal memulai dengan kata-kata yang sudah bisaa diucapkan dalam pernikahan sebagaimana yang disyariatkan oleh Allah. Tangan Thaha dan Hamzah disatukan,  serta syekh terdengar mengulang-ngulang kalimat. Keduanya pun mengulanginya,  mengikutinya. Setelah selesai,  syekh berdoa,  " semoga Tuhan memberikan keberkahan bagi kebersamaan mereka dan ketakwaan kepada mereka,  serta memberi mereka karunia dan keterunan yang saleh. " Ia meletakkan tangannya di atas Thaha,  " semoga Tuhan memberkatimu dan menyatukan kalian dalam kebaikan. " ( Hal 319-321)

 

Dari teks diatas tergambar jelas bagaimana pernikahan yang dilaksanakan tanpa mahar. Bisaanya mahar pernikahan di tentukan oleh seorang wanita dan ketika sang wanita ikhlas untuk  tidak mendapatkan mahar maka dalam hal ini pernikahannya disebut dengan pernikahan syighor. Pernikahanini istimewa karena dilakukan dengan tanpa mahar. Dan bisaanya dilakukan untuk menaikkan derajat seorang wanita. Pernikahan yang tergambar diatas didasarkan atas keimanan yang tinggi halini tergambar disaat Thaha menyunting dan berkenalan dengan calon istrinya hanya didasar oleh rasa kagum ataspengetahuan keagamaannya. Dalam suatu riwayat dijelaskan bagaimana seharusnya seorang pria menikahi  seorang wanita.

تُنْكَحُ المَرْأةُ لأَرْبَعِ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وجَمَالِهَا ولِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذاتِ الدين تَرِبَتْ يَدَاك

“Wanita dinikahi karena empat perkara,  karena hartanya,  karena martabatnya,  karena kecantikannya,  dan karena agamanya,  maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang baik agamanya (jika tidak kau lakukan) maka tanganmu akan menempel dengan tanah”

B.  Nilai Sosial Ekonomi

a.Masyarakat desa dan masyarakat kota

“para lelaki yang kebanyakan datang dari pelosok – pelosok desa itu kerap merasa malu menyebut nama istri mereka dihadapan kawan mereka. Mereka menyebut istri-istri mereka dengan sebutan ayyal (induk)…….. “

Menurut para kaum pendatang nama merupakan masalah sosial karena menurut merka nama istri-istri mereka tidak sesuai dengan nama-nama yang bisaa mereka pakai dikota. Dan akhirnya muncul perubahan sosial diantara masyarakat. Perubahan tersebut bisa berupa kebaikan bisa juga menjadi hal yang negatif.Dari sepenggal teks diatasterjadi proses disorganisasi yang terjadi antara kebisaaan desa dan kebisaaan yang terjadi dikota proses reorganisasi berjalan dengan cepat dalam hal ini reorganisasi diwakili dengan penyebutan kata ayyal kepada istri mereka.

 “ Prosesi pembangunan apartemen tersebut berjalan sangat cepat,  tak lebih dari dua tahun. Setelah rampung,  Apartemen itu dan sang pemiliknya segera menjadi terkenal. ……….”

 

Dari kutipan teks tersebut tergambar jelas bahwasanya masyarakat yang terkandung dalam  novel imarat ya’qubyan adalah masyarakat dinamis  yaitu   masyarakat yang mengalami berbagai perubahan yang cepat. Mereka tidak memerlukan waktu yang lama untuk menciptakan peradaban. Sebelum revolusi masyarakat mesir cenderung menjadi masyarakat yang bergerak dengan cepat.

 

“Waktu itu,  para penghuni apartemen yacoubian terdiri dari berbagai kalangan bangsawan dan orang kaya,  para mentri kerajaan,  para saudagar,  pegawai pemerintah,  pengusaha-pengusaha asing termasuk keluarga jutawan yahudi.“ pada tahun 1952,  revolusi meledak. keadaan pun menjadi berubah secara mendadak. Beberapa perubahan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya terjadi. Mula- mula beberapa orang asing dan orang-orang yahudi memilih mengungsi meninggalkan mesir. Mereka pergi begitu saja,  mencari selamat dengan sisa kekayaan mereka yang masih melimpah akibat keadaan yang kacau balau. Flat mereka dikosongkan begitu saja  dan kemudian ditempati oleh beberapa pembesar serta perwira militer anggota dewan revolusi yang memegang  tampuk kepemimpinan Negara kala itu,  setelah mereka menggulingkan dewan kerajaan lewat revolusi.”

 

Dari kutipan diatasdapat diambil kesimpulan pula bahwasanya Penduduk di kota mengalami proses perubahan dengan sangat cepat. Revolusi merupakan suatu proses perubahan sosial  yang sangat cepat sehingga bisa jadi normayang dulu sudah hilang akan tetapi belum ada penggantinya. Sehingga muncul berbagai kehancuran dan perekonomian yang   kacau balau.Terjadinya revolusi menyebabkan masyarakat yang mendiami daerah tertentu terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Peperangan dengan pihak lain dapat menyebabkan terjadinya berbagi perubahan – perubahan karena bisaanya kelompok yang menang akan memaksakan kebudayaannya kepada yang kalah. Dan otomatis akan menimbulkan perubahan-perubahan yang besar terhadap masyarakatnyaproses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila perorangan atau kelompok sosial saling bertemu  dan menentukan sistem. Atau secara singkat proses sosial diartikan sebagai  pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama

Haji Abu hamid juga seorang pengusaha yang kaya raya yang pada mulanya seorang  yang miskin yang datang dari desa. Dulu ia hanya seorang buruh kasar dari pelabuhan port said. Dalam waktu kurang lebih 20 tahun Abu hamid menjadi seorang yang kaya raya,  dan akhirnya memutuskan untuk menjadi calon pemimpin di kasr el-nil.Namanya pun kerap muncul di koran – koran dan televisi,  setidaknya sejak toko-toko bajunya diberbagai daerah memberikan jilbab secara Cuma-Cuma kepada kaum wanita dengan syarat si wanita bersedia memakai jilbab dalam berpakaian kesehariannya. Para wanita itu pun diminta menukar bajunya yang pendek oleh toko baju itu dengan baju panjang dan jilbab. bisa jadi ini adalah bentuk dakwah disatu sisi,  tetapi di sisi lain hal ini busa jadi taktik bisnis Haji Abu Hamid.Saat itulah keberadaan toko al-Ridha wa al-Nour menjadi ramai digunjingkan dikalangan masyarakat mesir. Tak sedikit pula wanita yang memanfaatkan kesempatan ini. Sebagian wanita itu datang ke butik tanpa memakai jilbab,  padahal sesungguhnya mereka memakai jilbab dalam keseharian mereka datang ke toko tersebut dengan memakaibaju pendek yang sudah jelek,  yang bisa dibeli dipasar-pasar pakaian bekas dengan harga sangat murah,  lalu pihak toko pun memberikan mereka jilbab dan baju panjang yang harganya jauh lebih mahal.” ( hal : 163 )

Penguasa berusaha  untuk menguasai kehidupan masyarakat. dengan jalan menguasai ekonomi serta kehidupan rakyat tersebut. Masyarakat  kota cenderung menjadi masyarakat yang dinamis. Hal ini merupakan hal yang sangat positif. Kutipan diatas menunjukkan adanya sebuah perubahan sosial   hal ini merupakan proses  timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial seperti gejala ekonomi dengan agama. Yang kemudian  menghasilkan suatu fakta dimana masyarakat kaum bawah menmanfaatkan peluang tersebut untuk mendapatkan untung.   Sedangkan sistem ekonomi yang di pakai adalah sistem ekonomi sosialis. Dimana pelaku cenderung bersahabat dengan para warga yang kurang beruntung. Walau pada akhirnya dimanfaatkan oleh para pelaku kecurangan. Kaum sosialis menganggap sesama manusia harus hidup dengan harmonis dengan alam dan dengan sesama manusia. mereka juga mengaggap bahwasanya keserakahan manusia harus diubah. Maka dari itu Haji Abu Hamid berusaha mengurangi bahkan menghilangkan sifat- sifat serakah yang muncul diantara sebagian pelanggannya

“Ketika keduanya beranjak membicarakan perihal kepemilikan rumah besi itu. Fikri bey menyanggupi untuk mengurusnya dengan syarat imbalan uang sebesar 6.000 pound,  tak kurang satu sen pun. Mereka kemudian menentukan waktu pertemuan selanjutnya. Yaitu hari ini,  di syarot club. Mallak lalu menyalami penjaga pintu masuk club,  lalu berbasa basi menyapanya. Rupanya semenjak 2 minggu silam Mallak telah mendekati penjaga itu. Mallak merogoh sakunya lalu memberikan bingkisan kecil untuk sipenjaga. Sipenjaga pun seolah-olah menyambut kedua bersaudara itu dengan hangat dan ramah. Ia mengantarkan mereka menuju lantai dua restoran. Ditempat club fikri bey makan siang.Fikri bey,  sekalipun tengah mabuk,  tetap waspada dan mengikuti alur pembicaraan dengan baik. Ia tidak. Mengambil kata- kata mereka. " Apakah kalian membawa sejumlah uang yang telah kita sepakati dulu." Tanya fikri,  pundaknya naik turun karena mabuk. Abskharun pun segera menjawabnya sembari berteriak,  sembari membawa kertas. " Ini surat perjanjian akadnya sebagai mana yang tuan setujui. Tuhan maha baik, " Abskharun lalu merogoh sakunya baik yang didada maupun yang dipinggang gamisnya. Ia lalu menghitung jumlah 6.000 pound tetapi sejenak kemudian ia menyembunyikan yang 2.000 pound dan hanya memberikan 4.000 pound.Akhirnya mereka mendapatkan flat dengan harga murah. “

Dari sepenggal cerita diatas dapat diketahui bahwasanya ada suatu tindak sosial yang berakhir dengan Concilation. Akan tetapi cara yang dipakai untuk menemukan jalan damai dengan menggunakan suatu hal yang negatif. Hal ini terjadi karena pelaku tidak mau bersusah payah.Walaupun sempat muncul sedikit pertentangan akhirnya mereka menyelesaikannya dengan usaha akomodasi. Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan,  sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Dari kutipan tersebut terdapat suatu fakta dimana masyarakat kota cenderung melakukan  segala sesuatu dengan cara yang instan. Dan cenderung tidak mau berusaha dengan jalan yang diatur oleh hukum.

Mallak menjahit dan mendisain pakaian. Tetapi tentu saja,  pekerjaan itu hanya menjadi bagian kecil dari aktivitasnya  sehari – hari sebab sesungguhnya Mallak mengerjakan apa saja asal dapat menghasilkan uang,  mulai dari jual beli barang curian,  minuman keras,  yang diselundupkan,  sampai menjadi makelar perusahaan kontraktor,  tanah,  rumah,  flat,  bahkan menjadi mucikari yang menyediakan gadis-gadis  petani desa yang masih belia untuk para hartawan dari kawasan teluk.” ( hal : 162 -163)

Setiap hari,  sejak waktu Dhuha  hingga pukul sepuluh malam,  tempat usaha Mallak didatangi oleh orang-orang dari bermacam-macam  latar belakang,  pelanggan miskin,  kaya,  hartawan dll. Ditengah semua itu Mallak datang dan pergi berbicara,  berteriak,  tertawa mengumpat,  mmemuji,  bertikai,  berbohong dan membuat akad palsu beratus-ratus kali,  Mallak seolah aktor utama dalam sebuah drama yang kemunculannnya selalu dinanti dan dinikmati setiap gerak-geriknya.”  (Hal : 163)

“ Layaknya negara penjajah,  Mallak selalu berkeinginan melakukan perluasan kekuasaan seluas-luasnya. Dalam dirinya selalu muncul dorongan kuat menguasai segala sesuatu,  apapun konsekuensinya,  dengan segala cara. Semenjak ia sampai di atas atap apartemen,  ia tak pernah berhenti melakukan usaha-usaha ekspansi ke seluruh wilayah atap apartemen itu. Adapun kamar besi kosong berukuran kecil yang berada diatas atap,  Mallak merampoknya cukup dengan satu pukulan. Ia mendatangkan tiga tukang kayu untuk membuat pintu,  lalu,  ia isi dengan barang-barang dan kemudian menguncinya. Malak mulai mencari flat Apartemen Yacoubian yang paling mungkin dikuasai. Ia berpikir bahwa flat yang paling layak menjadi target oprasi adalah milik Zaki Bey. Malak menawarkan kepada Busainah 5.000 pound jika ia berhasil mencuri tanda tangan Zaki. Mallak memberinya waktu dua hari untuk berfikir. Tak ada ragu sedikitpun baginya bahwa Busainah akan menerimanya. Tapi,  ia sengaja menampakkan dirinya tidak begitu agresif. " Jika kita sudah sepakat dan aku berhasil mendapatkan tanda tangan Zaki Bey,  apa jaminan kamu akan membayar ?" Tegas Busainah. Mallak terlihat sudah siapp  menjawabnya, " aku memberi dan aku menerima. Biarkan akad itu bersamamu sampai kamu mendapatkan semua uangnya." Kita sepakat. Tidak ada uang,  tidak ada akad." Jawab Busainah dengan senyum simpul."Pasti.'' ( Hal : 237- 240)

Sistem ekonomi yang dianut oleh Mallak merupakan sistem ekonomi kapitalis dimana manusialah yang mengejar kepentingan pribadinya,  tanpa mempedulikan sekitarnya. Jadi mallak tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan tetangganya maupun orang-orang disekitarnya. Karena keserakahanlah yang mengatur dirinya sendiri.[95]ia  akan terus berusaha menguasaitempat-tempat  yang dapat menghasilkan uang. Mallak berusaha menguasai semua barang-barang yang ada disekitar apartemenyaooubian. Hal ini disebabkan keserakahannya. Dan tidak ingin menjadikaum bawah selamanya. Menurut Mallak jalan yang tercepat untuk mencapai strata yang lebih tinggi adalah dengan mengusai barang- barang produksi hal ini bisa menjadi suatuyang mungkin Hal ini lah yang ingin dicapai oleh Mallak menjadi seorang penguasa,  akan tetapi jalan yang ia tempuh,  tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Yang sebenarnya   Pembagian suatu strata  menjadi tuan dan budak tidak berakhir hanya pada tatanan produksi melainkan menjalar kewilayah – wilayah kehidupan orang lain. Hingga timbul menjadi golongan- golangan penguasa dan budak. Budak dalam halini adalah Busainah. Seorang wanita yang  mau melakukan apa saja demi uang.  Interaksisosial yang terkandungdalamteks diatasadalah interaksi sosial dalam faktor akomodasi yang berupa proses arbitration dimana pelaku tidak bisa melakukan/mendaptkan keinginannya sendiri. Sehingga ia memintabantuan Busainah.

