skripsi jurusan bahasa dan sastra arab versi bahasa indonesia tentang sosiologi sastra judul Nilai-Nilai Sosial Dalam Novel Apartemen Yacoubian Karya Alaa Al-Aswany ( Kajian Sosiologi Sastra )
ABSTRAK
Winda Ameliya Pratiwi : Nilai-Nilai Sosial Dalam Novel Apartemen Yacoubian
Karya Alaa Al-Aswany ( Kajian Sosiologi
Sastra )
Novel apartemen Yacoubian menceritakan tentang fakta
kehidupan sosial di mesir setelah revolusi. Cerita ini mempunyai satu tema
yaitu penduduk apartemen yacoubian akan tetapi didalamnya menceritakan cerita
beragam yang saling berkaitan.didalamnya menceritakan fakta sosial yang sangat
penting untuk diteliti diantaranya nilai sosial mencakup nilai sosial keagamaan
, nilasi sosial ekonomi dan nilai sosial politik. Novel Apartemen Yacoubian
merupakan novel international best seller yang telah diterjemahkan kedalam 20 bahasa diantaranya Bahasa Inggris, Prancis, Italia, Spanyol, Prancis,
Belanda, Turki, Indonesia dan lain sebagainya.
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kehidupan keagaman, ekonomi dan
politik dalam novel Apartemen yacoubian. Metode Penelitian dalam penelitian ini
adalah metode analisis isi yaitu mengumpulkan data menganalisisnya. Dalam hal ini peneliti
menganalis nilai sosial agama, ekonomi dan politik dengan pendekatan sosiologi
sastra.
Hasil
dari penelitian ini ditemukan nilai-nilai sosial dalam novel apartemen
yacoubian mencakup nilai sosial keagamaan berupa pernikahan yang dilakukan oleh
Taha dan Radlwa ditemukan pula penyimpangan nilai-nilai sosial keagamaan
berupa meminum Alkohol yang dilakukan oleh Zaki Bey, Perzinahan yang dilakukan
oleh Busainah dan Zaki Bey, Homoseksual yang dilakukan oleh Hatim dan Abduh,
Pernikahan Siri yang dilakukan oleh Haji Azam dan Suad serta Aborsi yang
dilakukan oleh Suad. Adapun dari nilai sosial ekonomi yaitu perbedaan antara
masyarakat desa dan kota, Pelacuran yang dilakukan oleh Busainah dan Zaki Bey,
Kemiskinan yang dilakukan oleh Busainah dan Abduh, Kelas Sosial yang dilakukan
oleh sebagian besar penduduk Mesir. Hasil peneliatian dari nilai sosial politik
adalah masalah kekuasaan yang dilakukan oleh Kamal al-Fuli dan Haji Azam dan
Terorisme yang dilakukan oleh Taha, Syekh Saman dan Syekh Bilal para pembesar
golongan islam garis kanan.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, shalawat dan
salam semoga tercurahkan kepada junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW. karena
atas inayah-Nyalah, laporan penelitian yang
berjudul Nilai- Nilai Sosial dalam Novel Imarat Ya’qubyan karya Alaa
al-Aswany ( Kajian Sosiologi Sastra).
Terlepas dari
kekurangan-kekurangan penelitian ini,
penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan menjadikan amal
shaleh
bagi penulis. Amiin yaa Rabbal ‘aalamin. . Tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada
seluruh pihak-pihak yang telah membantu penulisan
laporan penelitian ini :
1.
Prof. Drs. Agus Salim., M.Pd selaku ketuaDekan Fakultas Adab dan
Humaniora Uin Sunan Gunung Djati Bandung.
2.
Drs. Dedi Supriadi., M.Pd selaku ketua jurusan Bahasa dan sastra Arab.
3.
Rohanda WS., M.Pd selaku
sekertaris jurusan bahasa dan sastra Arab.
Bandung, 27 Juni 2014
penulis
DAFTAR ISI
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I :
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Identifikasi dan Rumusan Masalah
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
D. Tinjauan Pustaka
E. Kerangka Berfikir
F. Metode dan Langkah – Langkah Penelitian
G. Sistematika Penulisan
BAB
II
Kajian
Teori
A. Sosiologi
Sastra
B. Nilai Sosial Agama
a.
Perzinahan
b.
Homoseksual
c.
Pernikahan
Meurut Agama
d.
Alkoholisme
e.
Aborsi
C. Nilai Sosial Ekonomi
a.
Kemiskinan
b.
Disorganisasi
Keluarga
c.
Pelacuran
D. Nilai Sosial Politik
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Biografi Alaa Al-Aswany
2. Sinopsis Novel Imarat Ya’qubyan
3. Analisis Nila Nilai Sosial Dalam Novel Imarat
Ya’qubyan
a.
Perzinahan
b.
Homoseksual
c.
Alkoholisme i
d.
Pernikahan
e.
Aborsi
4.
Nilai Sosial Ekonomi
a.
Masyarakat desa
dan Masyarakat Kota
b.
Pelacuran
c.
Kemiskinan
d.
Kelas sosial
5.
Nilai Sosial Politik
a.
Kekuasaan
b. Terorisme
6.
Nilai
– Nilai Sosial Dalam Imarat
Ya’qubyan Karya Alaa Al-Aswany Ditinjau Dari Segi
Pengarang.
7.
Nilai
– Nilai Sosial Dalam Imarat
Ya’qubyan Karya Alaa Al-Aswany Ditinjau Dari Segi
Pengarang.
BAB
IV
PENUTUP
1.
Masyarakat
desa dan Masyarakat Kota
2.
Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Sastra
adalah sebuah ciptaan / karya seorang seniman[1].
Menurut teeuw sastra berasal dari bahasa sangsekerta yaitu ”sas” berarti mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk/ intruksi sedangkan “tra” berarti alat atau sarana, jadi secara leksikal sastra berarti kumpulan
alat untuk mengajar, buku petunjuk atau
buku pengajaran yang baik.[2]Karya sastra adalah sebuah struktur yang
sangat kompleks. Dalam hubungannya dengan kehidupan, sastra adalah ekspresi kehidupan manusia yang tidak
lepas dari akar masyarakatnya. Kendati demikian, sastra tetap diakui sebagai sebuah ilusi atau
khayalan dari kenyataan.Sastra tidak akan semata-mata menyodorkan fakta secara
mentah. Sastra bukan sekedar tiruan kenyataan melainkan kenyataan yang telah
ditafsirkan. Kenyataan tersebut bukan berupa jiplakan yang kasar, melainkan sebuah refleksi halus dan estetis.[3]
Secara umum karya sastra dibagi menjadi dua yaitu
sastra imajinatif dan non imajinatif.
Karya sastra non imajinatif adalah sastra yang diciptakan berdasarkan fakta/kenyataan yang
terjadi sebenarnya yang di tuangkan dengan imajinasi. Contohnya esai, kritik, sejarah, memoar atau memory, biografi dan auto biografi.[4] Sedangkan sastra imajinatif
adalah karya sastra yang diciptakan berdasarkan imajinasi pengarang contohnya
pusi, drama. Cerpen novel dan
sebagainya. Novel dalam bahasa inggris disebut novel, dalam bahasa itali disebut novella dan dalam bahasa jerman disebut novelle, [5] dari ketiga pengertian diatas mengandung makna yang sama dalam istilah
indonesia novelet yang berarti sebuah karya fiksi. Novel merupakan karya fiksi yang menawarkan sebuah dunia, .[6]dari
beberapa pengertian tersebut bisa disimpulkan bahwa novel adalah karangan yang
panjang yang berbentuk prosa dan mengandung rangkaian cerita kehidupan
seseorang dengan orang lain di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat
setiap pelaku.
Sastra merupakan hasil ciptaan manusia. Hubungan masyarakat dan sastra merupakan
hubungan struktural, bukan artifisial, bukan juga arbitrer.[7] Selain
itu karya sastra membangun dunia melalui kata-kata sebab kata-kata memiliki
energi, melalui energi itulah terbentuk
citra tentang dunia tertentu, sebagai
dunia yang baru.[8]
Sastra
merupakan cerminan masyarakat. Melalui karya sastra, seorang pengarang mengungkapkan problema
kehidupan yang pengarang sendiri ikut berada di dalamnya. Dalam hal tersebut
sosiologi mengambil peranan penting dalam penelitian ini sosiologi sastra
sendiri adalah ilmu yang bertujuan untuk untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai
hubungan antara pengarang, karya sastra,
dan masyarakat. Analisis dengan
menggunakan sosiologi sastra bukan bermaksudmenjadikan suatukarya sastra
menjadi sebuah fakta akan tetepi meningkatkan pemahaman terhadap sastra tentang
kaitannya dengan masyarakat.[9]
pergaulan
utama manusia adalah pergulatan untuk memenuhi kebutuhan materialnya.
Pergulatan itu membawa manusia berhadapan dengan alam sebagai sumber pemenuhan
kebutuhan. Agar alam dapat menjadi sesuatu yang dapat memenuhi
kebutuhannya, manusia dituntut untuk
melakukan transformasi terhadap alam. Usaha-usaha transformasi tersebut
membuahkan teknologi dan hubungan-hubungan sosial.[10]
Seperti yang dikemukakan oleh sosiolog
Marx tentang kelas-kelas ekonomi
yang kemudian menelurkan efek-efek besar terhadap kehidupan sosial dan politik masyarakat. Hal ini disebabkan
penguasaan- penguasaan kelas sosial tertentu hingga akhirnya membuat penyimpangan politik. Hal ini membuat penulis merasa sangat perlu
untuk mengkaji hal tersebut dengan menggunakan objek sebuah novel yang
kontroversial. Penulis berusaha membangkitakan teori sosiologi dengan menitikberatkan penelitian ini terhadap
nilai – nilai sosialnya yang berupa nilai agama, nilai ekonomi dan politik.
Jika
berbicara tentang kaitan antara sastra
dan masyarakat maka sudah pasti
persoalan manusia itu banyak sekali yang dibahas di dalam novel, sebagai gambaran dari perbuatan atau kehidupan
sosial masyarakat sehari-hari. Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra.
Jhonson mengatakan bahwa novel mempresentasikan suatu gambaran yang jauh lebih
realistik mengenai kehidupan sosial. Ruang lingkup novel sangat memungkinkan
untuk melukiskan situasi lewat kejadian atau peristiwa yang dijalin oleh
pengarang atau melalui tokoh-tokohnya.[11]
salah satu novel yang membicarakan tentang
sosial adalah novel Imarat Ya’qubyan, alasan penulis menganalisis novel ini karena penulis novel terebut yaitu Alaa al Aswany merupakan seorang novelis yang juga
berprofesi sebagai dokter gigi sekaligus politikus yang lahir di mesir pada
tahun 1957. Alaa al-Aswany merupakan 500 orang muslim paling berpengaruh
didunia, tempat praktik pertamanya terletak di apartemen yacoubian. Novel Imarat Ya’qubyan merupakan novel keduanya
yang telah di filmkan pada tahun 2006 dan telah diputar diberbagai festival
film internasional terkemuka, termasuk
di jerman dan prancis sudah
diterjemahkan kedalam 20bahasadiantaranya yaitu Inggris, Prancis, Italia, Spanyol, Jerman, Belanda, Swedia, Turki, Indonesia dan sebagainya. NovelApartemen Yacoubian merupakan novel terjemahan bahasa arab yang
berjudul “Imarat Ya’qubyan” sebuah
novel yang berlatarkan sebuah kota bernama kairo, mesir, menceritakan kehidupan para penghuni sebuah apartemen di sudut kota kairo. Penulis memulainya dengan sedikit riwayat distrik
tempat apartemen itu dibangun, riwayat harumnya hingga keterpurukannya, serta
kehidupan beberapa penghuninya. Satu per satu kita diajak mengikuti kehidupan para penghuni dan
interaksi. Sebagian diantaranya
diselipkan ideologi paham politik, ideology dan mencoba mengajak para kaum
muslimin untuk membela agama.
Novel ini mempunyai latar penghuni Apartemen Yacoubian akan tetapi didalam
penulisannya sang penulis menghadirkan berbagai cerita yang kemudian berkembang
dan saling berkaitan. Dari penggalan kata-kata
diatas, novel tersebut memliliki unsur-unsur yang penting dan menarikuntukditeliti,
diantaranya yaitu mengenai analisis sosialnya, yang mana dalam novel tersebut banyak
disinggung tentang latar belakang sosial yang sangat beragam. Dalam
penelitian ini penulis memfokuskan
penelitiannya terhadap nilai sosial.
Nilai adalah sesuatu
yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu
berharga atau bergunabagi kehidupan manusia. Adapun pengertian nilai menurut
para ahli sangat bervariasi diantaranya yaitu kimball youngmengemukakan
nilai adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang
dianggap penting dalam masyarakat.[12] pengertian Nilai yang dimaksud dalam
penelitian ini adalah fakta, seperti yang telah diungkapkan oleh Goldman bahwasanya Fakta
adalah segala hasil aktifitas atau perilaku manusia baik yang verbal mapunyang
fisik, yang berusaha dipahami oleh ilmu pengetahuan. Fakta itudapat
berwujud aktivias sosial, akifitas ekonomi, keagamaan dan politik. Meskipun fakta-fakta
sosial mempunyai wujud yang bermacam-macam tetapi pada hakikatnya dapat
dibedakan menjadi 2 macam yaitu fakta individu dan fakta sosial. Fakta
merupakan hasil usaha manusia untuk mencapai keseimbangan yang lebih baik dalam
hubungannya dengan dunia sekitarnya.[13]
Pentingnya
mengkaji nilai sosial dalam novelimarat ya’qubyan adalah karena dalam novel
imarat Ya’qubyan banyak sekali terkandung masalah-masalah sosial yang meliputi
masalah sosial ekonomi, keagamaan dan
masalah politik. Pada akhirnya nilai-nilai itu menjadi motivasi dan stabilitas
kepribadian paraperilakunya.[14]penulis
mencoba
mengungkapkan fakta sosial yang mencakup nilai agama yaitu segala
sesuatu yang berguna bagi rohani manusia
seperti kehidupan agama kehidupan bermasyarakat dan lingkungan sosial,
nilai ekonomi yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia
atau kebutuhan ragawi manusia mencakup kelas-kelas ekonomi, dan nilai politik yaitu menjelaskan tentang
gambaran-gambaran politik yang terdapat dalam novel Imarat Ya’qubyan.Oleh karena itu judul daripenelitianini adalah
“Nilai-Nilai Sosial dalam Novel Imarat
Ya’qubyan Karya Alaa Al-Aswany (Kajian Sosiologi Sastra)”
B.
Identifikasi
dan rumusan masalah
Penelitian ini
dititik
beratkan
pada nilai-nilai sosial dalam
novel
Imarat Ya’qubyan karyaAlaa al-Aswany. Agar
penelitian ini lebih fokus dan terarah, maka akan dirumuskan masalah pokok penelitian
yang berkisar pada hal-hal sebagai berikut:
1. Bagaimana kehidupan
agama yang terkandung dalam novel Imarat
Ya’qubyan ?
2. Bagaimana kehidupan ekonomi yang
terkandung dalam novel Imarat Ya’qubyan ?
3. Bagaimana kehidupan politik yang terkandung dalam
novel Imarat Ya’qubyan
C.
Tujuan dan
kegunaan penelitian
Tujuan
utama dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk menggambarkan dan menguraikan tentang
kehidupan agama yang terkandung dalam novel Imarat
Ya’qubyan
2. Untuk menggambarkan dan menguraikan kehidupan
ekonomi yang terkandung dalam novel Imarat
Ya’qubyan
3. Untuk menggambarkan dan menguraikan kehidupan
politik yang terkandung dalam novel Imarat
Ya’qubyan
4. Memberikan gambaran tentang penelitian skripsi
dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra
Manfaat
yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Manfaat teoritis
Novel Imarat Ya’qubyan merupakan
novel yang di tulis oleh seorang sastrawan terkenal mesir yaitu Alaa al Aswany yang
merupakan novel Internasional best seller. Dengan memperoleh anugrah bestseller
dari seluruh dunia sudah pasti novel ini merupakan novel yang sangat menarik
ditinjau dari berbagai sisi. Karena alasan itulah penulis mencoba menelitinya.
Dengan demikian penelitian ini diharapkan berguna bagi pengembangan
bahasa dan sastra khususnya, dan masukan
yang memadai dan representative dalam khazanah budaya bangsa timur tengah
b. Manfaat praktis
1.
Memperkaya pengkajian dan pengapresian karya sastra khususnya yang
berbahasa arab.
2.
Memberikan informasi kepada pembaca tentang nilai-nilai sosial yang
terkandung dalam novel Imarat Ya’qubyan.
3.
Ikut
berpartisipasi dalam mengatasi kekurangan literatur yang membahas sosiologi
sastra dalam karya sastra berbentuk kisah/novel.
4.
Sebagai sumbangan
pemikiran pada masyarakat, khususnya
masyarakat akademik yang memiliki minat memperdalam ilmu sosiologi sastra dan
pengaplikasiannya dalam karya sastra.
D.
Tinjauan pustaka
Setelah penulis mencari di
perpustakaan maupun media online penulis belum menemukan sebuah penelitian baik
itu skripsi, tesis dsb yang menganalisis tentang novel Imarat Ya’qubyan akan tetapi penulis menemukanbeberapa kajian yang
menggunakan pendekatan ilmu sosiologi sastra diantaranya yaitu :
Pertama merupakan
penelitian Andrey Pranata tahun 2009
yang merupakan mahasiswa jurusan sastra arab Universitas Sumatra utara yang
berjudul Novel Orang - orang Proyek Karya Ahmad Tohari: Analisis Sosiologi
Sastradalam penelitian ini, penulis
menggunakan teori sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah dengan metode membaca heuristik dan hermeneutik kelebihan dari skripsi ini adalah penulis
mengungkapkan bagian penting dalam tubuh novel orang-orang proyek yaitu: latar,
alur, penokohan, dan tema. Sehingga penulis menguraikan
kejadian-kejadian dengan sangat lugas dan jelas. Sedangkan kelemahannya adalah
penulis lebihmenitik beratkan pada analisis struktural dibandingkan nilai
sosialnya.[15]
Kedua yaitu sebuah karya ilmiah berupa skripsi yang ditulis oleh amraini
sihotang tahun 2009 yang berjudul Analisis Konflik Sosial Dalam Novel Ma
Wara’a Al-Nahri “Kesaksian Sang Penyair” (Pendekatan Sosiologi Sastra ) kelebihan
skripsi ini penulis membagi sebuah konflik kedalam 4 jenis dan menjelaskannya
secara lugas dan semua tokoh didalam novel tersebut yang mengambil andil.[16]
Ketiga Rahmat Kurnia
2003“Ideologi Politik Islam Dalam Novel
Gadis Jakarta Karya Najib Kaelani ( Study Sosiologi Sastra)”. Metode yang
digunakan yaitu analisis isi dan tujuannya adalah mengetahui ideologi politik
islam dengan menelusuri motif alasan munculnya peristiwa dalam teks.
Keempat Muhammad Aji Ahdian “
Al-Ajnihah Al Mutakassirah Karya Khalil Gibran (Kajian Sosiologi Satra)”
tahun 2007. Dalam penelitian ini penulis menggunakan kajian pustaka, identifikasi
dan deskriptif dengan pendekatan sosiologi satra. skripsi ini bertujuan untuk
mengetahui faktor -faktor dan hubungan antara novel dan penulis.
Kelima Engkin Fatimah 2007 “Budaya
Partiaki Dalam Novel Perempuan Di Titik Nol karya Nawal el - Sadawi (Kajian
Sosiologi Satra)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya
patriaki dan faktor pembentukannya. Metode yang digunakan adalah metode
analisis isi.
E.
Kerangka berpikir
“Sosiologi”
berasal dari bahasa yunani yaitu dari akar kata “sosio/socius” yang berarti
masyarakat dan kata ”logo/logos” yang berarti ilmu. Jadi sosiologi berarti ilmu
mengenai asal-usul dan pertumbuhan (evolusi) masyarakat, atau ilmu pengetahuan yang mempelajari
keseluruhan jaringan hubungan antar manusia dalam masyarakat yang bersifat umum,
rasional dan empiris. Dengan kata lain sosiologi
sastra adalah penelitian terhadap karya sastra dengan mempertimbangkan
keterlibatan struktur sosialnya, sehingga penelitian sosiologi sastra, baik dalam bentuk penelitian ilmiah maupun
aplikasi praktis, dilakukan dengan cara
mendeskripsikan, memahami, dan menjelaskan unsur-unsur karya sastra dalam
kaitannya dengan perubahan-perubahan struktur sosial yang terjadi di sekitarnya.[17]
The sociology of literature, swingewood mendefinisikan sosiologi sastra
sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga-lembaga dan
proses-proses sosial seperti agama, ekonomi, politik dan keluarga, yang bersama-sama
membentuk apa yang disebut sebagai struktur sosial.[18]
Sosiologi adalah telaah tentang lembaga dan proses sosial
manusia yang objektif dan ilmiah dalam masyarakat. Sosiologi mencoba mencari
tahu bagaimana masyarakat, bagaimana ia
berlangsung, dan bagaimana ia tetap ada.
Dengan mempelajari lembaga-lembaga sosial dan segala masalah ekonomi, agama, politik dan lain-lain, yang kesemuanya itu merupakan struktur sosial,
kita mendapatkan gambaran tentang
cara-cara manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya, tentang mekanisme sosialisasi, proses pembudayaan yang menempatkan anggota
masyarakat di tempatnya masing-masing.[19]
Dalam kaitannya antara sosiologi dan sastra ada beberapa pendapat yang mengungkapkan
tentang hubungan tersebut seperti yang dikemukakan oleh
Ian Watt dalam sosiologi sastra yang
harus dipelajari meliputi konteks sosial pengarang, sastra sebagai cerminan masyarakat, genre sastra dan sastra yang menampilkan
kehidupan masyarakat sedangkan konsep sosiologi sastra menurut Wellek dan Waren
dalam sosiologi sastra melibatkan sosiologi pengarang, sosiologi karya dan sosiologi pembaca. [20]
Jhonson membagi teori sosiologi mengenai masyarakatmenjadi2 macam yaitu
teori klasik tokohnya adalah August Comte, KarlMarx, Emile Durkheim, Max Webber, Georg Simmel. dan teori modern tokohnyaadalahGeorge
Herbert Mead, George Homans, Talott Persons dll. Teori klasikyang berasal
dari August Comte mengemukakan bahwasanya perkembangan masyarakat akan melalaui 3 fase
yaitu tahap teologis, tahap metafisik
dan tahap positif. Berbagai fase tersebut menyatakan diri dalam organisasi
sosial. Tahap pemikiran teologis menyatakan diri pada organisasi sosial
militeristik dengan legitimasi agama. Tahap pemikiran kedua menyertakan diri
pada organisasi sosial yang didasarkan padahukum atauyang sering disebu dengan
tindak politik. Organisasi sosial yang
memanifestasikan tahap pemikiran fase ketiga adalah organisasi sosial
yang industrial, yang ditopang oleh
penemuan-penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa disebut dengan tindakan ekonomi.[21]
Pendekatan sosiologis tentang agama diperkenalkan oleh Emie Durkheim
(1858-1917) Agama menurut Durkheim, agama
merupakan proyeksi pengalaman sosial[22]
atau agama merupakan institusi penting yang menopang integrasi sosial. Gagasan
mengenai yang suci dalam agama, sesuatu
yang berbeda dari yang keseharian, sesuatuyangmelampaui dunia keseharian yang
nyata, merupakan simbol dari keberadaan kolektivitas yang transenden, yang mengatasi dunia pengalaman keseharian.[23]
Werner Stark membagi sosiologi agama menjadi sosiologi Agama Makro, sosiologi agama mikrodan sosiologi agama umum.[24]
Miriam Budiarjo mengemukakan bahwa konsep dari politik adalah negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijaksanaan dan pembagian atau alokasi. Miriam Budiarjo menjelaskan bahwasanya politik
adalah segala kegiatan dalam sistem negara yang menyangkut proses menentukan
tujuan –tujuan yang perlu ditentukan dengan kebijaksanaan dan kebijaksanaan itu
perlu memiliki kekuasaan/kewenangan yang baik untuk membina kerjasama maupun untuk menyelesaikan konflik
yang timbul. [25]
Marx menganggap perkembangan intelektual manusia ditentukan oleh kondisi material kehidupan
manusia. Menurut Marx, pergulatan utama manusia adalah pergulatan
untuk memenuhi kebutuhan materialnya. Pergulatan itu membawa manusia berhadapan
dengan alam sebagai sumber pemenuh kebutuhan.Hubungan-hubungan sosial yang terbangun dalam proses dan lingkungan produksi / hubungan antara dua kelompok
sosial disebut dengan kelas sosial. Kelas sosial adalah pengelompokan sosial
dan sekaligus pebagian kerja yang didasarkan pada pemilikanatau penguasaan atas
alat –alat produksi. Tokoh – tokoh yang berperan penting dalam pencetusan istilah
ekonomi yaitu karl marx, marx webber dan
Emile Durkheim.[26]
F.
Metode dan
langkah-langkah penelitian
1. Metode penelitian
Metode
yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode Content Analisys (analisis isi). Yaitu penelitian yang bersifat
pembahasan mendalam terhadap isi suatu
informasi tertulis atau tercetak dalam
media. Pelopor analisis isi adalah Harold dalam hal ini penulis menganalisis nilai-nilai sosial dalam teks novel Imarat Ya’qubyan karya alaa al aswany.[27]
Analisis isi
dapat digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi dalam hal ini sebuah
novel berjudul Imarat Yaqubyan. Hampir semua
disiplin ilmu sosial dapat menggunakan analisis isi sebagai teknik/metode
penelitian. Holsti menunjukkan tiga bidang yang banyak mempergunakan analisis
isi, yang besarnya hampir 75% dari
keseluruhan studi empirik, yaitu
penelitian sosioantropologis (27, 7 persen), komunikasi umum (25, 9%), dan ilmu politik (21, 5%).
Analisis isi
tidak dapat diberlakukan pada semua penelitian sosial. Analisis isi dapat
dipergunakan jika memiliki syarat berikut.
1. Data yang tersedia sebagian besar terdiri dari
bahan-bahan yang terdokumentasi (buku, surat kabar, pita rekaman, naskah/manuscript).
2. Ada keterangan pelengkap atau kerangka teori tertentu
yang menerangkan tentang dan sebagai metode pendekatan terhadap data tersebut.
3. Peneliti memiliki kemampuan teknis untuk mengolah
bahan-bahan/data-data yang dikumpulkannya karena sebagian dokumentasi tersebut
bersifat sangat khas/spesifik.
Dalam menggunakan metode ini setidaknya dapat
diidentifikasi tiga jenis penelitian komunikasi yang menggunakan analisis isi.
Ketiganya dapat dijelaskan dengan teori 5 unsur komunikasi yang dibuat oleh
Harold D Lasswell, yaitu who, says what, to whom, in what channel, with what effect. Ketiga jenis penelitian
tersebut dapat memuat satu atau lebih unsur “pertanyaan teoretik” lasswell
tersebut.
Pertama, bersifat, yaitu deskripsi isi-isi komunikasi. Dalam
praktiknya, hal ini mudah dilakukan d engan cara melakukan perbandingan. Perbandingan tersebut
dapat meliputi hal-hal berikut ini.
a. Perbandingan pesan (message) dokumen yang sama pada waktu
yang berbeda. Dalam hal ini analisis dapat membuat kesimpulan mengenai
kecenderungan isi komunikasi.
b. Perbandingan pesan (message) dari sumber yang
sama/tunggal dalam situasi-situasi yang berbeda. Dalam hal ini, studi tentang pengaruh situasi terhadap isi
komunikasi.
c. Perbandingan pesan (message) dari sumber yang sama
terhadap penerima yang berbeda. Dalam hal ini, studi tentang pengaruh ciri-ciri audience
terhadap isi dan gaya komunikasi.
d. Analisis antar-message, yaitu perbandingan isi komunikasi pada waktu, situasi atau audience yang berbeda. Dalam hal
ini, studi tentang hubungan dua variabel
antara pembicara dan yang diajak bicara.
e. Pengujian hipotesis mengenai perbandingan message dari
dua sumber yang berbeda, yaitu perbedaan
antarkomunikator.
Kedua, penelitian mengenai penyebab message yang
berupa pengaruh dua message yang dihasilkan dua sumber (a dan b) terhadap
variabel perilaku sehingga menimbulkan nilai, sikap, motif, dan masalah pada sumber b.
Ketiga, penelitian mengenai efek message a terhadap
penerima b. Pertanyaan yang diajukan adalah apakah efek atau akibat dari proses
komunikasi yang telah berlangsung terhadap penerima (with what effect)?
Adapun dalam
tahapan penulisannya penulis
mempunyai tiga strategis penelitian
analisis isi.
Pertama, penetapan desain atau model penelitian. Di
sini ditetapkan berapa media, analisis
perbandingan atau korelasi, objeknya
banyak atau sedikit dan sebagainya.
Kedua, pencarian data pokok atau data primer, yaitu teks itu sendiri. Sebagai analisis isi
maka teks merupakan objek yang pokok bahkan terpokok. Pencarian dilakukan dengan menggunakan coretan –
coretan pembagian antara berbagai situasi. Pengamatan tertentu yang sengaja
dibuat untuk keperluan pencarian data tersebut.
Ketiga, pencarian pengetahuan kontekstual agar
penelitian yang dilakukan tidak berada di ruang hampa, tetapi terlihat kait-mengait dengan
faktor-faktor lain.