b.     Pelacuran

Sore itu Busainah belum genap empat hari bekerja. Selepas asar sewaktu toko baju beranjak lenggang dan para pembeli dan beberapa orang kawannya hendak bersiap pulang. Tuan Tallal memanggil Busainah ia meminta Busainahmenemaninya menuju gudang pakaian. kata tuan Tallal, Ketika tuan Tallal mendekati dirinya,  sebisa-bisanya Busainah menguakan perasaannya. Bahkan,  ia berfikir lebih jauh bahwa selepas ia dikerjai Tuan Tallal,  ia hendak meminta uang barang beberapa puluh pound. Ya setidaknya ini sebuah kesempatan untuk mendapatkan uang lebih dari tuan Tallal,  serupa yang pernah dikatakan fifi dulu. Tak lebih dari dua menit Tuan Tallal mencapai ejakulasi. Sperma tuan Tallal membasai rok bagian belakang Busainah. Sejenak selepas melampiaskan hasratnya,  Tuan Tallal berkata, ”kamar kecil dan wastafel dipojok kanan sana, ” katanya sambil menunjuk kearah belakang. Busainah menuju wastafel,  mencuci sperma tuannya yang tersisa di roknya,  ia mencucianya sambil mengumpat dan  terisak,  namun,  ia berfikir ternyata semua itu sangat mudah. Lelaki itu hanya bermastrubasi dengan cara seperti yang dilakukan kebayakan lelaki mesir dalam kesesakan bus-bus umum dengan menggesek-gesek kemaluannya pada pantat wanita. Busainah teringat anjuran fifi agar segera meminta uang tambahan selepas tuannya mengerjainya. Setelah mencuci roknya yang belum betul-betul bersih, Busainah segera menghampiri Tuan Tallal. “ saya butuh dua puluh pound dari anda, ” kata Busainah dengan suara tersendat. Tuan Tallal tampak berfikir sejenak. Tangannya lalu merogoh saku celananya,  kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang. “ Tidak sepuluh pound saja,  untuk kali pertama. Sini,  ikut aku ke toko,  nanti aku beri kamu baju, ” tukas tuan Tallal . “ ( Hal 71-72 )

Setiap kali melayani tuannya, Busainah bisa mendapatkan uang sepuluh pound. Setiap minggu,  tuan tllal mengerjai Busainah barang dua sampai tiga kali.Busainah juga kerap diberi baju-baju bagus dan mahal oleh Tuan Tallal.Busainah semakin tampak cantik mengenakan baju-baju mahal tersebut.Ia menjadi tampak seperti gadis anak orang kaya,  bukan gadis pelayan toko. “ibunda Busainah menjadi lega sebab kebutuhan keluarganya sedikit banyak tercukupi oleh Busainah. Sang ibu kerap mendoakan Busainah dengan khusyuk agar anaknya itu diberi rezeki yang lebih banyak. kerap kali sang ibu mendoakannya dihadapan Busainah dengan suara yang nyaring dan parau. Pada saat itu, Busainah justru hendak meledak dan menjerit bahwa dirinya mendapatkan uang tersebut bukan sebab rezeki pemberian Tuhan,  melainkan karena ia rela menjual tubuhnya kepada tuan Tallal. “ ( Hal 37-38)

 

Disorganasisi keluarga merupakan suatumasalah sosial yang sangat kompleks. Karena disaat individu merasa dirinya tertekan maka keluarga merupakan tempatyang paling dekat. Akantetapi disaat keluarga tak bisa lagimenopang setiappermasalahan yangmuncul maka timbul berbagai penyimpangan-penyimpangan sosial. Dalam teks diatas merupakan salah satu penyimpangan sosial yang brupa pelacuran. Walau sebenarnya pelaku merasa tak pantas. karena dalam kepribadian yang diajarkan keluarga pelacuran merupakantindakan yang dilarang oleh agama. Suatu keluarga menciptakan suatu kepribadian kepada setiap angggotanya. Sehingga ketika ia akan melakuakn suatu hal yang menyimpang ia akan cenderung berfikir terlebih dahulu. Hal yang menyebabkan terjadinya hal tersebut adalah . karena salah satu lembaga kemasyarakatan tidak berfungsi dengan baik dalam hal ini lembaga ekonomi. Selain itu  disorganisasi keluarga yang terjadi didalamnya juga merupakan factor utama yang menjadikan kemiskinan merupakan masalah social yang harus dirubah dengan cara apapun.

“ Sesungguhnya, Busainah cukup tahu skandal-skamdal penghuni flat apartemen Yacoubian sehingga kesalehan mereka yang dibuat-buat baginya sangatlah lucu. Jika Busainah dekat dengan Tallal karena kebutuhannya yang mendesak terhadap  uang,  ia tahu perbuatan wanita-wanita tetangganya yang mengkhianati suami-suami mereka hanya untuk kesenangan. Bagaimanapun, Busainah sampai sekarang masih seorang perawan,  bisa menikah dengan siapa saja yang mencintainya. Dengan begitu,  ia bisa saja melawan segala prasangka yang memojokannya.”  (halaman  : 241)

Masyarakat kota cendrung menganggap bahwasanya kebutuhan ekonomi merupakan kebutuhan utama dibandingkan kebutuhan agama. Hal ini disebabkan karena taraf hidup penduduk kota yang lebih tinggi hingga mereka hanya menganggapbahwa hal-hal yang menurut agama merupakan suatu yang tabu berubah menjadi suatu yang lumrah. Peran wanita dalam kehidupan perkotaan dilihat dari segi uang. Bagi orang-orang kaya pemilik perusahan wanita merupakan barang yang bisa dibeli. Sehingga ketika ia menolak. Pemilik toko tinggal memecatnya. Bagi kaum kota yang miskin mereka menganggap hal ini sebagai uang tambahan yang mereka dapat dengan instan,  tak perlu bekerja keras. Selain karena kesenjangan ekonomi yang terjadi hal ini diakibatkan juga karena terjadinya proses disorganisasi antara kehidupan sebelum revolusi atau saat dikampung dengan kehidupan kota yang serba  keras. Proses reorganisasi dapat terjadi apabila setiap individu mengerti tentang perannya masing-masing dan bertaqwa kepada Tuhan.

Busainah sangat terkejut ketika Mallak menatapnya dengan tatapan yang aneh dan asing,  apalagi ketika  tiba diibagian dada dan dibagain-bagian tubuh sensitif lainnnya.”Berapa Tuan Tallal membayarmu setiap bulan.” Mendengar pertanyaan Mallak, Busainah merasa sangat marah. ia ingin melawan Mallak dengan segenap kekuatan. Namun akhirnya,  ia menjawab pertanyaan Mallak sambil menatap matanya. “ setiap bulan 250 pound.” Suara yang keluar dari mulut Busainah tercekat,   terdengar parau dan asing. seakan-akan bukan dirinya yang bekata,  melainkan orang lain,  mendengarnya,  Mallak pun tertawa mengakak. Ia tertawa terbahak. didekatkannya tubuh ya kearah ke arah Busainah,  lalu ia berbisik,  “ kau bodoh. Itu sedikit sekali. dengarkan,  aku akn memberimu pekerjaan dengan gaji 600 pound  setiap bulan. Kau bahkan bisa mengambil uang itu sekarang. Pikirkanlah tawaranku ini-satu hari,  dua hari nanti kemarilah,  beri aku jawaban.” ( Hal : 164-165)

Kemiskinan yang melanda Busainah membutnya semakin kuat,  apalagi dengan prilaku-prilaku yang menyimpang selama ia bekerja. Hal ini disebabkan ia merasa bahwa dirinya miskin. Kemudiania mau bertindak apa saja diluar nalar keagamaan. Sebab terjadinya suatu tindak pelacuran dapat dilihat dari 2 sisi yaitu faktor yang pertama dapat disebutkan nafsu kelamin yang besar,  sifat malas dan keinginan untuk hidup mewah,  sisi kedua adalah faktor ekonomis,  urbanisasi yang tidak teratur,  keadaan perumahan yang tak memenuhi syarat. Dari kutipan teks diatas dapat diketahui bahwasanya  Sebab terjadinya suatu tindak pelacuran yang dilakukanBusainah mengacu pada sisi pertama  sifat malas dan keinginan untuk hidup mewah,  sisi kedua adalah faktor ekonomis. Sebab utama sebenarnya adalah konflik mental  karena situasi hidup yang tidak menguntungkan. Sehingga ia menganggap bahwasa kemiskinan merupakan masalah sosial dan pelacuran / menjual diri adalah satu-satunya cara yang paling praktis untuknaik kekelas sosial yang lebih tinggi.

c.      Kemiskinan

“ para lelaki penghuni atas atap lebih banyak melewati hari-hari dengan cucuran peluh mencari pekerjaan,  kebenyakan serabutan,  agar bisa mendapatkan sedikit penghasilan. Sewaktu hari beranjak petang. para lelaki itu pun beranjak pulang ke rumah sewa mereka di atas atap untuk mendapatkan sedikit kenikmatan bersahaja……..”

Sebenarnya suatu kemiskinan bukan merupakan masalah sosial,  apabila para pelakunya tidak merasa terusik dengan keadaan tersebut. Karena sesungguhnya kemiskinandianggap sebagai masalah sosial, apabila perbedaan kedudukanekonomis para wargamasyarakat ditentukan secara tegas. Sedangkan dari kutipan diatas menggambarkan bahwasanya penduduk atas atap cenderung mnyikapinya sebagai nasib yang harus dijalani. Proses reorganisasiberjalan dengan baik karena para warganya bersikap menerima dan tidakmempersoalkan kehidupan kota yang keras.

 

“ kau akan meninggalkan kami !” kata Suad dengan suara tinggi. “ disana aku hanya bekerja barang setahun dua tahun. Nanti aku kembali dengan membawa uang banyak.” Jawab Masud. “ ya,  setiap orang berkata demikian. Tapi yang terjadi. Mereka tidak pulang lagi.” "Suad. Kita serba kekurangan. Sementara kita hidup dari hari ke hari. Kita ingin ada perubahan."  " Yang kecil kelak akan menjadi besar." " Kecuali di negeri kita ini,  Suad. Semuanya terbalik. Mereka yang besar dapat terus hidup,  dapat terus membesar. Sementara mereka yang kecil,  pada akhirnya hanya akan menemukan kematian. Hanya mereka yang berharta yang bisa semakin kaya. Sementara orang-orang miskin akan tetap apa adanya, atau bahkan semakin miskin." (halaman : 196)

Banyak masyarakat desa lebih memilih untuk tinggal dikota hal ini disebabkan kehidupan dikota lebih menjanjikan dibandingkan kehidupan didesa. Jika dipandang dari segi ekonomis perpindahan tersebut diakibatkan karena daerah atau negaranya sendiri sudah tidak memberikan kemungkinan kehidupan yang baik. Oleh karena itu ia memutuskan untuk pergi agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dalam hal ini ada yang bersifat sementara dan ada yang bersifat lama.[96]Faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya di sebut push factor. Sebabnya adalah di kota banyak lowongan pekerjaan,  dikota banyak tempat rekreasi,  kehidupan dikota lebih menjanjikan. dll

“ pada waktu – waktu tertentu,  ketika anak-anak mereka terlelap tidur setelah melahap makan malam,   sementara didapur masih tersisa makanan pokok yang kiranya cukup untuk satu minggu,  dan sang istri merasa sedikit  lega sebab masih terdapat sisa uang belanja walaupun sangat sedikit,  serta bagian dalam rumah besi itu sudah dirapihkan oleh sang istri.”

 

Pada masyarakat yang anggota keluarganya terbentuk dengan sempurna, kemungkinan masalah kemiskinan bukan merupakan masalah sosial,  karena mereka mengaggap bahwa semuanya telah ditakdirkan,  sehingga tidak ada usaha-usaha untuk mengatasinya. Mereka tidak terlalu memperhatikan hal tersebut. Menurut soerjono soekanto Kemiskinan dianggap sebagai  masalah sosial,  apabila perbedaan kedudukan ekonomis para warga masyarakat ditentukan secara tegas. Seseorang bukan merasa miskin karena kurang makan,  pakaian atau perumahan,  tetapi karena harta miliknya tidak cukup untuk memenuhi taraf kehidupan yang ada.

Tak lama dari kepergian  Muhammad al-Sayyid istrinya sontak berubah drastis. Ia tidak lagi lembut dalam menyikapi anak-anaknya.Ia berubah menjadi kasar,  kerap kali kekecewaan dan beban hidup ia lampiaskan  dengan kemarahan tanpa alasan kepada anak-anaknya,  terutama kepada mustofa,  si bungsu yang masih  kecil dan masih banyak keinginan. Kerap kali sang ibu memukuli anak-anaknya dan meyerapahi mereka. Ia serupa telah putus harapan dan kehilangan semangat hidup. Selepas itu Busainah pun sebisa-bisanya mencari pekerjaaan. Dalam waktu singkat,  berbagai pekerjaan telah ia jajaki. Dari sekertaris di kantor pengacara,  pembantu di salon wanita,  hingga asisten dokter gigi. Semua pekerjaan itu ia tinggalkan dengan alasan yang sama setelah beberapa kejadian serupa ia alami,  mulanya para tuan pemberi pekerjaan itu menyambutnya dengan hangat,  santun dan ramah,  memberinya perhatian lebih,  menghadiahinya baju dan uang lebih. Namun kesemuanya berujung pada kejadian yang selalu ditakutkan oleh Busainah sang perawan, ketika kantor mulai lenggang,  si pemilik kantor pun menutup jendela,  menutup gorden,  dan mengunci pintu  dari dalam.ia lalu mendekati Busainah,  merayunya dengan segala kelembutan. Busainah menjadi sadar bahwa kebanyakan lelaki pemilik pekerjaan dimesir adalah bajiingan brengsek serupa buaya atau ular berbisa,  yang tersenyum pada mulanya,  tapi mencelakai pada akhirnya. Selama Busainah berganti – ganti pekerjaan,  ia selalu menceritakan segala sesuatu yang menimpa dirinya kepada ibunya,  terutama alasan mengapa ia keluar dari sebuah pekerjaan. “Adik –adikmu membutuhkan uang,  pandai-pandailah menjadi gadis yang bisa menjaga dirinya dan pekerjaannya, ’’ kata-kata itulah yang akhirnya keluar dari mulut ibunya.”  ( Hal 63-67)

 

Terbentuknya suatu keluarga sebagai suatu organisasi terkecil dalam suatu masyarakat yang didalamnya terdapat orang-orang yang berperan penting dalam  berlangsungnya suatu keluarga, akan tetapi disaat  salah satu dari mereka pergi secara mendadak maka akan terjadi suatu disorganisasi,  yaitu suatu keadaan dimana tidak ada  keserasian pada bagian-bagian dari suatu kebulatan. Reorganisasi tidak dapat berjalan dengan cepat,  karena terlebih dahulu harus menyesuaikan diri dengan keadaan. Bisa jadi norma- norma yang sebelumnya hilang sedangkan norma yang baru belum terbentuk. Hingga akhirnya terjadi suatu kepincangan-kepincanganyang mengakibatkan terjadinya suatu perubaahan daya fikir. Awalnya ia merasa kemiskinan merupakan takdir yang harus dijalani dengan sabar. Dan kemudian faktor yang menyebabkan ia membenci  kemiskinan adalah kesadaran bahwa ia telah gagal untuk meemperoleh lebih dari apa yang telah di milikinya dan perasaan akan adanya ketidak adilan.Busainah mengganggap bahwasanya mencari nafkah tidak perlu dibarengi dengan tindakan seksual karena hal tersebut meleneng dari norma-norma yang ia yakini. Sehingga ia berusaha untuk menghindarinya.