Dalam hal ini
penulis akan menganalisis isi dari novel Imarat
Yaqubyankarya Alaa Al Aswany pertama-tama dengan mengsekte -sektekan
kedalam nilai- nilai sosial yang
kemudian di analisis dengan menggunakan ilmu sosiologi sastra
2. Langkah-langkah penelitian
Adapun
langkah-langkah yang akan ditempuh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Penentuan
sumber data
Sumber
data dalam penelitian ini adalah novel Imarat
Ya’qubyan karya Alaa Al Aswany terbitan serambi.
b. Penentuan
jenis data
Data
dalam penelitian ini adalah teks/wacana yang terkandung dalam novel imarat ya’qubyan.
c. Teknik pengumpulan data penelitian
Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini adalah teknikkepustakaan (library
research) yaitu penelitian yang digunakan, dilaksanakan dengan menggunakan studi
kepustakaan, baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian. Teknik ini digunakan, karena jenis penelitiannya merupakan penelitian kualitatif.
Tahapan-tahapan
yang ditempuh adalah:
1) Membaca dan mempelajari novel Imarat Ya’qubyan secara berulang-ulang.
2) Mengumpulkan dan mengidentifikasikan data-data serta
literatur yang dianggap berhubungan dengan nilai sosial yang berupa nilai agama,
nilai ekonomi dan nilai politik.
3) Melakukan pembacaan dan pencatatan berulang-ulang
terhadap data dan menandai data/teks kedalam nilai sosial yangberupa nilai
ekonomi, nilai Politik dan nilai Agama.
4) Mendeskripsikan data-data dan literatur serta
menyusunnya secara sistematis dalam bentuk laporan awal.
d.
Analisis Data
Penelitian
Data yang
berupa teks/wacana yang telah terkumpul kemudian dianalisis menjadi kelompok
–kelompok sosial yaitu Agama, Ekonomi
dan Politik yang kemudian dikaji dengan pendekatan sosiologi sastra.
e.
Merumuskan
simpulan
Simpulan
merupakan proses akhir dari kegiatan penelitian untuk menjawab permasalahan
yang terdapat dalam rumusan masalah
\
G.
Sistematika penulisan
Dalam upaya memperoleh hasil penelitian yang
diharapkan, penelitian ini dibagi dalam
lima bab.
Bab kesatu merupakan
pendahuluan yang meliputi: latar belakang masalah; identifikasi dan perumusan
masalah; tujuan dan kegunaan/manfaat penelitian; tinjauan pustaka; kerangka
berpikir; metode dan langkah penelitian; dan sistematika penulisan.
Bab
kedua meliputi
pembahasan kerangka teoritis sastra, novel, sosiologi sastra dan teori nilai sosial
Bab
ketigamenguraikan
tentang sinopsis dan biografi alaa aswany
Bab
keempat berisi
pembahasan tentang nilai-nilai sosial dalam novel apartmen yacoubian
Bab
kelimaberisi
penutup dari rangkaian kegiatan penelitian yang mencakup simpulan dan saran
atau rekomendasi.
BAB II
Kajian Teori
A. Sosiologi Sastra
Menurut pitirim sorokin sosiologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala
sosial seperti gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan politik dll.[28]Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang
dilihat apabila perorangan atau kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem. Atau secara singkat
proses sosial diartikan sebagai pengaruh
timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama. Bentuk umum dari proses
sosial adalah interaksi sosial yaitu kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena tanpa interaksi sosial, tak akan mungkin ada kehidupan. Berlangsungnya
suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai
faktor, antara lain faktor imitasi,
sugesti, identifikasi dan simpati. Faktor imitasi
mempunyai peranan penting dalam proses interaksi sosial, imitasi dapat mendorong seseorang untuk
mematuhi kaidah-kaidah dan nilai - nilai yang berlaku. Negatifnya mungkin yang
ditiru adalah tindakan– tindakan yang menyimpang. Imitasi juga dapat melemahkan
atau bahkan mematikan pengembangan daya kreasi seseorang.[29]
Bentuk – bentuk interaksi sosial dapat berupa
kerja sama, persaingan dan
pertentangan / pertikaian. Menurut Gillin dan Gillin ada dua macam proses
sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial yaitu proses – proses
yang asosiatif yang meliputi kerja sama.
Dalam teori sosiologi bentuk kerjasama (coorperation) dibedakan menjadi
kerjasama spontan yaitu kerja sama yang serta-merta, kerjasama langsung yang merupakan hasil dari
perintah atasan atau penguasa, yang
ketiga kerjasama kontrak yang merupakan kerjasama atas dasar tertentu, dan yang keempat adalah kerjasama
tradisional yang merupakan bentuk kerja
sama sebagai bagian sistem sosial. Yang termasuk dalam asosiatif adalah
akomodasi yaitu untuk menunjukkan kepada suatu keadaan dan untuk menunjukkan
pada suatu proses.Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan
pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehingga lawan tidak kehilangan
kepribadiannya. Jenis-jenis akomodasi
1.
Corecion yaitu dilaksanakan karena ada paksaan contohnya
perbudakan
2.
Compromise, dimana
pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu
penyelesaian terhadap perselisihan contohnya kekuasaan politik.
3.
Arbitration adalah cara untuk mencapi compromise apabila
pihak-pihak yang yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri.
4.
Mediation hampir menyerupai arbitration
5.
Concilation adalah suatu usaha untuk mempertemukan
keinginan-keinginan dari pihak-pihak
yang berselisih demi tercapainya suatu
persetujuan bersama
6.
Toleration merupakan suatu bentuk akomodasi tanpa
persetujuan yang formal,
7.
Akomodasi membuka jalan menuju asimilasi. dengan
adanya asimilasi semua pihak lebih saling mengenal dengan begitu lebih mudah untuk saling mendekati.
Asimilasi merupakan proses sosial taraf lanjut.
ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang
terdapat antara orang perorangan atau kelompok –kelompok manusia. proses
asimilasi adalah toleransi, menghargai, kesetaraan dalam bidang ekonomi, lapang dada, perkawinan campuran dll, yang dapat menganggu proses asimilasi adalah
apabila golongan minoritas mengalami ganguan dari golongan yang berkuasa.
Dan proses diasosiatif yang mencakup persaingan, kontravensi dan pertentangan / pertikaian.
Proses diasosiatif sering disebut dengan oppositional. prosesnya ditentukan
oleh kebudayaan dan sistem sosial masyarakat. oposisi dapat diartikan sebagai cara berjuang melawan
seseorang atau sekelompok manusia, untuk
mencapai tujuan tertentu. Dibedakan kedalam 3 bentuk yaitu persaingan, kontravensi dan pertentangan / pertikaian.
Kontravensi pada hakikatnya merupakan bentuk
proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian.
Kontravensi terutama ditandai oleh gejala-gejala adanya ketidakpastiaan mengenai diri
seseorang atau suatu rencana dan
perasaan tidak suka yang disembunyikan. Menurut Leopold von wiese dan Howard
Becker bentuk kontrovesi mencakup 5 hal yaitu penolakan, menyangkal, penghasutan, penghianatan dan mengejutkan lawan yang taktis
seperti halnya dalam politik. Terdapat tiga tipe umum kontovensi yaitu kontravensi generasi keagamaan, kontravensi yang menyangkut seks dan
kontravensi parlementer. Kontravensi apabila dibandingkan dengan persaingan dan
pertentangan / pertikaian bersifat agak tertutup dan rahasia. [30]
Konsep sosiologi sastra dalam pandangan wellek
dan waren lebih sedehana yaitu:
i.
Sosiologi pengarang : seiap pengarang adalah
warga masyarakat, ia dapat dipelajari
sebagai mahluk sosial. Cakupan sosiologi pengarang yang dibicarakan oleh
wellek dan waren meliputi : a) latar belakang sosial b) sumber ekonomi. c) ideologi d) integrasi sosial.
ii.
Sosiologi karya adalah isi karya sastra, tujuan serta hal –hal lain yang tersirat dalam
karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial.
Gerak Sosial atau sosial mobility adalah suatu gerak dalam struktur sosial
yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.
struktur sosial mencakup sifat-sifat hubungan antara individu dalam suatu
kelompok. Gerak sosial vertikal yang naik mempunyai 2 bentuk utama yaitu
masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah ke dalam kedudukan
yang lebih tinggi dan pembentukan suatu kelompok baru, yang
kemudian deitempatkan pada derajat yang lebih tinggi. Sedangkan Gerak vertikal yang menurun juga
mempunyai dua bentuk utama yaitu turunnya kedudukan individu ke dudukan yang
lebih rendah derajatnya dan turunnya derajat sekelompok individu yang dapat
berupa disintregrasi kelompok sebagai kesatuan.[31]
Menurut soerjono obyek sosiologi adalah
masyarakat Masyarakat yang menjadi objek kajian dapat dilihat dari berbagai segi ada segi ekonomi yang antara lain
bersangkut paut dengan produksi, penggunaan barang-barang dan jasa. Adapula
dari segi politik yang antara lain berhubungan dengan penggunaan kekuasaan
dalam masyarakat.[32]Menurut selo soemardjan masyarakat adalah
orang-orang yang hidup bersama, yang
menghasilkan kebudayaan..[33]
Dalam perkembangnnya masyarakat dibagi menjadi masyarakat setempat, masyarakat modern, masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan.
Orang kota selalu melihat segala sesuatu dengan sudut pandang yang sangat khas,
sesuai kelasnya. Di daerah perkotan
banyak lowongan pekerjaan sehingga menuntut warganya untuk bekerja keras
dibidang pendidikan akan memproleh tingkat yang tinggi. Faktor yang mendorong
penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya di sebut push factor.
Sebabnya adalah di kota banyak lowongan pekerjaan, dikota banyak tempat rekreasi, kehidupan dikota lebih menjanjikan. dll[34]
Para sosiolog mengadakan klasifikasi antara
masyarakat statis dan dinamis. Masyarakat yang dinamis adalah masyarakat yang
sedikit sekali mengalami perubahan dan berjalan lambat. Sedangkan masyarakat
yang dinamis adalah masyarakat –
masyarakat yang mengalami berbagai perubahan yang cepat. faktor – faktor yang
menyebabkan perubahan sosial diantaranya adalah terjadinya pemberontakan atau
revolusi dan perkembangan jumlah
penduduk.
Disorganisasi adalah suatu keadaan dimana tidak
ada keserasian pada bagian-bagian dari
suatu kebulatan. Apabila disorganisasi terjadi dengan sangat cepat, misalnya karena meletusnya revolusi, maka mungkin akan timbul hal-hal yang sukar
untuk dikendalikan. Reorganisasi tidak dapat berjalan dengan cepat, karena terlebih dahulu harus menyesuaikan diri
dengan masyarakat. Bisa jadi norma- norma yang sebelumnya hilang sedangkan
norma yang baru belum terbentuk.[35]
Dalam sebuah novel banyak disinggung tentang
keberadaan individu-individu yang berbeda-beda yang sering disebut dengan
masyarakat, Melalui penelitian mengenai
lembaga –lembaga sosial, agama, ekonomi dan politik yang secara bersama
membentuk struktur sosial. Marx percaya bahwa struktur sosial masyarakat, juga struktur lembaganya, moralitas, agama dan kesusastraan, terutama sekali ditentukan oleh
kondisi-kondisi prodikif kehidupan masyarakat itu.[36]
Sistem sosial adalah pola-pola yang mengatur hubungan timbal balik antar individu dalam
masyarakat dan individu dengan masyarakatnya, dan tingkah laku individu-individu.Kedudukan
adalah tempat sesorang dalam suatu pola tertentu. Pada umumnya masyarakat
mengembangkan tiga macam kedudukan yaitu : Ascrived-status,yaitu
kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan
rohaniah dan kemampuan. Kedudukan tersebut diperoleh karena kelahiran.Kedua
adalah Achieved status adalah kedudukan yang dicapai seseorang dengan
usaha-usaha yang disengaja, Yang ketiga
kedudukan yaitu assigned – status yang merupakan kedudukan yang diberikan
Artinya suatu kelompok atau golongan memberikan kedudukan yang lebih tinggi
kepada seseorang yang berjasa.
Webber mengemukakan tentang teori stratatifikasi
sosial. Webber mengemukakkan adanya tiga dasar yang berbeda dari stratifikasi sosial, yaitu dasar ekonomi yang melahirkan
kelas-kelas sosial, dasar kultural yang
membentuk status-status sosial, dan dasar politik yang membuahkan
kelompok-kelompok kekuasaan politik. [37]
Kata stratification berasal dari stratum ( jamak dari strata )
yang berarti lapisan, pitrim A. Sorokin
menyatakan bahwa sosial stratification adalah pembedaan penduduk atau
masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertigkat (hirarkis). Perwujudannya
adalah kelas-kelas tinggi dan kelas yang lebih rendah.[38]
B.
NILAI SOSIAL AGAMA
Menurut Comte Organisasi sosial suatu masyarakat,
berkembang sesuai dengan perkembanganintelektual
manusia–manusia pendukungnya.[39]Marx
menganggap perkembangan intelektual manusia ditentukan oleh kondisi material
kehidupan manusia. Marx cendrung memahami bangunan masyarakat sebagai hasil
dari kepentingan sepihak suatu kelas sosial yang dipaksa kepada kelas sosial
yang lain. Durkheim cenderung memahaminya sebagai hasil dari sebuah kebersamaan
yang disebut sebagai solidaritas sosial yaitu satu keadaan hubungan antara
individu atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang
dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama.
Pokok persoalan sosiologi adalah fakta sosial yang
berupa lembaga-lembaga dan struktur sosial.
Fakta sosial itu sendiri dianggap sebagai sesuatu yang nyata, yang berbeda dari dan berbeda diluar individu.[40]
Untuk mempermudah dalam meneliti tulisan ini maka
peneliti, merumaskan beberapa teori
tentang nilai nilai sosial, yang mana
dalam skripsi ini nilai sendiri diartikan sebagai fakta – fakta sosial. Fakta
adalahsegala hasil aktivitas atau prilaku manusia baik yang verbal maupun yang
fisik, yang berusaha dipahami oleh ilmu pengetahuan..[41]
Pada dasarnya,
Masalah tentang nilai sosial merupakan persoalan yang menyangkut tata
kelakuan yang immoral, berlawanan dengan
hukum dan bersifat merusak. Suatu masalah sosial terjadi karena tidak adanya penyesuaian antara ukuran –ukuran dan nilai-nilai
sosial dengan kenyataan serta tindakan
sosial. Unsur-unsur yang pertama dan pokok dari masalah sosial adalah adanya
perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dengan kondisi-kondisi nyata
kehidupan.[42]
Seringkali dibedakan antara dua macam persoalan
yaitu persoalan masyarakat dan persoalan
sosial. Persoalan masyarakat menyangkut analisis tentang macam-macam gejala
kehidupan masyarakat. sedang yang kedua meneliti gejala- gejala abnormal
masyarakat dengan maksud memperbaiki atau bahkan untuk menghilangkannya.
Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau
masyarakat, yang membahayakan kehidupan
kelompok sosial.[43]
C.
Nilai Sosial Agama
Proses pembentukan kepribadian dalam diri manusia
berlangsung terus sampai dia mati.[44]
Agama mempunyai pengaruh besar dalam membentuk kepribadian seorang individu.[45]
Durkheim berpendapat bahwa agama merupakan
proyeksi pengalaman sosial. Menurutnya Agama merupakan institusi penting yang
menopang integrasi sosial. [46]
objek kegamaan menurut durkheim tiada lain adalah kelompok sosial sendiri. Objek
yang paling melatar belakangi kehidupan keagamaan adalah kelompok masyarakat,
yang akhirnya membuat suatu tindakan-tindakan yang didasari oleh agama. Fakta
moral yang tinggi adalah Tuhan, yang
dipahami oleh masyarakat hanya secara
simbolis. jadi agama dan kehidupan moral memiliki asal yang sama.[47]
Nilai keagamaan yang dipilih hanyalah alat atau caranya, seperti sembahyang atau meditasi. Dalam
kaitannya dengan fakta keagamaan dalam sebuah masyarakat tertentu gelar
keagamaan untuk seorang agamawan bisaa disebut dengan Ustadz, Syekh atau Kiyai, yang bisaanya diberikan sesuai dengan
tingkatannya, [48]
Dalam perkembangannya masyarakat dibagi menjadi
masyarakat kota dan masyarakat desa, jika dipandang dari segi kehidupan keagamaan
masyarakat kota sangat kurang jika dibandingkan penduduk desa. Ini desebabkan
cara berfikir yang rasional, yang
didasarkan pada perhitungan eksak dan dihubungkan dengan realita masyarakat.
kegiatan keagamaan hanya terpaku dipusat ibadatan selain itu kembali kedalam
kehidupan duniawi.Yang kedua adalah tindakan non-rasional, yang tidak memerlukan kesadaran akan alasan
tindakan dan penjelasannya. Individu melakukan tindakannya sesuai dengan
tradisi yang sudah di tetapkan dan dijalankan sebelumnya.[49]
kebanyakan masyarakat kota terikat pada jaringan modernisasi. modernisasi
adalah suatu bentuk perubahan sosial. Bisaanya merupakan perubahan sosial
terarah yang didasarkan pada perencanaan yang bisaa dinamakan sosial planning.[50]
Lembaga keagamaan merupakan salah satu saluran
penting dalam gerak sosial vertikal. Setiap ajaran agama menganggap bahwa
manusia mempunyai kedudukan sederajat. untuk mencapai tujuan tersebut pemuka
agama bekerja keras untuk menaikkan
kedudukan orang-orang dari lapisan rendah dalam masyarakat. ajaran agama sangat
penting dalam perkembangan integrasi sosial juga dalam pembentukan sistem
kekuasaan untuk mencapai kedaulatan yang adil dan bersih.[51]
Masalah sosial adalah ketidak sesuaian
unsur–unsur dalam masyarakat yang membahayakan kehidupan masyarakat masalah
sosial tak akan mungkin ditelaah tanpa mempertimbangkan ukuran-ukuran
masyarakat.Beberapa jenis penyimpangan keagaman diantaranya[52]
:
a.
Perzinahan
Dalam agama Islam, pelaku
perzinaan dibedakan menjadi dua, yaitu
pezina muhshan dan ghayru muhshan. Pezina muhshan adalah pezina yang sudah
memiliki pasangan sah (menikah), sedangkan pezina ghayru muhshan adalah pelaku
yang belum pernah menikah dan tidak memiliki pasangan sah.
Zina termasuk perbuatan dosa besar. Hal ini dapat dilihat dari urutan
penyebutannya setelah dosa musyrik dan membunuh tanpa alasan yang haq(benar), Allah berfirman: “Dan orang-orang yang tidak
menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan
Allah kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina.” (QS. Al-Furqaan:
68).[53]
b.
Homoseksual
a)
Sejarah homoseksualitas
Sejarah homoseksualitas dapat ditilik dari masa Mesir Kuno, hukum dan mekanisme pengadilan, hingga dalam pengharaman praktik homoseksual
dijerat dengan hukuman mati. [54]
b) Latar belakang terjadinya
homoseksual
Perilaku seksual yang normal dipengaruhi oleh empat faktor yaitu, dorongan seksual, pengalaman seksual sebelumnya, lingkungan sosiokultural dan psikologis. Dalam
kehidupan seksual faktor lingkungan memegang peranan penting terjadinya
kegiatan seksual. Faktor lingkungan yang cenderung bebas dan rapat diantara
masyarakat yang berlainan jenis kelamin akan memberikan dorongan seksual yang
besar kepada individual untuk melakukan kegiatan seksual. Kegiatan seksual yang
sudah pernah dilakukan akan menjadikan pengalaman kepada individu untuk mencoba
melakukannya kembali. Apabila kegiatan seksual ini dilakukan secara negatif, maka akan memberikan dampak psikologis
terhadap perilaku seksual. Dampak dari psikologis yang negatif bisa menyebabkan
individu menjadi homoseksual atau lesbian.
Tindakan – tindakan yang bisa
diterapkan untuk mencegah timbulnya penyimpangan seksual remaja antara lain
adalah : Meningkatkan kesejahteraan keluarga. Perbaikan lingkungan, yaitu daerah umum, kampung – kampung miskin.[55]
Hal
yang paling utama yang menyebabkan prilaku seks menyimpang tersebut adalah
karena terjadinya suatu disorganisasi
keluarga yang disebabkan kuranganya komunikasi antara anggota-angotamya. Dalam soekanto hal ini disebut dengan empty
shell family. [56]
c)
hukum gay dalam islam
”Luth berdo’a. ‘Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas
kaum yang berbuat kerusakan itu’. Dan tatkala utusan Kami (para malaikat)
datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk
(Sodom) ini. Sesunguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim”
[Al-Ankabut : 30-31][57]
Al-Imam Asy-Syafi’i berkata,
” وَبِهَذَا نَأْخُذُ بِرَجْمِ مَنْ يَعْمَلُ هَذَا الْعَمَلَ مُحْصَنًا كَانَ
أَوْ غَيْرَ مُحْصَنٍ
Abdullah bin Abbas berkata,
” يُنْظَرُ إِلَى أَعْلَى بِنَاءٍ فِي الْقَرْيَةِ،
فَيُرْمَى اللُّوْطِيُّ مِنْهُ مُنَكِّبًا، ثُمَّ يُتَّبَعُ بِالْحِجَارَةِ “
“Ia (pelaku gay) dinaikkan ke atas bangunan yang paling tinggi di satu
kampung, kemudian dilemparkan darinya
dengan posisi pundak di bawah, lalu dilempari
dengan bebatuan.”
Bagaimanapun juga hukum homoseks adalah haram karena melanggar norma-norma
agama dan masyarakat. walaupun dalam hukum Islam seharusnya pelaku homoseks harus dirajam akan tetapi dalam
perkembangannya di zaman modern masyarakat cenderung menyikapinya dengan acuh
tak acuh dengan alasan hmoseks merupakan urusan pribadi.[58]
c.
Pernikahan menurut
agama
Saat terbaik untuk melangsungkan
pernikahan menurut pandangan islam
adalah jika seseorang sudah mempunyai kematangan fisik dan psikis, namun aspek
yang ditonjolkan adalah kematangan fisik dan pikiran.[59]
Ada beberapa jenis-jenis
pernikahan menurut islam:
a)
Nikah syighor; seorang wali mengawinkan putrinya
dengan seorang laki-laki dengan tanpa mahar.
b)
Nikah mut’ah / Kawin kontrak Yakni menikah dalam
waktu tertentu saja sesuai dengan kesepakatan dalam akadnya.
c)
Nikah Muhallil Yakni nikah untuk mengakali hukum
Allah.
d)
Nikah siri, Kata siri berasal dari bahasa Arab yaitu
”sirri” atau ”sir” yang berarti rahasia. Keberadaan nikah siri dikatakan sah
secara agama tapi tidak sah menurut negara karena pernikahan tidak dicatat di
Kantor Urusan Agama.Istilah nikah siri atau nikah yang dirahasiakan memang
sudah dikenal di kalangan ulama. Dahulu yang dimaksud dengan nikah siri yaitu
nikah yang sesuai dengan rukun-rukun nikah dan syaratnya menurut syari’at, hanya saja saksi diminta tidak memberitahukan
terjadinya nikah tersebut kepada khalayak ramai, kepada masyarakat, dan dengan sendirinya tidak ada walimah
al-‘Ursy.
Menurut terminologi fikih
Maliki, nikah siri ialah:Nikah yang atas
pesan suami, para saksi merahasiakannya
untuk istrinya atau jamaahnya, sekalipun
keluarga setempat.
Mazhab Syafi’i dan Hanafi tidak membolehkan nikah siri. Menurut Hambali,
nikah yang telah dilangsungkan menurut
ketentuan syariat Islam adalah sah, meskipun dirahasiakan oleh kedua mempelai, wali dan para saksinya. Hanya saja hukumnya
makruh. Menurut suatu riwayat, Khalifah
Umar bin al-Khattab pernah mengancam pelaku nikah siri dengan hukuman had.
Nikah siri menurut terminologi fikih tersebut adalah tidak sah, sebab selain bisa mengundang fitnah juga
bertentangan dengan hadis nabi saw:
Adakanlah walimah sekalipun
dengan hidangan seekor kambing.
Di kalangan ulama sendiri, nikah siri masih diperdebatkan, sehingga susah untuk menetapkan bahwa nikah
siri itu sah atau tidak. Hal ini dikarenakan masih banyak ulama dan juga
sebagian masyarakat yang menganggap bahwa nikah siri lebih baik dari
perzinahan. Padahal jika dilihat dari berbagai kasus yang ada, nikah siri tampak lebih banyak menimbulkan
kemudharatan daripada manfaatnya. Dari
nikah siri yang mereka lakukan, tidak
sedikit yang akhirnya bermasalah terutama bagi pihak wanita.[60]Sedangkan
status anak nikah siri karena tidak dicatat oleh negara maka status anak
dikatakan di luar nikah. Namun secara agama hal status anak dari hasil nikah
siri mendapat hak sama dengan anak hasil perkawinan sah.[61]
d. Alkoholisme
masalah alkholisme dan
pemabuk pada umumnya tidak berkisar pada apakah alkohol itu boleh atau
dilarang. Suatu masalah soaial yang secara sosiologis sangat penting adalah pengaruh orang mabuk terhadap kehidupan keluarga. Intinya adalah apabila
pola minum – minuman keras dalam batas wajar maka tidak disebut sebagai
penyimpangan sosial akan tetapi apabila melebihi dosis hingga peminum mabuk, maka hal demikian dianggap sebagai masalah
sosial.[62]
d. Abrosi
Dalam Kamus Bahasa Indonesia
disebutkan bahwa makna Aborsi adalah pengguguran. Aborsi ini dibagi menjadi dua
:
Pertama : Aborsi
Kriminalitas adalah aborsi yang dilakukan dengan sengaja karena suatu alasan
dan bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.
Kedua : Aborsi Legal, yaitu Aborsi yang dilaksanakan dengan
sepengetahuan pihak yang berwenang.
Menurut medis Aborsi dibagi
menjadi dua juga :
1. Aborsi
spontan : yaitu aborsi secara secara tidak sengaja.
2. Aborsi buatan ( Aborsi Provocatus ), yaitu aborsi yang dilakukan secara sengaja
dengan tujuan tertentu. Aborsi Provocatus ini dibagi menjadi dua :
a.
Jika bertujuan untuk kepentingan medis dan terapi
serta pengobatan, maka disebut dengan Abortus
Profocatus Therapeuticum.
b.
Jika dilakukan karena alasan yang bukan medis dan
melanggar hukum yang berlak, maka
disebut Abortus Profocatus Criminalis. [63]
Pandangan hukum ulama mazhab
Syafi'i dalam menyikapi masalah aborsi terbagi menjadi dua:
1)
Ulama yang mengharamkannya setelah janin berusia
40 hari,
2)
Ulama yang
mengharamkannya sejak awal apapun. Pandangan hukum mazhab Hanafi terbagi
menjadi dua: 1. Ulama yang membolehkan secara mutlak sebelum janin berusia 120
hari, 2. Ulama yang membolehkan sebelum
120 hari dengan disertai uzur yang kuat. Ulama mazhab Syafi'i dan Hanafi dalam
menetapkan hukum tentang abortus provocatus sama-sama menggunakan metode qiyas
(analogi).
وَلاَ تَقْتُلُواْ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللّهُ
إِلاَّ بِالحَقِّ
“ Dan janganlah kamu
membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. “
( Q.S. Al Israa’: 33 )
Mazhab fiqih syafi'i
mengeluarkan pandangan mengenai hukum tindak perbuatan aborsi adalah sikap
penolakan ulama terhadap hukum, kebijakan medis kurang memperhatikan kesehatan
reproduksi perempuan, selain itu perangkat hukum kurang egalitarian sehingga
para tenaga medis bersikap diskriminatif dalam melayani kasus kehamilan yang
tidak dikehendaki
C. Nilai Sosial Ekonomi
Sosiologi dalam
bidang ekonomi adalah telaah objektif dan ilmiah tentang manusia dalam
masyarakat, telaah tentang
lembaga-lembaga dan pelaku ekonomi. Masyarakat merupakan objek kajian dari ilmu
sosiologi masyarakat dalam segi ekonomi menitik beratkan pada usaha-usaha
manusia untuk memenuhi kebutuhan materialnya dari bahan-bahan yang terbatas
persediannya. Usaha-usaha apa yang harus dilakukan dalam menaikkan industri, produksi bahan sandang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dan juga memecahkan masalah-masalah yang
mungkin timbul.[64]
Menurut webber Stratifikasi sosial atas dasar
ekonomi adalah stratifikasi sosial yang diukur dari perbedaan tingkat pemilikan
atau penguasaan sumber produktif. Setiap zaman dicirikan dan distrukturkan oleh
tipe-tipe produksi dan kepemilikan yang berhubungan dengannya. Pembagian
masyarakat menjadi tuan dan budak, bangsawan dan hamba, pengusaha dan buruh, tidak berakhir hanya pada tatanan produksi
melainkan menjalar kewilayah – wilayah kehidupan orang lain.[65]
Kelas adalah paraler tanpa membedakan apakah
dasar lapisan-lapisan itu faktor uang, tanah, kekuasaan atau dasar lainnya. Kata kelas sering kali digunakan untuk lapisan
yang berdasarkan atas unsur ekonomi. Kelas sosial adalah semua orang / keluarga
yang sadar akan kedudukannya di dalam suatu lapisan, sedangkan kedudukan mereka itu diketahui serta
diakui oleh masyarakat umum.[66]
Max Webber membedakan antara dasar ekonomi dan
dasar sosial. Ukuran yang bisaa dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat
adalah ukuran kekayaan, ukuran kekuasaan,
ukuran kehormatan dan ilmu pengetahuan.
Joseph schumpeter mengatakan bahwa terbentuknya kelas dalam masyarakat karena
diperlukan untuk menyesuaikan masyarkat dengan keperluan-keperluan yang nyata, akan tetapi makna kelas dan gejala-gejala
kemasyarakatan lainnya hanya dapat dimengerti
dengan benar apabila diketahui riwayat terjadinya.[67]
Menurut Marx, selama masyarakat masih terbagi atas
kelas-kelas maka, maka pada kelas yang
berkuasalah yang terhumpun segala kekuatan dan kekayaan. Dan selama masih ada
kelas yang berkuasa maka tetap terjadi eksploitasi terhadap kelas yang lebih
lemah. Oleh karena itu selalu tibul pertikaian antara kelas-kelas tersebut, pertikaian
akan berakhir apabila salah satu kelas ( yaitu kelas ploretar menang ), sehingga terjadilah masyarakt tanpa kelas.