“ kamu terlalu idelis mencari pekerjaan, ” kata fifi sambil menyentuh dada Busainah dengan genit,  mulutnya tersenyum nakal,  matanya mengerling – expresi khas wanita mesir ketika berbicara. Fifi lalu mengatakan bahwa lebih dari sembilan puluh persen para tuan pemilik pekerjaan dimesir selalu memperlakuakan pekerja wanitanya dengan perlakuan yang pernah dialami Busainah. Jika pekerja wanita tersebut melawan,  sang majikan tidak segan langsung memecatnya sebab masih banyak wanita lain yang tengah mencari pekerjaan diluar sana.Busainah berusaha menyangkal kata-kata fifi,  tetapi fifi mengoloknya. “ Busainah,  apakah kamu lulusan universitas amerika jurusan akutansi? Hei,  ingat,  beberapa pengangguaran yang banyak tercecer dijalan-jalan adalah lulusan diploma perdaganagn sepertimu, ” olok fifi ( Hal 67-68)

Masalah sosial yang menimpa masyarakat mesiryang terkandung dalam novel apartemen yacoubian adalah masalah dalam bidang lapangan pekerjaan yang bersih dan memihak kaum ploretar. Tindakan ini merupakan suatu tindak kejahatanyang dalam soerjono disebutdengan white collar crime merupakan kejahatanyang dilakuakanoleh pengusaha atau para  pejeabat didalammenjalankan fungsinya. Ekonomi Politik. Materialisme Marx dan pada penekanannya pada sektor ekonomi menyebabkan pemikirannya sejalan dengan pemikiran kelompok ekonomi politik (seperti Adam Smith dan David Recardo). Ia memuji premis dasar mereka yang menyatakan bahwa tenaga kerja merupakan sumber seluruh kekayaan. Pada dasarnya premis inilah yang menyebabkan Marx merumuskan teori nilai tenaga kerja. Dalam teori ini menegaskan bahwa keuntungan kapitalis menjadi basis eksploitasi tenaga kerja. Sistem kapitalis tumbuh melalui tingkatan eksploitasi terhadap tenaga kerja yang terus menerus meningkat (dan karena itu jumlah nilai surplus pun terus meningkat) dan dengan menginvestasikan keuntungan untuk mengembangkan sistem. Marx juga dipengaruhi oleh para ekonomi politik yang melukiskan kehidupan sistem kapitalis dan eksploitasi kapitalis terhadap kaum buruh.Hal ini disebabkan karena keadaan keuangan yang realtif kuat memungkinkan mereka untuk melakukan perbuatan – perbuatan yang oleh hukum dan masyarakat umumnya dikualifikasikan sebagai suatu tindak kejahatan.

"Tuan tidak paham. Karena posisimu baik. Tuan tidak pernah berdiri di halte yang panas,  berpindah jalur,  bergelantungan di dalam bus tiap hari karena tidak kuat membayar taksi. Rumah Tuan tidak pernah digusur oleh pemerintah,  lalu mereka dibiarkan begitu saja hidup dengan keluarga mereka ditenda- tenda tepi jalan. Sementara itu,  polisi mencaci dan memukul seenaknya ketika kami pulang kemalaman karena kerja. Tuan tak pernah merasakan bagaimana menghabikan hari untuk mencari kerja,  tapi tidak mendapatkan hasil atau bagaimana rasanya menjadi pelajar yang sakunya kosong kecuali duit sati pound,  diam berjam-jam tidak bisa jajan. Tuan,  kaupikir cukuplah semua ini untuk membenci mesir." ( Hal 212-213)

 

Kemiskinan merupakan masalah sosial yang paling menimbulkan efek terbesar dalam kehidupan seseorang.  Apabila suatu masyarakat masih menganggap kemiskinan merupakan sebuah masalah sosial maka segala hal yang ia lakuakan tertumpu pada masalah kemiskinan. Walaupun sebenanya pelaku sendiri malas dalam berusaha. Pelaku cenderung menjdi masyarakat yang statis. Pada masyarakat modern yang rumit, kemiskinan menjadi suatu problema sosial karena sikap yang membenci kemiskinan. Sebenarnya seseorang bukan merasa miskin karena kurang makan,  pakaian atau perumahan,  tetapi karena harta miliknya tidak cukup untuk memenuhi taraf kehidupan yang ada. Busainah cenderung menganggapapa yangterjadi pada dirinya merupakan suatu ketidak- adilan karena ia merasa bahwa kemisikinan telah membelenggu dirinya sehingga sebisa mungkin ia berusaha untuk menafikannya.

 “ Suad mau menyerahkan tubuhnya kepada Haji Azzam sebagai ganti biaya hidup anaknya. Mahar yang disetorkan oleh Haji Azzam pun tidak disentuh oleh Suad. Mahar itu disimpan di bank atas nama Tamir,  anak Suad,  dengan harapan jumlahnya menjadi berlipat setelah beberapa tahun kemudian. Sejujurnya,  hubungan antara Haji Azzam dan Suad tak lebih dari sebuah akad transaksi,  yang satu ditukar dengan yang lainnya,  tubuh Suad ditukar oleh harta Azzam,  tapi dengan jalan yang sah menurut hukum agama.”  (Hal 198)

“ Suad pernah bekerja di toko Hanu. Gaji uang ia dapatkan sangat kecil,  sedangkan kebutuhan anaknya semakin hari semakin bertambah. Suad melewati masa-masa sulit ini selama bertahun - tahun. Ia sering merasa sangat lemah,  hingga berkali-kali ia hampir jatuh dalam kenistaan karena putus asa. Akhirnya,  datanglah Haji Azzam. Ia mengambil Suad dengan cara yang diperbolehkan Allah dan Rasul-Nya. Suad pun menerimanya.”  (Hal 198)

Teks diatas menggambarkan bahwasanya pernikahan siri yang dilakukanatas dasar tindakan ekonomi. Dimana sang mempelaiwanita merasa bahwa pernikahan adalah satu-satunyacara untuk  menaikkan strata sosial. Sebenarnya pernikahan yangdilakukan oleh suad merupakan salah satu jenis pelacuran yang dihalalkan oleh agama.Secara sosiologis,  sebab-sebab timbulnya problema tersebut adalah karena salah satu lembaga kemasyarakatan tidak berfungsi dengan baik dalam hal ini lembaga ekonomi.Pada umumnya masyarakat mengembangkan tiga macam kedudukan yaitu : Ascrived-status,  yaitu kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan rohaniah dan kemampuan. Kedudukan tersebut diperoleh karena kelahiran Yang kedua adalah Achieved status adalah kedudukan yang dicapai seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja,  Yang ketiga kedudukan yaitu assigned – status yang merupakan kedudukan yang diberikan Artinya suatu kelompok atau golongan memberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang yang berjasa. Suad mengharapkan agar ia mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi,  pernikahan  merupakan salah satu cara untuk naik ke kedudukan yang lebih tinggi.

d.     Kelas Sosial

“ orang – orang tersebut,  kerap kali menganjurkan ke pada syadzili,  sang ayah,  agar selepas Thaha  menyelesaikan sekolah menengah pertama,  ia lebih baik langsung bekerja di pabrik. Sewaktu mereka tahu Thaha tidak bekerja dipabrik selepas sekolah menengah pertama,  tapi justru melanjutkan ke sekolah menengah atas dan prestasi belajar semakin menanjak,  mereka kerap sengaja menyuruhnya Thaha mengerjakan pekerjaan berat pada hari-hari ujian yang membutuhkan waktu lama umtuk dapat merampungkannya. Entah mengapa dihati mereka tersimpan kebencian.- sebenarnya lebih merupakan rasa dengki mereka – terhadap kecerdasan Thaha.”  ( Hal : 29 )

Dari sepenggal cerita diatas dapat disimpulkan bahwa. Penduduk atas atap apartemen yacoubian yang notabennya adalah orang – orang berpangkat rendah,  dan yang menghuni apartemen yacoubian yang merupakan kelas atas. Tidak menginginkan adanya suatu perubahan sosial yang terjadi,  apalagi dialami oleh seorang anak penjaga pintu. Apa yang telah dilakukan oleh Thaha merupakan salah satu proses asimilasi. proses asimilasi yang dilakukan oleh Thaha adalah penyetaraangolongan dibidang pendidikan.Proses asimilasitersebutmenjadi terganggu karena golongan yang berkuasa mendiskriminasi golongan bawah.

 

“Thaha pun menjadi bahan gunjingan diantara mereka. Pernah suatu ketika,  seorang penghuni bertanya kepada penghuni yang lain sewaktu mereka bersama-sama naik tangga,  apa jadinya jika seorang penjaga apartemen memiliki seorang anak yang berprestasi dan hendak melanjutkan pendidikannya di sekolah akademi kepolisian. Penghuni yang lain pun menjawab,  mulanya dengan memuji akhlak Thaha juga kesungguhannya dalam belajar. Namun,  kemudian ia melanjutkan bahwa yang banyak diterima di akademi kepolisian adalah anak-anak orang berpunya,   bukan anak-anak para penjaga apartemen  atau orang kampung.” ( halaman : 30 )

Para penghuni apartemen yacoubian dan masyarakat miskin mesir pada umumnya mengaggap bahwasanya memasuki akademi kepolisian hanya untuk orang – orang kaya. Seperti yang telah dikemukakan oleh marrx bahwasanyaapabila kaum borjuis masih berkuasa maka kaum ploretar selalu berada dibawah. Masalah generasi muda pada umunya ditandai oleh dua ciri yang berlawanan. Yakni keinginan untuk melawan Dan sikap yang apatis . sikap melawan mungkin disertai dengan suatu  ketakutan akan hancurnya suatu keadaan. Sehingga Thaha cenderung melawannya dengan sikap yang cenderng menerima segala tuduhan yangdilayangkan kepadanya. Apayang dilakukan oleh masyarakatyang terkandung dalam novel apartemen yacoubian merupakan suatu interaksi sosial yang didasarkan pada faktor imitasi. Dimana para pelaku menganggap tindakan Thaha merupakan tindakanyang salah karena tidak sesuai dengan adat. Hal ini dapat mematahkan pengembangan daya pikir masyarakat tentang pentingnya sebuah pendidikan yang didasarkan atas ke pincangan ekonomi. kelas sosial yang terdapat dalam teks tersebut digariskan secara jelas. Selain itu masyarakat  atas atap termasuk kedalam masyarakat yang statis.

 “ apa yang hendak kau lakukan andai menemukan seorang pelaku kriminal, sedangkan ia  adalah sobat masa kecilu?” tanyanya. Sejenak Thaha tampak berfikir. “seorang polisi tentulah harus  menjalani kewajibannya dan menegakkan hukum negara tanpa pandang bulu. jelas,  ia tidak boleh membedakan antara kawan bahkan keluarga sekalipun.” Mendengar jawaban Thaha,  ketua dewan penguji tertawa. Ia menganggutkan kepalanya seolah-olah hendak meyakinkan bahwa Thaha teah lulus seleksi. Ia pun mempersilahkan Thaha beranjak.Tetapi ia tiba-tiba memanggil Thaha dengan suara tinggi. Ketua dewan pengawas itu membuka-buka kertas dokumen,  tangannya yang memegang beberapalembar kertas dokumenia angkat lebih dekat ke arah matanya,  lalu ia pun bertanya kepada Thaha. “Apa pekerjaan ayahmu Thaha ?” tanya ketua dewan penguji itu. Matanya menatap mata Thaha. Tajam. “Pegawai tuan, ” jawab Thaha datar. Thaha menuliskan pekerjaan orang tuanya sebagai pegawai diformulir calon anggota sekolah akadem kepolisian itu. Tahha juga memberikan suap sebesar 100 pound kepada petugas penanda tangan formulir. “pegawai atau bawwab ?” Thaha terdiam untuk beberapa waktu. ‘ya. Ayah saya seorang bawwab, ” kata Thaha denga suara tercekat. Perwira ketua dewan penguji kembali tersenyum datar. Ia pun mencoret lembaran ormulir yang telah diisi Thaha. “ terimakasih,  anda tidak lulus” kata perwira itu. ( Hal : 93)

Marx cendrung memahami bangunan masyarakat sebagai hasil dari kepentingan sepihak suatu kelas sosial yang dipaksa kepada kelas sosial yang lain.Materialisme Marx menekankan pada sektor ekonomi. Marx merumuskan teori nilai tenaga kerja. Dalam teori ini menegaskan bahwa keuntungan kapitalis menjadi basis eksploitasi tenaga kerja. Sistem kapitalis tumbuh melalui tingkatan eksploitasi terhadap tenaga kerja yang terus menerus meningkat (dan karena itu jumlah nilai surplus pun terus meningkat) dan dengan menginvestasikan keuntungan untuk mengembangkan sistem. Marx juga dipengaruhi oleh para ekonomi politik yang melukiskan kehidupan sistem kapitalis dan eksploitasi kapitalis terhadap kaum buruh.Hal ini yang terjadi dengan Thaha,  para perwira polisi menganggap bahwasanya para anak rendahan seperti Thaha tidak pantas masuk kedalam kepolisian. Hal ini bisa saja masuk akal. Akan tetapi seharusnya. Pegawai instansi pemerintahan bukan dilihat berdasarkan stratafikasisosial akan tetapi dari segi kualitas. Dalam teks tersebut menunjukkan bahwa interaksisosial yang terjadi termasuk kedalam faktor identifikasidimana Thaha ingin samadengan perwira polisi lainnya. Akan tetapi para pejabat malah mengeksploutasi hak-hak Thaha.

“tadi aku sempat bertanya kepada seorang pengacaa untuk memerkarakan  masalah ini, ” kata Thaha berapi-api. “ lalu ?” tanya Busainah. “ pengacara itu hanya teetawa simpul. Ia bilang yang hendak memerkarakan hanyalah orang dungu.” “ sudahlah jangan diperlarut lebih jauh. Kamu mau mendengar pendapatku ? begini,  Thaha,  dengan nilaimu yang bagus kamu bisa masuk ke jurusan bergengsi di unversitas umum. Di sana kamu bisa lebih berprestasi lagi. Selepas lulus nanti kamu bisa bekerja  dinegara-ngara teluk. Selepas pulang dari pekerjaanmu  kelak kamu akan menjadi kaya  raya.” Sejenak Thaha mersapi pendapat Busainah,  kemudian ia tatap mata wanita itu. “ Thaha,  boleh jadi usiaku lebih muda dari usiamu. tetapi aku telah punya pengalaman bekerja. pengalamankerjaku setidaknya banyak mengajariku. Aku jadi punya kesimpulan bahwa negeri Mesir ini bukan negri milik kita,  anak –anak yang dibesarkan dibawah naungan takdir kesengsaraan. kalau kamu punya uang 20.000 pound kamu akan langsung diterima di akademi kepolisian itu.negri ini adalah negri suap,  Thaha persetan dengan mereka.sudahlah,  realistis saja. arilah uang sebanyak-banyaknya,  kamu bau bisa menikmati kehidupan disini.Kalau kamu tetap melarat seperti ini,  hidup akan selamanya tak berpihak kepadamu, ” kata Busainah.”( Hal 94-95)

Dari sepenggal cerita diatas menggambarkan bahwasanya kelas bawah dan orang-orang berpendidikan rendah tidak mendapatkan fasilitas yang layak sebagaimanaorang-orang borjuis. Fasilitas disini bukan hanya darisegi sandang dan pangan akan tetapi dari segi  prilaku dan cara orang lain memandang. Kaum borjuis menganggap bahwa orang-orang kelasbawah hanya memperkarakan kasus yang menurut orang kaya hal yang tabu. Kehidupan penduduk kota memusatkan semua tingkah lakunya dengan uang dan kekuasaan. Sehingga Thaha bisa begitu saja percaya dengan nasehat kekasihnya. Dan tidak memperpanjang masalah yang menurut mereka adalah hal yang sia-sia.menurut marx Pembagian masyarakat menjadi tuan dan budak,  bangsawan dan hamba,    pengusaha dan buruh,  tidak berakhir hanya pada tatanan produksi melainkan menjalar kewilayah – wilayah kehidupan orang lain. Hingga timbul menjadi golongan- golangan penguasa dan budak. Lembaga-lembaga yang berkembang secara erat terikat pada pembagian ekonomik yang ada dalam masyarakat. Apa yang diajarkan disekolah-sekolah,  mencerminkan pandangan – pandangan,  nilai-nilai dan kebutuhan – kebutuhan dari kelas penguasa. 

“ pegilah,  hai anak bawwab. kamu hendak masuk akademi kepolisian? seorang anak  penjaga apartemen hendak menjadi perwira ? ini mimpi yang mahalnak “ begitulah kata – kata terakhir yang diucapkan perwira penguji itu. pernyataan yang sangat menyesakkan batin  Thaha. Sesesak rumah besi tempat tinggalnya. ( Hal: 97)

Dari teks diatas menggambarkan bagaimana diskriminasi antara tingkat social rendah dan tingkat kelas social yang lebih tinggi,  sehingga mengakibatkan kelas bawah menjadi korban. Menurut  Marx,    selama masyarakat masih terbagi atas kelas-kelas maka,  maka pada kelas yang berkuasalah yang terhumpun segala kekuatan dan kekayaan. Dan selama masih ada kelas yang berkuasa maka tetap terjadi eksploitasi terhadap kelas yang lebih lemah.

Diskriminasi kelas sosial dalam terdapat juga dalam beberapateks yang lain yaitu :

Inilah kali pertama perkenalan Thaha. Penyebabnya,  sejak kali pertama ia memasuki bangku kuliah,  ia melihat pemandangan kehidupan yang serupa dirinya. Ia betul – betul merasakan dengan jelas adanya sekat antar kelas sosial. Beberapa mahasiswa anak orang kaya memisahkan diri dari mahasiswa anak orang miskin dan membuat komunitas sendiri-sendiri. Kebanyakan dari merka berangkat kekampus dengan mengendarai mobil pribadi, juga berpakaian mewah. Mereka banyak didekati oleh mahasiswa–mahasiswi cantik dan seksi. Sementara itu,  orang– orang seperti Thaha ? sungguh Thaha merasakan dirinya dan orang-orang sepertinya tak jauh beda dengan tikus got. ( Hal : 142 )

Dari teks diatas tergambar jelas bagaimana terjadi sekat-sekat antar kaum ploretar dan kaum borjuis hal ini bisa jadi disebabkan karena Pada masyarakat yang pola hidupnya masih sangat sederhana,  kegiatan ekonomi pada umumnya hanya meliputi dua kegiatan pokok,  yaitu proses produksi dan proses konsumsi. Sedangkan masyarakat modern cenderungmelihatnya dengan kegiatan yang lebih luas. Para pembesar (kelas sosial yang lebih tinggi ) enggan berkenalan dengan anak-anak dari kelas rendahan seperti Thaha. SehinggaThaha hanya berteman dengan teman yang sederajat dengannya. Sebenarnya pertentangan antara kelas-kelas sosial pada umumnya disebabkan oleh perbedaan kepentingan antara kaum borjuis dan kaum ploretar. Sehingga terjadilah sekat-sekat  yang nyata antara berbagai kelas.

Kasihanilah kami. Kami  ingin makan roti,  tapi mereka malah mengusir dan memukuli kami, ” kata Absakhrun. Mallak memakai cara lain. Sejak lama ia telah mengetahui perwira polisi akan menganggapi dan melayani setiap warga sipil yang datang berdasarkan pada tiga hal : penampilannya,  pekerjaannya,  dan caranya berbicara. Berdasarkan tiga hal inilah mereka akan memperlakukan warga sipil itu : ada kalanya menghormati,  melecehkan atau bahkan memukulnya. “ tuan tentu paham perkara ini dan aku pun memahaminya. Tuan atasan pun paham. Demikian juga kepala kantor kepolisian. Kita semua memahaminya,  tuan bukan kah demikian ?” Menyebut nama kepala kantor  kepolisian dengan bahasa resmi yang membuat Mallak  seakan-akan kenal dengannya tentu saja membuat perwira polisi berpikir ulang untuk tidak memuliakan Mallak. Keesokan harinya,  persidangan memutuskan keabsahan kepemilikan Mallak dan ia diperbolehkan mempergunakan kamar tersebut.”  Kepada pihak yang merasa ddirugikan,  silahkan lebih jauh mengurus perkara ini ke pengadilan, ” tegas wakil  majelis sidang (Hal 158-159 )

Dari sepenggal teks diatas dapat diketahui bahwasanya diskriminasi  kelas sosial yang dialami bisa saja dilakukan dengan sifat menyerah,  akan tetapi mallak berusahmelawan dan melakukan perlakuan yang bisaa di lakukan kelas atas. Jadi sebenarnya diskriminasi antara kelas sosial bisa dilawan dengan kepintaran danakal yang cerdasDurkheim comte dan Spencer memahami masyarakat sebagai objek sosiologi,  masyarakat tidak dapat dipelajari  dengan melakukan penyelidikan terhadap benda-benda lain. Masyarakat yang menjadi objek kajian dapat dilihat dari berbagai  segi ada segi ekonomi yang antara lain bersangkut paut dengan produksi,    distrubusi dan penggunaan barang-barang dan jasa. Adapula dari segi politik yang antara lain berhubungan dengan penggunaan kekuasaan dalam masyarakat. Dalam kutipan teks tersebut menggambarkan bagaimana mallak memanfaatkan situasi dengan kepandaiannya. Melakukan hal yang biasanya dilakukan oleh kaum atas agar mendapatkan penghormatan.

Selain kutipan diatas adajuga salah satu kutipanyang mengungkapkan perlawananterhadap kelas sosial. Dengan sikap keimanan kepada Allah.

“Sikapnya yang dulu merendah dihadapan para penghuni apartemen kini telah berakhir. Kini Thaha menghadapi mereka dengan penuh percaya diri sehingga tidak memungkinkan mereka merendahkannya dan menghinakannya seperti dahulu. Penyebabnya,  pertama,  keimanan yang menancap  kuat didalam hati Thaha dankarena itu Allah memberinya rizki tanpa disangka-sangka. Kedua,  syekh syakir sendiri mengajak Thaha untuk ikut serta dalam bisnis penjualan kitab-kitab agama Islam. Thaha menjalani pekerjaan itu sebagai pengisi waktu luang. Dari pekerjaan itu ia mendapatkan upah yang layak. “ ( halaman 178)

 

Sebenarnya suatu pandangan tentang kelas sosial dalam suatu masyarakat dapat ditepis dengan berbagai cara. Thaha menyikapinya dengan Taat kepada Tuhan taha Termasuk dalam masyarakatyang bergerak secara vertical. Gerak sosial vertikal yang naik mempunyai dua bentuk utama yaitu masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi dan pembentukan suatu kelompok baru,  yang  kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi.  Hal ini dibuktikan Thaha yang awalnya merupakan anak dari kelas rendahan berubah menjadi seorang yang mempunyai kedudukan dan pandangan yang lebih maju dibandingkan sebelumnya.

C.  Nilai Sosial Politik

a.   Kekuasaan

“Revolusi yang meledak secara tiba-tiba pada tahun 1952 mengubah segalanya. Kerajaan digulingkan sebab dipandang tidak becus lagi memerintah rakyat,  terlalu bersekutu dengan pihak inggris,  juga terlalu banyak korupsi,  beberapa anggota elite kerajaan diseret kepengadilan “

 

Dari kutipan teks tersebut  penulis menggambarkan bahwasanya Pada tahun dua puluh hingga lima puluhan. Mesir merupakan sebuah Negara kerajaan dan banyak dari kalangan bangsawan yang mempunyai harta yang berlimpah,  tanah yang terhampar dimana-mana.  Revolusi mesir yang terjadi membuat Negara mesir yang awalnya hanya dimilik oleh elite kerajaan akhirnya dapat digulingkan oleh rakyat. Seperti yang telah dikemukakan oleh miriam budiarjo bahwasanya politik adalah adalah "negara (state),  kekuasaan (power),  apabila salah satu atau sebagian dari aspek tersebut tidak terpenuhi maka akan terjadi kepincangan-kepincangan,  yang akan menimbulkan kekacauan didalam pemerintahan . Sehingga terjadilah suatu perubahan – perubahan sosial dibidang politik dalam hal  ini terjadinya  revolusi. Gerak Sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. struktur sosial mencakup sifat-sifat hubungan antara individu dalam suatu kelompok. Dari kutipan teks diatasmenunjukkan adanya gerak social yang berupa Gerak vertikal yang menurun dan mempunyai dua bentuk utama yaitu turunnya kedudukan individu ke  kedudukan yang lebih rendah derajatnya dan turunnya derajat sekelompok individu yang dapat berupa disintregrasi kelompok sebagai kesatuan. Turunnya para elite politik kekedudukan yang lebih rendah dan tergulingnya kerajaan sebagai kelompok terbesar dalam suatu pemerintahan.

". Kapan kita pergi ?" "Pergi kemana ?" " Kamu berjanji padaku untuk pergi bersama, " " Kamu masih membenci negaramu ?" " Aku tak habis pikir tentang generasimu sekarang, Busainah. Pada masaku,  nasionalisme dan cinta tanah air seperti agama. Banyak pemuda meninggal dalam peperangan melawan inggris. " " Kau melakukan demonstrasi karena ingin mengusir inggris ? Apakah negara kemudian membaik ?" " Penyebab kehancuran negara ini adalah tidak adanya demokrasi. Jika saja sistem demokrasi yang benar ditegakkan,  maka akan menjadi kekuatan yang besar. Mesir telah dukuasai tirani yang pada akhirnya menyebabkan kemiskinan,  kerusakan,  serta kegagalan disetiap lini kehidupan." " Saudara temanku pergi ke belanda. Dia menikah dengan orang belanda dan tinggal disana. Dia mengatakan,  di sama tidak ada kemisikinan dan kesewenang - wenangan seperti di negara kita. Setiap orang mendapat haknya,  manusia saling menghormati,  bahkan tukang sapu di jalan pun dihormati.  Makanya aku ingin pergi keluar negri,  hidup disana,  dan aku akan menjadi mulia.  Aku bisa bekerja baik-baik sebagai sebagai ganti melayani orang seperti Tallal dengan hanya menerima 10 pound. Bayangkan,  ia mengerjaiku habis-habisan hanya dengan 10 pound! Seharga dua bungkus roko  Marlioboro! Kesintingan macam apa ini ? Dengan begitu aku sungguh merasa sebagai wanita paling hina yang berjalan dimuka bumi,  lebih hina dari anjing betina yang tengah bunting" (Hal 297-298 )

Dari kutipan teks diatas penulis menyimpulkan bahwasanya masyarakat bawah menganggap terjadinya kepincangan ekonomi disebabkan oleh negara..Hal ini menjadi suatu yang lumrah karena suatu negara merupakan suatu sisitem yang mencakup bebagai komponen yang saling berkaitan. Masyarakat mesir menggannggap bahwa mesir merupakan negara yang telah hancur sehingga mereka sebisa mungkin meninggalkannya,  hal ini disebabkan sisitem hukum yang identik dengan moral dan didasarkan dengan keadilan tidak teralisasi. Masyarakat yang terkandung dalam novel apartemen yacoubian termasuk kedalam masyarakat yangstatis karena mereka cenderung menunggu dan banyakl menyealahkan keadaan dibanding berusaha untukmerubahnya.

“ dengan izin Tuhan,  Aku hendak mencalonkan diri menjadi ketua dewan perwakilan rakyat, ” kata Haji Azzam.“ Dewan perwakilan rakyat ?”. “ ya”“ Kamu  tahu,  Suad,  andai aku menjadi ketua dewan perwakilan rakyat,  aku akan mendapatkan uang bermilyar –milyar.” “ Aku yakin dirimu akan sukses. Orang-orang banyak yang bersimpati kepadamu, ”kata Suad sambil menyunggingkan bibir indahnya layaknya anak kecil.

Dari kutipan teks diatas tergambar jelas bahwasanya para pemuka mesir menganggap suatu kekuasaan tidak lain hanya cara yang mudah untuk mendapatkan lebih banyak uang.Sistem yang kaku dan terikat dan terikat pada peraturan-peraturan yang ketat menyebabkan  timbulnya suatu elite yang mempunyai kepentingan-kepentingan besar tidak adanya keseimbangan dalam keadilan. Sehingga menjadikan suatu kekuasaan hanya dijadikansebagai cara lain untukmenguasai pasar yang lebih besar. Yang akhirnya masyarakat akan tetap menderita.

Algamrawi sebagai direktur bank nasional mesir. Hal ini terjadi agak lama atau yang baru terjadi : kasus yang menimpa menteri agama setahun lalu. Ia memiliki posisi yang kuat dimata rakyat. Rakyat mesir menyukainya karena kebijakannya dipandang memihak mereka ia pun merasa kuat dan memiliki posisi yang sangat signifikan di parlemen. Suatu ketika,  pada sebuah pertemuan partai,  sang mentri mengeluarkan kritik tajam perihal kebususkan yang berkembang didalam tubuh partai. Ia menganjurkan untuk membersihkan tubuh partai dari  orang- orang yang dipandang bejat. Saat itulah al – fulli  memperingatkan sang menteri,   tetapi sang menteri tidak mnggubris omongan al-Fuli. Sehingga akhirnya di pertemuan itu sl-fuli singkat bicara. Ia menaiki podium dan menatap peserta pertemuan itu, lalu berkata dengan retorika seorang aktor opera. “Berita apa gerangan,  Tuan Menteri :kenapa anda sangat rajin memerangi keburukan  sedemikian rupa. Ingat,  Tuan, mulailah dari diri anda. Anda meraup keuntungan sebanyak sepuluh juta pound setiap tahunnya dari bank pembangunan negara dari hasil tabungan umat. Dan,  keuntungan itu akan terus anda ambil selama lima tahun lamanya selama anda menjadi menteri. Omong-omong,  para pegawai senior bank hendak memperkarakan kasus ini dan membebankannya kepada rakyat.”Sang menteri menjadi bungkam  seketika. Sementara itu,  para peserta pertemuan riuh saling berbisik dan menertawakan sang menteri.” ( Hal 128- 129)

Dari teks diatas menggambarkan bahwasanya para elite mesir lebih mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan masyarakat. walaupun mereka seperti membela rakyat tapi pada akhirnya,  hanya suatu tipuan untuk memperoleh keuntungan yang lebih banyak. Hal ini disebabkan sistem yang kaku  dan terikat pada peraturan – perauran yang ketat  sehingga menyebabkan  timbulnya suatu elite yang mempunyai kepentingan pribadi sehingga tidak ada keseimbangan dalam keadilan. Stastasifikasi dalam hal politik berarti stratifikasi sosial yang dibangun atas dasar kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, memaksa kehendak kepada orang lain meskipun terdapat perlawanan dari orang lain. Kamal al fuli mempunyai strata yang tingi dalam hal politik sehingga siapapun yang berani melawannya ia akan langsung melawannya dan memaksakan kehendaknya kepada orang tersebut sehingga mau tak mau pelaku harus menurut walau pada akhirnya korban menolak.