Persaingan dibidang ekonomi timbul karena
terbatasnya jumlah persediaan dibandingkan jumlah konsumen. Persaingan berrtujuan untuk mengatur produksi dan disribusi. persaingan adalah salah satu
cara untuk memilih produsen-produsen yang baik. Bagi masyarakat hal demikian
dianggap menguntungkan, karena produsen
yang terbaik akan menghasilkan produk yang baik pula dengan harga yang miring.
Akan tetapi dalam kenyataan di masyarakat. perusahaan – perusahaan besar yang
awalnya bersaing kemudian harus bekerjasama untuk dapat memonopoli pasar.
Selain itu persaingan seringkali hanya menambah biaya dan membuang tenaga.[68]
Pertenangan antara kelas-kelas sosial pada
umumnya disebabkan oleh perbedaan kepentingan misalnya perbedaan kepentingan
antara kaum borjuis dan kaum ploretar.[69]
Dalam sebuah kekuasaan para penguasa menjalan kan misinya dengan berbagai cara.
penguasa berusaha untuk menguasai
kehidupan masyarakat. dengan jalan menguasai ekonomi serta kehidupan rakyat
tersebu.[70]
Ekonomi sosialis, kaum sosialis menganggap sesama manusia
harus hidup dengan harmonis dengan alam dan dengan sesama manusia. mereka juga
mengaggap bahwasanya keserakahan manusia harus diubah. Maka dari itu Haji Abu
Hamid berusaha mengurangi bahkan menghilangkan sifat- sifat serakah yang muncul
diantara sebagian pelanggannya.[71]
Masalah – masalah yang dianggap sebagai masalah sosial oleh masyarakat tergantung dari sistem nilai sosial masyarakat
tersebut. Akan tetapi ad beberapa pesoalan yang dihadapi oleh masyarakat – masyarakat
pada umumnya sama yaitu:
a.
Kemiskinan
Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana
seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu
memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Kemiskinan dianggap sebagai masalah sosial, apabila perbedaan kedudukan ekonomis para
warga masyarakat ditentukan secara tegas. Pada masyarakat modern yang rumit, kemiskinan menjadi suatu problema sosial
karena sikap yang membenci kemiskinan. Sebenarnya seseorang bukan merasa miskin
karena kurang makan, pakaian atau
perumahan, tetapi karena harta miliknya
tidak cukup untuk memenuhi taraf kehidupan yang ada. sebab-sebab timbulnya
problema tersebut adalah karena salah satu lembaga kemasyarakatan tidak
berfungsi dengan baik dalam hal ini lembaga ekonomi.
b.
Disorganisasi keluarga
Disorganisai keluarga adalah perpecahan keluarga
sebagai suatu unit, karena anggota –
anggotanya gagal memenuhi kewajibannya yang sesuai dengan peranan sosialnya.
Disorganisasi keluarga mungkin terjadi karena konflik peranan sosial atas dasar
perbedaan ras, agama atau faktor
sosial-ekonomis. Pada hakikatnya, disorganisasi keluarga pada masyarakat yang
sedang dalam transisi menuju masyarakat modern dan kompleks, disebabkan keterlambatan untuk menyesuaikan
diri dengan situasi sosial ekonomis yang baru.
Suatu tindak kejahatan dilatar belakangi oleh
permasalahan dibidang ekonomi hal ini dikarenakan pergulatan utama manusia
adalah pergulatan untuk memenuhi kebutuhan materilnya dan disaat lapangan
pekerjan berkurang maka manusia mulai mencari cara untuk memenuhi kebutuhan
materilnya.
c.
Pelacuran
Tabet (1989) dan Phaterson (1990) dalam Koentjoro (2004) mengatakan bahwa
pelacuran merupakan suatu jenis perburuhan seks perempuan yang membentuk suatu
kotinum dari mulai pertukaran jangka pendek uang dan seks, barang dan seks, hingga pertukaran jangka panjang seks dengan pelayanan
domestik dan reproduksi seperti dalam pernikahan. Perempuan/pria berperan sebagai budak dan dibayar oleh
laki-laki atas jasa seks mereka.[72]
Sebab terjadinya suatu tindak pelacuran dapat dilihat dari dua sisi yaitu
faktor yang pertama dapat disebutkan nafsu kelamin yang besar, sifat malas dan keinginan untuk hidup mewah, sisi kedua adalah faktor ekonomis, urbanisasi yang tidak teratur, keadaan perumahan yang tak memenuhi syarat.
sebab utama sebenarnya adalah konflik mental, situasi hidup yang tidak mneguntungkan pada
masa anak-anak dan kepribadian yang
kurang dewasa, ditambah dengan tingkat
pendidikan yang rendah.[73]
D. Nilai Sosial Politik
Konsep
pokok mengenai politik adalah "negara (state), kekuasaan (power),
pengambilan keputusan (decision making), kebijaksanaan (policys
beleid) dan pembagian (distribution) atau alokasi (allocation)".
sosiologi politik adalah ilmu tentang kekuasaan, pemerintahan, otoritas, komando, di dalam semua, masyarakat manusia bukan saja di dalam
masyarakat nasional.[74]
Ilmu politik mempelajari suatu segi khusus pula dari
kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan.politik.[75]
Objek sosiologi adalah masyarakat,
apabila dilihat dari segi ilmu politik, istilah
rakyat dipakai untuk membedakan rakyat dengan pemerintahnya, pemerintah yang menguasai dan rakyat yang diperintah.[76]Dari sini lah muncul hukum-hukum yang berlaku
dalam pemerintahan. Politik menentukan hukum
dalam suatu negara yang kemudian diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, menurut
durkheim hukum adalah kaidah kaidah yang bersanksi yang berat ringannya
tergantung pada sifat pelanggaran, anggapan serta keyakinan masyarakat tentang
baik dan buruk suatu tindakan.[77]
suatu unsur yang menyebabkan masyarakat berdinamika adalah adanya sitem hukum
yang identik dengan moral, dan didasarkan pada keadilan.[78]
Sistem yang kaku dan terikat dan terikat pada
peraturan-peraturan yang ketat menyebabkan
timbulnya suatu elite yang mempunyai kepentingan-kepentingan besar, tidak adanya keseimbangan dalam keeadilan dsb.
Contohnya adalah elite politik Kekuasaan tertinggi bisaanya ada dalam suatu
kelompok yang bernama negara. Negara mempunyai kekuasaan untuk membagi-bagi
derajat kekuasaan yang lebih rendah yang dinamakan kedaulatan. kedaulatan bisaanya
dijalankan oleh segolongan kecil masyarakat yang menamakan diri the rulling
class.[79] sedangkan
wewenang adalah kekuasaan yang ada pada diri seseorang atau sekelompok
orang, yang mempunyai dukungan atau
mendapat pengakuan dari masyarakat. Max webber membedakan wewenang kedalam
wewenang kharismatik merupakan wewenang yang didasarkan pada kharisma, yaitu
suatu kemampuan khusus yang ada
pada diri seseorang.[80]
Stastasifikasi dalam hal politik berarti
stratifikasi sosial yang dibangun atas dasar kemampuan untuk mempengaruhi orang
lain, memaksa kehendak kepada orang lain
meskipun terdapat perlawanan dari orang lain. [81]
Dalam sebuah sistem pemerintahan negara terjadi
berbagai kejanggalan-kejanggalan yang datang seiring berjalannya waktu.
Sehingga secara tidak langsung para penguasa tidak mampu membenahi
masyarakatnya sendiri. Ketidakmampuan tersebut menyebabkan masyarakat yang tidak puas membentuk komunitas-komunitas
pribadi yang kuat dan berani sebagai pemmpin. Monarchy ( sistem pemerintahan
dengan penguasa tunggal) adalah kekuasaan terkuat yang merupakan bentuk pertama
komunitas manusia. Sehingga secara pribadi maupun kelompok akan sering
menggerakan persengkongkolan serta penghasutan dan penyogokan akan sering
terjadi.[82]
Penguasa dan pemerintah berusaha untuk membuat
peraturan – peraturan yang harus ditaati oleh masyarakat, dengan meyakinkan atau memaksa masyarakat
untuk mentaati peraturan-peraturan yang telah dibuat oleh badan – badan yang
berwenang dan yang sah.[83]
Para penguasa bisaanya mempunyai keahlian di bidang-idang tertentu, misalnya dbidang ekonomi, politik militer dll. Menurut Ma lver ada tiga
pola umum sistem lapisan kekeuasaan atau piramida kekuasaan yaitu tipe pertama
adalah sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisah yang tegas dan kaku. Tipe
seperti ini bisaanya dijumpai pada masyarakat berkasta. Tipe yang kedua tipe
oligarkis, masih mempunyai garis pemisah
yang tegas. Akan tetapi dasar pembedaan kelas-kelas sosial ditentkan oleh
kebudayaan masyarakat. Tipe yang ke tiga adalah tipe demokratis menunjukkan kenyataan
akan adanya garis pemisah antara lapisan
yang sifatnya mobil, kelahiran
tidak menentukkan seseorang, yang terpenting adalah kemampuan dan kadang
kdang juga faktor keberuntungan
Organisasi politik seperti partai politik dapat
memberi peluang besar bagi para anggotanya untuk naik dalam pertanggaan
kedudukan. Pada masyarakat yang demokratis dimana lembaga pemilihan umum
memegang peranan penting dalam pembentukan kepemimpnan, organisasi – organisasi politik mempunyai
peranan yang sama walaupun dalam bentuk yang lainnya.[84]
empat konsep
dalam skema politik. Yaitu :
1. Sosialisasi politik adalah proses, oleh pengaruh mana seseorang individu bisa
mengenali sistem politik yang berlaku.
2. Partisipasi politik ialah keterlibatan individu
sampai pada bermacam-macam tingkatan di dalam sistem politik.
3. Perekrutan politik adalah proses dengan mana
individu-individu menjamin atau mendaftarkan diri untuk menduduki suatu
jabatan.
4. Komunikasi politik ialah proses dimana informasi
politik yang relevan diteruskan dari suatu bagian sistem politik kepada bagian
lainnya.[85]
Persaingan kedudukan dan peranan didalam diri
seseorang mupun di dalam kelompok terdapat keinginan-keinginan untuk diakui
sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan yang
terpandang. Keinginan tersebut dapat terarah pada suatu persamaan derajat Dengan kedudukan serta peranan pihak lain, atau
bahkan lebih tinggi.[86]
pertentengan adalah suatua alat untuk menyesuaikan
norma norma dengan keadaan dan kondisi baru sesuai perkembangan masyarakat.
pertentangan dibidang politik bisaanya menyangkut antara golongan golongan
dalam suatu masyarakat, maupun antar negara negara yang berdaulat`.[87]
in grup adalah suatu kelompok yang dimana seseorang itu bernaung sedangkan out
grup diartikan kelompok yang menjadi lawan.[88]
Terjadinya revolusi menyebabkan masyarakat yang
mendiami daerah tertentu terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya.
Peperangan dengan pihak lain dapat menyebabkan terjadinya berbagi perubahan –
perubahan karena bisaanya kelompok yang menang akan memaksakan kebudayaannya
kepada yang kalah. Dan otomatis akan menimbulkan perubahan-perubahan yang besar
terhadap masyarakatnya.[89]
tipe-tipe budaya politik dalam suatu masyarakat atau
bangsa dapat diketahui melalui tipe-tipe budaya politik yang ada. Yaitu
Budaya politik parokial ditunjukkan oleh frekuensi
terhadap keempat jenis objek politik yang mendekati nol.
Beberapa ciri yang menonjol dari budaya politik
parokial diantaranya sebagai berikut:
a. Tidak adanya peran-peran politik yang bersifat
khusus.
b. Orientasi parokial juga memperlihatkan ketiadaan
harapan terhadap perubahan-perubahan.
c. budaya politik subjek
d. Budaya Politik Partisipan
Tipe budaya politik partisipan adalah satu bentuk
budaya yang anggota-anggota masyarakatnya cenderung memiliki orientasi yang
nyata terhadap sistem secara keseluruhan, struktur dan proses politik serta
administratif (objek-objek input dan output). Dengan kata lain, tipe budaya politik ini ditandai oleh anggota
masyarakat atau warga negara yang memiliki pengetahuan dan kesadaran politik, perhatian dan kepedulian terhadap keseluruhan
objek-objek politik yang sangat tinggi. Meskipun mereka sendiri bisa saja
bersikap positif atau negatif terhadap objek-objek politik tersebut.[90]
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Biografi
Alaa Al-Aswany
Alaa Al-Aswany adalah seorang penulis
Mesir, dan anggota pendiri gerakan
politik Kefaya.Alaa Al Aswany lahir pada tanggal 26 Mei 1957. Ibunya, Zainab, berasal dari keluarga bangsawan; pamannya
Pasha adalah seorang Menteri Pendidikan sebelum revolusi Mesir 1952.Ayahnya, Abbas Al-Aswany berasal dari Aswan.Seorang pengacara dan penulis yang
karismatik.
Al-Aswany
mengambil jurusan dokter gigi di Kairo Univ. (grad. 1980) dan Univ. of Iinois
di Chicago (MS, 1987). Al-Aswany
saat ini menjalankan profesi sebagai
dokter gigi di Garden City Kairo. Ia fasih dalam berbicara bahasa Arab, bahasa Inggris, Perancis dan Spanyol. Ia belajar sastra
Spanyol di Madrid.[91]
Al-Aswany menikah
dengan istri pertamanya di usia dua puluhan, seorang dokter gigi, dan memiliki
putra bernama Seif, mereka kemudian bercerai.
Ketika ia berusia 37 dan kemudian menikah dengan Eman Taymoor memiliki dua putri, Mai dan Nada.
Selain
menjadi dokter gigi, Alaa aktif sebagai
sastrawan, tulisannya kerap muncul
diberbagai media cetak di Mesir.. Novel
apartemen yacoubian merupakan novel kedua. Yang menceritakan kehidupan ironis
mesir setelah revolusi. Novel aparteman yacoubian tlah diterjemahkan ke dalam
31 bahasa. Dan telah di film kan dengan judul sama.Nama Al-Aswany
juga dimasukkan dalam daftar 500 orang muslim
paling berpengaruh di dunia menurut pusat penelitian islam di Yordania, Nomor satu dalam
daftar kebijakan luar negeri Top 100
pemikir Global 2011.Al-Aswany berpartisipasi dalam festival sastra biru
Metropolis di Montreal, Juni 2008 dan
April 2010,
Alaa al-Asawny
lahir dalam keluarga menengah keatas, hal ini dibuktikan dengan tingkat
pendidikannya, ayah aswany merupakan
seorang penulis dan pengacara, mungkinhalinilah yang
melatari kritik-kritiknya terhadap mesir, tempat tinggal aswany dulunya merupakan
wilayah peradaban eropa -mesir
Seperti yang
telah dikutip dalam koran Guardian di Kairo, Alaa Al Aswany, yang berpartisipasi dalam
suatu unjuk rasa benar-benar tergerak oleh “keberanian besar” para demonstran, dan tergerak oleh tekad mereka untuk melakukan
satu hal – merubah rejim[92].Dari tulisan-tulisannya
bisa diketahui bahwasanya aswany merupakan orang politik yang benci politik. Ia
termasuk dalam golongan oposisi
Alaa al –aswanya merupakan warga mesir yang
beragama islam, hal ini dibuktikan
dengan penghargaan yang berupa 500 orang
muslim paling berpengaruh didunia. Akan tetapi dia sangat mengutuk keimanan
kaum mesiryang menurutnya sangat berlebihan. Dan mngenyampingkan nilai-nilai
kemanusiaan.
2.
Sinopsis
Novel Imarat Ya’qubyan
Novel Imarat ya’qubyan merupakan Sebuah novel yang
berlatar belakang sebuah kota bernama Kairo, Mesir, menceritakan kehidupan para penghuni sebuah apartemen diKairo.
Penulis memulainya dengan sedikit
riwayat distrik tempat apartemen itu dibangun, pembangunan apartemennya, riwayat harumnya hingga keterpurukannya, serta
kehidupan beberapa penghuninya. Satu persatu pembaca
diajak umtuk mengikuti kehidupan para penghuni dan
interaksi diantara mereka. Sebagian
diantaranya diselipkan ideologi dan paham politik, ideology dan mencoba mengajak para kaum
muslimin untuk membela agama.
Pada
awalnya novel ini menceritakan tentang seorang pemilik apartemen yacoubian
bernama Zaki Bey yang telah berusia 65 tahun akan tetapi belum juga menikah, hal ini disebabkan baginya menikah adalah hal
yang membuang-buang waktu, walaupun dia
tidak menikah akan tetapi kebutuhan
biologisnya selalu terpenuhi hal itu dikarenakan watak Zaki Bey yang keras dan
sangat mencintai wanita cantik juga minuman keras, dia mempunyai
seorang pembantu bernama abskahrun yang mana ia hanya mempunyai satu kaki.
Cerita Zaki Bey trus mengalir dimulai dari kegemarnnya bermain wanita hingga
pertengkarannya dengan kakak kandungnya yang membuatnya harus pergi dari sebuah
flat mewah diapartemen yacoubian. Namun akhirnya berakhir dengan bahagia, Zaki
Bey menikah dengan asisten pribadinya bernama Busainah mantan kekasih Thaha.
Cerita
kedua berkisahkan tentang penghuni atas apartemen yacoubian yaitu sebuah
perumahan besi yang dihuni oleh kaum pinggiran yang dulunya adalah kamar-kamar
tempat untuk menyuci pakaian, menjemur
dsb bagi penghuni flat-flat mewah apartemen yacoubian tapi semenjak revolusi
mesir dan tergulingnnya kerajaan mesir akhirnya rumah besi tersebut beralih
fungsi menjadi kamar sewa para warga kampung nan kumuh. selain itu penulis
menceritakan dengan sedetail-detailnya tentang semua tokoh dalam novel
apartemen yacoubian. Kemudian penulis menceritakan
tentang sebuah galeri bawah apartemen yang akhirnya beralih fungsi menjadi
sebuah bar, pada masa sebelum revolusi daerah kairo sering disebut eropa dari
timur sehinga banyak sekali bar-bar dan minuman keras dijual bebas, setelah kerajaan digulingkan para orang-orang eropa
dan konglomerat mesir pergi ke wilayah eropa Ketika gamal
abdul nasser memegang pemerintahan, Mereka mengeluarkan fatwa pengharaman
minuman keras dan penutupan bar-bar hal ini bisa jadi karena penduduk mesir
merupakan masyarakat yang agamawan. Semenjak saat itu alkhol hanya ada di
restoran-restoran mahal walaupun ada di bar- bar keci harganya sangat mahal dan
berisi campuran-campuran yang kurang higienis.Para pemlik bar harus
membuka tokonya secara sembunyi-sembunyi dan membayar suap yang mahal kepada
polisi.
Cerita ketiga Tersebutlah komunitas homoseksual
yang tersebar luas dimesir dan pemilik bar bawah apartemen merupakan seorang
homoseksual asal eropa yang sering mengadakan pesta homoseksual bernama
Aziz. Selain Aziz dalam beberapa bagian novel juga dceritakan tentang Hatim seorang
anak homoseksual yang terlahir dari pernikahan antara orang eropa dan mesir
yang kedua orang tuanya adalah pembisnis yang sangat sibuk, sehingga ia hanya ditemani oleh pembantu
kesayangannya bernama Kamal al-fuli seorang homseksual dari kampung, Hatim
diajari homoseksual dan hal tersebut berlangsung sampai ia dewasa dengan banyak
laki-laki bahkan ia pun tak
sungkan-sungkan memberikan bayaran yang sangat mahal.
Cerita
keempat adalah cerita tentang persaingan politik antara Haji azam dan abdul
hamid yang dua-duanya merupakan orang yang sangat kaya raya tapi dahulunya
miskin, mereka beranggapan bahwa apabila
mereka menjadi seorang anggota dewan maka ia akan mendapatkan uang
bermilar-miliar, sehingga mereka
menghalalkan segala cara termasuk menyusup ke dala petinggi partai dan
masyarakat dengan memanfaatkan kemiskinan.
3. Analisis Nilai - Nilai Sosial Dalam Novel Imarat Ya’qubyan
A. Nilai Agama
Secara umum Agama
mempunyai pengaruh besar dalam membentuk kepribadian seorang individu.
Dalam novel Imarat Ya’qubyan banyak
fakta-fakta yang menujukkan tentang penyimpangan Agama yang beragam yaitu :
a. Perzinahan
Perzinahan merupakan suatu tindakan seks yang menyimpang. Karena
dilakukan bukan dengan pasangan sah. Dalam novel imarat Ya’qubyan terdapat
beberapa prilaku perzinahan diantaranya:
“Zaki
Bey melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya dengan karmila, seorang kerabat sekaligus guru privatnya…
sebagai penjelajah wanita Zaki Bey juga berhubungan seksual dengan
bermacam-macam wanita dari berbagai kelas … antara kamila, sebagai seorang wanita kelas bangsawan dan
wanita miskin tersebut, Zaki Bey dapat merasakan cita rasa seksual yang
berbeda. “
“ segera siapkan hajat pertemuan
?!” perintah Zaki
Demikianlah Zaki Bey mengucapkannya dengan
berapi-api. Raut wajahnya memancarkan
kemarahan. Antara keduanya memiliki kamus isyarat dan bahasa tersendiri. Kata
pertemuan yang dimaksud Zaki Bey adalah
sebuah momen ketika Zaki Bey meniduri wanita teman kencannya, demikian juga dengan kata “hajat “ yang
berarti kebutuhan seks.
Manusia merupakan makhluk yang bersegi jasmaniah dan rohaniah. Segi rohaniah
manusia terdiri dari fikiran dan perasaan. Agama mempunyai pengaruh besar dalam
membentuk kepribadian seorang individu. Bahkan adanya berbagai mazhab di dalam satu agama melahirkan kepribadian
yang berbeda beda di kalangan umat.
“Zaki Bey, sang maestro wanita, juga mengenal dekat Nyonya Vanus. Keduanya pernah memiliki hubungan, bahkan dalam tempo yang terbilang lama. Nyonya
Vanus memiliki sisi ketaatan terhadap ajaran agamanya. Inilah yang menjadikannya
kerap bersikap naïf. Selepas berhubungan badan, setelah keduanya terkulai lemas dalam puncak
kepuasan, ketika nyonya Vanus terbaring
lunglai diatas dada Zaki Bey, wanita itu
kerap merasa dosa. Dan sering kali, selepas ia bercumbu dengan Zaki Bey, ia bergegas mandi dan memakai baju rapi, lalu berangkat ke gereja dan memohon ampun
atas segala dosa.” ( hal : 39 )
Yahudi pada masa Perjanjian Baru, khususnya pada masa Yesus menganggap negatif
praktik pelacuran. Karena itu orang baik-baik bisaanya tidak mau bergaul dengan
mereka bahkan menjauhkan diri dari orang-orang seperti itu. Walaupun vanus seorang yang ahi ibadah akan tetapi saat nafsu
menguasainya, ia melupakan semua atribut
keagamaannya dan setelah hawa nafsunya hilang ia mulai merasa berdosa. Dalam al
kitab diajarkan bahwasanya Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota
tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu
de-ngan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Matius 5:28-29.Prilaku seks bebas dikalangan masyarakat modern bukan sesuatu yang baru, hal ini disebab kan karena tingkat kebutuhan
seksualitas yang tinggi dan sikap penasaran yang berlebihan.Durkheim berpendapat bahwa agama merupakan
proyeksi pengalaman sosial. Menurutnya Agama merupakan institusi penting yang
menopang integrasi sosial. objek kegamaan menurut durkheim tiada lain adalah
kelompok sosial sendiri.
b.
Homoseksual
Selain perzinahan dalam novel Imarat Ya’qubyan, diceritakan prilaku homoseksual. Dimana pelaku
melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis. Diantara kutipan yang
menggambarkan kegiatan homoseks yaitu :
“ inikah keputusan terakhirmu ?” Tanya Hatim “ ya, ” jawab abduh dengan suara nyaring.
wajahnya tampak mabuk akibat pengaruh bir., ” pinta Hatim. “ abduh menginaplah
dirumahku malam ini “Tidak.” “malam ini saja.” “tidak.” “ baiklah bisakah kita
berbicara dengan tenang ? bisakah kita saling memahami dengan pikiran jernih ?”
“ aku tak bisa tidur bersamamu malam ini. sudah tiga kali aku terlambat datang ke
barak wajib militer selama seminggu ini. Aku takut dihukum oleh atasanku, ”
jawab abdu Rabbih dengan suara tertekan.
“ ini perkara gampang, abduh.
Aku yang nanti berurusan dengan atasanmu, ’’ kata Hatim “ duh.. “ lenguh
abduh Abduh lalu meneguk bir yang masih
tersisa didalam gelas. lalu ia bangkit dari duduknya dan menatap tajam Hatim ia
bergegas keluar bar….. “
Dari
sepenggal cerita diatas penulis mendapat gambaran bahwasanya Hatim adalah
seorang homoseksual aktif yang sangat mencintai abduh seperti yang telah
digambarkan abduh mempunyai perawakan yang kokoh, tinggi besar dan berisi.Kegiatan seksual yang
dilakukan oleh Hatim dan Abduh merupakan suatu kegiatan seks yang menyimpang.
Dalam agama islam perbuatan tersebut sering disebut dengan perbuatan kaum luth.
sebenarnya Perilaku seksual yang normal dipengaruhi oleh
empat faktor yaitu, dorongan seksual, pengalaman seksual sebelumnya, lingkungan sosiokultural dan psikologis. Dalam
kehidupan seksual faktor lingkungan memegang peranan penting terjadinya
kegiatan seksual. Faktor lingkungan yang cenderung bebas dan rapat diantara
masyarakat yang berlainan jenis kelamin akan memberikan dorongan seksual yang
besar kepada individual untuk melakukan kegiatan seksual. Kegiatan seksual yang
sudah pernah dilakukan akan menjadikan pengalaman kepada individu untuk mencoba
melakukannya kembali.
“ Burghal yang kurang ajar rupanya.” “ kasihani orang yang
mencintaimu dan tak mendapatkan kepuasan!”
“apa
kau sudah selesai mengisap hartanya. ?”
Homoseks di mesir merupakan suatu komunitas yang besar,
dar teks diatas penulis menyimpulkan
bahwasanya selain faktor biologis prilaku homoseks
juga didasarkan atas kebutuhan ekonomi. Sipelaku cenderung melakukan hubungan
seksual didasarkan atas kebutuhan ekonomi, bukan atas dorongan nafsu semata. Seperti yang dikutip
dalam artikel online kompas international dikemukakan bahwasanya 4 orang warga
mesir ditangkap karena melakukan perbuatan homoseks dan dipenjara selama 8
tahun . Mesir sangat mengecam tindakan homosek begitu juga sebagian besar
Negara timur tengah.
“ Esok
paginya, Hatim lebih dahulu bangun dari
pada abduh. Ia berendam di bak mandi air hangat. Sambil menggosoki tubuhnya, Hatim tersipu-sipu mengingat petualangannya
semalam bersama abduh. Malam itu betul-betul mabuk akibat anggur yang terlalu
banyak ditenggaknya sehingga hasrat seksnya betul-betul terasa ganas. Selepas
mandi air hangat, Hatim lalu menghanduki
dirinya. Ia berdiri di depan cermin kamar mandi sambil tersipu-sipu. Ia pun
mulai meluluri bagian tertentu dari wajahnya dengan krim, lalu mencukur janggut dan kumisnya, juga bulu cambangnya. “ah,
tapi hari ini adalah hari-hari
wajib militerku. Anak istriku di kampung juga tentunya akan menantikan
kedatanganku. Aku belum memberi kabar mereka. Aku takut mereka khawatir, ” kata
abduh. Hatim pun menanggapinya dengan senyum simpul. Ia lalu bangkit.
Dirogohnya kantong celananya, lalu ia
beberapa helai uang kepada abduh. “ambilah.”
Kirim ini untuk anak dan istrimu. Apa pun kebutuhanmu akan aku penuhi. Besok, kita bertemu dengan petinggi militer di
markasmu dan bicara lebih jauh tentang urusanmu di sana. Jangan khawatir
gara-gara hubungan ini.” ( Hal 123 - 126 )
Kegiatan seksual yang menyimpang bukan hanya berdampak pada biologisnya semata akan tetapi dalam prilaku
sehari-haripun akan terbawa. Apabila kegiatan seksual ini dilakukan secara
negatif, maka akan memberikan dampak
psikologis terhadap perilaku seksual. Dampak dari psikologis yang negatif bisa
menyebabkan individu menjadi homoseksual
atau lesbian. Beberapa faktor lain penyebab terjadinya homoseksual
antara lain adalah: Faktor biologis, berupa
gangguan pada otak, Faktor psikodinamika,
yakni gangguan perkembangan psikoseksual
pada masa kecil, Faktor sosiokultural, yakni keharusan atau kebisaaan budaya setempat,
Faktor lingkungan yang mendorong
melakukan hubungan homoseksual.
Faktor ekonomi tak selamanya
menjadikan manusia buta. Akan tetapi faktor keagamaan yang telah mendarah daging menjadikan pembatas antara
kebutuhan dan dosa. Hal ini digambarkan dalam :
“ Hal ini lah yang
membuat abduh pergi meninggalkan Hatim, alasannya tidak lain karena Hatim takut untuk
terjerumus kedalm lembah hitam terus menerus.”