Semua ini diketahui dengan baik oleh Haji Azam. Ia pun urung mengajukan diri sebagai calon anggota dewan sebelum ia meminta restu terlebih dahulu keada Kamal al-Fuli. Beberapa minggu lamanya Haji Azzam meminta waktu al fuli untuk bertemu dengannya. Akhirnya tibalah waktupertemuan keduanya pada suatu siang, di kantor pengacara Yasser al-Fuli, anak Kamal al-fuli yang menjadi pengacara terkenal di kairo. kantor itu ada dijalan el-syehab dikawasan eite Mohandessen. Selepas salat jumat,  Haji Azzam berangkat ditemani anaknya,  Fawzi Azzam menuju tempat pertemuan yang telah dijanjikan.“ saya telah beristikharah memohon petunjuk kepada Allah dan telah bertawakal memasrahkan segala hajat saya kepada-Nya. Telah saya niatkan atas nama Allah untukmencalonkan diri saya pribadi sebagai calon anggota dewan dari daerah saya,  Kasr el-Nil,   pada pemilihan umum mendatang. Harapan saya,  partai Nasional dapat memberikan restu terkait pencalonan diri saya.”Sejenak Al fuli tampak serius ketika menuliskan sesuatu sehingga Haji Azzam menyangka bahwa al-Fuli berkali – kali salah ketika menulis. Setelah selesai  menulis dan mencorat – coret kertas itu,  ia menyodorkannya ke hadapan Haji Azzam pun kaget ketika ia melihat coretan yang dibuat oelh al- fuli lebih menyerupai gambar kelinci yang besar, . Sejenak Haji azam terdiam,  tapi sesungguhnya ia memahami apa maksud al-fuliakhirnya  ia pun bertanya. “ saya tidak paham apa yang amda maksud,  Tuan, ”  Kata Haji Azzam.Al-fuli pun segera menjawab.” Anda ingin sukses dalam pemilihan umum nanti? Anda telah menuturkan keinginan anda. Nah,  sekarang saya hendak penuhi keinginan anda itu lewat sebuah gambar sebagai isyarat.”“kelinci ? sejuta pound maksud anda ? ini terlalu banyak,  Tuan.” “Mmm... maksud tuan kalau saya membayar  uang sesuai jumlah yang diingnkan,  saya sudah pasti  menjadi anggota dewan ?” tanya Haji Azzam.“Anda tengah berbicara dan berhadapan dengan seorang Kamal al-Fuli,  anggota parlemen selama lebih dari tiga puluh tahun. Tidak ada satu pun calon yang sukses kecuali atas restu saya, ”“ saya mendengar  ada sebagian orang yang juga hendak mencalonkan diri mereka di daerah kasr el-Nil dibawah retu anda, ” kata Haji Azzam.“ini bukan perkara rumit. Jika kita bersepakat atas nama Allah,  kita akan sukses di Kasr el-Ni,  dan andai kata ada “ jin hijau “ yang kelak kalah,  catatlah,  ini permainan saya, ” kata Kamal dengan terkekeh.“Tuan,  semua politisi pun tahu,  bahkan  segenap rakyat mengerti bahwa kita adalah calon pemimpin mereka. Banyak cerita  yang sudah kita pelajari perihal karakter rakyat mesir. Rakyat mesir berkarakter sangat baik. Tuhan telah menciptakan mereka untuk selalu patuh di bawah bayang-bayang kekuasaan. Tidak mungkin mereka  membangkang kepada kekuasaan. Hal ini terjadi sejak zaman firaun dahulu. Didunia ini ada rakyat sebuah negara yang suka memberontak dan mengkritik kebijakan penguasa. Tetapi,  rupanya tidak dimesir. Rakyat mesir hidup demi mendapatkan roti gandum. Itu sudah sangat cukup bagi mereka. Rakyat Mesir adalah rakyat yang paling gampang dikuasai di dunia. Dan,  partai manapun di Mesir yang meraih tampuk kekuasaan akan menjadi penguasa mutlak sebab rakyat Mesir kelak akan tunduk pada penguasa. Tuhan menakdirkan seperti ini.”“Haji Azzam tampak semakin bingung. Sekalipun ia tidak setuju dengan perkataan al-Fuli, ia pun  pada akhirnya menanyakan aturan main perihal pencalonan dirinya dan uang yang harus dibayarnya.“Baiklah,  atas berkat Allah. saya tulis jumlah uang dalam cek ini separuh dulu,  separuh sisanya jika saya sudah menang, ” kata Haji Azzam.“ Tidak,  Tuan. Ini menjadikan saya tidak menyukai anda. Cara anda ini hanya pantas ditetapkan pada siswa  sekolahan. Peraturan main saya adalah Anda memberi,  andapun dapat. Anda menyerahkan apa yang anda minta kepada saya,  saya pun menyerahkan apa yang anda minta. Bayar jumlah uang semuanya,  saya nanti akan memberkati anda di sidang dewan. Sekarang kita baca al-Fatihah bersama-sama.” Kata al-fuli.( Hal  134)

Dari kutipan teks diatas terpangpang jelas bagaimana seorang calon anggota parlemen memonopoli hak rakyat,  suatu sistem kekuasaanyang demikian menjadikan suatu kekuasaan yang dilandasidengan keburukan. Kekuasaan dengancara tersebutcenderung tergantung darihubungan antara pihakyang memiliki kemampuan untukmelancarkan pengaruh pihak  lain sehingga pelaku harus menerima segala keputusan rela atau tidak rela.

“ dengarkan baik-baik,  Haji Abu Hamid. Anda tahu kalau saya sangat mencintai anda. Dan saya sangat memperhatikan kebaikan diri anda. Jangan sekali – kali anda hendak mencalonkan diri di parlemen tanpa restu dari al-Fuli. Ketika anda tidak terpilih sebagai anggota dewan pada kali sekarang,  kesempatan esok lebih besar. Dengan izin Allah. Tetapi,  jangan sekali – sekali berlaku tak baik di hadapan al-Fuli. sebab,  kalau Anda membuat kesal,  masalah rumit tengah mengintai Anda, ”

Namun,  Haji Abu Hamid tidak mendengarkan kata-kata al-Fuli. Ia akhirnya mengajukan diri sebagai calon indepeden. Ratusan poster dirinya menjejali kawasan Kasr el-Nil. Terpampang dalam poster itu foto dirinya,  namanya,  dan lambang pemilihannya. Hampir setiap malam para pendukung Haji Abu Hamid mengadakan kampanye dibilangan Wasth el-Balad. Dalam kampanye tersebut tak jarang pihak Haji Abu Hmid menjatuhkan lawan politisnya,  utamanya Haji Azzam. Pihak Haji Abu Hamid menuuduh bahwa Haji Azzam adalah bandar narkoba. Kekayannya yang menumpuk adalah hasil dari pekerjaan yang haram. Pihak Haji abu Hamid  juga membeberkan perihal pernikahan Haji Azzam secara sambunyi – sembunyi dengan istri barunya. ( Hal 137 )

Dari kutipan diatas menunjukkanbagaimana persaingan politik yang terjadi di mesir merupakan persaingan yang mengedepankan ego. Sehingga saling menjatuhkan antara satu sama lain.Organisasi politik seperti partai politik dapat memberi peluang besar bagi para anggotanya untuk naik dalam pertanggaan kedudukan. Pada masyarakat yang demokratis dimana lembaga pemilihan umum memegang peranan penting dalam pembentukan kepemimpnan,  organisasi – organisasi politik mempunyai peranan yang sama walaupun dalam bentuk yang lainnya.

Ditengah ruang toko,  Haji Azzam duduk. Ia mengenakan jas biru yang membalut kemeja putihnya,  juga memakai dasi merah. Wajahnya memancarkan kebahagiaan. Hasil keputusan pemilu telah diumumkan kamis sore. Ia menjadi anggota dewan terpilih untuk daerah pemilihan Kasr al-Nil dengan menang telak atas persaingannya,  Abu Hamid,  yang hanya mendulang suara sedikit,  dalam hal ini,  Kamal al fuli sengaja membesarkan kekalahan Abu Hamid supaya menjadi pelajaran bagi para calon anggota dewan agar datang kepada dirinya untuk meminta restu.

(Hal : 190)

Tipe demokratis menunjukkan kenyataan akan adanya garis pemisah  antara lapisan yang sifatnya mobilty,  dalam suatu kekuasan terkadang kelahiran tidak  menentukkan seseorang,  yang terpenting adalah kemampuan dan kadang kadang juga faktor keberuntungan dan relasi. Dari teks diatas tergambarjelas bagaimana Haji Azam memenangkan jabatannya dengan cara yang tidak dibenarkan oleh hukum dan agama. Diaman ia melakukan suatu kecurangan untuk mempeoleh jabatannya.

"Saya lupa mengucapkan selamat kepada anda." Semoga Allah memberkati Anda,  tapi selamat atas apa?" Karena anda menerima agen perwakilan mobil jepang itu." Azzam. Memandangnya dengan terdiam,  semetarKamal al-Fuli meneruskan kata-katanya dengan serius,  " dengar ! Nama saya Kamal al-fuli. Saya setajam pedang. Saya berkata hanya sekali dan saya pikir anda sudah mendengarnya" " Saya katakan untuk yang terakhir. Deler ini. Keuntungannya melampaui 300 juta pound setahun. Tentu Tuhan lebih tahu. Saya berharap kebaikan anda. Akan tetapi,  jumlah itu terlalu besar untuk dimakan sendiri.'' " Maksud anda ? " Tidak baik jika anda memakannya sendiri. Kami minta seperempat." " Seperempat apa." " Seperempat keuntungan Haji.'' " Anda ini siapa ?" Kamal al-Fuli tertawa lebar. " Pertanyaan apa ini ? Hai,  Haji Anda anak negri ini yang tahu bagaimana permainan berjalan disini" " Sebenarnya keinginan anda apa ? " Saya berbicara atas nama 'orang besar' meminta untuk bergabung di dalam perkongsian ini dan mengambil seperempat keuntungan. Anda tahu 'orang besar' jika meminta harus dikabulkan." ( Hal - 225)

Kekuasaan dijelmakan pada diri seseorang,  Max webber menganggapkekuasaan merupakan kesempatan seseorang atausekelompok orang untuk menyadarkan masyarakat tentangbaik danbenar,  akan tetapi kekuasaan yang diannut oleh sebagian penguasa mesir hanya sebagai salah satua cara untuk mendapatkan banyak uang sehinggamereka cenderung meraupkeuntungan yang lebih besar tanpa memikirkan masyarakat.Max Webber membedakan antara dasar ekonomi dan dasar sosial. Ukuran yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat ke dalam lapisan – lapisan adalah ukuran kekayaan, ukuran kekuasaan, ukuran kehormatan dan ilmu pengetahuan. Keempat ukuran tersebut berusaha diraih olehHaji Azam hal ini dibuktikan dengan sebagian teks diatas yang menunjukkan bagaimana Haji Azzam justru mencari peluang berbisnis dibanding berpolitik dan enggan membagi kepada siapapun."

“ Anda bermain dengan api Azzam. Saya takjub karena ternyata anda bukan laki-laki yang cerdas. Anda harus paham,  orang yang memasukkan Anda di parlemen juga bisa mengeluarkan Anda suatu ketika. " " Anda mengancam saya,  Kamal Bey ?" " Terserah anda." Azzam bangkit dan meletakkan tangannya di pundak al-Fuli. Ia berusaha menggandengnya.  " Tuan saya berharap anda tidak membesar-besarkan masalah ini." " Asalamualaikum." Al- fuli memutar badannya untuk pergi. Azzam segera menahannya. " Tuan,  diplomasi itu memberi dan menerima. Demi Allah saya akan memenuhi janji saya." Al-fuli memerhatikan Azzam dengan raut marah yang belum hilang diwajahnya. Azzam dengan cepat berkata,  " saya ingin menghadap ' orang besar' itu sendiri." " Orang besar tidak mau bertemu dengan siapapun." " Tuan Kamal Bey,  saya minta Anda menolong saya. Saya sendiri akan menghadap yang mulia ' orang besar' dan menjelaskan kepadanya tentang keadaan saya. Wahai Bey,  jangan tolak permintaan saya ini. " " Kita akan lihat. " ( Hal : 311-312)

Dari kutipan diatas tergambar jelas bagaimana seorang elite partai yang menjadi budak seorang penguasa yang lebih tinggi. Sebenarnya stratafikasi dalam hal politik seharusnya dibangun atas dasar kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Hal ini yang coba dibuktikan oleh orang besar ia memaksa kehendak kepada orang lain  meskipun ada perlawanan. Kesepakatan yang mereka anut menjadikan orang besar mempunyai otoritas rasional.

" Dengarkan Azzam,  aku tak mau buang-buang waktu lagi denganmu. Pembagian keuntungan seperti ini bukan hanya ditetapkan kepadamu. Semua diperlakukan sama. Kami ikut andil dengan bisnis seperti agen yang kaujalankan dengan pembagian keuntungan seperempatnya. Pembagian ini kami terima sebagai ganti kerja. Kami melindungimu dari pajak,  keamanan produksi,  penjagaan kantor,  dan seribu satu hal yang bisa menghentikan proyekmu. Kamu seharusnya bersyukur kami mau bekerja sama denganmu karena sesungguhnya kami mau bekerja sama denganmu karena sesungguhnya pekerjaanmu kotor. "" Kotor ?"" Penghasilan dasarmu didapat dari bisnis kotor yang tak ada sangkut pautnya dengan agen mobil jepang. Kau berbisnis narkoba dan kami tahu itu. Duduklah dikursi dan buka data dengan namamu. Kau akan menemukan laporan polisi tentang segala aktivitasmu. Semuanya kami punya. Kami bisa menyimpannya atau menggunakannya sewaktu-waktu. Duduklah Azzam,  berpikirlah dan baca laporan itu. Pelajari dengan baik dan di akhir lembaran-lembaran itu kau akan menemukan selembar surat perjanjian.  Jika kau mau,  tanda tanganilah. Terserah padamu. "" Orang besar" itu tertawa lebar dan suara itu pun lenyap.”   ( Hal ; 337)

Dari teks diatas tergambar bagaimana elite politik bekerja sama untuk menutupi keburukan individu dalam sebuah partai. Hal ini menjadi jelas apabila dikaitkandengan kepincangan ekonomi rakyat mesir yang semrawut. Para penguasa cendeung mengurusi urusan mereka dibanding meladeni urusan rakyat kecil.Monarchy ( adalah kekuasaan terkuat yang merupakan bentuk pertama komunitas manusia. Sehingga secara pribadi maupun kelompok akan sering menggerakan persengkongkolan serta penghasutan dan penyogokan akan sering terjadi. Para penguasa biasanya mempunyai keahlian di bidang-bidang tertentu,  misalnya dbidang ekonomi,  politik militer dll. Haji Azam merupakan seorang penguasa yang mahir dalam masalah ekonomi maka ia selalu berusaha menguasai sektor-sektor ekonomi dengan caranya sendiri.

 

b.       Terorisme

Dua jam sebelum azan jumat berkumandang,  Masjid Anas bin malik sudah tampak penuh sesak  hingga bagian tepi terakhir oleh para jemaah. Mereka semua adalah mahasiswa aktivis Islam garis kanan. Sebagian mereka memakai pakaian eropa modern,  dan sebagain yang lain memakai pakaian khas pakistan : jubah putih atau biru memanjang hingga ke lutut dipadu dengan celana bewarna yang sama, mereka semua adalah pengikut syekh syakir. Mendadak suara takbir dan tahlil berkumandang. Para jemaah berdiri dan berjubel-jubel menyalami syekh syakir yang baru saja datang.  Prosesi itu memakan waktu yang cukup lama hingga akhirnya Syekh syakir naik ke atas mihrab masjid. Sang syekh mengeluarkan kayu dari sakunya dan bersiwak. Selepas itu,  ia lalu membaca basmalah.  Seketika itu juga suara takbir gemuruh,  bergema disetiap penjuru masjid,  bahkan hingga ke luar. Syekh segera memberi isyarat dengan tangannya. Gemuruh reda. Lalu hening,  benar-benar hening. Syekh pun memulai khotbahnya,  membaa hamdalah,  memanjat puji-puji. “ Anak – anakku terkasih... para penguasa kita menyangka bahwa mereka menjalankan dan menerapkan syariat Islam. Sementara itu,  di waktu yang bersamaan mereka berkuasa dengan prinsip demokrasi. Allah mengetahui bahwa mereka bohong dala semua ini. Syariat islam dislewengkan di negara kita yang semakin terbelakang. Sebenarnya,  kita diatur dengan undang-undng prancis yag sekuler yang membolehkan mabuk,  zina dan homoseks. Bahkan,  negara mengambil keuntungan dari penjualan minuman keras dan diskotik. Lalu dengan uang keuntungan haram itu,  negara membagi-bagikannya kepada depertemen-depertemen yang mengurusi hajat banyak umat Islam.“ Kini,  mari kita teriakkan di hadapan mereka dengan lantang. Kita tidak menginginkan umat kita menganut sosialisme,  tidak juga sistem demokrasi. Kita hanya menginginkan Islam sebagai jalan hidup”,“ Emosi syekh syakir kian memuncak. Ia menacung-acungkan  telunjuknya. Dengan suara lantang ia berteriak.” jihad,  jihad,  jihad,  wahai cucu –cucu abu Bakar, Umar,  Khalid,  dan saad. Cita – cita luhur Islam itu akan terwujud hari ini di tangan kalian sebagaimana telah terwujud ditangan kakek buyut  kalian yang agung. Berjihadlah kalian dijalan Allah” .