Dari
sepenggalan teks diatas menggambarkan bahwasanya Abduh
berusaha untuk keluar dari jerat homoseks akan tetapi
ia kembali lagi karena alasan ekonomi. abduh merupakan
seorang yang taat beragama hingga ia beberapakali mencoba untukkeluardari jerat
homoseks hal ini termaktub dalam firman Allah yitu : ”Luth berdo’a. ‘Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas
kaum yang berbuat kerusakan itu’. Dan tatkala utusan Kami (para malaikat)
datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk
(Sodom) ini. Sesunguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim”
[Al-Ankabut : 30-31]
“ Rasa rikuh yang
di saat-saat pertama muncul kini telah hilangdan digantikan oleh kerinduan yang
nikmat. Sekalipun Abduh kerap merasa berdosa. Abduh kini
bergelimang harta, kesejahteraan, pakain baru, dan makanan yang lezat. Tempat - tembat
berkelas yang dalam mimpi pun abduh tak pernah bayangkan kini bisa ia kunjungi
dan nikmati. Abduh selalu bersama Hatim ia merasa sumringah ketika berjalan
dengan penampilan yang terlihat makmur. Disepanjang jalan, ia saksikan tentara- tentara, para lelaki dari pelosok desa miskin yang
tengah mengikuti wajib militer. Ia memandangi mereka dari jauh dengan menyuguhkan senyuman, seakan meneguhkan bahwa dirinya sudah berbeda
dengan mereka yang kotor dan miskin, sudah berbeda dengan mereka yang kotor dan
miskin, berdiri berjam-jam tanpa arti di
bawah terik matahari yang begitu menyengat.” ( hal -
203)
Tindak Homoseks membuat
seorang yang awalnya dekat agama menjadi jauh dengan agama, seseorang yang
takut kepada Allah akan seanantiasa mendekatkan dirinya
kepada Allah. Ketika seorang manusia melakukan banyak perbuatan dosa
lama kelamaan akan menjadi jauh. Sehingga cenderung melihat orang lemah dengan
sebelah mata. Dalam hal ini Abduh telah bergelimangan harta, ia rela menjual
agama dan dirinya demi uang. Walau akhirnya ia menganggapnya sebagai sebuah kebutuhan
biologis dan kebutuhan material.Sebenarnya dalam setiap agama mengharamkan hal tersebut. Allah berfirman: “Dan orang-orang yang tidak
menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan
Allah kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina.” (QS. Al-Furqaan:
68).
Fitrah
manusia adalah menyembah Tuhannya. Maka disaat seorang hamba telah jauh dari
Tuhan. Maka Tuhan akan mengingatkannya. Hal ini tergambar dalam kutipan teks
dibawah ini.
“ Ada apa sayangku ?". " Aku takut, " ujar Abduh dengan
suara pelan dan perasaan yang dalam."Takut pada siapa ?"."Tuhan
Yang Mahasuci"." Kamu ini bicara apa, sayang ?"." Tuhan yang maha suci.
Aku takut Ia akan melaknat kita atas apa yang selama ini kita
lakukan.""Maksud kamu apa abduh ?"." Sepanjang hidup, aku paling dekat dengan agama orang- orang
memanggilku syekh abdu Rabbih. Aku selalu shalat berjamaah dimasjid, berpuasa Ramadhan, dan semua puasa sunah aku lakukan sampai aku
mengenalmu." Kamu ingin shalat ? Ayo, kita salat kalau begitu.","
Bagaimana aku salat, sedangkan tiap
malam aku menenggak bir dan tidur disampingmu ? Aku merasa Tuhan akan murka dan
melaknatku"," Maksudmu, Tuhan
akan melaknat kita karena kita saling mencinta ?"," Tuhan melarang
cinta seperti ini. Cinta seperti ini dosa besar. Besar sekali. Di desa kami
memiliki imam masjid, namanya syekh
Darawi. Tuhan menyayanginya. Dia lelaki saleh dan taat, sewaktu khatbah jumat, ia mengatakan, " janganlah kamu melakukan hubungan seks
sejenis, karena itu dosa besar. Arasy
menjadi tergoncang karena murka Tuhan." (Hal - 206)
Abduh
merasa takut dengan janji –janji dan hukuman Tuhan yang sewaktu-waktu bisa
mengambilnya. Menurut alquran seorang yang melakukan perbuatan keji ia akan
dilaknat oleh Allah SWT seperti firmannya Allah menggambarkan Azab yang menimpa
kaum nabi Luth
$£Jn=sùuä!$y_$tRâöDr&$oYù=yèy_$yguÎ=»tã$ygn=Ïù$y$tRösÜøBr&ur$ygøn=tãZou$yfÏm`ÏiB9@ÉdfÅ7qàÒZ¨BÇÑËȺptB§q|¡ByZÏãÎn/u($tBur}Ïdz`ÏBúüÏJÎ=»©à9$#7Ïèt7Î/ÇÑÌÈ
82. Maka
tatkala datang azab Kami, Kami jadikan
negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah
yang terbakar dengan bertubi-tubi,
83. yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu Tiadalah jauh dari orang-orang
yang zalim[
[Hud : 82-83]
“ Inikah keputusan
terakhirmu ?" Tanya Hatim "Yah, " jawab abduh dengan suara
nyaringwajahnya tampak mabuk akbiat pengaruh bir." Abduh, menginaplah dirumahku
malam ini, " pinta Hatim ."
Tidak. "." Malam ini saja "." Tidak ". ." Hatim
cukuplah sudah. Tuhan menghukum kita. Anakku telah meninggal di tanganku.
""Maksudmu ?"." Tuhan telah melaknat dan mengutukku atas
dosa-dosaku denganmu. "." Setiap orang yang anaknya mati berarti
Tuhan menghukumnya?"."Ya. Tuhan berjanji dan tidak mengingkari. Aku
melakukan kesalahan besar denganmu dan berhak menerima siksaan ini."."Siapa
yang membuatmu menerima kata-kata ini ? Hadya istrimu ?" (Hal : 338)
Janji
Allah yang telah dijelaskan dalamkutipan sebelumnya terjadi kepada Abduh. Saat
ia mencapai puncak kebahagian Allah mengambil anak
semata wayangnya. Sehingga Abduh selalu merasa bahwa kepergiaan anaknya adalah
kesalahanya.pelaku seks yang berkepanjangan akan mengakibatkan dampak buruk
bagi pelaku. Untuk seorang yang taat beragama lambat laun ia akan merasa bahwa
dirinya sangat berdosa, sehngga mencoaba
menafikan agama, jauh dari Allah hal ini
disebabkan rasa takut yang muncul. Abduh
merasa takut dengan janji–janji dan hukuman Tuhan yang sewaktu-waktu bisa
mengambilnya. Individu mempunyai pengaruh terhadap pengalaman dan pemahaman keagamaan untuk
meningkatkan iman dan religiolitas
(keberagamaan) masyarakat. Sebaliknya, individu juga memiliki hak yang cukup untuk
menolak preferensi agama.
Fenomena homoseksualitas tak mungkin. Ditutup-tutupi.
Setiap anggota redaksi Le Caire tahu bahwa pemimpin mereka adalah seorang
homoseks. Akan tetapi, mereka tak
sedikit pun merasa jijik dan menghinanya karena kelainan Hatim hanyalah
bayangan kecil dari dirinya yang kuat dan terampil bekerja. Mereka mengetahui
kelainannya itu, tetapi tak
menggubrisnya dalam interaksi sehari-hari dengannya. Hatim adalah seorang yang
serius, terampil, kuat, lebih dari pemimpin bisaanya”. ( Hal : 266 )
" Saya ingin mengajukan ide kepada anda, bagaimana jika kita membuat liputan
jurnalistik seputar fenomena homoseks di Mesir" Saya tak menilai tema ini
penting untuk pembaca" " Justru ini penting. Dimesir terjadi kenaikan
jumlah homoseks yang cukup signifikan. Sebagian diantara mereka menempati
posisi tinggi di masyarakat dan penelitian ilmiah menyimpulkan bahwa seseorang
dengan kelainan seks secara psikilogis tidak layak memimpin suatu pekerjaan di
lembaga apa pun, , , , , , , , ".Serangan itu sangat keras dan tajam. Hatim lalu menanggapinya. Dengan keras, "
sebab pemikiranmu yang kuno merupakan salah satu sebab kegagalan jurnalistikmu
selama ini."( Hal 267)
Bagaimanapun juga hukum homoseks adalah haram karena melanggar
norma-norma agama dan masyarakat. walaupun dalam hukum islam seharusnya pelaku
homoseks harus dirajam akan tetapi dalam perkembangannya di zaman modern
masyarakat cenderung menyikapinya dengan acuh tak acuh dengan alasan hmoseks
merupakan urusan pribadi. seharusnya seseorang yang menemukan pelaku homoseks
harus dibunuh.
“مَنْ وَجَدْتُمُوْهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمَ لُوْطٍ
فَاقْتُلُوْا الْفَاعِلَ وَ الْمَفْعُوْلَ بِهِ”
“Siapa saja di antara kalian mendapati seseorang yang melakukan perbuatan
kaum Luth maka bunuhlah pelakunya beserta pasangannya.“[93]
“ Ia telah melewati hari-hari menyedihkan dan menyakitkan yang
mendorongnya untuk mengotori diri dengan beberapa lelaki kotor yang tak jelas.
Berkali-kali ia pelesir ke tempat- tempat mangkal kaum homoseks dan bertukar
kerinduan dengan oarang-orang rendahan untuk mendapatkan teman kencan semalam
serta tak akan melihatnya lagi setelah itu. Ia dihantui ancaman para homoseks
pencoleng yang pernah merendahkan dan memukulinya dengan sadis di sebuah kamar
mandi di distrik husain serta merampok jam tangan emas dan tasnya. Setelah
malam yang gila itu, Hatim mengurung
diri di rumah selama beberapa hari tanpa berbicara dengan seorangpun. Ia mabuk
dan menuangkan hidupnya. Mengenang kembali ayah dan ibunya yang ia benci seumur
hidup.” ( Hal ; 270)
Dari
sepenggal cerita diatas dapat diketahui
bahwasanya setelah Abduh meninggalkan Hatim, ia kerap dilanda kehampaan sehingga ia mencari
pasangan homoseks ditempat-tempat pelacuran kaum homoseks. Semua itu hatim
lakukan untukmemuaskan hasratnya walauterkadang ia mendapatkan diskriminasi. Dari
kutipan tersebut dapat diketahui pula bahwasanya prilaku homoseks hatim
disebabkan oleh disorganisasi keluarga karena kedua orang tua hatim tidak
mempunyai banyak waktu untuk memperhatikan hatim karena kesibukan keduanya. Hal
yang paling utama yang menyebabkan prilaku seks menyimpang tersebut adalah
karena terjadinya suatu disorganisasi
keluarga yang disebabkan kuranganya komunikasi antara anggota-angotamya. Dalam soekanto hal ini disebut dengan empty
shell family.
“ Ia akan menyusuri jalan-jalan di wasth al-Balad setiap malam untuk
menemukan pasangan kencan. Terkadang dia menemukan dari mereka yang bermental
pencuri atau pendosa yang berani memukul dan merampok barang miliknya
sebagaimana sering terjadi sebelumnya. Ia akan kembali lagi berkeliaran ke bar
Chez Nouz untuk mencari laki-laki, atau
mungkin ke kamar mandi Gabalawi untuk memuaskan syahwat dan menanggung akibat
buruknya. Kenapa Abduh hilang darinya setelah ia mencintainya dan merencanakan
hidup bersamanya ? Apakah sulit untuk hidup dengan orang yang dicintainya dalam
waktu lama ? Jika Abduh percaya kepada Allah, tentu dia tidak akan meyakini bahwa apa yang
ditimpanya adalah akibat perbuatan homoseksual sebab banyak orang homoseks bisa
hidup bahagia dan tenang bersama pasangan mereka. Kenapa Abduh pergi begitu
saja meninggalkan dirinya ? Begitu Hatim terus menerus berpikir.” ( Hal : 326-327)
Dari kutipan teks diatas dapat diambil
kesimpulan bahwasanya Hatim selalu merasa kesepian semenjak ditingal oleh Abduh
sehingga ia berusaha mencari teman kencan dijalan. Prilaku seksual yang
menyimpang dalam hal ini melakukan hubungan bukan dengan pasangannya. Allah
mengajarkan umatnya untuk menjaga kelaminnya (hawa nafsu). agar tidak
terjerumus kedalam lembah kemaksiatan yang akhirnya merugikandirinya sendiri.
Allah membolehkam malakukan hubunganseks hanya kepada dua orang yaitu budak dan
istri yang di nikahinya.Tindakan – tindakan yang bisa
diterapkan untuk mencegah timbulnya penyimpangan seksual adalah Meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Perbaikan lingkungan, yaitu daerah umum,
kampung – kampung miskin. Hal ini lah
yang dilakukan oleh abduh meninggalkan Hatim agar ia terbebas dari seks
menyimpang.
" Rezeki datang dari Tuhan. "." Tentu dari Tuhan, tetapi kewajibanku harus menolongmu meski
hubungan kita berhenti. Meski perlakuanmu kasar, Abduh, aku merasakan kesusahanmu. "Abduh terdiam
" Dengarkan, kutawarkan padamu
pekerjaan bagus supaya kaupikir matang-matang". " Aku
merekomendasikan kamu bekerja menjadi bawwab di pusat kebudayaan prancis, di Mounirah. Pekerjaannya bersih, menyenangkan, dan gajinya 500 pound sebulan". "
Cek ini bernilai 1.000 pound untuk kebutuhanmu hingga kamu menerima pekerjaan.
" Tangan Hatim mengeluarkan sehelai cek ke arah Abduh hingga akhirnya
Abduh mengulurkan tangannya dengan pelan. Ia mengambil cek itu sembari berkata
dengan suara pelan, " terima kasih,
" " Abduh, aku tidak
mengharuskan hubungan kita, tapi aku
punya satu permintaan. " "
Permintaan apa ?" Hatim mendekati Abduh hingga mendempetnya, meletakkan
tangannya di sekitar paha Abduh, dan
berbisik dengan suara yang bergairah, " menginaplah bersamaku malam ini, satu malam saja, sampai akhir malam. Aku berjanji kepadamu, jika kamu datang bersamaku malam, setelah ini kamu tidak akan melihatku
selamanya. Aku mohon. " Abduh mengabulkan ajakan Hatim karena terpaksa.
Kenyataannya, semenjak meninggalkan kios
dia tidak mendapatkan uang untuk menafkahi dirinya dan Hadya. Bahkan, teh dan shisa yang dia isap ditanggung oleh
pemilik kafe. Dia juga. Telah berutang kepada beberapa tetangga sebesar 3.000
pound dalam waktu tidal lebih dari 2 bulan.” (Hal 340)
Dari
kutipan teks diatasdapat diketahui
bahwasanya Apa yang dilakukan abduh dengan meninggalkan hatim
adalah perbuatan yang benar.Akan tetapi kebutuhan ekonomi akhirnya
membuat Abduh kembali kepada Hatim. Menurut Marx, selama masyarakat
masih terbagi atas kelas-kelas maka, maka pada kelas yang berkuasalah yang
terhumpun segala kekuatan dan kekayaan. Dan selama masih ada kelas yang
berkuasa maka tetap terjadi eksploitasi terhadap kelas yang lebih lemah. Hatim sebagai orang
berduit memaksakan kehendaknya kepada abduh. Sedangkan abduh sebagai kelas
bawah hanya mampu pasrah walaupun sesungguhnya ia tidak menginginkan hal
tersebut.
c.
Alkohol
“ …Zaki Bey beranjak menuju ruang tengah, mulutnya masih mengisap cerutu yang bersepuh
opium. Mukanya tampak gelisah. Ia lalu meraih wiski dan menuangkannya ke dalam
gelas yang telah berisi balok-balok kecil es. Diteguknya habis satu gelas, lalu dua tiga hingga empat gelas ia tandaskan.
rabab belum juga tiba..”
Dari sepenggal cerita diatas
Zaki Bey berusaha menghilangkan kegelisahannya dengan meminum wisky atau yang bisaa
disebut dengan alkhohol. Sebenarnya masalah akholisme dalam masyarakat tidak
terlalu mengganggu selama tidak merugikan masyarakat yang lain, walaupun
begitu dalam islam tetap diharamkan. Dalam al-Quran Surah Al Maidah : 90
dijelaskan
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ
وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman,
sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan
syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat
keberuntungan.
" Ia mengadu ke pemerintah untuk melarangku memanfaatkan
barang-barang dan hakku. Lalu zaki
mengalihkan pembicaraan, Mau minum
denganku ?"."Tidak terima kasih.. " Seumur - umur kamu belum pernah minum ?"."
Ya, belum." " Cobalah segelas
saja. Awalnya pahit setelah itu akan terasa nikmat." " Terima
kasih." " Oh, alangkah ruginya
! Minum adalah hal yang indah. Oranh asing lebih tahu bagaimana menikmati dan
menghargai minuman dibandingkan kita.'' ( Hal : 209-2010)
Dari
sepenggal teks diatas dapat diambil kesimpulan bahwasanya, seorang wanita harus pandai bergaul dan
menjaga dirinya. Warga kota selalu memangkas suatu masalah. Sehingga saat
mereka mempunyai masalah yang sukar maka mereka cenderung meminum-minuman keras.
Sedangkan Busainah adalah penduduk desa yang anti meminum-minuman keras. Kebanyakan masyarakat kota terikat pada jaringan
modernisasi.
Hal ini lah yang menyebabkan penduduk kota lebih tahu cara menikmatialkhohol
yang menurutnya dapat menenangkan pikiran. Menurut pendudukkota meminum
alkhohol bukan merupaan masalah sosial. Sedangkan menurutBusainah yang
merupakan penduduk desa meminum – minuman keras adalah hal yang dilarangbaik
itu menurutagama maupun masyarakat dilingkungannya.
d. Pernikahan
Pernikahan yang bisaanya didasarkan
atas cinta kasih, kepercayaan dll, dalam
novel apartemen yacoubian banyak diceritkan tentang pernikahan seperti beberapa
kutipan teks berikut :
“ Masalah pun
tidak berhenti sebatas mimpi saja. Ia mendadak memiliki kelainan syahwat.
Setiap kali ia memandang wanita, baik
muda atau separuh baya, syahwat
kelelakiannya menjadi naik, tak
terkecuali beberapa pekerja wanita di perusahaan – perusahannya. Mereka
mengetahui jika Haji Azzam tengah naik syahwat, setidaknya dari cara Haji Azzam memandang
mereka. Mengetahui tuannya sedang naik syahwat, tak sedikit dari mereka yang semakin genit di
hadapan Haji Azzam.” ( Hal : 81- 82)
“Syahwat yang
meledak-ledak datang secara tiba – tiba itu sangat mengagetkan Haji Azzam dan
membuatnya tidak nyaman. Pertama karena usianya yang telah melewati
enam puluh tahun, yang sudah tak mungkin
memiliki syahwat sebesar itu. Keda karena selama ini Haji Azzam merasa hidupnya
sangat lurus.” ( hal : 82)
“tetapi, gejolak syahwat itu ternyata terus berlanjut.
Bahkan, semakin hari semakin
menjadi-jadi. Istrinya senidiri, Hajjah
Shalihah, menjadi terkaget-kaget. Betapa tidak, kini Haji Azzam kerap meminta Hajjah Shalihah
melayaninya setiap malam dan diapun menjadi heran karena permainan Haji Azzam
sangat liar. Ialebih kaget lagi ketika ternyata syahwat Haji Azzam tak
tertuntaskan selepas hubungan badan dengan dirinya. Kerap kali hajjahsholihah
menasihati hajjah azam.” ( Hal : 83 )
Dari kutipan teks diatas dapat diambil
kesimpulan bahwa Haji azam adalah seorang yang taatberagama. Ia menganggap
bahwa keanehan yangiaalami hanya sementara akantetapi pada akhirnya berjalan terus
menerus, dalam islam seorang pria
diperbolehkan menikah lebih dari satu istri. Hal ini terbuki dari kutipan
diatas haji Azam merasa hawa nafsunyamelonjak akan tetapi istrinya sudah tidak
bisa lagimemenuhi kebutuhan biologis haji Azam maka haji azam diperbolehkan
untuk menikahlagi.Poligami
merupakan Suatu perkawinan dimana seorang suami mempunyai istri lebih dari satu,
dan ada banyak alasan yang mendasari
bentuk perkawinan ini diantaranya: Ekonomi, status sosial, nafsu dsb.
“saya seorang
lelaki tua. Saya takut jika saya menikah lagi
saya akan menjadi bahan omongan orang – orang.” Timpal Azzam. “ sungguh, Haji azam, jika saya tidak mengenal anda lebih jauh, tidak mengetahui keshalehan dan ketakwaan anda,
saya akan berburuk sangka kepada anda.
Mana yang lebih baik menurut anda, omongan orang – orang ataukah tidak disukai
oleh Allah? Apakah anda hendak mengharamkan apa yang telah dihalallkan Allah?
anda seorang lelaki yang berkecukupan, kesehatan Anda juga
normal. Dan sekarang, anda tengah
memiliki keinginan kepada wanita. Menikahlah lagi, dan
berbuat adilah kepada kedua istri anda kelak. Sesungguhnya Allah menyukai
ketika seorang hamba menjalani kemudahan yang telah ditetapkannya, ” kata Syekh
Samman lebih jauh.”
Islam
menyuruh umatnyauntukmendekati para alim ulama saat ia mempunyai masalah dengan
kehidupannya. Langkahyang ditempuh olehHaji Azzammerupakanjalan yang sangat
benar. Alasan kuat yang mendorongH Azzamuntuk menikah lagi adalah karena
syahwatnya yangmemuncaksedangkan istrinyasudahtidakbisa lagi memuaskannya. Hal ini dibenarkan oleh agama seperti Firman Allah dalam surat an-Nisa
ayat 3
÷bÎ)ur÷LäêøÿÅzwr&(#qäÜÅ¡ø)è?Îû4uK»tGuø9$#(#qßsÅ3R$$sù$tBz>$sÛNä3s9z`ÏiBÏä!$|¡ÏiY9$#4Óo_÷WtBy]»n=èOuryì»t/âur(÷bÎ*sùóOçFøÿÅzwr&(#qä9Ï÷ès?¸oyÏnºuqsù÷rr&$tBôMs3n=tBöNä3ãY»yJ÷r&4y7Ï9ºs#oT÷r&wr&(#qä9qãès?ÇÌÈ
Artinya :
"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak)
perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu
senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian
jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang
demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya" [An-Nisa : 3]
“ Sejenak Haji
Azzam terdiam, tampak merenungi lebih jauh nasihat gurunya.
percakapan keduanya pun berlanjut hingga keputusan Haji Azzam pun bulat, ia hendak meikah lagi. tak lama kemudian
ketiga anaknya datang, Fawzi Azzam, Qadri Azzam, dan Hamdi Azam ikut bergabung dengan ayah mereka.
Haji Azzam meminta pendapat ketiga
anaknya, perihal rencananya hendak
menikah lagi. Qadri Azzam dan Hamdi Azam
menyetujui anjuran syekh Samman agar ayah mereka hendaknya menikah lagi.
Adaapun Fawzi, anak sulungnya, hanya diam, tanda tak sepakat, tetapi ia juga menghormati keputusan ayahnya. “kalaupun
ayah hendak menikah lagi, sebaiknya kita
lebih berhati-hati agar kelak kita tidak salah pilih mendapatkan wanita yang
maka akan menghancurkan hidup kita, ” kata Fawzi”
Dari
kutipan teks diatas dapat diketahui bahwasanya tindakan yang melatar belakangi
terjadinya pernikahan siri adalah karena Haji Azam takut pernikahannya yang
kedua diusaia senja dapat menghancurkan karirnya.walaupun sebenarnya dalam
islam hukum pernikahan siri adalah makruh. Mazhab Syafi’i dan Hanafi juga tidak membolehkan
nikah siri. Menurut Hambali, nikah yang
telah dilangsungkan menurut ketentuan syariat Islam adalah sah, meskipun dirahasiakan oleh kedua mempelai, wali dan para saksinya. Hanya saja hukumnya
makruh. Menurut suatu riwayat, Khalifah
Umar bin al-Khattab pernah mengancam pelaku nikah siri dengan hukuman had.
Nikah siri menurut terminologi fikih tersebut adalah tidak sah, sebab selain bisa mengundang fitnah juga
bertentangan dengan hadis nabi saw:
Adakanlah walimah sekalipun
dengan hidangan seekor kambing.
“ Beberapa
bulan kemudian, sudah ada beberapa calon
istri untuk Haji Azzam. Tetapi, semuanya
ia tolak sebab tidak ada yang masuk kriterianya. Akhirnya, ia mendapatkan seorang calon bernama Suad
Gaber, Suad gaber menikah denagn
seorang lelaki baik-baik. Suaminya bekerja di irak, tetapi setelah perang Amerika-irak pada tahun
2002 lalu, kabar suaminya tidak terdengar lagi. Pengadilan pun memutuskan bahwa
hubungan keduanya telah bercerai demi mneghindari fitnah. Suad Gaber pun
menjadi janda.[94]
Haji azam melakukan shalat istikharah guna meyakinkan lebih jauh pilihannya.
Ternyata, wanita yang hadir dalam mimpi
Haji azam elepas ia melaksanakan salat istikharah itu adalah Suad Gaber. Dalam
mimpi Suad gaber tampak memakai jilbab
dan anggun, tidak telanjang sperti
wanita-wanita yang kerap hadir dalammimpi-mimpi Haji Azzam dalam beberapa waktu
terakhir ini. Haji selalu bertawakal kepada Allah, memasrahkan segala urusannya kepada Tuhan. “ (halaman 86)
Dalam
islam suatupernikahan tidak hanya didasari oleh cinta kasih akan tetapi seorang
pria harus melihat seorang perempuan yang akan dinikahinya karena kecantikannya,
agamanya dan lain sebagainya. Selain
dari faktor tersebut Haji Azam menikahi Suad karena ia inginmengangkat derajat
Suad. Dalam islam seorang yang taat beragama
selalumengambil keputusan secara berhati-hati.
Dalam islam dijelaskan tentang wanita mana yang patuuuntukdijadikan
seorangistri. Hal ini termaktub dalam hadis. Dari Abu Hurairah dari Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُنْكَحُ المَرْأةُ لأَرْبَعِ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا
وجَمَالِهَا ولِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذاتِ الدين تَرِبَتْ يَدَا
“Wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena martabatnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang
baik agamanya (jika tidak kau lakukan) maka tanganmu akan menempel dengan
tanah”
“ Haji
Azzam kemudian mengunjungi keluarga Suad Gaber di Iskandariah dan melamarnya.
Hamid, kakak tertua Suad Gaber,
bertindak sebagai wakil keluarga pihak wanita. Kedua
belah pihak pun bersepakat atas pernikahan Haji Azzam dan Suad Gaber. Tetapi
sebagai pembisnis, Haji Azzam
mengajukan beberapa syarat dan ketentuan pernikahan. Pertama, setelahmenikah nanti Suad harus hidup dikairo
menemani Haji Azzam dengan meninggalkan anaknya. Anak tunggal suid gaber akan
tinggal bersama neneknya di iskandariah.
Suad hanya diperbolehkan mengunjungi anaknya setiap ada kesempatan yang layak. Kedua, status pernikahan keduanya adalah nikah sirri
sehingga istri pertamanya, Hajjah
Shalihah sekalipun tidak mengetahui pernikahan Haji Azzam dengan Suad Gaber. Jika
kelak istri tuanya mengetahui pernikahan mereka dan terjadi pertengkaran
keluarga maka Haji Azzam akan menalak Suad. Ketiga, Haji Azzam tak hendak memiliki anak dari Suad.
Keempa, Haji Azzam akan membayar mahar
secara kontan sebesar sepuluh ribu pound.Pernikahan keduanya pun
berlangsung esok harinya.” ( Hal : 86-87)
Dari
sepenggal percakapan diatas tergambat jelasbagaimana pernikahan siriyang
dibumbuibeberapa perjanjian yang sebenarnya meruugikan pihak wanita. Nikah siri sering diambil sebagai suatu jalan keluar untuk menghindari
perzinahan. Padahal kalau dilihat dari berbagai aspek, nikahsiri banyakmenimbulkan
kemadharatan khususnyadipihak wanita. Nikah siri dikalangan ulama masih
menjadi perdebatan. Karena nikah siri bisa saja menimbulkan fitnah.
e.
Aborsi
Lalu Suad tertawa, menyandarkan
diri di kepala tempat tidur sambil berkata dengan mimik muka yang begitu
bahagia, " sayang aku akan
mengatakan sesuatu." " Sesuatu apa ?" " Ah, anda melupakannya terlalu cepatm tentang
sesuatu dimana anda pernah mengatakan sungguh mencintaiku." "Oh, ya, benar ! Ceritakanlah, sebab malam ini pikiranku penuh dengah hal
lain. Sayang, ceritakan kepadaku tentang
sesuatu itu." " Hari jumat aku pergi ke dokter." " Dokter?
Bagus kalau begitu." " Aku merasa lelah." " Semoga Tuhan
lekas memberimu kesehatan." Suad tertawa saja, meralat ketidak pahaman Azzam. "Tidak.
Lelahku adalah lelah yang membahagiakan." " Aku tidak paham" "Selamat,
Kekasihku. Aku hamil dua bulan." (
Halaman ;228)
Dari
percakapan diatas tergambar jelas bagaimana suad yang akan menjadi seorang ibu.
Dalam pernikahan yang dilandaskan atascintakasih suatu
kehamilan akan disikapi dengan kebahagian yang tiada tara. Akan tetapi status
anak dalam pernikahan siri tidak dicatat oleh Negara maka status anak tersebut termasuk anak
diluar nikah. Sedangkan menurutagama anak hasil perkawinan siri mendapatkan hak
yangsama.dalam kutipan percakapan sebelumnya digambarkan bahwa mereka berdua
dilarang mempunyai anak. Kutipan teksdiatasmerupakan awal mula dari praktek perbuatan aborsi.
" Kamu telah melanggarnya, Suad
kukatakan sedari awal tak ada kata hamil.""Tuhan yang menghalalkan, apakah kita harus mengharankan yang halal.""
Sudah pikirkan lah dan berhentilah bersikap berlebihan !"" Tidak, kalau begitu saya akan menceraikanmu.""
Ceraikan saja."
Dalam pernikahan siri seorang wanita selalu
bertindak sebagai korban.karena sang wanita akan merasa terjepit apabila
melenceng dariperjanjian semula. Dalam perjanjian pernikahan Haji azam
melarang Suad untuk mempunyaianak. Akan tetapi pada akhirnyaSuad melanggarnya. Suad mencoba bertahan dengan kehamilannya walaupun
Hazzam akan menceraikannya ia tidak peduli. Bagaimanapun alasannya menceriakan istri dalam keadaan
hamil sah akan tetapi anak tersebut masih mempunyai hubungan secara agama dan
Negara. Dalam hal iniyaitu masih dalam tanggung jawab Haji Azzam sedangkan
HajiAzzam tidak menginginkan adanya anak karena takut merusak reputasnya
sebagai anggota dewan.
Ketika HajiAzam sudah putus asa untuk
membujuk Suad,
ia meninggalkannya begitu saja dan pergi ke iskandariyah
untuk menemui saudara laki-laki Suad, hamid. Ia menceritakan semua yang terjadi."
Bershalawatlah kepada nabi. Kita berdua anak dari nenek moyang negri ini.
Janganlah anda membenci seseorang. Saya saudara lelakinya. Tidak mungkin saya
memintanya untuk aborsi. Aborsi itu haram dan saya takut kepada Allah." " Tetapi kita sudah sepakat." " Kita sepakat dan kita yang melanggar. Kita punya hak.
Kita masuk dengan baik dan keluar dengan baik Maka, berikan kepadanya hak-haknya dengan apa yang
diridai Allah lalu talak dia." "
Istri taat kepada suaminya. Dalam hal yang dihalalkan, syekh, bukan yang diharamkan." " Saya
berlindung kepada Allah dari segala yang haram, anakku. Tidak ada taat bagi makhluk untuk
berbuat maksiat." " Baik, katakan pada saya, syekh, anda ingin saya menggugurkan kandungan, bukan ?" HajiAzzam telah pusing dengan
sikap suad yang menentangnya habis-habisan, suad menganggap anak merupakan
karunia tuhan. ( Hal 256)
Dari
sepengal teks diatas terlihat jelas bagaimana seorang kakak menbantu adiknya
untuk mempertahankan kehamilannya. Akan tetapi Haji Azam tetap ingin melakukan
aborsi. Karena dalam perjanjianpernikahan tidak ada kata hamil. Dalam ajaran
islam disaat seorang muslim mendapatkan suatu pertentangan maka jalan
musyawarah lah yang harus ditempuh. Jika jalan musyawarah tetap tidak
membuahkan hasil maka pihak ketiga sebagai penengah. Dalam surat al-Imranayat 159 dijelaskan betapa pentingnya bermusyawarah.
$yJÎ6sù7pyJômuz`ÏiB«!$#|MZÏ9öNßgs9(öqs9ur|MYä.$àsùxáÎ=xîÉ=ù=s)ø9$#(#qÒxÿR]wô`ÏBy7Ï9öqym(ß#ôã$$sùöNåk÷]tãöÏÿøótGó$#uröNçlm;öNèdöÍr$x©urÎûÍöDF{$#(#sÎ*sù|MøBztãö@©.uqtGsùn?tã«!$#4¨bÎ)©!$#=Ïtätû,Î#Ïj.uqtGßJø9$#ÇÊÎÒÈ
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku
lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar,
tentulah mereka menjauhkan diri dari
sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam
urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
Dari kutipan teks diatasdapat dilihat betapa kuat
perjuangan Suad dalam mempertahankan kandungannya. Selainkutipan diatas ada
beberapateks yang menunjukkan sikap perlawanan Suad dan pembelaan Haji
azzam dalam maslah aborsi yaitu :
“ Anakku, kamu bersepakat dengannya
untuk tidak hamil. Haji Azzam orang besar dan keadaannya tidak memungkinkan hal
itu"." Kalau begitu, suruh dia
menceraikan saya"." Jika dia menceraikanmu dalam keadaan hamil, dia tetap punya kewajiban agama dengan anakmu."
Jadi, anda setuju saya aborsi?"''
Aborsi itu tidak boleh. Akan tetapi, ada
pandangan sebagian ulama yang memperbolehkannya jika dilakukan sebelum
permulaan bulan keempat."" Siapa yang mengatakan ini ?""
Fatwa-fatwa yang sudah teruji dari ulama-ulama besar."Suad tertawa dan
berkata dengan nada tinggi, " hahahahaha, hanya ulama bangsat yang mengatakan fatwa
demikian. Hanya ulama Amerika."Syekh samman melanjutkan." Anakku, saya berlindung kepada Allah. Enyahkan setan
dari dirimu. Saya tidak berpendapat dengan akal saya sendiri, sekedar menukilkan pendapat ulama yang sudah
teruji. Sebagian ulama mengatakan bahwa aborsi diperbolehkan sebelum menginjak
bulan keempat dan tidak dianggap sebagai pembunuhan jika ada hal yang
mendesaknya."" Jadi, kalau
saya aborsi maka hukumnya halal ? Siapa yang bilang seperti ini ? Saya tak akan
percaya kecuali Anda bersumpah dengan Alquran." ( Hal 260)
Dari
kutipan diatas tergambarjelas bagaimana kerasanya suad menolak untuk
tidakmelakuakan aborsi karena dalam medis aborsi bisa membahayakan seorang
wanita dan akibatnya bisa menyebabkan kematian. Ulama fiqih masih berdebat
tentang Hukum aborsi sebagian ulama membolehkan sebelum kandungan berusia 4
bulan karena belum adanya roh, terlepas boleh atau tidaknya hukum aborsi, seorang wanita akan tetap mempertahankan
kehamilannya, karena ia merupakan darah dagingnya. Menurut hukum hal ini tentusajamelanggarhukum
karena aborsi yang akan dilakuakan bukan
karena medis melainkan karenasuatu akd perjanjian semata. Aborsi yang akan mereka lakukan tergoong kedalam Abortus Profacatus Criminalitas.
" Hai para pendosa yang menggugurkan kandungan ! Aku akan mencari
polisi yang jujur ! Aku akan tuntut kalian !"." Pintu lalu terbuka
dan seorang dokter muda datang dikawal seorang perawat." Aku hamil dan
kalian menggugurkan janinku?" Dokter itu tersenyum meski dikatakan penipu,
tampaknya ia khawatir akan kondisi
Suad." Anda dalam keadaan lemah dan mengalami pendarahan. Sebaiknya Anda
menenangkan diri karena emosi bisa menyakiti anda."
Dari
kutipan diatas menjelaskan bahwa bayi yang dikandung oleh Suad telah
digugurkan. Seperti yang telah diungkapkan diatas tentang
hal buruk dari pernikahan siri adalah terabaikannya hak-hak wanita, sehingga mereka tidak bisa melawan lebih kuat.
Karena seorang pelaku pernikahan siri didominasi oleh kaum borjuis. Dan
menjadikan kaum ploretar sebagai korbannya. Aborsi jenis ini
merupakan aborsi kriminalitas karena dilakukan bukank arena undang-undang dan
medis akan tetapi dilakukan karena alasan tertentu dalam hal ini abrosi
kriminal dilakukan karena perjanjian akad nikah yang melarang adanya anak dalam
pernikahan tersebut. Walau menurut agama hal ini diperbolehkan. akan tetapi
sangat melanggar hak-hak wanita. Mazhab fiqih syafi’I mengharamkan praktek
aborsi karena alas an kesehatan reproduksi dan kesehatan mental seorang wanita.
" Ayahku, Haji Azzam, menalak anda dan memberi lebih banyak dari
hak-hak yang seharusnya anda dapatkan. Tuhan memperbolehkannya. Pembayaran dan
nafkah ia yang menaggung, serta masih
ada tambahan dari kami. Hamid sudah membawa cek senilai 20.000 pound. Biaya
perawatan sudah dibayar dan setiap keperluan Anda kami yang menaggungnya sampai
saatnya nanti Anda pulang ke iskandariah." ( Hal 289-290)
Dari
kutipan teks diatas terganbar jelas bagaimana seorang wanita yang dinikahi oleh
seorang pria beragama dengan sebutan pernikahan siri. Berakhir dengan kegetiran dan perceraian. Pernikahan
yang mereka jalani tidak lain hanya sebuah akad semata. Dari kasus ini dapat digambarkan alas an para ulama memakruhkan hukum
nikah sir. Karena lebih banyak memadharatkan wanita.
Selain
pernikahan siri dalam novel Imarat yacoubian
menggambarkan tentang pernikahan syigorseperti yang tergambarkan dalam
teks dibawah ini.
" Aku harus menikahi wanita yang tidak aku kenal ?" Begitulah
Thaha menjawab tanpa berpikir. Lalu syekh bilal tersenyum. "Kamu akan
mengetahuinya dengan izin Allah. Dia bernama Radlwasayyid Abul'Ala. Wanita
islam teladan janda saudara Hassan Nuruddin dari Asyuth. Ketika suaminya
syahid, dia mengandung dan melahirkan
anaknya yang masih kecil, lalu ia ke
sini untuk hidup bersama kita dengan kehidupan islami." ( Hal 304 - 307)
Thaha bertemu dengan Radlwa ditemani para akhwat. Ia
berbicara dengannya cukup lama. Thaha tahu bahwa Radlwa lebih tua darinya tiga
tahun. Ia terkejut dengan pengetahuannya yang mendalam tentang agama dan
caranya yang tenang serta kelembutannya dalam berbicara. Ia berceritA kepadanya
tentang dirinya dan mantan suaminya, hassan Nurdin. Bagaimana para kafir berkomplot
membunuhnya. " Setelah meninggalnya Hassan, keluargaku hendak menjodohkanku. Aku tahu
bahwa laki-laki itu adalah seorang insinyur kaya, tetapi dia tidak pernah sembahyang ". Thaha mendengarkan dan merasa Radlwa
adalah orang yang jujur dan mengagumkan. Thaha mendengarkan dan merasa Radlwa
adalah orang yang jujur dan mengagumkan., Syekh bilal memulai dengan kata-kata
yang sudah bisaa diucapkan dalam pernikahan sebagaimana yang disyariatkan oleh
Allah. Tangan Thaha dan Hamzah disatukan, serta syekh terdengar mengulang-ngulang
kalimat. Keduanya pun mengulanginya, mengikutinya. Setelah selesai, syekh berdoa, " semoga Tuhan memberikan keberkahan bagi
kebersamaan mereka dan ketakwaan kepada mereka, serta memberi mereka karunia dan keterunan
yang saleh. " Ia meletakkan tangannya di atas Thaha, " semoga Tuhan memberkatimu dan
menyatukan kalian dalam kebaikan. " ( Hal 319-321)
Dari
teks diatas tergambar jelas bagaimana pernikahan
yang dilaksanakan tanpa mahar. Bisaanya mahar pernikahan di tentukan oleh
seorang wanita dan ketika sang wanita ikhlas untuk tidak mendapatkan mahar maka dalam hal ini
pernikahannya disebut dengan pernikahan syighor.
Pernikahanini istimewa karena dilakukan dengan tanpa mahar. Dan bisaanya
dilakukan untuk menaikkan derajat seorang wanita. Pernikahan yang tergambar
diatas didasarkan atas keimanan yang tinggi halini tergambar disaat Thaha
menyunting dan berkenalan dengan calon istrinya hanya didasar oleh rasa kagum
ataspengetahuan keagamaannya. Dalam suatu riwayat dijelaskan bagaimana
seharusnya seorang pria menikahi seorang
wanita.
تُنْكَحُ المَرْأةُ لأَرْبَعِ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا
وجَمَالِهَا ولِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذاتِ الدين تَرِبَتْ يَدَاك
“Wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena martabatnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang
baik agamanya (jika tidak kau lakukan) maka tanganmu akan menempel dengan
tanah”
B. Nilai Sosial Ekonomi
a.Masyarakat desa
dan masyarakat kota
“para lelaki yang kebanyakan datang dari pelosok
– pelosok desa itu kerap merasa malu menyebut nama istri mereka dihadapan kawan
mereka. Mereka menyebut istri-istri mereka dengan sebutan ayyal (induk)…….. “
Menurut para kaum pendatang nama merupakan
masalah sosial karena menurut merka nama istri-istri mereka tidak sesuai dengan
nama-nama yang bisaa mereka pakai dikota. Dan akhirnya muncul perubahan sosial
diantara masyarakat. Perubahan tersebut bisa berupa kebaikan bisa juga menjadi
hal yang negatif.Dari sepenggal teks diatasterjadi proses disorganisasi yang
terjadi antara kebisaaan desa dan kebisaaan yang terjadi dikota proses
reorganisasi berjalan dengan cepat dalam hal ini reorganisasi diwakili dengan
penyebutan kata ayyal kepada istri mereka.
“ Prosesi pembangunan
apartemen tersebut berjalan sangat cepat, tak lebih dari dua tahun. Setelah rampung, Apartemen itu dan sang pemiliknya segera
menjadi terkenal. ……….”
Dari kutipan teks tersebut tergambar jelas
bahwasanya masyarakat yang terkandung dalam
novel imarat ya’qubyan adalah masyarakat dinamis yaitu
masyarakat yang mengalami berbagai perubahan yang cepat. Mereka tidak
memerlukan waktu yang lama untuk menciptakan peradaban. Sebelum revolusi
masyarakat mesir cenderung menjadi masyarakat yang bergerak dengan cepat.
“Waktu itu, para penghuni apartemen yacoubian terdiri dari
berbagai kalangan bangsawan dan orang kaya, para mentri kerajaan, para saudagar, pegawai pemerintah, pengusaha-pengusaha asing termasuk keluarga
jutawan yahudi.“ pada tahun 1952, revolusi meledak. keadaan pun menjadi berubah
secara mendadak. Beberapa perubahan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya
terjadi. Mula- mula beberapa orang asing dan orang-orang yahudi memilih
mengungsi meninggalkan mesir. Mereka pergi begitu saja, mencari selamat dengan sisa kekayaan mereka
yang masih melimpah akibat keadaan yang kacau balau. Flat mereka dikosongkan
begitu saja dan kemudian ditempati oleh
beberapa pembesar serta perwira militer anggota dewan revolusi yang memegang tampuk kepemimpinan Negara kala itu, setelah mereka menggulingkan dewan kerajaan
lewat revolusi.”
Dari kutipan diatasdapat diambil kesimpulan pula bahwasanya Penduduk di kota mengalami
proses perubahan dengan sangat cepat. Revolusi merupakan suatu proses perubahan
sosial yang sangat cepat sehingga bisa
jadi normayang dulu sudah hilang akan tetapi belum ada penggantinya. Sehingga
muncul berbagai kehancuran dan perekonomian yang
kacau balau.Terjadinya revolusi
menyebabkan masyarakat yang mendiami daerah tertentu terpaksa harus
meninggalkan tempat tinggalnya. Peperangan dengan pihak lain dapat menyebabkan
terjadinya berbagi perubahan – perubahan karena bisaanya kelompok yang menang
akan memaksakan kebudayaannya kepada yang kalah. Dan otomatis akan menimbulkan
perubahan-perubahan yang besar terhadap masyarakatnyaproses sosial adalah cara-cara berhubungan yang
dilihat apabila perorangan atau kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem. Atau secara singkat
proses sosial diartikan sebagai pengaruh
timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama
“ Haji
Abu hamid juga seorang pengusaha yang kaya raya yang pada mulanya seorang yang miskin yang datang dari desa. Dulu ia
hanya seorang buruh kasar dari pelabuhan port said. Dalam waktu kurang lebih 20
tahun Abu hamid menjadi seorang yang kaya raya, dan akhirnya memutuskan untuk menjadi calon
pemimpin di kasr el-nil.Namanya pun kerap muncul di koran – koran dan televisi,
setidaknya sejak toko-toko bajunya
diberbagai daerah memberikan jilbab secara Cuma-Cuma kepada kaum wanita dengan
syarat si wanita bersedia memakai jilbab dalam berpakaian kesehariannya. Para
wanita itu pun diminta menukar bajunya yang pendek oleh toko baju itu dengan
baju panjang dan jilbab. bisa jadi ini adalah bentuk dakwah disatu sisi, tetapi di sisi lain hal ini busa jadi taktik
bisnis Haji Abu Hamid.Saat itulah keberadaan toko al-Ridha wa al-Nour menjadi
ramai digunjingkan dikalangan masyarakat mesir. Tak sedikit pula wanita yang
memanfaatkan kesempatan ini. Sebagian wanita itu datang ke butik tanpa memakai
jilbab, padahal sesungguhnya mereka
memakai jilbab dalam keseharian mereka datang ke toko tersebut dengan
memakaibaju pendek yang sudah jelek, yang bisa dibeli dipasar-pasar pakaian bekas
dengan harga sangat murah, lalu pihak
toko pun memberikan mereka jilbab dan baju panjang yang harganya jauh lebih
mahal.” ( hal : 163 )
Penguasa berusaha untuk menguasai kehidupan masyarakat. dengan
jalan menguasai ekonomi serta kehidupan rakyat tersebut. Masyarakat kota cenderung menjadi masyarakat yang
dinamis. Hal ini merupakan hal yang sangat positif. Kutipan diatas menunjukkan adanya sebuah
perubahan sosial hal ini merupakan
proses timbal balik antara aneka macam
gejala-gejala sosial seperti gejala ekonomi dengan agama. Yang kemudian menghasilkan suatu fakta dimana masyarakat
kaum bawah menmanfaatkan peluang tersebut untuk mendapatkan untung. Sedangkan sistem ekonomi yang di pakai
adalah sistem ekonomi sosialis. Dimana pelaku
cenderung bersahabat dengan para warga yang kurang beruntung. Walau pada
akhirnya dimanfaatkan oleh para pelaku kecurangan. Kaum sosialis
menganggap sesama manusia harus hidup dengan harmonis dengan alam dan dengan
sesama manusia. mereka juga mengaggap bahwasanya keserakahan manusia harus
diubah. Maka dari itu Haji Abu Hamid berusaha mengurangi bahkan menghilangkan
sifat- sifat serakah yang muncul diantara sebagian pelanggannya
“Ketika keduanya beranjak membicarakan perihal kepemilikan rumah besi
itu. Fikri bey menyanggupi untuk mengurusnya dengan syarat imbalan uang sebesar
6.000 pound, tak kurang satu sen pun.
Mereka kemudian menentukan waktu pertemuan selanjutnya. Yaitu hari ini, di syarot club. Mallak lalu menyalami penjaga
pintu masuk club, lalu berbasa basi
menyapanya. Rupanya semenjak 2 minggu silam Mallak telah mendekati penjaga itu.
Mallak merogoh sakunya lalu memberikan bingkisan kecil untuk sipenjaga.
Sipenjaga pun seolah-olah menyambut kedua bersaudara itu dengan hangat dan
ramah. Ia mengantarkan mereka menuju lantai dua restoran. Ditempat club fikri
bey makan siang.Fikri
bey, sekalipun tengah mabuk, tetap waspada dan mengikuti alur pembicaraan
dengan baik. Ia tidak. Mengambil kata- kata mereka. " Apakah
kalian membawa sejumlah uang yang telah kita sepakati dulu." Tanya fikri, pundaknya naik turun karena mabuk. Abskharun
pun segera menjawabnya sembari berteriak, sembari membawa kertas. " Ini surat
perjanjian akadnya sebagai mana yang tuan setujui. Tuhan maha baik, " Abskharun
lalu merogoh sakunya baik yang didada maupun yang dipinggang gamisnya. Ia lalu
menghitung jumlah 6.000 pound tetapi sejenak kemudian ia menyembunyikan yang
2.000 pound dan hanya memberikan 4.000 pound.Akhirnya mereka mendapatkan flat
dengan harga murah. “
Dari
sepenggal cerita diatas dapat diketahui bahwasanya ada suatu tindak sosial yang
berakhir dengan Concilation. Akan
tetapi cara yang dipakai untuk menemukan jalan damai dengan menggunakan suatu
hal yang negatif. Hal ini terjadi karena pelaku tidak mau bersusah payah.Walaupun sempat muncul sedikit pertentangan
akhirnya mereka menyelesaikannya dengan usaha akomodasi. Akomodasi sebenarnya
merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak
lawan, sehingga lawan tidak kehilangan
kepribadiannya. Dari
kutipan tersebut terdapat suatu fakta dimana masyarakat kota cenderung
melakukan segala sesuatu dengan cara
yang instan. Dan cenderung tidak mau berusaha dengan jalan yang diatur oleh
hukum.
“ Mallak
menjahit dan mendisain pakaian. Tetapi tentu saja, pekerjaan itu hanya menjadi bagian kecil dari
aktivitasnya sehari – hari sebab
sesungguhnya Mallak mengerjakan apa saja asal dapat menghasilkan uang, mulai dari jual beli barang curian, minuman keras, yang diselundupkan, sampai menjadi makelar perusahaan kontraktor, tanah, rumah, flat, bahkan menjadi mucikari yang menyediakan
gadis-gadis petani desa yang masih belia
untuk para hartawan dari kawasan teluk.” ( hal : 162 -163)
“ Setiap
hari, sejak waktu Dhuha hingga pukul sepuluh malam, tempat usaha Mallak didatangi oleh orang-orang
dari bermacam-macam latar belakang, pelanggan miskin, kaya, hartawan dll. Ditengah semua itu Mallak datang
dan pergi berbicara, berteriak, tertawa mengumpat, mmemuji, bertikai, berbohong dan membuat akad palsu beratus-ratus
kali, Mallak seolah aktor utama dalam
sebuah drama yang kemunculannnya selalu dinanti dan dinikmati setiap
gerak-geriknya.” (Hal : 163)
“ Layaknya negara penjajah, Mallak
selalu berkeinginan melakukan perluasan kekuasaan seluas-luasnya. Dalam dirinya
selalu muncul dorongan kuat menguasai segala sesuatu, apapun konsekuensinya, dengan segala cara. Semenjak ia sampai di atas
atap apartemen, ia tak pernah berhenti
melakukan usaha-usaha ekspansi ke seluruh wilayah atap apartemen itu. Adapun
kamar besi kosong berukuran kecil yang berada diatas atap, Mallak merampoknya cukup dengan satu pukulan.
Ia mendatangkan tiga tukang kayu untuk membuat pintu, lalu, ia isi dengan barang-barang dan kemudian
menguncinya. Malak mulai mencari flat Apartemen Yacoubian yang paling mungkin
dikuasai. Ia berpikir bahwa flat yang paling layak menjadi target oprasi adalah
milik Zaki Bey. Malak menawarkan kepada Busainah 5.000 pound jika ia berhasil
mencuri tanda tangan Zaki. Mallak memberinya waktu dua hari untuk berfikir. Tak
ada ragu sedikitpun baginya bahwa Busainah akan menerimanya. Tapi, ia sengaja menampakkan dirinya tidak begitu
agresif. " Jika kita sudah sepakat dan aku berhasil mendapatkan tanda
tangan Zaki Bey, apa jaminan kamu akan
membayar ?" Tegas Busainah. Mallak terlihat sudah siapp menjawabnya, " aku memberi dan aku
menerima. Biarkan akad itu bersamamu sampai kamu mendapatkan semua
uangnya." Kita sepakat. Tidak ada uang, tidak ada akad." Jawab Busainah dengan
senyum simpul."Pasti.'' ( Hal : 237- 240)
Sistem ekonomi yang dianut oleh Mallak merupakan sistem ekonomi kapitalis dimana manusialah yang
mengejar kepentingan pribadinya, tanpa
mempedulikan sekitarnya. Jadi mallak tidak peduli dengan apa yang terjadi
dengan tetangganya maupun orang-orang disekitarnya. Karena keserakahanlah yang
mengatur dirinya sendiri.[95]ia akan terus berusaha
menguasaitempat-tempat yang dapat
menghasilkan uang. Mallak
berusaha menguasai semua barang-barang yang ada disekitar apartemenyaooubian. Hal ini disebabkan
keserakahannya. Dan tidak ingin menjadikaum bawah selamanya. Menurut Mallak
jalan yang tercepat untuk mencapai strata yang lebih tinggi adalah dengan
mengusai barang- barang produksi hal ini bisa menjadi suatuyang mungkin Hal ini
lah yang ingin dicapai oleh Mallak menjadi seorang penguasa, akan tetapi jalan yang ia tempuh, tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
Yang sebenarnya Pembagian suatu
strata menjadi tuan dan budak tidak
berakhir hanya pada tatanan produksi melainkan menjalar kewilayah – wilayah
kehidupan orang lain. Hingga timbul menjadi golongan- golangan penguasa dan
budak.
Budak dalam halini adalah Busainah. Seorang wanita yang mau melakukan apa saja demi uang. Interaksisosial yang terkandungdalamteks
diatasadalah interaksi sosial dalam faktor akomodasi yang berupa proses arbitration
dimana pelaku tidak bisa melakukan/mendaptkan keinginannya sendiri. Sehingga ia
memintabantuan Busainah.
b.
Pelacuran
“ Sore
itu Busainah belum genap empat hari bekerja. Selepas asar sewaktu toko baju
beranjak lenggang dan para pembeli dan beberapa orang kawannya hendak bersiap
pulang. Tuan Tallal memanggil Busainah ia meminta Busainahmenemaninya menuju
gudang pakaian. kata tuan Tallal, Ketika tuan Tallal mendekati dirinya, sebisa-bisanya Busainah menguakan perasaannya.
Bahkan, ia berfikir lebih jauh bahwa selepas ia
dikerjai Tuan Tallal, ia hendak meminta
uang barang beberapa puluh pound. Ya
setidaknya ini sebuah kesempatan untuk mendapatkan uang lebih dari tuan Tallal,
serupa yang pernah dikatakan fifi dulu. Tak
lebih dari dua menit Tuan Tallal mencapai ejakulasi. Sperma
tuan Tallal membasai rok bagian belakang Busainah. Sejenak selepas melampiaskan
hasratnya, Tuan Tallal berkata, ”kamar
kecil dan wastafel dipojok kanan sana, ” katanya sambil menunjuk kearah
belakang. Busainah menuju wastafel, mencuci sperma tuannya yang tersisa di roknya,
ia mencucianya sambil mengumpat dan terisak, namun, ia berfikir ternyata semua itu sangat mudah. Lelaki
itu hanya bermastrubasi dengan cara seperti yang dilakukan kebayakan lelaki
mesir dalam kesesakan bus-bus umum dengan
menggesek-gesek kemaluannya pada pantat wanita. Busainah teringat anjuran fifi
agar segera meminta uang tambahan selepas tuannya mengerjainya. Setelah
mencuci roknya yang belum betul-betul bersih, Busainah segera menghampiri Tuan
Tallal. “ saya butuh dua puluh pound dari anda, ”
kata Busainah dengan suara tersendat. Tuan
Tallal tampak berfikir sejenak. Tangannya lalu merogoh saku celananya, kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang. “
Tidak sepuluh pound saja, untuk kali
pertama. Sini, ikut aku ke toko, nanti aku beri kamu baju, ” tukas tuan Tallal . “ ( Hal 71-72 )
Setiap kali
melayani tuannya, Busainah bisa mendapatkan uang sepuluh pound. Setiap minggu, tuan tllal mengerjai Busainah barang dua
sampai tiga kali.Busainah juga kerap diberi baju-baju bagus dan mahal oleh Tuan
Tallal.Busainah semakin tampak cantik mengenakan baju-baju mahal tersebut.Ia
menjadi tampak seperti gadis anak orang kaya, bukan gadis pelayan toko. “ibunda Busainah
menjadi lega sebab kebutuhan keluarganya sedikit banyak tercukupi oleh Busainah.
Sang ibu kerap mendoakan Busainah dengan khusyuk agar anaknya itu diberi rezeki
yang lebih banyak. kerap kali sang ibu mendoakannya dihadapan Busainah dengan
suara yang nyaring dan parau. Pada saat itu, Busainah justru hendak meledak dan
menjerit bahwa dirinya mendapatkan uang tersebut bukan sebab rezeki pemberian
Tuhan, melainkan karena ia rela menjual
tubuhnya kepada tuan Tallal. “ ( Hal 37-38)
Disorganasisi keluarga
merupakan suatumasalah sosial yang sangat kompleks. Karena disaat individu merasa dirinya tertekan maka keluarga merupakan
tempatyang paling dekat. Akantetapi disaat keluarga tak bisa lagimenopang setiappermasalahan yangmuncul maka timbul berbagai penyimpangan-penyimpangan sosial. Dalam teks
diatas merupakan salah satu penyimpangan sosial yang brupa pelacuran. Walau
sebenarnya pelaku merasa tak pantas. karena dalam kepribadian yang diajarkan
keluarga pelacuran merupakantindakan yang dilarang oleh agama. Suatu
keluarga menciptakan suatu kepribadian kepada setiap angggotanya. Sehingga
ketika ia akan melakuakn suatu hal yang menyimpang ia akan cenderung berfikir
terlebih dahulu. Hal yang menyebabkan
terjadinya hal tersebut adalah . karena salah satu lembaga kemasyarakatan tidak
berfungsi dengan baik dalam hal ini lembaga ekonomi. Selain itu
disorganisasi keluarga yang terjadi didalamnya juga merupakan factor utama
yang menjadikan kemiskinan merupakan masalah social yang harus dirubah dengan
cara apapun.