Dari kutipan teks diatas menggmbarkan bagaimana keteguhan umat islam untuk membela negaranya yang telah dikuasai oleh orang-orang dzalim. Disaat suatu negara mencapai tingkat kebobrokan maka akan muncul berbagai golongan yang berusaha untuk menjatuhkan pemerintahan. Dan menggantinya dengan kekuasaan yang kebih baik. Dalam sebuah sistem pemerintahan negara terjadi berbagai kejanggalan-kejanggalan yang datang seiring berjalannya waktu. Sehingga secara tidak langsung para penguasa tidak mampu membenahi masyarakatnya sendiri. Ketidak mampuan tersebut menyebabkan masyarakat yang   tidak puas membentuk komunitas-komunitas pribadi yang kuat dan berani sebagai pemimpin.

Sang syekh kemudian memberi isyarat kepada seseorang untuk menutup pintu ruangan. Seorang mahasiswa gemuk  dan berjenggot panjang memulai pembicaraan. Ia berkata didepan  Syekh Syakir dengan penuh semangat,  “ maulana Syekh Syakir,  kami tak mencari gara-gara dengan polisi. Mereka yang menyakiti dan memusuhi kita.  Mereka menculik  dan menangkap kawan-kawan kita  dari rumah mereka. Menciduk dan menyiksa mereka tanpa dosa. Apa yang saya ungkapkan tentu saja penuh dengan pertimbangan. Kita akan menjalankan demonstrasi sebagai soledaritas bagi kawan-kawan kita diciduk itu ““ saya berharap kau paham,  anakku. Ini dapat menjadi bumerang bagi kita hingga tanpa sadar kita telah memberi kesempatan kepada mereka untuk lebih leluasa mengintimidasi dan menghancurkan kelompok islam. Tidakkah kau memperhatikan khotbah barusan? Saya hanya mencakupkan dengan pembicaraan yang umum dan tidak membahas perang. Kalau saya mengkritik dan menyerang kebijakan negara yang ikut bergabung dengan Amerika untuk menyerang Irak,  bisa jadi negara akan menutup masjid-masjid itu agar dapat menyaksikan perjuangan pemuda islam ketika perang dimulai.”.“ siapa bilang mereka akan membiarkan kita sampai perang itu dimulai ? Atas dasar apa pandangan anda ini ? hari ini  dua puluh orang pemimpin pergerakan Islam diculik dan diciduk. Dan saya pikir negara akan menciduk para pemimpin yang lain kalau kita tid ak segera melawan mereka”. “ ini janji kita Thaha,  aku sepenuhnya percaya  dan memegang penuh janjimu. Kau akan menjaga amanat ini,  dengan izin Allah.” ( Hal 155- 156 )

 

Gerakan islam garis kanan merupakan suatu organisasi politikyang merekrut para anggotanyadengan jalan sosialisasi terlebih dahulu. Sehingga para angggotamengetahui kearah mana organisasi ini berjalan. Format perekrutan bersifat non formal karena penguasa mengajak seorang anggota dengan jalan pendekatan emosional. Dalam hal ini Sosialisasi politik adalah proses, oleh pengaruh mana seseorang individu bisa mengenali sistem politik yang kemudian menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksinya terhadap gejala - gejala politik. sosialisasi politik itu merupakan mata rantai paling penting di antara sistem-sistem sosial dengan sistem-sistem politik, namun satu sistem bisa berbeda sekali dengan sistem lainnya.

“ dengarkan baik-baik ! besok,  atas izin Allah,  kita akan mengorganisasi  kawan-kawan kita untuk melakukan demonstrasi besar – besaran dikampus. Saya harap kau tidak ketinggalan untuk ikut serta dalam demonstrasi itu.” Syekh syakir diam sejenak. Ia kemudian menlanjutkan kata-katanya. “ aku tidak bisa memimpin demonstrasi itu. Saudaramu Thahir yang akan memimpin. Nanti kawan-kawan kita akan berkumpul didepan gedung pertemuan selepas salat zuhur.” (Halaman 188- 189)

 

Dari kutipan teks diatas tergambar dengan jelas bagaimana dalam suatu negara demokrasi,  masyarakat bebas mengucapkan aspirasiya didepan publik. sehingga masyarakat cenderung memanfaatkannya. Walau terkadang aspirasi mereka tidak didengar oleh pemerintah.Budaya politik suatu masyarakat berkembang dan dipengaruhi oleh nilai-nilai yang ada dalam masyarakat itu. Bahkan dapat dikatakan bahwa kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh interaksi antar orientasi dan antar nilai. Hal ini mengakibarkan timbulnya kontak-kontak di antara budaya politik bangsa. Maka diasaatbudaya politik yang mereka anut berbentrokan denganbudaya politik yang berlaku maka akan terjadi suatu benturan-benturan yang akhirnya memaksa salah satu golongan untuk tampil kedepan dan menyatakan aspirasinya.

“ Mobil berjalan cepat tak teratur. Berkali-kali para tahanan itu terbentur dan jatuh bangun dengan pelan,  lalu berhenti. Pintu belakang truk dibuka dan seketika para tentara berteriak mencaci,  mngambil alat pemukul,  dan menghantam tahanan - tahanan itu tanpa rasa ampun hingga mereka roboh satu persatu. Dalam kondisi mereka yang tak bisa melawan,  tiba - tiba saja terdengar gonggongan anjing polisi yang menyergap dan menyerang mereka. Thah bersusah payah menjauh dari anjing- anjing itu,  tapi tiba- tiba seekor anjing besar menerkam dan menjatuhkannya.( Hal 229)

" Namamu siapa ?"," Thaha Muhamad al-syadzili"." Thaha,  sungguh kamu sebetulnya anak yang baik. Mengapa kamu melakukan ini semua? Kamu belum. Merasakan siksaan yang lebih hebat. kamu tidak bisa melawan kami,  Thaha. Kami adalahy negara. Kamu bisa melawan negara,  Thaha ? Lihatlah musibah yang menimpamu. Dengarkan,  Nak. Maukah kamu kukeluarkan sekarang ? Kedua orangtuami tentu cemas memikirkanmu.", " Saya tidak tahu organisasi itu !"" Lalu,  mengapa kamu menyimpan dokumen dunia keislaman ?"" Saya hanya membacanya."" Tapi,  itu adalah buku panduan organisasi. Ayolah,  Thaha,  tuhan memberimu petunjuk. Katakan kepadaku apa peranmu dalam organisasi itu."" Saya tidak tahu organisasi itu !"" Mengapa kamu lakukan ini semua ?"" Demi Tuhan,  saya tidak tahu apa-apa."" Terserah kamu sekarang! Akibatnya kamu tanggung sendiri. Hati-hatilah, ,  " ( Hal 23 )

Dari kutipan teks diatas menggambarkan jelas bagaimana proses demokrasi yang terjadi di mesir tidak berjalan dengan baik. Justru simbol demokrasi hanya berlaku kepada orang-orang yang berkuasa. Dari teks diatas tergambar jelas bagaiman seorang pejuang demokrasi dikerjai habis-habisan akan tetapi iatetap berpegang teguh dengan perjanjian dan tidak akan mengataknnya kepadaorang-orang yang bukan angggota kelompok tersebut.  Thaha yang merupaan salah satu anggota Suatu kelompok sosial yang sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan, ada hubungan timbal balik, 1 misi dan visi. Yang akhirnya ia berusaha untuk tidak mengatakan sebenarnya kepada orang-orang selain aggota kelompok tersebut.

" Syukurlah atas keslamatanmu Thaha.  Kapan kamu keluar ? "" Dua minggu yang lalu."" Tentu,  kamu terus dimata-matai. Apakah kamu datang kesini seperti yang telah dianjurkan hassan."Thaha menganggukan kepala. Syekh syakir melanjutkan kata-katanya " Tentu akhi hasan masih aman. Berkomunikasilah dengan saya lewat dia.  Dia akan menunjukkan tempat pertemuan dan waktunya. Dengan memilih tempat yang tidak memundang kecurigaan. Tempat ini misalnya,  penuh dan gelap,  menjadikannya layak.kita juga kadang bertemu di taman-taman umum,  rumah makan,  dan bar.  Tapi kamu harus terbisaa dengan tata cara bar-bar yang ada."Syekh syakir tersenyum,  akan tetapi Thaha masih saja terdiam. Lalu syekh syakir melanjutkan dengan serius, ". Pihak keamanan sekarang melancarkan serangan biadab terhadap kalangan aktifis islam. Semuanya ! Penjara,  dan pembunuhan disiapkan. Mereka menembaki saudara-saudara kita dengan dalih : mereka melawan kekuasaan dan terhadap orang- orang yang tak berdosa merka pasti akan mendapatkan balasan. Nanti di hari kiamat. Saya terpaksa meninggalkan rumah dan tak lagi shalat dimasjid saya pun mengubah penampilan seperti yang kamu lihat bagaimana pendapatmu syekh syakir dengan pakaian khas eropa." Kuatkan dirimu Thaha,  saya dapat merasakan dan memperkirakan rasa sakitmu. "" Saya berharap kamu bisa menyerahkan apa yang mereka lakukan kepada Allah dan dia akan membebaskanmu dengan balasan setimpal bagi mereka. Mereka telah menghina saya syekh,  mereka mnghina saya sehingga Saya merasa kalau anjing-anjing buduk yang berada dijalanan itu lebih mulia dari pada saya.  Saya menyaksikan sesuatu yang ridak mungkin terpikirkan oleh orang muslim."" Mereka itu bukan muslim mereka itu kafir,  menurut fatwa para ulama fiqih." " Mereka menutup mata saya,  sehingga saya tidak mengenal satupun dari mereka,  akan tetapi,  saya bersumpah atas nama Allah,  akan menhetahui mereka satu persatu."" Jangan menyerah Thaha ribuan pemuda telah di tahan dan menghadap siksaan ganas,  ketika mereka keluar dari tahanan mereka berjuang lebih kuat lagi untuk melawan kedzaliman."" Tujuan sebenarnya dari penyiksaan itu bukan untuk memusnahkan umat islam, melainkan untuk menghancurkan semangat mereka semua,  sehingga mereka kehilangan kemampuan  untuk berjihad. Jika kamu menyerah kepada penderitaan maka kamu membuat tujuan mereka akan tercapai." (Hal 250-251)

Dari teks diatastergambar bagaimana suautu proses perekrutan yang didasari oleh emosional akan berjalan dengan baik,  para anggotanyaakan terus berjuang dan pantang untuk menyerah. Ini disebabkan paraanggota merasakan rasa yang sama. Hal ini lah yang  menyebabkan hubungan diantara anggoa tertancam kuat.In group adalah kelompok sosial, dimana individu mengidentifikasikan dirinya. Out group adalah kelompok sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in group. Menurut Cooley kelompok primer adalah kelompok sosial yang paling sederhana, dimana anggota-anggotanya saling mengenal dan ada kerjasama yang erat.

 

4. Nilai – Nilai Sosial Dalam Imarat Ya’qubyan Karya Alaa Al-Aswany Ditinjau Dari Segi Pengarang.

Dalam meneliti sebuah karya sastra dengan metode sosiologi sastra sangat penting untuk mengetahui latar belakang penulis. Dalam sebuah wawancara wartawan koran al-jadid  dengan alaa al – Aswany yaitu :

“ Having heard so much from readers and spectators, I was eager to hear from the creator of this phenomenon himself, Alaa al Aswany. On a muggy evening in July, I met the author in his dental office in Garden City. Even after his astounding success with “The Yacoubian Building,” he still puts in several hours of dentistry every day but Friday, which he reserves for meetings. “I can’t remove myself from life to write,” he says. “Writing is part of my living.” He was relaxed and good-humored, stretching my questions about his work into broader reflections on art and life.” [97]

 

Dari kutipan tersebut dapat diketahui bahwasanya alaa al-Asawany sangat menyukai dunia sastra walau pekerjaan sebenarnya adalah seorang dokter gigi. latar belakang alaa al aswany mengarang novel ini adalah ia ingin memberikan hal yang berbeda tentang pencitraan mesir ia menitik beratkan cerita-cerita dengan kejadian-kejadian mesir yang sebenarnya . seperti yang dikutip dalam sebuah artikel di surat kabar online “ al-jadid”

 

“I liked ‘The Yacoubian Building,’” he continued, “because it presented a true picture of Egypt today. The classes. There have always been two classes in Egypt since the pharaohs: the ruling class and the ones who want to be ruled.”[98]

Alaa al aswany berpendapat bahwa sangat menyukai novel apartemen yacoubian karena menurutnya novel tersebut menceritakan masalah yang gamblang tentang negara mesir. Bukan hanya dari sisi baik melainkan dari sisi keburukan mesir dimana kelas-kelas sosial sangat kental dinegri tersebut. pada abad pertengahan seorang filusuf arab bernama ibnu khaldun  mengemukakan beberapa prinsip pokok untuk menafsirkan kejadian- kejadian sosial dan peristiwa-peristiwa dalam sejarah. Gejala tersebut dapat terlihat pada kehidupan masyarakatnya .  Rasa solidaritas merupakan faktor yang menjadikan masyarakat bersatu.   All beranggapan bahwasanya sebuah novel bukan hanya cerita fiksi yang khayali akan tetapi ia berusaha menuangkan sebuah fakta dalam sebuah novel dengan gaya bahasa sastra.

“How did you get past the censors, with the homosexuality and scenes of police brutality?

There is no official censorship of books before they are published – it’s after the fact. Then Al Azhar or the government might make judgments or pull a book. It was the film that upset them. At first they supported it, but when they saw the effect it was having in the theatres – people were applauding characters and shouting – they got concerned. About 100 members of the People’s Assembly tried to ban the film because of the homosexuality – so-called “family values.” But they allow other movies that are almost pornographic! There was a big campaign in the official newspapers. They said the film “gives a bad impression of Egypt; the author is almost a foreigner.” Yes – I had a French education in Egypt and I went to dental school in the U.S., but I’m not working for the Ministry of Tourism. To be loyal to my country, I have to be ignorant?”