“ Sesungguhnya, Busainah
cukup tahu skandal-skamdal penghuni flat apartemen Yacoubian sehingga kesalehan
mereka yang dibuat-buat baginya sangatlah lucu. Jika Busainah dekat dengan
Tallal karena kebutuhannya yang mendesak terhadap uang, ia tahu perbuatan wanita-wanita tetangganya
yang mengkhianati suami-suami mereka hanya untuk kesenangan. Bagaimanapun, Busainah sampai sekarang masih seorang perawan, bisa menikah dengan
siapa saja yang mencintainya. Dengan begitu, ia bisa saja melawan segala prasangka yang
memojokannya.” (halaman : 241)
Masyarakat
kota cendrung menganggap bahwasanya kebutuhan ekonomi merupakan kebutuhan utama
dibandingkan kebutuhan agama. Hal ini disebabkan karena taraf hidup penduduk
kota yang lebih tinggi hingga mereka hanya menganggapbahwa hal-hal yang menurut
agama merupakan suatu yang tabu berubah menjadi suatu yang lumrah. Peran wanita
dalam kehidupan perkotaan dilihat dari segi uang. Bagi orang-orang kaya pemilik
perusahan wanita merupakan barang yang bisa
dibeli. Sehingga ketika ia menolak. Pemilik toko tinggal memecatnya. Bagi kaum kota yang miskin
mereka menganggap hal ini
sebagai uang tambahan yang mereka dapat dengan instan, tak perlu bekerja keras. Selain karena
kesenjangan ekonomi yang terjadi hal ini diakibatkan juga karena terjadinya
proses disorganisasi antara kehidupan sebelum revolusi atau saat dikampung
dengan kehidupan kota yang serba keras.
Proses reorganisasi dapat terjadi apabila setiap individu mengerti tentang
perannya masing-masing dan bertaqwa kepada Tuhan.
“ Busainah
sangat terkejut ketika Mallak menatapnya dengan tatapan yang aneh dan asing, apalagi ketika
tiba diibagian dada dan dibagain-bagian tubuh sensitif lainnnya.”Berapa
Tuan Tallal membayarmu setiap bulan.” Mendengar
pertanyaan Mallak, Busainah merasa sangat marah. ia ingin melawan Mallak dengan
segenap kekuatan. Namun akhirnya, ia
menjawab pertanyaan Mallak sambil menatap matanya. “ setiap bulan 250 pound.” Suara
yang keluar dari mulut Busainah tercekat, terdengar parau dan asing. seakan-akan bukan
dirinya yang bekata, melainkan orang
lain, mendengarnya, Mallak pun tertawa mengakak. Ia tertawa
terbahak. didekatkannya tubuh ya kearah ke arah Busainah, lalu ia berbisik, “ kau bodoh. Itu sedikit sekali. dengarkan, aku akn memberimu pekerjaan dengan gaji 600 pound setiap bulan. Kau bahkan bisa mengambil uang
itu sekarang. Pikirkanlah tawaranku ini-satu hari, dua hari nanti kemarilah, beri aku jawaban.” ( Hal : 164-165)
Kemiskinan
yang melanda Busainah membutnya semakin kuat, apalagi dengan prilaku-prilaku yang menyimpang
selama ia bekerja. Hal ini disebabkan ia merasa bahwa dirinya miskin. Kemudiania mau bertindak apa saja diluar nalar
keagamaan. Sebab terjadinya suatu tindak pelacuran dapat
dilihat dari 2 sisi yaitu faktor yang pertama dapat disebutkan nafsu kelamin
yang besar, sifat malas dan keinginan
untuk hidup mewah, sisi kedua adalah
faktor ekonomis, urbanisasi yang tidak
teratur, keadaan perumahan yang tak
memenuhi syarat. Dari kutipan teks diatas dapat diketahui bahwasanya Sebab terjadinya suatu tindak pelacuran yang
dilakukanBusainah mengacu pada sisi pertama
sifat malas dan keinginan untuk hidup mewah, sisi kedua adalah faktor ekonomis. Sebab utama sebenarnya adalah konflik mental karena situasi hidup yang tidak menguntungkan. Sehingga ia menganggap bahwasa kemiskinan merupakan
masalah sosial dan pelacuran / menjual diri adalah satu-satunya cara yang
paling praktis untuknaik kekelas sosial yang lebih tinggi.
c. Kemiskinan
“ para lelaki penghuni atas atap lebih banyak
melewati hari-hari dengan cucuran peluh mencari pekerjaan, kebenyakan serabutan, agar bisa mendapatkan sedikit penghasilan. Sewaktu hari beranjak
petang. para lelaki itu pun beranjak pulang ke rumah sewa mereka di atas atap
untuk mendapatkan sedikit kenikmatan bersahaja……..”
Sebenarnya suatu kemiskinan bukan merupakan
masalah sosial, apabila para pelakunya
tidak merasa terusik dengan keadaan tersebut. Karena sesungguhnya
kemiskinandianggap sebagai masalah sosial, apabila perbedaan kedudukanekonomis para wargamasyarakat ditentukan
secara tegas.
Sedangkan dari kutipan diatas menggambarkan bahwasanya penduduk atas atap
cenderung mnyikapinya sebagai nasib yang harus dijalani. Proses
reorganisasiberjalan dengan baik karena para warganya bersikap menerima dan
tidakmempersoalkan kehidupan kota yang keras.
“ kau akan
meninggalkan kami !” kata Suad dengan suara tinggi. “
disana aku hanya bekerja barang setahun dua tahun. Nanti aku kembali dengan
membawa uang banyak.” Jawab Masud. “ ya, setiap orang berkata demikian. Tapi yang
terjadi. Mereka tidak pulang lagi.” "Suad. Kita serba kekurangan. Sementara kita hidup dari hari ke
hari. Kita ingin ada perubahan." "
Yang kecil kelak akan menjadi besar." " Kecuali di negeri kita ini, Suad. Semuanya terbalik. Mereka yang besar
dapat terus hidup, dapat terus membesar.
Sementara mereka yang kecil, pada
akhirnya hanya akan menemukan kematian. Hanya mereka yang berharta yang bisa
semakin kaya. Sementara orang-orang miskin akan tetap apa adanya, atau bahkan
semakin miskin." (halaman : 196)
Banyak masyarakat desa lebih
memilih untuk tinggal dikota hal ini disebabkan kehidupan dikota lebih
menjanjikan dibandingkan kehidupan didesa. Jika dipandang dari segi ekonomis
perpindahan tersebut diakibatkan karena daerah atau negaranya sendiri sudah
tidak memberikan kemungkinan kehidupan yang baik. Oleh karena itu ia memutuskan
untuk pergi agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dalam hal ini ada yang
bersifat sementara dan ada yang bersifat lama.[96]Faktor
yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya di sebut
push factor. Sebabnya adalah di kota banyak lowongan pekerjaan, dikota banyak tempat rekreasi, kehidupan dikota lebih menjanjikan. dll
“ pada waktu – waktu tertentu, ketika anak-anak mereka terlelap tidur setelah
melahap makan malam, sementara didapur
masih tersisa makanan pokok yang kiranya cukup untuk satu minggu, dan sang istri merasa sedikit lega sebab masih terdapat sisa uang belanja
walaupun sangat sedikit, serta bagian
dalam rumah besi itu sudah dirapihkan oleh sang istri.”
Pada masyarakat yang anggota keluarganya
terbentuk dengan sempurna, kemungkinan masalah kemiskinan bukan merupakan
masalah sosial, karena mereka mengaggap
bahwa semuanya telah ditakdirkan, sehingga tidak ada usaha-usaha untuk
mengatasinya. Mereka tidak terlalu memperhatikan hal tersebut. Menurut soerjono
soekanto Kemiskinan dianggap
sebagai masalah sosial, apabila perbedaan kedudukan ekonomis para
warga masyarakat ditentukan secara tegas. Seseorang bukan merasa miskin karena kurang makan, pakaian atau perumahan, tetapi karena harta miliknya tidak cukup untuk
memenuhi taraf kehidupan yang ada.
“ Tak
lama dari kepergian Muhammad al-Sayyid istrinya
sontak berubah drastis. Ia tidak lagi lembut dalam menyikapi anak-anaknya.Ia
berubah menjadi kasar, kerap kali
kekecewaan dan beban hidup ia lampiaskan
dengan kemarahan tanpa alasan kepada anak-anaknya, terutama kepada mustofa, si bungsu yang masih kecil dan masih banyak keinginan. Kerap kali
sang ibu memukuli anak-anaknya dan meyerapahi mereka. Ia serupa telah putus
harapan dan kehilangan semangat hidup. Selepas
itu Busainah pun sebisa-bisanya mencari pekerjaaan. Dalam waktu singkat, berbagai pekerjaan telah ia jajaki. Dari
sekertaris di kantor pengacara, pembantu
di salon wanita, hingga asisten dokter
gigi. Semua pekerjaan itu ia tinggalkan dengan alasan yang sama setelah beberapa
kejadian serupa ia alami, mulanya para
tuan pemberi pekerjaan itu menyambutnya dengan hangat, santun dan ramah, memberinya perhatian lebih, menghadiahinya baju dan uang lebih. Namun
kesemuanya berujung pada kejadian yang selalu ditakutkan oleh Busainah sang
perawan, ketika kantor mulai lenggang, si pemilik kantor pun menutup jendela, menutup gorden, dan mengunci pintu dari dalam.ia lalu mendekati Busainah, merayunya dengan segala kelembutan. Busainah
menjadi sadar bahwa kebanyakan lelaki pemilik pekerjaan dimesir adalah
bajiingan brengsek serupa buaya atau ular berbisa, yang tersenyum pada mulanya, tapi mencelakai pada akhirnya. Selama Busainah
berganti – ganti pekerjaan, ia selalu
menceritakan segala sesuatu yang menimpa dirinya kepada ibunya, terutama alasan mengapa ia keluar dari sebuah
pekerjaan. “Adik –adikmu membutuhkan uang, pandai-pandailah menjadi gadis yang bisa
menjaga dirinya dan pekerjaannya, ’’ kata-kata itulah yang akhirnya keluar dari
mulut ibunya.” ( Hal 63-67)
Terbentuknya suatu keluarga
sebagai suatu organisasi terkecil dalam suatu masyarakat yang didalamnya terdapat orang-orang yang berperan penting
dalam berlangsungnya suatu keluarga, akan
tetapi disaat salah satu dari mereka
pergi secara mendadak maka akan terjadi suatu disorganisasi, yaitu suatu keadaan dimana tidak ada keserasian pada bagian-bagian dari suatu
kebulatan. Reorganisasi tidak dapat berjalan dengan cepat, karena terlebih dahulu harus menyesuaikan diri
dengan keadaan. Bisa jadi norma- norma yang sebelumnya hilang sedangkan norma
yang baru belum terbentuk. Hingga akhirnya terjadi suatu
kepincangan-kepincanganyang mengakibatkan terjadinya suatu perubaahan daya
fikir. Awalnya ia merasa kemiskinan merupakan takdir yang harus dijalani dengan
sabar. Dan kemudian faktor yang menyebabkan ia membenci kemiskinan adalah kesadaran bahwa ia telah
gagal untuk meemperoleh lebih dari apa yang telah di milikinya dan perasaan
akan adanya ketidak adilan.Busainah mengganggap bahwasanya mencari nafkah tidak
perlu dibarengi dengan tindakan seksual karena hal tersebut meleneng dari
norma-norma yang ia yakini. Sehingga ia berusaha untuk menghindarinya.
“ kamu terlalu
idelis mencari pekerjaan, ” kata fifi sambil menyentuh dada Busainah dengan genit,
mulutnya tersenyum nakal, matanya mengerling – expresi khas wanita mesir
ketika berbicara. Fifi lalu mengatakan bahwa lebih dari
sembilan puluh persen para tuan pemilik pekerjaan dimesir selalu memperlakuakan
pekerja wanitanya dengan perlakuan yang pernah dialami Busainah. Jika pekerja
wanita tersebut melawan, sang majikan
tidak segan langsung memecatnya sebab masih banyak wanita lain yang tengah
mencari pekerjaan diluar sana.Busainah berusaha menyangkal kata-kata fifi, tetapi fifi mengoloknya. “ Busainah, apakah kamu lulusan universitas amerika
jurusan akutansi? Hei, ingat, beberapa pengangguaran yang banyak tercecer
dijalan-jalan adalah lulusan diploma perdaganagn sepertimu, ” olok fifi” ( Hal 67-68)
Masalah
sosial yang menimpa masyarakat mesiryang terkandung
dalam novel apartemen yacoubian adalah
masalah dalam bidang lapangan pekerjaan yang bersih dan memihak kaum ploretar.
Tindakan ini merupakan suatu tindak kejahatanyang dalam soerjono disebutdengan
white collar crime merupakan kejahatanyang dilakuakanoleh pengusaha atau
para pejeabat didalammenjalankan
fungsinya. Ekonomi Politik. Materialisme Marx dan pada penekanannya pada sektor
ekonomi menyebabkan pemikirannya sejalan dengan pemikiran kelompok ekonomi
politik (seperti Adam Smith dan David Recardo). Ia memuji premis dasar mereka
yang menyatakan bahwa tenaga kerja merupakan sumber seluruh kekayaan. Pada
dasarnya premis inilah yang menyebabkan Marx merumuskan teori nilai tenaga
kerja. Dalam teori ini menegaskan bahwa keuntungan kapitalis menjadi basis
eksploitasi tenaga kerja. Sistem kapitalis tumbuh melalui tingkatan eksploitasi
terhadap tenaga kerja yang terus menerus meningkat (dan karena itu jumlah nilai
surplus pun terus meningkat) dan dengan menginvestasikan keuntungan untuk
mengembangkan sistem. Marx juga dipengaruhi oleh para ekonomi politik yang
melukiskan kehidupan sistem kapitalis dan eksploitasi kapitalis terhadap kaum
buruh.Hal ini disebabkan karena keadaan keuangan yang realtif kuat memungkinkan
mereka untuk melakukan perbuatan – perbuatan yang oleh hukum dan masyarakat
umumnya dikualifikasikan sebagai suatu tindak kejahatan.
"Tuan tidak paham. Karena posisimu baik. Tuan tidak pernah berdiri
di halte yang panas, berpindah jalur, bergelantungan di dalam bus tiap hari karena
tidak kuat membayar taksi. Rumah Tuan tidak pernah digusur oleh pemerintah, lalu mereka dibiarkan begitu saja hidup dengan
keluarga mereka ditenda- tenda tepi jalan. Sementara itu, polisi mencaci dan memukul seenaknya ketika
kami pulang kemalaman karena kerja. Tuan tak pernah merasakan bagaimana
menghabikan hari untuk mencari kerja, tapi tidak mendapatkan hasil atau bagaimana
rasanya menjadi pelajar yang sakunya kosong kecuali duit sati pound, diam berjam-jam tidak bisa jajan. Tuan, kaupikir cukuplah semua ini untuk membenci
mesir." ( Hal 212-213)
Kemiskinan merupakan masalah sosial yang paling
menimbulkan efek terbesar dalam kehidupan seseorang. Apabila suatu masyarakat masih menganggap
kemiskinan merupakan sebuah masalah sosial maka segala hal yang ia lakuakan
tertumpu pada masalah kemiskinan. Walaupun sebenanya pelaku sendiri malas dalam
berusaha. Pelaku cenderung menjdi masyarakat yang statis. Pada masyarakat modern yang rumit, kemiskinan
menjadi suatu problema sosial karena sikap yang membenci kemiskinan. Sebenarnya
seseorang bukan merasa miskin karena kurang makan, pakaian atau perumahan, tetapi karena harta miliknya tidak cukup untuk
memenuhi taraf kehidupan yang ada. Busainah cenderung menganggapapa yangterjadi
pada dirinya merupakan suatu ketidak- adilan karena ia merasa bahwa kemisikinan
telah membelenggu dirinya sehingga sebisa mungkin ia berusaha untuk
menafikannya.
“ Suad mau menyerahkan tubuhnya
kepada Haji Azzam sebagai ganti biaya hidup anaknya. Mahar yang disetorkan oleh
Haji Azzam pun tidak disentuh oleh Suad. Mahar itu disimpan di bank atas nama
Tamir, anak Suad, dengan harapan jumlahnya menjadi berlipat
setelah beberapa tahun kemudian. Sejujurnya, hubungan antara Haji Azzam dan Suad tak lebih
dari sebuah akad transaksi, yang satu
ditukar dengan yang lainnya, tubuh Suad
ditukar oleh harta Azzam, tapi dengan
jalan yang sah menurut hukum agama.” (Hal 198)
“ Suad pernah bekerja di toko Hanu. Gaji uang ia dapatkan sangat kecil, sedangkan kebutuhan anaknya semakin hari
semakin bertambah. Suad melewati masa-masa sulit ini selama bertahun - tahun.
Ia sering merasa sangat lemah, hingga
berkali-kali ia hampir jatuh dalam kenistaan karena putus asa. Akhirnya, datanglah Haji Azzam. Ia mengambil Suad dengan
cara yang diperbolehkan Allah dan Rasul-Nya. Suad pun menerimanya.” (Hal 198)
Teks diatas menggambarkan bahwasanya pernikahan siri yang dilakukanatas
dasar tindakan ekonomi. Dimana sang mempelaiwanita merasa bahwa pernikahan
adalah satu-satunyacara untuk menaikkan
strata sosial. Sebenarnya pernikahan yangdilakukan oleh suad merupakan salah
satu jenis pelacuran yang dihalalkan oleh agama.Secara sosiologis, sebab-sebab timbulnya problema tersebut adalah
karena salah satu lembaga kemasyarakatan tidak berfungsi dengan baik dalam hal
ini lembaga ekonomi.Pada umumnya masyarakat mengembangkan tiga macam kedudukan
yaitu : Ascrived-status, yaitu kedudukan
seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan rohaniah dan
kemampuan. Kedudukan tersebut diperoleh karena kelahiran Yang kedua adalah
Achieved status adalah kedudukan yang dicapai seseorang dengan usaha-usaha yang
disengaja, Yang ketiga kedudukan yaitu
assigned – status yang merupakan kedudukan yang diberikan Artinya suatu
kelompok atau golongan memberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang
yang berjasa. Suad mengharapkan agar ia mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi,
pernikahan merupakan salah satu cara untuk naik ke
kedudukan yang lebih tinggi.
d. Kelas Sosial
“ orang – orang tersebut, kerap kali menganjurkan ke pada syadzili, sang ayah, agar selepas Thaha menyelesaikan sekolah menengah pertama, ia lebih baik langsung bekerja di pabrik. Sewaktu
mereka tahu Thaha tidak bekerja dipabrik selepas sekolah menengah pertama, tapi justru melanjutkan ke sekolah menengah
atas dan prestasi belajar semakin menanjak, mereka kerap sengaja menyuruhnya Thaha
mengerjakan pekerjaan berat pada hari-hari ujian yang membutuhkan waktu lama
umtuk dapat merampungkannya. Entah mengapa dihati mereka tersimpan kebencian.-
sebenarnya lebih merupakan rasa dengki mereka – terhadap kecerdasan Thaha.” ( Hal : 29 )
Dari sepenggal cerita diatas dapat disimpulkan
bahwa. Penduduk atas atap apartemen yacoubian yang notabennya adalah orang –
orang berpangkat rendah, dan yang
menghuni apartemen yacoubian yang merupakan kelas atas. Tidak menginginkan
adanya suatu perubahan sosial yang terjadi, apalagi dialami oleh seorang anak penjaga
pintu. Apa yang telah dilakukan oleh Thaha merupakan salah satu proses asimilasi. proses asimilasi yang dilakukan oleh Thaha adalah penyetaraangolongan
dibidang pendidikan.Proses asimilasitersebutmenjadi terganggu karena
golongan yang berkuasa mendiskriminasi golongan bawah.
“Thaha pun menjadi
bahan gunjingan diantara mereka. Pernah suatu ketika, seorang penghuni bertanya kepada penghuni yang
lain sewaktu mereka bersama-sama naik tangga, apa jadinya jika seorang penjaga apartemen
memiliki seorang anak yang berprestasi dan hendak melanjutkan pendidikannya di
sekolah akademi kepolisian. Penghuni yang lain pun menjawab, mulanya dengan memuji akhlak Thaha juga
kesungguhannya dalam belajar. Namun, kemudian ia melanjutkan bahwa yang banyak
diterima di akademi kepolisian adalah anak-anak orang berpunya, bukan anak-anak para penjaga apartemen atau orang kampung.” ( halaman : 30 )
Para penghuni
apartemen yacoubian dan masyarakat miskin mesir pada umumnya mengaggap
bahwasanya memasuki akademi kepolisian hanya untuk orang – orang kaya. Seperti yang telah dikemukakan oleh marrx bahwasanyaapabila
kaum borjuis masih berkuasa maka kaum ploretar selalu berada dibawah. Masalah
generasi muda pada umunya ditandai oleh dua ciri yang berlawanan. Yakni
keinginan untuk melawan Dan sikap yang apatis . sikap melawan mungkin disertai
dengan suatu ketakutan akan hancurnya
suatu keadaan.
Sehingga Thaha cenderung melawannya dengan sikap yang cenderng menerima segala
tuduhan yangdilayangkan kepadanya. Apayang dilakukan oleh masyarakatyang terkandung dalam novel apartemen yacoubian merupakan suatu interaksi sosial yang didasarkan pada faktor imitasi. Dimana para pelaku menganggap tindakan Thaha merupakan tindakanyang salah karena tidak sesuai dengan adat. Hal ini dapat
mematahkan pengembangan daya pikir masyarakat tentang pentingnya sebuah pendidikan yang didasarkan atas ke pincangan ekonomi. kelas
sosial yang terdapat dalam teks tersebut digariskan secara jelas. Selain itu masyarakat atas atap termasuk kedalam masyarakat yang
statis.
“ apa yang hendak kau lakukan andai menemukan
seorang pelaku kriminal, sedangkan ia
adalah sobat masa kecilu?” tanyanya. Sejenak
Thaha tampak berfikir. “seorang polisi
tentulah harus menjalani kewajibannya
dan menegakkan hukum negara tanpa pandang bulu. jelas, ia tidak boleh membedakan antara kawan bahkan
keluarga sekalipun.” Mendengar jawaban
Thaha, ketua dewan penguji tertawa. Ia
menganggutkan kepalanya seolah-olah hendak meyakinkan bahwa Thaha teah lulus
seleksi. Ia pun mempersilahkan Thaha beranjak.Tetapi
ia tiba-tiba memanggil Thaha dengan suara
tinggi. Ketua dewan pengawas itu membuka-buka
kertas dokumen, tangannya yang memegang
beberapalembar kertas dokumenia angkat lebih dekat ke arah matanya, lalu ia pun bertanya kepada Thaha. “Apa
pekerjaan ayahmu Thaha ?” tanya ketua dewan penguji itu. Matanya menatap mata
Thaha. Tajam. “Pegawai tuan, ” jawab Thaha datar. Thaha
menuliskan pekerjaan orang tuanya sebagai pegawai diformulir calon anggota
sekolah akadem kepolisian itu. Tahha juga memberikan suap sebesar 100 pound
kepada petugas penanda tangan formulir. “pegawai
atau bawwab ?” Thaha terdiam untuk beberapa waktu. ‘‘ya. Ayah saya seorang bawwab, ” kata
Thaha denga suara tercekat. Perwira
ketua dewan penguji kembali tersenyum datar. Ia pun mencoret lembaran ormulir
yang telah diisi Thaha. “ terimakasih, anda tidak lulus” kata perwira itu.” ( Hal : 93)
Marx cendrung memahami
bangunan masyarakat sebagai hasil dari kepentingan sepihak suatu kelas sosial
yang dipaksa kepada kelas sosial yang lain.Materialisme Marx menekankan
pada sektor ekonomi. Marx merumuskan teori nilai tenaga kerja.
Dalam teori ini menegaskan bahwa keuntungan kapitalis menjadi basis eksploitasi
tenaga kerja. Sistem kapitalis tumbuh melalui tingkatan eksploitasi terhadap
tenaga kerja yang terus menerus meningkat (dan karena itu jumlah nilai surplus
pun terus meningkat) dan dengan menginvestasikan keuntungan untuk mengembangkan
sistem. Marx juga dipengaruhi oleh para ekonomi politik yang melukiskan
kehidupan sistem kapitalis dan eksploitasi kapitalis terhadap kaum buruh.Hal
ini yang terjadi dengan Thaha, para
perwira polisi menganggap bahwasanya para anak rendahan seperti Thaha tidak
pantas masuk kedalam kepolisian. Hal ini bisa saja masuk akal. Akan tetapi
seharusnya. Pegawai instansi pemerintahan bukan dilihat berdasarkan stratafikasisosial
akan tetapi dari segi kualitas. Dalam teks tersebut menunjukkan bahwa
interaksisosial yang terjadi termasuk kedalam faktor identifikasidimana Thaha
ingin samadengan perwira polisi lainnya. Akan tetapi para
pejabat malah mengeksploutasi hak-hak Thaha.
“tadi aku sempat
bertanya kepada seorang pengacaa untuk
memerkarakan masalah ini, ” kata Thaha
berapi-api. “ lalu ?” tanya Busainah. “
pengacara itu hanya teetawa simpul. Ia bilang yang hendak memerkarakan hanyalah
orang dungu.” “ sudahlah jangan diperlarut lebih jauh.
Kamu mau mendengar pendapatku ? begini, Thaha, dengan nilaimu yang bagus kamu bisa masuk ke
jurusan bergengsi di unversitas umum. Di sana kamu bisa lebih berprestasi lagi.
Selepas lulus nanti kamu bisa bekerja
dinegara-ngara teluk. Selepas pulang dari pekerjaanmu kelak kamu akan menjadi kaya raya.” Sejenak
Thaha mersapi pendapat Busainah, kemudian ia tatap mata wanita itu. “
Thaha, boleh jadi usiaku lebih muda dari
usiamu. tetapi aku telah punya pengalaman bekerja. pengalamankerjaku setidaknya
banyak mengajariku. Aku jadi punya kesimpulan bahwa negeri Mesir ini bukan
negri milik kita, anak –anak yang
dibesarkan dibawah naungan takdir kesengsaraan. kalau kamu punya uang 20.000
pound kamu akan langsung diterima di akademi kepolisian itu.negri ini adalah
negri suap, Thaha persetan dengan mereka.sudahlah,
realistis saja. arilah uang
sebanyak-banyaknya, kamu bau bisa
menikmati kehidupan disini.Kalau kamu tetap melarat seperti ini, hidup akan selamanya tak berpihak kepadamu, ”
kata Busainah.”( Hal 94-95)
Dari sepenggal
cerita diatas menggambarkan bahwasanya kelas bawah dan orang-orang
berpendidikan rendah tidak mendapatkan fasilitas yang layak
sebagaimanaorang-orang borjuis. Fasilitas disini bukan hanya darisegi sandang
dan pangan akan tetapi dari segi prilaku
dan cara orang lain memandang. Kaum borjuis
menganggap bahwa orang-orang kelasbawah hanya memperkarakan kasus yang menurut
orang kaya hal yang tabu. Kehidupan penduduk kota memusatkan semua tingkah lakunya
dengan uang dan kekuasaan. Sehingga Thaha bisa begitu saja percaya dengan
nasehat kekasihnya. Dan tidak memperpanjang masalah yang menurut mereka adalah
hal yang sia-sia.menurut marx Pembagian masyarakat menjadi tuan dan budak, bangsawan dan hamba, pengusaha dan buruh, tidak berakhir hanya pada tatanan produksi
melainkan menjalar kewilayah – wilayah kehidupan orang lain. Hingga timbul
menjadi golongan- golangan penguasa dan budak. Lembaga-lembaga yang berkembang
secara erat terikat pada pembagian ekonomik yang ada dalam masyarakat. Apa yang
diajarkan disekolah-sekolah, mencerminkan pandangan – pandangan, nilai-nilai dan kebutuhan – kebutuhan dari
kelas penguasa.
“ pegilah, hai anak bawwab. kamu hendak masuk akademi
kepolisian? seorang anak penjaga
apartemen hendak menjadi perwira ? ini mimpi yang mahalnak “ begitulah kata –
kata terakhir yang diucapkan perwira penguji itu. pernyataan yang sangat
menyesakkan batin Thaha. Sesesak rumah
besi tempat tinggalnya.” ( Hal: 97)
Dari teks diatas
menggambarkan bagaimana diskriminasi antara tingkat social rendah dan tingkat
kelas social yang lebih tinggi, sehingga
mengakibatkan kelas bawah menjadi korban. Menurut
Marx, selama masyarakat masih
terbagi atas kelas-kelas maka, maka pada
kelas yang berkuasalah yang terhumpun segala kekuatan dan kekayaan. Dan selama
masih ada kelas yang berkuasa maka tetap terjadi eksploitasi terhadap kelas
yang lebih lemah.
Diskriminasi kelas sosial
dalam terdapat juga dalam beberapateks yang lain yaitu :
“ Inilah kali
pertama perkenalan Thaha. Penyebabnya, sejak kali pertama ia memasuki bangku kuliah, ia melihat pemandangan kehidupan yang serupa
dirinya. Ia betul – betul merasakan dengan jelas adanya sekat antar kelas
sosial. Beberapa mahasiswa anak orang kaya memisahkan diri dari mahasiswa anak
orang miskin dan membuat komunitas sendiri-sendiri. Kebanyakan dari merka
berangkat kekampus dengan mengendarai mobil pribadi, juga berpakaian mewah.
Mereka banyak didekati oleh mahasiswa–mahasiswi cantik dan seksi. Sementara itu,
orang– orang seperti Thaha ? sungguh
Thaha merasakan dirinya dan orang-orang sepertinya tak jauh beda dengan tikus got.” ( Hal
: 142 )
Dari teks diatas tergambar jelas bagaimana terjadi
sekat-sekat antar kaum ploretar dan kaum borjuis hal ini bisa jadi disebabkan
karena Pada masyarakat yang pola hidupnya masih sangat sederhana, kegiatan ekonomi pada umumnya hanya meliputi
dua kegiatan pokok, yaitu proses
produksi dan proses konsumsi. Sedangkan
masyarakat modern cenderungmelihatnya dengan kegiatan yang lebih luas. Para
pembesar (kelas sosial yang lebih tinggi ) enggan berkenalan dengan anak-anak
dari kelas rendahan seperti Thaha. SehinggaThaha hanya berteman dengan teman
yang sederajat dengannya. Sebenarnya pertentangan antara kelas-kelas sosial
pada umumnya disebabkan oleh perbedaan kepentingan antara kaum borjuis dan kaum
ploretar. Sehingga terjadilah sekat-sekat
yang nyata antara berbagai kelas.