 

 Jika dilihat dari tulisan- tulisan alaa al aswany dalam artikel new york time iamengatakan bahwasanya masyarakat mesir cenderung diskriminasi terhadap berbagai hal khususnya permasalahan keagamaan , ekonomi dan politik. Dalam ilmu sosiologi, sastra merupakan gambaran yang nyata tentang masyarakat.  Seperti yang telah dikemukakan oleh ian watt sastra merupakan cerminan masyarakat seorang pengarang menampilkan fakta-fakta social dalam masyarakat.  Akan tetapi menurut aristoteles  seorang pengarang menirukan kenyataan bukan dengan mementaskan manusia atau peristiwa sebagaimana adanya, pengarngan menciptakan dunianya sendiri .  Menurut wellek dan waren sebuah karya sastra bias saja menjadi sebuah dokumen sosial . sehingga dalam penelitiannya diperlukan adanya penghubung dari suatu pernyataan yang kongkret .  hubungan antara kehidupan pribadi dan kehidupan politik alaa aswany sngat berkaitan dalam setiap tulisannya alaa al-Aswany sering mengecam dan memaparkan sebuah fakta dengan sangat lugas tanpa ditutup-tutupi. hal ini dapat diketahui dari tulisan-tulisannya diantaranya :

“The historical advancement of Egyptian women contrasts sharply with the results of a new Thomson Reuters Foundation survey that found Egypt ranked overall worst among 22 Arab countries for discrimination in law, sexual harassment and the paucity of female political representation. Why do Lotfia’s granddaughters suffer from problems today that she managed to overcome 80 years ago?. After the 1973 war in the Middle East, the price of oil shot up. This gave Gulf states unprecedented power, while the economic shock forced millions of Egyptians to emigrate to work there. Many of these Egyptians came home having absorbed radical Wahhabi values”[99]

 

Jika dilihat dari segi kehidupan dan pemikiran alaa al-Aswany  dapat diketahuai bahwa ia merupakan sorang kritikus karena dalam setiap tulisan-tulisannya ia selalu memaparkan tentang penyimpangan-penyimpangan yang terjadi disuatu negara.  Bisa jadi novel ini merupakan sebuah kisah nyata yang coba ia tuangkan dengan gaya dan pemeran yang berbeda dengan menggunakan bahasa sastra yang indah.  Dalam teori plato tentang peniruan itu sebenarnya tersimpul sebuah pengertian tentang sastra sebagai cerminan sebuah masyarakat.  menurut  nyoman kutha ratna dalam  sastra dan cultural studies  dalam teori kritik sastra dikemukakan antara hubungan penulis, karya sastra dan masyarakat memgang peranan penting sebagai komponen utama suatu instuisi  secara silih berganti menduduki posisi utama.berbeda dengan pengarang dan karyanya , yang secara teoritis masing-masing terbentuk sebagai komposisi tunggal. Menurut teori sosiologi sastra pengarang , karya dan masyarakat yang diacu maupun pembaca sebagai penerima merupakan unit-unit fakta sosial yang saling berkaitan, sebagai kualitas interpendensi. Sehingga tidak menuyutup kemungkinan novel ini merupaklan gambaran nyata dari kehidupan sosial di mesir yang disajikan dengan imajinasi Alaa al-Aswany. Hal ini bisa terlihat dari teks berikut ini.

What is your writing process like? Do you write every day? Do you have a routine of some sort?

Five, six days a week, I wake at 6:00 and write first thing in the morning until 10:30. You cannot imagine how I feel if I miss a day. I write and revise every day. “Yacoubian Building” took me 2 to 3 years to write. What you are reading now could well have been revised a hundred times. I push the characters until I lose control of them.

Could you give me an example?

Yes. I thought I had finished the novel when Zaki and Busayna got arrested. I went to bed depressed, because the last thing Busayna had said is, “All my life I’ve had bad luck in everything.” In the morning, when I woke, I felt relieved because I discovered they had gotten married!” [100]

 

Dalam penulisan novel imarat ya’qubyan banyak sekali terdapat kendala. Hal ini bisa dilihat dari kutipan teks diatas. Seperti yang diungkapkan sebelumnya novel ini banyak sekali menceritakan mengenai fakta sosial yang terdapat dimesir. Ditulis dalam rentang waktu yang tidak sebentar sehingga membuat novel ini mendapatkan berbagai penghargaan. Penulis berusaha menyajikan konflik yang terjadi dimesir dengan gaya bahasa dan alur cerita yang menarik. Menurut wiryomartono novel sebagai bagian dari karya seni juga memiliki kapasitas simbolik dan ekspresif. Novel bukan hanya representasi realitas fisik, tetapi juga ideologis, ideologi dari kelompok masyarakatyang mampu memberikan inspirasi novelis untuk menerima atau melawannya melalui teks novel yang ditulisnya. Menurut wellek dan warren sastra sering dilihat sebagai pemikiran yang terbungkus dalam bentuk khusus.

How did you get past the censors, with the homosexuality and scenes of police brutality?

There is no official censorship of books before they are published – it’s after the fact. Then Al Azhar or the government might make judgments or pull a book. It was the film that upset them. At first they supported it, but when they saw the effect it was having in the theatres – people were applauding characters and shouting – they got concerned. About 100 members of the People’s Assembly tried to ban the film because of the homosexuality – so-called “family values.” But they allow other movies that are almost pornographic! There was a big campaign in the official newspapers. They said the film “gives a bad impression of Egypt; the author is almost a foreigner.” Yes – I had a French education in Egypt and I went to dental school in the U.S., but I’m not working for the Ministry of Tourism. To be loyal to my country, I have to be ignorant?[101]

 

Ideologi-ideologi politik, ekonomi dan keagamaan yang coba dikemukakan oleh pengarang sangat kental sehingga banyak sekali kendala dalam penulisan novel ini. Menurut van dick ideologi berhubungan dengan sistem kepercayaan atau gagasan, khususnya gagasan mengenai sosial ekonomi , politik dan ide- ide religius yang digunakan oleh suatu kelompok. Damono mengungkapkan adanya keterpisahan antara sastra dan politik berdasarkan pendapat George Owell, “ jika seorang pengarang melibatkan diri dalam politik, ia harus melakukannya sebagia warga negara, sebagai manusia, tetapi tidak sebagai pengarang. Harus jelas bahwa karangnnya merupakan sesuatu yang sama sekali terlepas dari kegiatan tersebut. Namun ternyata untuk memasukkan ideologi dalam novel tidak mudah. Menurut howe novelis politik harus melibatkan diri sebaik-baiknya dalam pergolakan politik, tanpa hal itu karyanya akan mentah.

لقد كانت الرواية من أكثر الكتب مبيعاً منذ صدورها بالعربية عام ،2000 وقد قال مؤلفها إنّ الطبعة الإنجليزية للرواية سوف تتيح للعالَم أنْ يفهم حالة البؤس السياسيّ والفساد الإداريّ والإقتصاديّ التي تسبب الإحباط الشديد للإنسان العربيّ فتقود بعض المتطرفين إلى اللجوء للعنف تعبيراً عن رفضهم واقعهم وعدم الخضوع إليه. ثم أضاف أنه يكتب متأثراً بغابرائيل غارسيا ماركيز مستشهداً بمقولة هذا الروائيّ والصحافيّ الكولومبيّ الحاصل على جائزة نوبل للأدب أنه »إذا كنتَ تؤمن حقاً بقضية هامة، فاكتب رواية جديدة حولها«. غير أنه أضاف منوهاً أنّ الغرض من الكتابة الروائية لا يتوقف أبداً عند القضايا السياسية، فقال: »إنك تكتب عن الناس، والتحدي الذي تواجهه هو ان تَفهَمَهُم أو أنْ تجعل الآخرين قادرين على فهمهم«.[102]

 

Dari kutipan tersebut dapat diketahui bahwasanya novel yang sangat poopuler diberbagai belahan dunia. Novel ini telah diterjemahkan keberbagai negara. Tujuan utama dari penerjamahan novel ini adalah agar para pembaca diseluruh dunia bisa mengetahui tentang pelanggaran ham yang terjadi di Mesir. Seperti yang telah dikemukakan aliran marxisme bahwasanya karya sastra sosialis banyak menggambarkan kondisi serta gejolak masyarakat di masa tersebut. Terkadang karya sastra tersebut lebih mengedepankan aspek – aspek sosialnya daripada aspek formal sastra. Gejolak politik yang terjadi di mesir membuat para pembaca lebih menyegani karya sastra yang dianggap sebagai alat untuk menyampaikan aspirasinya. Seperti yang di kemukakan oleh Antonio Gramsci dalam teori hegemoni bahwasanya  individi tidak mendahului kondisi social, setiap subjek hanya berfungsi sebagai agen dari system social yang sedang berlangsung.

 

5. Nilai-Nilai Sosial Dalam Novel Imarat Ya’qubyan Ditinjau Dari Segi Pembaca.

Novel apartemen yacoubian merupakan novel yang sangat fenomenal yang telah diterjemahkan kelebih dari 20 bahasa didunia. Berlatar belakang sebuah apartemen di wasth al-balad dengan menyajikan berbagai cerita yang sangat beragam. Para pembaca diajak untuk bergulat dengan berbagai kepentingan individual yang akhirnya menimbulkan berbagai fakta fakta sosial.

Adapun nilai sosial keagamaan, ekonomi dan politik ditinjau dari segi pembaca adalah :

“Surprisingly, this officer’s reactions were very similar to those I had heard from many people I interviewed in Cairo this summer about both the novel and film versions of “The Yacoubian Building.” A young working woman, who had graduated from Cairo University and was quite religious, said that she agreed that people from the lower class should not become police officers (referring to one of the subplots of the film) because they might take revenge for their oppression on people of higher classes. A student at the American University in Cairo said he saw the film three or four times and was depressed for a week after each viewing. Why did he want to see it more than once? Because “it was a great movie: it presented a true picture of Egypt – how hard it is for poor people in our society; how we have lost the value of caring for one another. Because of the speed of our lives, the poverty – you chase after money just to live.” Others said that the depiction of homosexuality was just another aspect of a culture lacking morals. “[103]

 

Dari sebuah kutipan dalam sebuah artikel al-jadid karya pamela nice dalam wawancaranya bersama alaa Al-Aswany ia menggambarkan tentang bagaimana masyarakat sangat mencintai dan mengkritik novel tersebut yang telah di filmkan dengan judul yang sama.  Dari kutipan tersebut dapat diketahui bahwasanya nilai-nilai sosial yang terkandung dalam novel dapat dihayati oleh pembaca dengan baik. Sehingga secara tidak langsung pembaca ikut terjun dan berperan didalamnya.  Selain itu fakta- fakta yang terkandung dalam novel tersebut  berpengaruh pada negara mesir. Karena dalam novel tersebut banyak sekali menceritakan tentang hal negatif yang terjadi di  mesir. Pandangan goldman mengenai fakta kemanusiaan dan subjek pembaca mengenai novel apartemen yacoubian sebenarnya terdapat kesesuaian  antara struktur karya sastra dengan struktur masyarakat sehingga pembaca lebih mudah unuk memahaminya, karena didalamnya mempunyai unsur-unsur yang saling berkaian antara struktur karya sastra dengan struyktur masyarakat mesir hubungan tersebut bukan merupakan hubungan determinasi ( penentuan ) yang langsung, melainkan hubungan yang dimediasi ( diperantarai ) oleh ideologi pengarang.

“Some Egyptians didn’t like the movie because they felt it focused only on the negative aspects of their society. But most of the many people I talked to were profoundly, emotionally moved by the film or book. Some credited the film for the success of the book. Others thought it was the sexual content (certainly tame by American standards) that boosted book sales. But few could deny that both the book and film created a phenomenon in Cairene culture because of the many taboos broken in the name of freedom of artistic expression. “The Yacoubian Building” presents police torture as a main cause of Islamic extremism; shows sexual exploitation of poor women at the workplace; prostitution and drug use among the upper classes; and bribery and extortion as the modus operandi in politics. It depicts a homosexual couple in frank, if stereotypical, terms. As one businessman put it, “Other Egyptian novels and films have treated one or another of these topics. But this book brought them all together in one work.”[104]

Plato berpendapat bahwasanya masyarakat merupakan refleksi dari manusia perorangan. Suatu masyarakat akan mengalami kegoncangan, sebagaimana halnya manusia perorangan terganggu keseimbangan jiwanya yang terdiri dari  tiga unsur yaitu nafsu, semangat dan inteligensia.  Sehingga dalam mengemukakan pendapat pendapat cenderung menganalisis / berpendapat dengan sisi inteligensia.   Parta pembaca di negara mesir novel ini sangat mengganggu karena didalamnya banyak menceritakan tentang penyimpangan- penyimpangan di mesir. Dalam istilah “Bangsa” maka yang terpenting  adalah soal nasib bersama dari orang-orang yang hidup di suatu daerah yang menyerahkan persoalan nasib kepada negara , yang mempunyai wewenang mutlak untuk menjamin nasib bersama dari orang banyak. Sehingga disaat pembaca dari negara mesir membaca novel ini muncul berbagai spekulasi

»إنّ قراءة رواية تنتمي إلى ثقافة مختلفة قد لا تكون تجربة سهلة بشكل كامل، ولعل ذلك ما يجعل من قراءتها أمراً جديراً ويستحق بذل الجهد« كما يقول همفري ديفيس الذي ترجم »عمارة يعقوبيان« إلى الإنجليزية. أمّا تزايد الإهتمام بالأدب العربيّ عالمياً بعد 11/9 فقد جعل الناس في العالم الغربيّ يتوصلون إلى الإقتناع بقدرتهم على تكريس واقع جديد يحتمل إمكانية التنمية السياسية والإدارية والإجتماعية في الشرق الأوسط. ولا يمكن تحقيق ذلك إلاّ من الإطلاع على طبيعة الثقافة التي يتم إنتاجها في هذه المنطقة، وفهم تلك الثقافة بشكل موضوعيّ ودقيق وشفاف. وقد أصبح من الجليّ أنّ ترك هذه المسألة للسياسيين وحدهم بات أمراً لا جدوى منه، فقد أصبح الناس الآن يتطلعون إلى الشعراء والروائيين بوصفهم الناس الجديرين بطرح قضايا مجتمعاتهم وتشخيص مشكلاتها، وهذا أمر دأب السياسيون على إغفاله عمداً وإبقائه مخبّأً على مدى سنوات طويلة[105]

 

Para pembaca mesir menganggap bahwasanya novel apartemen yacoubian merupakan novel yang terlalu jauh ikut campur mengenai permasalah mesir. Berbeda dengan pandangan dunia mengenai novel apartemen yacoubian menurut pembaca khususnya diwilayah inggris novel tersebut memeberikan  mereka pandangan yang luas mengenai nilai-nilai sosial yang terdapat dimesir.  Menurut nyoman kutha ratna terjadi hubungan timbal balik yang signifikan antara sastra dengan kebudayaan . khususnya  karya sastra memainkan peranan penting sebab melalui aspek – aspek etika dan estetika karya seni dapat mempengaruhi penikmat secara halus. Kebudayaan  dihasilkan oleh manusia dengan cara menciptakan  sistem simbol pada akhirnya manusia akan dipengaruhi bahkan dibentuk oleh kebudayaan yang diciptakan. Sehingga para pembaca novel ini dapat mengetahui atau secara tidak langsung dapat mengetahui kebudayaan mesir dengan meneliti nilai- nilai sosial yang terkandung didalamnya. Gejolak politik yang terjadi dimesir merupakan hal yang paling diminati oleh pembaca terbukti dengan banyaknya orang yang meneliti novel ini dengan menitik beratkan pada nilai sosial poitiknya. Menurut nyoman kutha ratna hubungan-hubungan yang khas antara masyarakat dengan sastra menunjukkan bahwa keberadaan masyarakat dan sastra mesti dipertimbangkan sebagai dua gejala yang otonom. Sastra merupakan cerminan masyarakat yang didalamnya mencakup berbagai nilai-nilai yang akhirnya menjadikan nilai tersebut menjadi bagian dari kenyataan yang membuat pembaca menyukai atau menghujat mesir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

1.   Kesimpulan

Setelah melakukan analisis dalam penelitian ini,  maka penulis merumuskan simpulan untuk menjawab rumusan masalah yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini.

1)     Nilai-nila sosial yang terkandung dalam novel imarat Yaqubyan adalah   pernikahan yangdilakukan oleh Taha dan radlwa yang dilakukan tanpa mahar harta benda melainkan dengan bacaan bismilah. Dalam Novel imarat yaqubyan banyak menceritakan penyimpangan-penyimpangan nilai sosial keagamaan yaitu pertama Alkhoholisme  yang dilakukan oleh Zaki bey karena kehidupan yang cenderung memihak pada kehidupan moderenitas Kedua perzinahan yang dilakukan oleh busainah dan zaki bey yang dilakukan atas dasar kebutuhan ekonomi. Ketiga homoseks yang dilakukan oleh Abduh dan Hatim karena kebutuhan akah ekonomi. Keempat pernikihan siri yang dilakukan oleh Haji Azam dan Suad  dilakukan karena kepentingak politik dimana Haji Azam merasa pernikahannya dengan suad dapat menghancurkan karir politiknya. Dan kelima praktek Aborsi  seperti yang dilakukan oleh suad karena kepentingan politik.

2)     Nilai-nilai sosial ekonomi yang terkandung dalam novel apartemen yacoubian mencakup masalah – masalah yang bebragam yaitu pertama perbedaan antara masyarakat kota dan masyarakat desa. Masyarakat desa cenderung tidak mempedulikan harta benda berbeda dengan masyarakat kota yang menganggap uang adalah segalanya. Kedua pelacuran yang dilakukan busainah dan zaki bey. Ketiga kemiskinan yang dialami oleh Abduh dan Busainah dan yang keempat kelas-kelas sosial yang sangat beragam yang dialami oleh sebagian besar penduduk Mesir.

3)     Persoalan politik yangterjadi berkisar antara penguasa yang dzalim sehingga muncul berbagai kelompok pemberontak.Seperti yang dilakukan  kamal al-fuli seorang makelar kekuasaan yang mmbantu para calon pemimpin untuk memenangkan pemilu dan proyek-proyek besar dengan bayaran yang besar. Masalah selanjutnya adalah masalah terorisme yang dilakukan oleh taha, syekh saman dan syekh bilal dari golongan islam garis kanan yang berjuang melawan pemerintah yang dzalim.

Nilai sosial yang terkandung dalam novel imarat ya’qubyan  dikaitkan dengan pengarang dan karya. Novel ini merupakan novel yang menceritakan tentang hal negatif yang terjadi di mesir. Penulisnya merupakan seorang dokter gigi yang juga berperan penting dalam kehidupan politik di mesir hal ini tergambar dari berbagai karya-karyanya sehingga dapat diambil kesimpulan bahwasanya novel ini merupakan suatu catatan sejarah atau sebuah fakta yang di kemas dengan gaya bahasa sastra.  Jika ditinjau dari segi pembaca , sebagian warga mesit merasa terganggu dengan keberadaan novel ini yang menurutnya hanya mengungkapkan fakta negatif yang terjadi dimesir sedangkan menurut pembaca dunia / luar mesir novel ini mengungkapkan fakta baru tentang nilai sosial berupa fakta sosial agama, ekonomi dan politik yang terjadi dimesir.

 

4)   Rekomendasi

Setelah melakukan penelitian ini maka saran kepada pembaca yaitu :

a.    Agar mahasiswa sastra arab mampu mengkaji novel Imarat Ya’qubyan dengan pendekatan disiplin ilmu yang lain, dan juga mampu meneliti karya-karya sastra Alaa al-Aswany yang lainnya.

b.   Agar dosen Sastra Arab mengajarkan Sosiologi sastra secara jelas dan mendalam, Agar tercipta kajian-kajian tentang sosiologi sastra yang luas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

A Teeuw. 1984 “Sastra Dan Ilmu Sastra Pengantar Teori Sastra” Pustaka Jaya: Jakarta,  Aminuddin,  Pengantar Apresiasi Karya Sastra,  (Bandung: Sinar Baru Algesindo,  2008),

Nurgiyantoro Burhan,  TeoriPengkajianFiksi,  Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2010,  Cet VIII, 

Faruk. 2010. Pengantar Sosiologi Sastra,  Yogyakarta: Pustaka Pelajar,   Edisi Revisi.

Fitra Hakni Batubara.  2009,  ”Nilai Sosiologi Sastra Dalam Khutbah Thariq Bin Ziyad Pada Saat Penaklukan Andalusia” Skripsi Fakultas Sastra,   Universitas Sumatra Utara. 

Guntur Henry Tarigan,  1984.”Prinsip-Prinsip Dasar Sastra “ Bandung : Angkasa.

  Huadayat,  Yusup Asep: 2007 ”Metode Penelitian Sastra” Modul.  Bandung ; Fakultas Sastra Universitas Padjajaran.

Http://Andreyuris.Wordpress.Com ”Analisis Isi ( Content Analysis)”

Http://Remajasampit.Blogspot.ComSatra Imajinatif Dan Sastra Non Imajinatif“

Http://Repository.Usu.Ac.Id/Handle/123456789/13458

Http://Repository.Usu.Ac.Id/Handle/123456789/13342

Van Jan Luxemburg  Pengantar Ilmu Sastra,  Terjemahan Oleh Dick Hartono “ Jakarta,  Gramedia,  1992 Cet VI.

Sumardjo Jakob Dan Saini K.M 1987 “Apresiasi Kesusastraan” Jakarta: Gramedia

Muhardi,  Hasanuddin W. S..2006 ”Prosedur Analisis Fiksi: Kajian Strukturalisme”  Jakarta Citra Budaya Indonesia,

Kutha Nyoman Ratna,  2011 “Paradigma Sosiologi Sastra” Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 

Kutha Nyoman Ratna,  2010 “Sastra Dan Cultural Studies” Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sraswati,  Ekarani 2003 “Sosiologi Sastra Sebuah Pemahaman Awal” Malang,   Umm Press.

Soekanto Soerjono, 1990 ”Sosiologi Suatu Pengantar  “ Jakarta,  Rajawali Press.

Bachtiar,Wardi   2010 ”Sosiologi Klasik “ Bandung,   Remaja RosdaKarya.

Semi,Atar   1989  “Kritik Sastra “ Bandung,   Angkasa. 

Suharno,    “Diktat kuliah Sosiologi Politik “ Yogyakarta. FISIP Universitas Negri Yogyakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 



[1] Jan Van Luxemburg Dkk, Pengantar Ilmu Sastra,  Terjemahan Oleh Dick Hartono, Jakarta,  Gramedia, 1992 Cet Vi. Hal 3-5

[2] Nyoman Kutha Ratna, 2010.Sastra Dan Cultural Studies”Yogyakarta:Pustaka Pelajar.Hal 4

[3]A. Teeuw. 1984. Sastra Dan Ilmu Sastra Pengantar Teori Sastra. Pustaka Jaya: Jakarta,  H.100

[4]Http://Remajasampit.Blogspot.ComSatra Imajinatif Dan Sastra Non Imajinatif “ 14:57 20 November 2012

[5]Burhannurgiyantoro, Teoripengkajianfiksi,  Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2010,  Cet Viii,  Hal.9

[6]Burhan nurgiyantoro, Teori pengkajian fiksi,  Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2010,  Cet Viii,  Hal 4

[7]Nyoman Kutha Ratna, 2010.Sastra Dan Cultural Studies”Yogyakarta:Pustaka Pelajar.Hal 292

[8]. Nyoman Kutha Ratna, 2010.Sastra Dan Cultural Studies”Yogyakarta:Pustaka Pelajar Hal 15

[9]Nyoman Kutha Ratna,  2011 “Paradigma Sosiologi Sastra” Yogyakarta:Pustaka Pelajar.Hal 11

[10] Faruk. 2010. Pengantar Sosiologi Sastra,  Yogyakarta: Pustaka Pelajar,   Edisi Revisi. Hlm. 25-27

[11] Faruk. 2010. Pengantar Sosiologi Sastra,  Yogyakarta: Pustaka Pelajar,   Edisi Revisi.  Hal 45-46

[12] http://id.wikipedia.org/wiki/Nilai_sosial “ nilai sosial “ pukul 22 : 22 tanggal 25 februari 2013

[13] Faruk, 2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra,  Dari Strukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar.  Hal 57

[14] Muhardi,  Hasanuddin W. S..2006 Prosedur Analisis Fiksi: Kajian Strukturalisme” Jakarta Citra Budaya Indonesia,  Hal 15

[15] Http://Repository.Usu.Ac.Id/Handle/123456789/13458 Selasa 20november 2012 Jam 14 : 31

[17] Nyoman Kutha Ratna,  2011 “Paradigma Sosiologi Sastra” Yogyakarta:Pustaka Pelajar.Hal 1

[18] Faruk, 2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra,  Dari Strukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar.  Hal 1

[19] Fitra Hakni Batubara.  2009,  ”Nilai Sosiologi Sastra Dalam Khutbah Thariq Bin Ziyad Pada Saat Penaklukan Andalusia” Fakultas Sastra,   Universitas Sumatra Utara.  Hal : 3

[20] Ekarani Sraswati. 2003 “sosiologi sastra sebuah pemahaman awal” Malang,   UMM press hal 10-18

[21] Faruk, 2012, Pengantar Sosiologi Sastra,  Dari Strukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar.  Hal 23-24

[22] Fathuddin.2008, ” sekali lagi : Sosiologi Agama”.  Yogyakarta. perpustakaan digital UIN sunan kalijaga.  hal 22

[23]Faruk,2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra,  Dari Strukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar.  Hal 30

[24] Fathuddin.2008, ” sekali lagi : Sosiologi Agama”. Yogyakarta. perpustakaan digital UIN sunan kalijaga.  hal 23

[25] Suharno, “Diktat kuliah Sosiologi Politik “ Yogyakarta. FISIP Universitas Negri Yogyakarta.  hal 2

[26] Faruk, 2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra,  Dari Strukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar.  Hal 25-26

[27] Http://Andreyuris.Wordpress.Com ”Analisis Isi ( Content Analysis)”

[28] Soerjono Soekanto,1990“ Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta,    Rajawali pers  hal 20-25

[29] Ibid, hal 60-67

[30] Ibid, hal 76-111

[31] Ibid,  hal 273-277

[32] Ibid.,  halaman 16

[33] Ibid.,  halaman 39

[34] Ibid.,  halaman 165-183

[35] Ibid.,  halaman 368-375

[36]Faruk, 2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra,  Dari Strukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar.  Hal 7

[37]Faruk, 2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra,  Dari Strukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar.  Hal 31-33

[38] Soerjono Soekanto, 1990 “ Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta,    Rajawali pers  hal 252

[39]Faruk, 2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra,  Dari Strukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar.  Hal 23-25

[40] Faruk, 2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra,  Dari Strukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar.  Hal 3

[41] Faruk, 2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra,  Dari Strukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar.  Hal 57

[42] Soerjono Soekanto, 1990 “ Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta,    Rajawali pers  hal 402                                                                                                                       

[43]  Soerjono Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers  hal 395 - 401

[44] Soerjono Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers  hal 127.

[45] Soerjono Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers  hal 207

[46] Faruk,   2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra,  Dari Strukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar.  Hal 30

[47] Wardi Bachtiar. 2010 “sosiologi klasik “ bandung. PTRemaja Rosda Karya. Hal 90

[48]Faruk,2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra,  Dari Strukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar.  Hal 32-33

[49] Soerjono Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers  hal 170

[50] Ibid.,  halaman 384

[51] Ibid.,  halaman 280

[52] Ibid.,  halaman 396-397

[53] http://id.wikipedia.org/wiki/Pelacuran_menurut_agama

[54] http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_homoseksualitas

[55] Diposkan oleh putri wahyu di 15.31

http://putriwahyu1993.blogspot.com/2013/01/homoseksual.html

[56] Soerjono Soekanto,    1990 “ Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta,    Rajawali pers  412

[59]  http://lenycyhadinatshu.wordpress.com/jenis-jenis-pernikahan/

[60]http://www.dakwatuna.com/2013/03/31/30243/nikah-siri-dalam-pandangan-ulama/#ixzz2YSoUVTpM

[61] http://id.wikipedia.org/wiki/Nikah_siri

[62] Soerjono Soekanto,    1990 “ Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta,    Rajawali pers  hal 418 - 424

[63] ( http://www.ahmadzain.com/read/karya-tulis/258/,  aborsi menurut islam) pukul 19.00 tanggal 20 – desember  2013

Soerjono Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers hal 16

[65]Faruk,2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra,  Dari Strukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar.  Hal 8-9

[66]  Ibid.,  halaman 260-261

[67]  Ibid.,  halaman 286-287

[68]  Ibid.,  halaman: 99

[69]  Ibid.,  halaman : 111

[70] Ibid.,  halaman 302

[71] Ilmu sosial hal 306-07

[72]http://www.psychologymania.com/2012/10/definisi-pelacuran.htm

[73] Soerjono Soekanto,    1990 “ Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta,    Rajawali pers  hal 417

[74] Suharno,” diktat kuliah sosiologi politik “Yogyakarta,  pendidikan kewarganegaraan dan hukum.  UNY

[75] Soerjono Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers  hal 17

[76] Ibid.,  halaman  30-31

[77] Ibid.,  halaman 45

[78] Ibid.,  halaman 32

[79] Ibid.,  halaman 293 - 298

[80] Ibid.,  halaman 304-317

[81]Faruk, 2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra,  Dari Strukturalisme Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar.  Hal 33

[82] Wardi Bachtiar. 2010 “sosiologi klasik “ bandung. PTRemaja Rosda Karya. Hal 109-110

[83] Soerjono Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers  halaman  302

[84] Soerjono Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers    hal 280

[85] Suharno “ Diktat kuliah Sosiologi Politik “ fakultas ilmu sosial dan ilmu hukum UNY  hal 10.

[86] Soerjono Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers    hal 100

[87] Ibid.,  halaman 11-112

[88] Ibid.,  halaman 135

[89]  Ibid.,  halaman 359-360

[90] Suharno “ Diktat kuliah Sosiologi Politik “ fakultas ilmu sosial dan ilmu hukum UNY  hal 17-22

[91]http://www.answers.com “alaa al-aswany egyptian novelist” 27 november 2012 : 18:43

[92]http://nasional.kompas.com  “Siapakah ElBaradei Si Penantang Mubarak. 27 november 2012. 21:08

 

[95] Ilmu sosial  daarhal 305           

[96]  Abu Hamid. “ ilmu sosial dasar”cetakan keempat,  jakarta. Pt Asdi Mahasatya,  2003. Hal  42-43

[99]Alaa al-Aswany  “ www.nytimes.com” tanggal 05-07-2014 pukul 20.00

[101]Pamela , 2006 “ http://www.aljadid.com/content/conversation#sthash.t9h3Term.dpuf” tanggal 05-07-2014 pukul 20.00

[102]Muhamad ilyas http://www.addustour.com pukul 20.00 tanggal 5-07-2014

[103]Pamela , 2006 “ http://www.aljadid.com/content/conversation#sthash.t9h3Term.dpuf” tanggal 05-07-2014 pukul 20.00

[105]Muhamad ilyas http://www.addustour.com pukul 20.00 tanggal 5-07-2014


Komentar

Postingan populer dari blog ini

cerita Untuk sahabat…

tips n trik mengirim cerpen ke media cetak

kaya dengan rukun islam