“ Kasihanilah
kami. Kami ingin makan roti, tapi mereka malah mengusir dan memukuli kami, ”
kata Absakhrun. Mallak memakai cara lain. Sejak lama ia
telah mengetahui perwira polisi akan menganggapi dan melayani setiap warga
sipil yang datang berdasarkan pada tiga hal : penampilannya, pekerjaannya, dan caranya berbicara. Berdasarkan tiga hal
inilah mereka akan memperlakukan warga sipil itu : ada kalanya menghormati, melecehkan atau bahkan memukulnya. “
tuan tentu paham perkara ini dan aku pun memahaminya. Tuan atasan pun paham.
Demikian juga kepala kantor kepolisian. Kita semua memahaminya, tuan bukan kah demikian ?” Menyebut nama
kepala kantor kepolisian dengan bahasa
resmi yang membuat Mallak seakan-akan
kenal dengannya tentu saja membuat perwira polisi berpikir ulang untuk tidak
memuliakan Mallak. Keesokan harinya, persidangan memutuskan keabsahan kepemilikan
Mallak dan ia diperbolehkan mempergunakan kamar tersebut.” Kepada pihak yang merasa ddirugikan, silahkan lebih jauh mengurus perkara ini ke
pengadilan, ” tegas wakil majelis sidang” (Hal 158-159 )
Dari sepenggal teks diatas dapat diketahui bahwasanya
diskriminasi kelas sosial yang dialami
bisa saja dilakukan dengan sifat menyerah, akan tetapi mallak berusahmelawan dan melakukan
perlakuan yang bisaa di lakukan kelas atas. Jadi sebenarnya diskriminasi antara
kelas sosial bisa dilawan dengan kepintaran danakal yang cerdasDurkheim comte dan Spencer memahami masyarakat
sebagai objek sosiologi, masyarakat
tidak dapat dipelajari dengan melakukan
penyelidikan terhadap benda-benda lain. Masyarakat yang menjadi objek kajian
dapat dilihat dari berbagai segi ada
segi ekonomi yang antara lain bersangkut paut dengan produksi, distrubusi dan penggunaan barang-barang dan
jasa. Adapula dari segi politik yang antara lain berhubungan dengan penggunaan
kekuasaan dalam masyarakat. Dalam kutipan teks tersebut menggambarkan
bagaimana mallak memanfaatkan situasi dengan kepandaiannya. Melakukan hal yang
biasanya dilakukan oleh kaum atas agar mendapatkan penghormatan.
Selain kutipan diatas adajuga salah satu kutipanyang
mengungkapkan perlawananterhadap kelas sosial. Dengan sikap keimanan kepada Allah.
“Sikapnya yang dulu merendah dihadapan
para penghuni apartemen kini telah berakhir. Kini Thaha menghadapi mereka
dengan penuh percaya diri sehingga tidak memungkinkan mereka merendahkannya dan
menghinakannya seperti dahulu. Penyebabnya, pertama, keimanan yang menancap kuat didalam hati Thaha dankarena itu Allah
memberinya rizki tanpa disangka-sangka. Kedua, syekh syakir sendiri mengajak Thaha untuk ikut
serta dalam bisnis penjualan kitab-kitab agama Islam. Thaha menjalani
pekerjaan itu sebagai pengisi waktu luang. Dari pekerjaan itu ia mendapatkan
upah yang layak. “ ( halaman 178)
Sebenarnya suatu pandangan tentang kelas sosial dalam
suatu masyarakat dapat ditepis dengan berbagai cara. Thaha menyikapinya dengan
Taat kepada Tuhan taha Termasuk dalam masyarakatyang bergerak secara vertical. Gerak sosial vertikal yang naik mempunyai dua
bentuk utama yaitu masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah
ke dalam kedudukan yang lebih tinggi dan pembentukan suatu kelompok baru, yang
kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi. Hal ini dibuktikan Thaha yang awalnya
merupakan anak dari kelas rendahan berubah menjadi seorang yang mempunyai
kedudukan dan pandangan yang lebih maju dibandingkan sebelumnya.
C. Nilai
Sosial Politik
a. Kekuasaan
“Revolusi yang meledak secara tiba-tiba pada
tahun 1952 mengubah segalanya. Kerajaan digulingkan sebab dipandang tidak becus
lagi memerintah rakyat, terlalu
bersekutu dengan pihak inggris, juga
terlalu banyak korupsi, beberapa anggota
elite kerajaan diseret kepengadilan “
Dari
kutipan teks tersebut penulis
menggambarkan bahwasanya Pada tahun dua puluh hingga lima puluhan. Mesir merupakan
sebuah Negara kerajaan dan banyak dari kalangan bangsawan yang mempunyai harta
yang berlimpah, tanah yang terhampar
dimana-mana. Revolusi mesir yang terjadi membuat Negara
mesir yang awalnya hanya dimilik oleh elite kerajaan akhirnya dapat digulingkan
oleh rakyat. Seperti yang telah dikemukakan oleh miriam budiarjo bahwasanya
politik adalah adalah "negara (state), kekuasaan (power), apabila
salah satu atau sebagian dari aspek tersebut tidak terpenuhi maka akan terjadi
kepincangan-kepincangan, yang akan menimbulkan
kekacauan didalam pemerintahan . Sehingga terjadilah suatu perubahan –
perubahan sosial dibidang politik dalam hal
ini terjadinya revolusi. Gerak Sosial adalah suatu gerak dalam struktur
sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. struktur sosial mencakup
sifat-sifat hubungan antara individu dalam suatu kelompok. Dari kutipan teks
diatasmenunjukkan adanya gerak social yang berupa Gerak vertikal yang menurun
dan mempunyai dua bentuk utama yaitu turunnya kedudukan individu ke kedudukan yang lebih rendah derajatnya dan
turunnya derajat sekelompok individu yang dapat berupa disintregrasi kelompok
sebagai kesatuan. Turunnya
para elite politik kekedudukan yang lebih rendah dan tergulingnya kerajaan
sebagai kelompok terbesar dalam suatu pemerintahan.
". Kapan kita pergi ?" "Pergi kemana ?" " Kamu
berjanji padaku untuk pergi bersama, " " Kamu masih membenci negaramu
?" " Aku tak habis pikir tentang generasimu sekarang, Busainah. Pada
masaku, nasionalisme dan cinta tanah air
seperti agama. Banyak pemuda meninggal dalam peperangan melawan inggris. "
" Kau melakukan demonstrasi karena ingin mengusir inggris ? Apakah negara
kemudian membaik ?" " Penyebab kehancuran negara ini adalah tidak
adanya demokrasi. Jika saja sistem demokrasi yang benar ditegakkan, maka akan menjadi kekuatan yang besar. Mesir
telah dukuasai tirani yang pada akhirnya menyebabkan kemiskinan, kerusakan, serta kegagalan disetiap lini kehidupan."
" Saudara temanku pergi ke belanda. Dia menikah dengan orang belanda dan
tinggal disana. Dia mengatakan, di sama
tidak ada kemisikinan dan kesewenang - wenangan seperti di negara kita. Setiap
orang mendapat haknya, manusia saling
menghormati, bahkan tukang sapu di jalan
pun dihormati. Makanya aku ingin pergi
keluar negri, hidup disana, dan aku akan menjadi mulia. Aku bisa bekerja baik-baik sebagai sebagai
ganti melayani orang seperti Tallal dengan hanya menerima 10 pound. Bayangkan, ia mengerjaiku habis-habisan hanya dengan 10
pound! Seharga dua bungkus roko Marlioboro!
Kesintingan macam apa ini ? Dengan begitu aku sungguh merasa sebagai wanita
paling hina yang berjalan dimuka bumi, lebih hina dari anjing betina yang tengah
bunting" (Hal 297-298 )
Dari kutipan teks diatas penulis menyimpulkan
bahwasanya masyarakat bawah menganggap terjadinya kepincangan ekonomi
disebabkan oleh negara..Hal ini menjadi suatu yang lumrah karena suatu negara
merupakan suatu sisitem yang mencakup bebagai komponen yang saling berkaitan.
Masyarakat mesir menggannggap bahwa mesir merupakan negara yang telah hancur
sehingga mereka sebisa mungkin meninggalkannya, hal ini disebabkan sisitem hukum yang identik
dengan moral dan didasarkan dengan keadilan tidak teralisasi. Masyarakat yang
terkandung dalam novel apartemen yacoubian termasuk kedalam masyarakat
yangstatis karena mereka cenderung menunggu dan banyakl menyealahkan keadaan
dibanding berusaha untukmerubahnya.
“ dengan izin
Tuhan, Aku hendak mencalonkan
diri menjadi ketua dewan perwakilan rakyat, ” kata Haji Azzam.“ Dewan
perwakilan rakyat ?”. “ ya”“ Kamu tahu, Suad, andai aku menjadi ketua dewan perwakilan
rakyat, aku akan mendapatkan uang
bermilyar –milyar.” “ Aku yakin dirimu
akan sukses. Orang-orang banyak yang bersimpati kepadamu, ”kata Suad sambil
menyunggingkan bibir indahnya layaknya anak kecil.”
Dari
kutipan teks diatas tergambar jelas bahwasanya para pemuka mesir menganggap
suatu kekuasaan tidak lain hanya cara yang mudah untuk mendapatkan lebih banyak
uang.Sistem yang kaku dan terikat dan
terikat pada peraturan-peraturan yang ketat menyebabkan timbulnya suatu elite yang mempunyai
kepentingan-kepentingan besar tidak adanya keseimbangan dalam keadilan. Sehingga menjadikan suatu kekuasaan hanya
dijadikansebagai cara lain untukmenguasai pasar yang lebih besar. Yang akhirnya
masyarakat akan tetap menderita.
“ Algamrawi
sebagai direktur bank nasional mesir. Hal ini terjadi agak lama atau yang baru
terjadi : kasus yang menimpa menteri agama setahun lalu. Ia memiliki posisi yang
kuat dimata rakyat. Rakyat mesir menyukainya karena kebijakannya dipandang
memihak mereka ia pun merasa kuat dan memiliki posisi yang sangat signifikan di
parlemen. Suatu ketika, pada sebuah
pertemuan partai, sang mentri
mengeluarkan kritik tajam perihal kebususkan yang berkembang didalam tubuh
partai. Ia menganjurkan untuk membersihkan tubuh partai dari orang- orang yang dipandang bejat. Saat
itulah al – fulli memperingatkan sang
menteri, tetapi sang menteri tidak
mnggubris omongan al-Fuli. Sehingga akhirnya di pertemuan itu sl-fuli singkat
bicara. Ia menaiki podium dan menatap peserta pertemuan itu, lalu berkata
dengan retorika seorang aktor opera. “Berita
apa gerangan, Tuan Menteri :kenapa anda
sangat rajin memerangi keburukan
sedemikian rupa. Ingat, Tuan, mulailah
dari diri anda. Anda meraup keuntungan sebanyak sepuluh juta pound setiap
tahunnya dari bank pembangunan negara dari hasil tabungan umat. Dan, keuntungan itu akan terus anda ambil selama
lima tahun lamanya selama anda menjadi menteri. Omong-omong, para pegawai senior bank hendak memperkarakan
kasus ini dan membebankannya kepada rakyat.”Sang menteri menjadi bungkam seketika. Sementara itu, para peserta pertemuan riuh saling berbisik
dan menertawakan sang menteri.” ( Hal 128- 129)
Dari
teks diatas menggambarkan bahwasanya para elite mesir lebih mementingkan
kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan masyarakat. walaupun mereka
seperti membela rakyat tapi pada akhirnya, hanya suatu tipuan untuk memperoleh keuntungan
yang lebih banyak. Hal ini disebabkan sistem yang kaku dan terikat pada peraturan – perauran yang
ketat sehingga menyebabkan timbulnya suatu elite yang mempunyai
kepentingan pribadi sehingga tidak ada keseimbangan dalam keadilan. Stastasifikasi dalam hal
politik berarti stratifikasi sosial yang dibangun atas dasar kemampuan untuk
mempengaruhi orang lain, memaksa kehendak kepada orang lain meskipun terdapat
perlawanan dari orang lain. Kamal al fuli mempunyai strata yang tingi dalam hal
politik sehingga siapapun yang berani melawannya ia akan langsung melawannya
dan memaksakan kehendaknya kepada orang tersebut sehingga mau tak mau pelaku
harus menurut walau pada akhirnya korban menolak.
“ Semua
ini diketahui dengan baik oleh Haji Azam. Ia
pun urung mengajukan diri sebagai calon anggota dewan sebelum ia meminta restu
terlebih dahulu keada Kamal al-Fuli. Beberapa minggu lamanya Haji Azzam meminta
waktu al fuli untuk bertemu dengannya. Akhirnya tibalah waktupertemuan keduanya
pada suatu siang, di kantor pengacara Yasser al-Fuli, anak Kamal al-fuli yang
menjadi pengacara terkenal di kairo. kantor itu ada dijalan el-syehab dikawasan
eite Mohandessen. Selepas salat jumat, Haji Azzam berangkat ditemani anaknya, Fawzi Azzam menuju tempat pertemuan yang telah
dijanjikan.“ saya telah beristikharah memohon petunjuk kepada Allah dan telah
bertawakal memasrahkan segala hajat saya kepada-Nya. Telah saya niatkan atas
nama Allah untukmencalonkan diri saya pribadi sebagai calon anggota dewan dari
daerah saya, Kasr el-Nil, pada pemilihan umum mendatang. Harapan saya, partai Nasional dapat memberikan restu terkait
pencalonan diri saya.”Sejenak Al fuli tampak serius ketika menuliskan sesuatu
sehingga Haji Azzam menyangka bahwa al-Fuli berkali – kali salah ketika
menulis. Setelah selesai menulis dan
mencorat – coret kertas itu, ia
menyodorkannya ke hadapan Haji Azzam pun kaget ketika ia melihat coretan yang
dibuat oelh al- fuli lebih menyerupai gambar kelinci yang besar, . Sejenak Haji
azam terdiam, tapi sesungguhnya ia
memahami apa maksud al-fuliakhirnya ia
pun bertanya. “ saya tidak paham apa yang amda maksud, Tuan, ”
Kata Haji Azzam.Al-fuli pun segera menjawab.” Anda ingin sukses dalam
pemilihan umum nanti? Anda telah menuturkan keinginan anda. Nah, sekarang saya hendak penuhi keinginan anda itu
lewat sebuah gambar sebagai isyarat.”“kelinci ? sejuta pound maksud anda ? ini
terlalu banyak, Tuan.” “Mmm... maksud
tuan kalau saya membayar uang sesuai
jumlah yang diingnkan, saya sudah
pasti menjadi anggota dewan ?” tanya
Haji Azzam.“Anda tengah berbicara dan berhadapan dengan seorang Kamal al-Fuli, anggota parlemen selama lebih dari tiga puluh
tahun. Tidak ada satu pun calon yang sukses kecuali atas restu saya, ”“ saya
mendengar ada sebagian orang yang juga
hendak mencalonkan diri mereka di daerah kasr el-Nil dibawah retu anda, ” kata
Haji Azzam.“ini bukan perkara rumit. Jika kita bersepakat atas nama Allah, kita akan sukses di Kasr el-Ni, dan andai kata ada “ jin hijau “ yang kelak
kalah, catatlah, ini permainan saya, ” kata Kamal dengan
terkekeh.“Tuan, semua politisi pun tahu,
bahkan
segenap rakyat mengerti bahwa kita adalah calon pemimpin mereka. Banyak
cerita yang sudah kita pelajari perihal
karakter rakyat mesir. Rakyat mesir berkarakter sangat baik. Tuhan telah
menciptakan mereka untuk selalu patuh di bawah bayang-bayang kekuasaan. Tidak
mungkin mereka membangkang kepada
kekuasaan. Hal ini terjadi sejak zaman firaun dahulu. Didunia ini ada rakyat
sebuah negara yang suka memberontak dan mengkritik kebijakan penguasa. Tetapi, rupanya tidak dimesir. Rakyat mesir hidup demi
mendapatkan roti gandum. Itu sudah sangat cukup bagi
mereka. Rakyat Mesir adalah rakyat yang paling gampang dikuasai di dunia. Dan, partai manapun di Mesir yang meraih tampuk
kekuasaan akan menjadi penguasa mutlak sebab rakyat Mesir kelak akan tunduk
pada penguasa. Tuhan menakdirkan seperti ini.”“Haji Azzam tampak semakin bingung.
Sekalipun ia tidak setuju dengan perkataan al-Fuli, ia pun pada akhirnya menanyakan aturan main perihal
pencalonan dirinya dan uang yang harus dibayarnya.“Baiklah, atas berkat Allah. saya tulis jumlah uang
dalam cek ini separuh dulu, separuh
sisanya jika saya sudah menang, ” kata Haji Azzam.“ Tidak, Tuan. Ini menjadikan saya tidak menyukai anda.
Cara anda ini hanya pantas ditetapkan pada siswa sekolahan. Peraturan main saya adalah Anda
memberi, andapun dapat. Anda menyerahkan
apa yang anda minta kepada saya, saya
pun menyerahkan apa yang anda minta. Bayar jumlah uang semuanya, saya nanti akan memberkati anda di sidang
dewan. Sekarang kita baca al-Fatihah bersama-sama.” Kata al-fuli” .( Hal 134)
Dari
kutipan teks diatas terpangpang jelas bagaimana seorang calon anggota parlemen
memonopoli hak rakyat, suatu sistem
kekuasaanyang demikian menjadikan suatu kekuasaan yang dilandasidengan
keburukan. Kekuasaan dengancara tersebutcenderung tergantung darihubungan
antara pihakyang memiliki kemampuan untukmelancarkan pengaruh pihak lain sehingga pelaku harus menerima segala
keputusan rela atau tidak rela.
“ dengarkan
baik-baik, Haji Abu Hamid. Anda tahu kalau
saya sangat mencintai anda. Dan saya sangat memperhatikan
kebaikan diri anda. Jangan sekali – kali anda hendak mencalonkan diri di
parlemen tanpa restu dari al-Fuli. Ketika anda tidak terpilih sebagai anggota
dewan pada kali sekarang, kesempatan
esok lebih besar. Dengan izin Allah. Tetapi, jangan sekali – sekali berlaku tak baik di
hadapan al-Fuli. sebab, kalau Anda membuat kesal, masalah rumit
tengah mengintai Anda, ”
Namun, Haji Abu Hamid tidak mendengarkan kata-kata
al-Fuli. Ia akhirnya mengajukan diri sebagai calon indepeden. Ratusan poster
dirinya menjejali kawasan Kasr el-Nil. Terpampang dalam poster itu foto dirinya,
namanya, dan lambang pemilihannya. Hampir
setiap malam para pendukung Haji Abu Hamid mengadakan kampanye dibilangan Wasth
el-Balad. Dalam kampanye tersebut tak jarang pihak Haji
Abu Hmid menjatuhkan lawan politisnya, utamanya Haji Azzam. Pihak Haji Abu Hamid
menuuduh bahwa Haji Azzam adalah bandar narkoba. Kekayannya yang menumpuk
adalah hasil dari pekerjaan yang haram. Pihak Haji abu Hamid juga membeberkan perihal pernikahan Haji
Azzam secara sambunyi – sembunyi dengan istri barunya.” ( Hal 137 )
Dari
kutipan diatas menunjukkanbagaimana persaingan politik yang terjadi di mesir
merupakan persaingan yang mengedepankan ego. Sehingga saling menjatuhkan antara
satu sama lain.Organisasi politik seperti partai politik dapat memberi peluang besar
bagi para anggotanya untuk naik dalam pertanggaan kedudukan. Pada masyarakat
yang demokratis dimana lembaga pemilihan umum memegang peranan penting dalam
pembentukan kepemimpnan, organisasi –
organisasi politik mempunyai peranan yang sama walaupun dalam bentuk yang
lainnya.
“ Ditengah ruang toko, Haji Azzam duduk. Ia mengenakan jas biru yang membalut kemeja putihnya, juga memakai dasi merah. Wajahnya memancarkan kebahagiaan. Hasil keputusan pemilu telah diumumkan kamis sore. Ia menjadi anggota dewan terpilih untuk daerah pemilihan Kasr al-Nil dengan menang telak atas persaingannya, Abu Hamid, yang hanya mendulang suara sedikit, dalam hal ini, Kamal al fuli sengaja membesarkan kekalahan Abu Hamid supaya menjadi pelajaran bagi para calon anggota dewan agar datang kepada dirinya untuk meminta restu. “
(Hal : 190)
Tipe demokratis menunjukkan kenyataan akan adanya
garis pemisah antara lapisan yang
sifatnya mobilty, dalam suatu kekuasan
terkadang kelahiran tidak menentukkan
seseorang, yang terpenting adalah
kemampuan dan kadang kadang juga faktor keberuntungan dan relasi. Dari teks diatas tergambarjelas bagaimana Haji
Azam memenangkan jabatannya dengan cara yang tidak dibenarkan oleh hukum dan
agama. Diaman ia melakukan suatu kecurangan untuk mempeoleh jabatannya.
"Saya lupa mengucapkan selamat kepada anda.”" Semoga Allah memberkati Anda, tapi selamat atas apa?”" Karena anda menerima agen perwakilan mobil jepang itu." Azzam.
Memandangnya dengan terdiam, semetarKamal
al-Fuli meneruskan kata-katanya dengan serius, " dengar ! Nama saya Kamal al-fuli. Saya
setajam pedang. Saya berkata hanya sekali dan saya pikir anda sudah mendengarnya" " Saya katakan untuk yang terakhir. Deler ini. Keuntungannya
melampaui 300 juta pound setahun. Tentu Tuhan lebih tahu. Saya berharap
kebaikan anda. Akan tetapi, jumlah itu
terlalu besar untuk dimakan sendiri.'' " Maksud anda ?” " Tidak baik jika anda
memakannya sendiri. Kami minta seperempat." " Seperempat apa." "
Seperempat keuntungan Haji.'' " Anda ini siapa ?" Kamal al-Fuli tertawa lebar. " Pertanyaan apa ini ? Hai,
Haji Anda anak negri ini yang tahu
bagaimana permainan berjalan disini" " Sebenarnya keinginan anda apa
? " Saya berbicara atas nama 'orang besar' meminta untuk bergabung di
dalam perkongsian ini dan mengambil seperempat keuntungan. Anda tahu 'orang
besar' jika meminta harus dikabulkan." ( Hal - 225)
Kekuasaan
dijelmakan pada diri seseorang, Max
webber menganggapkekuasaan merupakan kesempatan seseorang atausekelompok orang
untuk menyadarkan masyarakat tentangbaik danbenar, akan tetapi kekuasaan yang diannut oleh
sebagian penguasa mesir hanya sebagai salah satua cara untuk mendapatkan banyak
uang sehinggamereka cenderung meraupkeuntungan yang
lebih besar tanpa memikirkan masyarakat.Max Webber membedakan antara dasar ekonomi dan dasar sosial. Ukuran yang
biasa dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat ke dalam lapisan – lapisan
adalah ukuran kekayaan, ukuran kekuasaan, ukuran kehormatan dan ilmu
pengetahuan. Keempat ukuran tersebut berusaha diraih olehHaji Azam hal ini dibuktikan
dengan sebagian teks diatas yang menunjukkan bagaimana Haji Azzam justru
mencari peluang berbisnis dibanding berpolitik dan enggan membagi kepada
siapapun."
“ Anda bermain dengan api Azzam. Saya takjub karena ternyata anda bukan
laki-laki yang cerdas. Anda harus paham, orang yang memasukkan Anda di parlemen juga
bisa mengeluarkan Anda suatu ketika. " " Anda mengancam saya, Kamal Bey ?" " Terserah anda." Azzam
bangkit dan meletakkan tangannya di pundak al-Fuli. Ia berusaha menggandengnya.
" Tuan saya berharap anda tidak
membesar-besarkan masalah ini." " Asalamualaikum." Al- fuli
memutar badannya untuk pergi. Azzam segera menahannya. " Tuan, diplomasi itu memberi dan menerima. Demi Allah
saya akan memenuhi janji saya." Al-fuli memerhatikan Azzam dengan raut
marah yang belum hilang diwajahnya. Azzam dengan cepat berkata, " saya ingin menghadap ' orang besar' itu
sendiri." " Orang besar tidak mau bertemu dengan siapapun." "
Tuan Kamal Bey, saya minta Anda menolong
saya. Saya sendiri akan menghadap yang mulia ' orang besar' dan menjelaskan kepadanya tentang keadaan saya. Wahai Bey, jangan tolak permintaan saya ini. " "
Kita akan lihat. " ( Hal : 311-312)
Dari
kutipan diatas tergambar jelas bagaimana seorang elite partai yang menjadi
budak seorang penguasa yang lebih tinggi.
Sebenarnya stratafikasi dalam hal politik seharusnya dibangun atas dasar
kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Hal ini yang coba dibuktikan oleh
orang besar ia memaksa kehendak kepada orang lain meskipun ada perlawanan. Kesepakatan yang mereka
anut menjadikan orang besar mempunyai otoritas rasional.
" Dengarkan Azzam, aku tak
mau buang-buang waktu lagi denganmu. Pembagian keuntungan seperti ini bukan
hanya ditetapkan kepadamu. Semua diperlakukan sama. Kami ikut andil dengan
bisnis seperti agen yang kaujalankan dengan pembagian keuntungan seperempatnya.
Pembagian ini kami terima sebagai ganti kerja. Kami melindungimu dari pajak, keamanan produksi, penjagaan kantor, dan seribu satu hal yang bisa menghentikan
proyekmu. Kamu seharusnya bersyukur kami mau bekerja sama denganmu karena
sesungguhnya kami mau bekerja sama denganmu karena sesungguhnya pekerjaanmu
kotor. "" Kotor ?"" Penghasilan dasarmu didapat dari bisnis
kotor yang tak ada sangkut pautnya dengan agen mobil jepang. Kau berbisnis
narkoba dan kami tahu itu. Duduklah dikursi dan buka data dengan namamu. Kau
akan menemukan laporan polisi tentang segala aktivitasmu. Semuanya kami punya.
Kami bisa menyimpannya atau menggunakannya sewaktu-waktu. Duduklah Azzam, berpikirlah dan baca laporan itu. Pelajari
dengan baik dan di akhir lembaran-lembaran itu kau akan menemukan selembar
surat perjanjian. Jika kau mau, tanda tanganilah. Terserah padamu.
"" Orang besar" itu tertawa lebar dan suara itu pun lenyap.” ( Hal ; 337)
Dari
teks diatas tergambar bagaimana elite politik bekerja sama untuk menutupi
keburukan individu dalam sebuah partai. Hal ini menjadi jelas apabila
dikaitkandengan kepincangan ekonomi rakyat mesir yang semrawut. Para penguasa
cendeung mengurusi urusan mereka dibanding meladeni urusan rakyat kecil.Monarchy ( adalah kekuasaan terkuat yang
merupakan bentuk pertama komunitas manusia. Sehingga secara pribadi maupun
kelompok akan sering menggerakan persengkongkolan serta penghasutan dan
penyogokan akan sering terjadi. Para penguasa biasanya mempunyai keahlian di
bidang-bidang tertentu, misalnya dbidang
ekonomi, politik militer dll. Haji Azam merupakan seorang penguasa yang
mahir dalam masalah ekonomi maka ia selalu berusaha menguasai sektor-sektor
ekonomi dengan caranya sendiri.
b.
Terorisme
“ Dua
jam sebelum azan jumat berkumandang, Masjid Anas bin malik sudah tampak penuh
sesak hingga bagian tepi terakhir oleh
para jemaah. Mereka semua adalah mahasiswa aktivis Islam garis kanan. Sebagian
mereka memakai pakaian eropa modern, dan
sebagain yang lain memakai pakaian khas pakistan : jubah putih atau biru
memanjang hingga ke lutut dipadu dengan celana bewarna yang sama, mereka semua
adalah pengikut syekh syakir. Mendadak suara takbir dan tahlil berkumandang.
Para jemaah berdiri dan berjubel-jubel menyalami syekh syakir yang baru saja
datang. Prosesi
itu memakan waktu yang cukup lama hingga akhirnya Syekh syakir naik ke atas
mihrab masjid. Sang syekh mengeluarkan kayu dari sakunya dan bersiwak. Selepas
itu, ia lalu membaca basmalah. Seketika itu juga suara takbir gemuruh, bergema disetiap penjuru masjid, bahkan hingga ke luar. Syekh segera memberi
isyarat dengan tangannya. Gemuruh reda. Lalu hening, benar-benar hening. Syekh pun memulai
khotbahnya, membaa hamdalah, memanjat puji-puji. “ Anak – anakku terkasih...
para penguasa kita menyangka bahwa mereka menjalankan dan menerapkan syariat
Islam. Sementara itu, di waktu yang
bersamaan mereka berkuasa dengan prinsip demokrasi. Allah mengetahui bahwa
mereka bohong dala semua ini. Syariat islam dislewengkan di negara kita yang
semakin terbelakang. Sebenarnya, kita
diatur dengan undang-undng prancis yag sekuler yang membolehkan mabuk, zina dan homoseks. Bahkan, negara mengambil keuntungan dari penjualan minuman
keras dan diskotik. Lalu dengan uang keuntungan haram itu, negara membagi-bagikannya kepada
depertemen-depertemen yang mengurusi hajat banyak umat Islam.“ Kini, mari kita teriakkan di hadapan mereka dengan
lantang. Kita tidak menginginkan umat kita menganut sosialisme, tidak juga sistem demokrasi. Kita hanya
menginginkan Islam sebagai jalan hidup”,“ Emosi
syekh syakir kian memuncak. Ia menacung-acungkan telunjuknya. Dengan suara lantang ia
berteriak.” jihad, jihad, jihad, wahai cucu –cucu abu Bakar, Umar, Khalid, dan saad. Cita – cita luhur Islam itu akan
terwujud hari ini di tangan kalian sebagaimana telah terwujud ditangan kakek
buyut kalian yang agung. Berjihadlah
kalian dijalan Allah” .
Dari
kutipan teks diatas menggmbarkan bagaimana keteguhan umat islam untuk membela
negaranya yang telah dikuasai oleh orang-orang dzalim. Disaat suatu negara
mencapai tingkat kebobrokan maka akan muncul berbagai
golongan yang berusaha untuk menjatuhkan pemerintahan. Dan menggantinya dengan
kekuasaan yang kebih baik. Dalam sebuah
sistem pemerintahan negara terjadi berbagai kejanggalan-kejanggalan yang datang
seiring berjalannya waktu. Sehingga secara tidak langsung para penguasa tidak
mampu membenahi masyarakatnya sendiri. Ketidak mampuan tersebut
menyebabkan masyarakat yang tidak puas
membentuk komunitas-komunitas pribadi yang kuat dan berani sebagai pemimpin.
Sang
syekh kemudian memberi isyarat kepada seseorang untuk menutup pintu ruangan.
Seorang mahasiswa gemuk dan berjenggot
panjang memulai pembicaraan. Ia berkata didepan
Syekh Syakir dengan penuh semangat, “ maulana Syekh Syakir, kami tak mencari gara-gara dengan polisi.
Mereka yang menyakiti dan memusuhi kita.
Mereka menculik dan menangkap
kawan-kawan kita dari rumah mereka.
Menciduk dan menyiksa mereka tanpa dosa. Apa yang saya ungkapkan tentu saja
penuh dengan pertimbangan. Kita akan menjalankan demonstrasi sebagai
soledaritas bagi kawan-kawan kita diciduk itu ““ saya berharap kau paham, anakku. Ini dapat menjadi bumerang bagi kita
hingga tanpa sadar kita telah memberi kesempatan kepada mereka untuk lebih
leluasa mengintimidasi dan menghancurkan kelompok islam. Tidakkah kau
memperhatikan khotbah barusan? Saya hanya mencakupkan dengan pembicaraan yang
umum dan tidak membahas perang. Kalau saya mengkritik dan menyerang kebijakan
negara yang ikut bergabung dengan Amerika untuk menyerang Irak, bisa jadi negara akan menutup masjid-masjid
itu agar dapat menyaksikan perjuangan pemuda islam ketika perang dimulai.”.“
siapa bilang mereka akan membiarkan kita sampai perang itu dimulai ? Atas dasar
apa pandangan anda ini ? hari ini dua
puluh orang pemimpin pergerakan Islam diculik dan diciduk. Dan saya pikir
negara akan menciduk para pemimpin yang lain kalau kita tid ak segera melawan
mereka”. “ ini janji kita Thaha, aku sepenuhnya percaya dan memegang penuh janjimu. Kau akan menjaga
amanat ini, dengan izin Allah.” ( Hal 155- 156 )
Gerakan
islam garis kanan merupakan suatu organisasi politikyang merekrut para
anggotanyadengan jalan sosialisasi terlebih dahulu. Sehingga para angggotamengetahui
kearah mana organisasi ini berjalan. Format perekrutan bersifat non formal
karena penguasa mengajak seorang anggota dengan jalan pendekatan emosional. Dalam hal ini Sosialisasi politik adalah
proses, oleh pengaruh mana seseorang individu bisa mengenali sistem politik
yang kemudian menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta
reaksinya terhadap gejala - gejala politik. sosialisasi politik itu merupakan
mata rantai paling penting di antara sistem-sistem sosial dengan sistem-sistem
politik, namun satu sistem bisa berbeda sekali dengan sistem lainnya.
“ dengarkan
baik-baik ! besok, atas izin Allah, kita akan mengorganisasi kawan-kawan kita untuk melakukan demonstrasi
besar – besaran dikampus. Saya harap kau tidak ketinggalan untuk ikut serta
dalam demonstrasi itu.” Syekh syakir diam
sejenak. Ia kemudian menlanjutkan kata-katanya. “ aku tidak bisa memimpin
demonstrasi itu. Saudaramu Thahir yang akan memimpin. Nanti kawan-kawan kita
akan berkumpul didepan gedung pertemuan selepas salat zuhur.” (Halaman 188-
189)
Dari kutipan teks diatas tergambar dengan jelas
bagaimana dalam suatu
negara demokrasi, masyarakat bebas
mengucapkan aspirasiya didepan publik. sehingga masyarakat cenderung
memanfaatkannya. Walau terkadang aspirasi mereka tidak didengar oleh
pemerintah.Budaya politik suatu
masyarakat berkembang dan dipengaruhi oleh nilai-nilai yang ada dalam
masyarakat itu. Bahkan dapat dikatakan bahwa kehidupan bermasyarakat dipenuhi
oleh interaksi antar orientasi dan antar nilai. Hal ini mengakibarkan timbulnya
kontak-kontak di antara budaya politik bangsa. Maka diasaatbudaya politik yang mereka anut berbentrokan denganbudaya
politik yang berlaku maka akan terjadi suatu benturan-benturan yang akhirnya
memaksa salah satu golongan untuk tampil kedepan dan menyatakan aspirasinya.
“ Mobil berjalan cepat tak teratur. Berkali-kali para tahanan itu
terbentur dan jatuh bangun dengan pelan, lalu berhenti. Pintu belakang truk dibuka dan
seketika para tentara berteriak mencaci, mngambil alat pemukul, dan menghantam tahanan - tahanan itu tanpa
rasa ampun hingga mereka roboh satu persatu. Dalam kondisi mereka yang tak bisa
melawan, tiba - tiba saja terdengar
gonggongan anjing polisi yang menyergap dan menyerang mereka. Thah bersusah
payah menjauh dari anjing- anjing itu, tapi tiba- tiba seekor anjing besar menerkam
dan menjatuhkannya.( Hal 229)
" Namamu siapa ?"," Thaha Muhamad al-syadzili"."
Thaha, sungguh kamu sebetulnya anak yang
baik. Mengapa kamu melakukan ini semua? Kamu belum. Merasakan siksaan yang
lebih hebat. kamu tidak bisa melawan kami, Thaha. Kami adalahy negara. Kamu bisa melawan
negara, Thaha ? Lihatlah musibah yang
menimpamu. Dengarkan, Nak. Maukah kamu
kukeluarkan sekarang ? Kedua orangtuami tentu cemas memikirkanmu.", "
Saya tidak tahu organisasi itu !"" Lalu, mengapa kamu menyimpan dokumen dunia keislaman
?"" Saya hanya membacanya."" Tapi, itu adalah buku panduan organisasi. Ayolah, Thaha, tuhan memberimu petunjuk. Katakan kepadaku apa
peranmu dalam organisasi itu."" Saya tidak tahu organisasi itu
!"" Mengapa kamu lakukan ini semua ?"" Demi Tuhan, saya tidak tahu apa-apa."" Terserah
kamu sekarang! Akibatnya kamu tanggung sendiri. Hati-hatilah, , " ( Hal 23 )
Dari
kutipan teks diatas menggambarkan jelas bagaimana proses demokrasi yang terjadi
di mesir tidak berjalan dengan baik. Justru simbol demokrasi hanya berlaku
kepada orang-orang yang berkuasa. Dari teks diatas tergambar jelas bagaiman
seorang pejuang demokrasi dikerjai habis-habisan akan tetapi iatetap berpegang
teguh dengan perjanjian dan tidak akan mengataknnya kepadaorang-orang yang bukan
angggota kelompok tersebut. Thaha yang merupaan salah satu anggota Suatu kelompok sosial yang sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok
yang bersangkutan, ada hubungan timbal balik, 1 misi dan visi. Yang akhirnya ia
berusaha untuk tidak mengatakan sebenarnya kepada orang-orang selain aggota
kelompok tersebut.
" Syukurlah atas keslamatanmu Thaha. Kapan kamu keluar ? "" Dua minggu
yang lalu."" Tentu, kamu terus
dimata-matai. Apakah kamu datang kesini seperti yang telah dianjurkan hassan."Thaha
menganggukan kepala. Syekh syakir melanjutkan kata-katanya " Tentu akhi
hasan masih aman. Berkomunikasilah dengan saya lewat dia. Dia akan menunjukkan tempat pertemuan dan
waktunya. Dengan memilih tempat yang tidak memundang kecurigaan. Tempat ini
misalnya, penuh dan gelap, menjadikannya layak.kita juga kadang bertemu
di taman-taman umum, rumah makan, dan bar.
Tapi kamu harus terbisaa dengan tata cara bar-bar yang ada."Syekh
syakir tersenyum, akan tetapi Thaha
masih saja terdiam. Lalu syekh syakir melanjutkan dengan serius, ". Pihak
keamanan sekarang melancarkan serangan biadab terhadap kalangan aktifis islam.
Semuanya ! Penjara, dan pembunuhan
disiapkan. Mereka menembaki saudara-saudara kita dengan dalih : mereka melawan
kekuasaan dan terhadap orang- orang yang tak berdosa merka pasti akan
mendapatkan balasan. Nanti di hari kiamat. Saya terpaksa meninggalkan rumah dan
tak lagi shalat dimasjid saya pun mengubah penampilan seperti yang kamu lihat
bagaimana pendapatmu syekh syakir dengan pakaian khas eropa." Kuatkan
dirimu Thaha, saya dapat merasakan dan
memperkirakan rasa sakitmu. "" Saya berharap kamu bisa menyerahkan
apa yang mereka lakukan kepada Allah dan dia akan membebaskanmu dengan balasan
setimpal bagi mereka. Mereka telah menghina saya syekh, mereka mnghina saya sehingga Saya merasa kalau
anjing-anjing buduk yang berada dijalanan itu lebih mulia dari pada saya. Saya menyaksikan
sesuatu yang ridak mungkin terpikirkan oleh orang muslim."" Mereka
itu bukan muslim mereka itu kafir, menurut fatwa para ulama fiqih." "
Mereka menutup mata saya, sehingga saya
tidak mengenal satupun dari mereka, akan
tetapi, saya bersumpah atas nama Allah, akan menhetahui mereka satu persatu.""
Jangan menyerah Thaha ribuan pemuda telah di tahan dan menghadap siksaan ganas,
ketika mereka keluar dari tahanan mereka
berjuang lebih kuat lagi untuk melawan kedzaliman."" Tujuan sebenarnya
dari penyiksaan itu bukan untuk memusnahkan umat islam, melainkan untuk
menghancurkan semangat mereka semua, sehingga mereka kehilangan kemampuan untuk berjihad. Jika kamu menyerah kepada penderitaan maka kamu membuat tujuan mereka
akan tercapai." (Hal 250-251)
Dari
teks diatastergambar bagaimana suautu proses perekrutan yang
didasari oleh emosional akan berjalan dengan baik, para anggotanyaakan terus berjuang dan pantang
untuk menyerah. Ini disebabkan
paraanggota merasakan rasa yang sama. Hal ini lah yang menyebabkan hubungan diantara anggoa
tertancam kuat.In group adalah kelompok
sosial, dimana individu mengidentifikasikan dirinya. Out group adalah kelompok
sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in group. Menurut Cooley
kelompok primer adalah kelompok sosial yang paling sederhana, dimana
anggota-anggotanya saling mengenal dan ada kerjasama yang erat.
4. Nilai – Nilai Sosial Dalam Imarat Ya’qubyan Karya Alaa Al-Aswany Ditinjau Dari
Segi Pengarang.
Dalam meneliti sebuah karya sastra
dengan metode sosiologi sastra sangat penting untuk mengetahui latar belakang
penulis. Dalam sebuah wawancara wartawan koran al-jadid dengan alaa al – Aswany yaitu :
“ Having heard so much from readers
and spectators, I was eager to hear from the creator of this phenomenon
himself, Alaa al Aswany. On a muggy evening in July, I met the author in his
dental office in Garden City. Even after his astounding success with “The
Yacoubian Building,” he still puts in several hours of dentistry every day but
Friday, which he reserves for meetings. “I can’t remove myself from life to
write,” he says. “Writing is part of my living.” He was relaxed and
good-humored, stretching my questions about his work into broader reflections
on art and life.” [97]
Dari
kutipan tersebut dapat diketahui bahwasanya alaa al-Asawany sangat menyukai
dunia sastra walau pekerjaan sebenarnya adalah seorang dokter gigi. latar
belakang alaa al aswany mengarang novel ini adalah ia ingin memberikan hal yang
berbeda tentang pencitraan mesir ia menitik beratkan cerita-cerita dengan
kejadian-kejadian mesir yang sebenarnya . seperti yang dikutip dalam sebuah
artikel di surat kabar online “ al-jadid”
“I liked ‘The
Yacoubian Building,’” he continued, “because it presented a true picture of
Egypt today. The classes. There have always been two classes in Egypt since the
pharaohs: the ruling class and the ones who want to be ruled.”[98]
Alaa
al aswany berpendapat bahwa sangat menyukai novel apartemen yacoubian karena
menurutnya novel tersebut menceritakan masalah yang
gamblang tentang negara mesir. Bukan hanya dari sisi baik melainkan dari sisi
keburukan mesir dimana kelas-kelas sosial sangat kental dinegri tersebut. pada
abad pertengahan seorang filusuf arab bernama ibnu khaldun mengemukakan beberapa prinsip pokok untuk
menafsirkan kejadian- kejadian sosial dan peristiwa-peristiwa dalam sejarah.
Gejala tersebut dapat terlihat pada kehidupan masyarakatnya . Rasa solidaritas merupakan faktor yang
menjadikan masyarakat bersatu. All
beranggapan bahwasanya sebuah novel bukan hanya cerita fiksi yang khayali akan
tetapi ia berusaha menuangkan sebuah fakta dalam sebuah novel dengan gaya
bahasa sastra.
“How did you get
past the censors, with the homosexuality and scenes of police brutality?
There is no
official censorship of books before they are published – it’s after the fact.
Then Al Azhar or the government might make judgments or pull a book. It was the
film that upset them. At first they supported it, but when they saw the effect
it was having in the theatres – people were applauding characters and shouting
– they got concerned. About 100 members of the People’s Assembly tried to ban
the film because of the homosexuality – so-called “family values.” But they
allow other movies that are almost pornographic! There was a big campaign in
the official newspapers. They said the film “gives a bad impression of Egypt;
the author is almost a foreigner.” Yes – I had a French education in Egypt and
I went to dental school in the U.S., but I’m not working for the Ministry of
Tourism. To be loyal to my country, I have to be ignorant?”
Jika dilihat dari tulisan- tulisan
alaa al aswany dalam artikel new york time iamengatakan bahwasanya masyarakat
mesir cenderung diskriminasi terhadap berbagai hal khususnya permasalahan
keagamaan , ekonomi dan politik. Dalam ilmu sosiologi, sastra merupakan gambaran yang nyata tentang masyarakat. Seperti yang telah dikemukakan oleh ian watt
sastra merupakan cerminan masyarakat seorang pengarang menampilkan fakta-fakta
social dalam masyarakat. Akan tetapi menurut aristoteles seorang pengarang menirukan kenyataan bukan
dengan mementaskan manusia atau peristiwa sebagaimana adanya, pengarngan
menciptakan dunianya sendiri . Menurut
wellek dan waren sebuah karya sastra bias saja menjadi sebuah dokumen sosial .
sehingga dalam penelitiannya diperlukan adanya penghubung dari suatu pernyataan
yang kongkret . hubungan antara
kehidupan pribadi dan kehidupan politik alaa aswany sngat berkaitan dalam
setiap tulisannya alaa al-Aswany sering mengecam dan memaparkan sebuah fakta
dengan sangat lugas tanpa ditutup-tutupi. hal ini dapat diketahui dari
tulisan-tulisannya diantaranya :
“The historical advancement of Egyptian
women contrasts sharply with the results of a new Thomson Reuters Foundation
survey that found Egypt ranked overall worst among 22 Arab countries for
discrimination in law, sexual harassment and the paucity of female political
representation. Why do Lotfia’s granddaughters suffer from problems today that
she managed to overcome 80 years ago?. After the 1973 war in the Middle East, the price
of oil shot up. This gave Gulf states unprecedented power, while the economic
shock forced millions of Egyptians to emigrate to work there. Many of these
Egyptians came home having absorbed radical Wahhabi values”[99]
Jika
dilihat dari segi kehidupan dan pemikiran alaa al-Aswany dapat diketahuai bahwa ia merupakan sorang
kritikus karena dalam setiap tulisan-tulisannya ia selalu memaparkan tentang
penyimpangan-penyimpangan yang terjadi disuatu negara. Bisa jadi novel ini merupakan sebuah kisah
nyata yang coba ia tuangkan dengan gaya dan pemeran yang berbeda dengan
menggunakan bahasa sastra yang indah.
Dalam teori plato tentang peniruan itu sebenarnya tersimpul sebuah
pengertian tentang sastra sebagai cerminan sebuah masyarakat. menurut
nyoman kutha ratna dalam sastra
dan cultural studies dalam teori kritik
sastra dikemukakan antara hubungan penulis, karya sastra dan masyarakat memgang
peranan penting sebagai komponen utama suatu instuisi secara silih berganti menduduki posisi
utama.berbeda dengan pengarang dan karyanya , yang secara teoritis
masing-masing terbentuk sebagai komposisi tunggal. Menurut teori sosiologi
sastra pengarang , karya dan masyarakat yang diacu maupun pembaca sebagai
penerima merupakan unit-unit fakta sosial yang saling berkaitan, sebagai
kualitas interpendensi. Sehingga tidak menuyutup kemungkinan novel ini
merupaklan gambaran nyata dari kehidupan sosial di mesir yang disajikan dengan
imajinasi Alaa al-Aswany. Hal ini bisa terlihat dari teks berikut ini.
“What is your writing process like? Do you write every day? Do you have a
routine of some sort?
Five, six days a week, I wake at 6:00 and write first thing in the
morning until 10:30. You cannot imagine how I feel if I miss a day. I write and
revise every day. “Yacoubian Building” took me 2 to 3 years to write. What you
are reading now could well have been revised a hundred times. I push the
characters until I lose control of them.
Could you give me an example?
Yes. I thought I had finished the novel when Zaki and Busayna got
arrested. I went to bed depressed, because the last thing Busayna had said is,
“All my life I’ve had bad luck in everything.” In the morning, when I woke, I
felt relieved because I discovered they had gotten married!” [100]
Dalam
penulisan novel imarat ya’qubyan banyak sekali terdapat kendala. Hal ini bisa
dilihat dari kutipan teks diatas. Seperti yang diungkapkan sebelumnya novel ini
banyak sekali menceritakan mengenai fakta sosial yang terdapat dimesir. Ditulis
dalam rentang waktu yang tidak sebentar sehingga membuat novel ini mendapatkan
berbagai penghargaan. Penulis berusaha menyajikan konflik yang terjadi dimesir
dengan gaya bahasa dan alur cerita yang menarik. Menurut wiryomartono novel
sebagai bagian dari karya seni juga memiliki kapasitas simbolik dan ekspresif.
Novel bukan hanya representasi realitas fisik, tetapi juga ideologis, ideologi
dari kelompok masyarakatyang mampu memberikan inspirasi novelis untuk menerima
atau melawannya melalui teks novel yang ditulisnya. Menurut wellek dan warren
sastra sering dilihat sebagai pemikiran yang terbungkus dalam bentuk khusus.
How did you get past the censors, with the homosexuality and scenes of
police brutality?
There is no official censorship of books before they are published –
it’s after the fact. Then Al Azhar or the government might make judgments or
pull a book. It was the film that upset them. At first they supported it, but
when they saw the effect it was having in the theatres – people were applauding
characters and shouting – they got concerned. About 100 members of the People’s
Assembly tried to ban the film because of the homosexuality – so-called “family
values.” But they allow other movies that are almost pornographic! There was a
big campaign in the official newspapers. They said the film “gives a bad
impression of Egypt; the author is almost a foreigner.” Yes – I had a French
education in Egypt and I went to dental school in the U.S., but I’m not working
for the Ministry of Tourism. To be loyal to my country, I have to be ignorant?”[101]
Ideologi-ideologi
politik, ekonomi dan keagamaan yang coba dikemukakan oleh pengarang sangat
kental sehingga banyak sekali kendala dalam penulisan novel ini. Menurut van
dick ideologi berhubungan dengan sistem kepercayaan atau gagasan, khususnya
gagasan mengenai sosial ekonomi , politik dan ide- ide religius yang digunakan
oleh suatu kelompok. Damono mengungkapkan adanya keterpisahan antara sastra dan
politik berdasarkan pendapat George Owell, “ jika seorang pengarang melibatkan
diri dalam politik, ia harus melakukannya sebagia warga negara, sebagai
manusia, tetapi tidak sebagai pengarang. Harus jelas bahwa karangnnya merupakan
sesuatu yang sama sekali terlepas dari kegiatan tersebut. Namun ternyata untuk
memasukkan ideologi dalam novel tidak mudah. Menurut howe novelis politik harus
melibatkan diri sebaik-baiknya dalam pergolakan politik, tanpa hal itu karyanya
akan mentah.
لقد كانت الرواية من أكثر الكتب مبيعاً منذ
صدورها بالعربية عام ،2000 وقد قال مؤلفها إنّ الطبعة الإنجليزية للرواية سوف تتيح
للعالَم أنْ يفهم حالة البؤس السياسيّ والفساد الإداريّ والإقتصاديّ التي تسبب
الإحباط الشديد للإنسان العربيّ فتقود بعض المتطرفين إلى اللجوء للعنف تعبيراً عن
رفضهم واقعهم وعدم الخضوع إليه. ثم أضاف أنه يكتب متأثراً بغابرائيل غارسيا ماركيز
مستشهداً بمقولة هذا الروائيّ والصحافيّ الكولومبيّ الحاصل على جائزة نوبل للأدب
أنه »إذا كنتَ تؤمن حقاً بقضية هامة، فاكتب رواية جديدة حولها«. غير أنه أضاف
منوهاً أنّ الغرض من الكتابة الروائية لا يتوقف أبداً عند القضايا السياسية، فقال:
»إنك تكتب عن الناس، والتحدي الذي تواجهه هو ان تَفهَمَهُم أو أنْ تجعل الآخرين
قادرين على فهمهم«.[102]
Dari kutipan tersebut dapat diketahui
bahwasanya novel yang sangat poopuler diberbagai belahan dunia. Novel ini telah
diterjemahkan keberbagai negara. Tujuan utama dari penerjamahan novel ini
adalah agar para pembaca diseluruh dunia bisa mengetahui tentang pelanggaran
ham yang terjadi di Mesir. Seperti yang telah dikemukakan aliran marxisme
bahwasanya karya sastra sosialis banyak menggambarkan kondisi serta gejolak
masyarakat di masa tersebut. Terkadang karya sastra tersebut lebih
mengedepankan aspek – aspek sosialnya daripada aspek formal sastra. Gejolak
politik yang terjadi di mesir membuat para pembaca lebih menyegani karya sastra
yang dianggap sebagai alat untuk menyampaikan aspirasinya. Seperti yang di kemukakan oleh Antonio Gramsci dalam teori hegemoni
bahwasanya individi tidak mendahului
kondisi social, setiap subjek hanya berfungsi sebagai agen dari system social
yang sedang berlangsung.
5. Nilai-Nilai Sosial Dalam Novel Imarat
Ya’qubyan Ditinjau Dari Segi Pembaca.
Novel
apartemen yacoubian merupakan novel yang sangat
fenomenal yang telah diterjemahkan kelebih dari 20 bahasa didunia. Berlatar
belakang sebuah apartemen di wasth al-balad dengan menyajikan berbagai cerita
yang sangat beragam. Para pembaca diajak untuk bergulat dengan berbagai
kepentingan individual yang akhirnya menimbulkan berbagai fakta fakta sosial.
Adapun
nilai sosial keagamaan, ekonomi dan politik ditinjau dari segi pembaca adalah :
“Surprisingly,
this officer’s reactions were very similar to those I had heard from many
people I interviewed in Cairo this summer about both the novel and film
versions of “The Yacoubian Building.” A young working woman, who had graduated
from Cairo University and was quite religious, said that she agreed that people
from the lower class should not become police officers (referring to one of the
subplots of the film) because they might take revenge for their oppression on
people of higher classes. A student at the American University in Cairo said he
saw the film three or four times and was depressed for a week after each
viewing. Why did he want to see it more than once? Because “it was a great
movie: it presented a true picture of Egypt – how hard it is for poor people in
our society; how we have lost the value of caring for one another. Because of
the speed of our lives, the poverty – you chase after money just to live.”
Others said that the depiction of homosexuality was just another aspect of a
culture lacking morals. “[103]
Dari
sebuah kutipan dalam sebuah artikel al-jadid karya pamela nice dalam
wawancaranya bersama alaa Al-Aswany ia menggambarkan tentang bagaimana
masyarakat sangat mencintai dan mengkritik novel tersebut yang telah di filmkan
dengan judul yang sama. Dari kutipan
tersebut dapat diketahui bahwasanya nilai-nilai sosial yang terkandung dalam
novel dapat dihayati oleh pembaca dengan baik. Sehingga secara tidak langsung
pembaca ikut terjun dan berperan didalamnya.
Selain itu fakta- fakta yang terkandung dalam novel tersebut berpengaruh pada negara mesir. Karena dalam
novel tersebut banyak sekali menceritakan tentang hal negatif yang terjadi
di mesir. Pandangan goldman mengenai
fakta kemanusiaan dan subjek pembaca mengenai novel apartemen yacoubian
sebenarnya terdapat kesesuaian antara
struktur karya sastra dengan struktur masyarakat sehingga pembaca lebih mudah
unuk memahaminya, karena didalamnya mempunyai unsur-unsur yang saling berkaian
antara struktur karya sastra dengan struyktur masyarakat mesir hubungan tersebut
bukan merupakan hubungan determinasi ( penentuan ) yang langsung, melainkan
hubungan yang dimediasi ( diperantarai ) oleh ideologi pengarang.
“Some Egyptians
didn’t like the movie because they felt it focused only on the negative aspects
of their society. But most of the many people I talked to were profoundly,
emotionally moved by the film or book. Some credited the film for the success
of the book. Others thought it was the sexual content (certainly tame by
American standards) that boosted book sales. But few could deny that both the
book and film created a phenomenon in Cairene culture because of the many
taboos broken in the name of freedom of artistic expression. “The Yacoubian
Building” presents police torture as a main cause of Islamic extremism; shows
sexual exploitation of poor women at the workplace; prostitution and drug use
among the upper classes; and bribery and extortion as the modus operandi in
politics. It depicts a homosexual couple in frank, if stereotypical, terms. As
one businessman put it, “Other Egyptian novels and films have treated one or
another of these topics. But this book brought them all together in one work.”[104]
Plato
berpendapat bahwasanya masyarakat merupakan refleksi dari manusia perorangan.
Suatu masyarakat akan mengalami kegoncangan, sebagaimana halnya manusia
perorangan terganggu keseimbangan jiwanya yang terdiri dari tiga unsur yaitu nafsu, semangat dan
inteligensia. Sehingga dalam mengemukakan
pendapat pendapat cenderung menganalisis / berpendapat dengan sisi inteligensia. Parta pembaca di negara mesir novel ini
sangat mengganggu karena didalamnya banyak menceritakan tentang penyimpangan-
penyimpangan di mesir. Dalam istilah “Bangsa” maka yang terpenting adalah soal nasib bersama dari orang-orang
yang hidup di suatu daerah yang menyerahkan persoalan nasib kepada negara ,
yang mempunyai wewenang mutlak untuk menjamin nasib bersama dari orang banyak.
Sehingga disaat pembaca dari negara mesir membaca novel ini muncul berbagai
spekulasi
»إنّ
قراءة رواية تنتمي إلى ثقافة مختلفة قد لا تكون تجربة سهلة بشكل كامل، ولعل ذلك ما
يجعل من قراءتها أمراً جديراً ويستحق بذل الجهد« كما يقول همفري ديفيس الذي ترجم
»عمارة يعقوبيان« إلى الإنجليزية. أمّا تزايد الإهتمام بالأدب العربيّ عالمياً بعد
11/9 فقد جعل الناس في العالم الغربيّ يتوصلون إلى الإقتناع بقدرتهم على تكريس
واقع جديد يحتمل إمكانية التنمية السياسية والإدارية والإجتماعية في الشرق الأوسط.
ولا يمكن تحقيق ذلك إلاّ من الإطلاع على طبيعة الثقافة التي يتم إنتاجها في هذه
المنطقة، وفهم تلك الثقافة بشكل موضوعيّ ودقيق وشفاف. وقد أصبح من الجليّ أنّ ترك
هذه المسألة للسياسيين وحدهم بات أمراً لا جدوى منه، فقد أصبح الناس الآن يتطلعون
إلى الشعراء والروائيين بوصفهم الناس الجديرين بطرح قضايا مجتمعاتهم وتشخيص
مشكلاتها، وهذا أمر دأب السياسيون على إغفاله عمداً وإبقائه مخبّأً على مدى سنوات
طويلة “[105]
Para
pembaca mesir menganggap bahwasanya novel apartemen yacoubian merupakan novel
yang terlalu jauh ikut campur mengenai permasalah mesir. Berbeda dengan
pandangan dunia mengenai novel apartemen yacoubian menurut pembaca khususnya
diwilayah inggris novel tersebut memeberikan
mereka pandangan yang luas mengenai nilai-nilai sosial yang terdapat dimesir.
Menurut nyoman kutha ratna terjadi hubungan timbal balik yang signifikan
antara sastra dengan kebudayaan . khususnya karya sastra memainkan peranan penting sebab
melalui aspek – aspek etika dan estetika karya seni dapat mempengaruhi penikmat
secara halus. Kebudayaan dihasilkan oleh
manusia dengan cara menciptakan sistem
simbol pada akhirnya manusia akan dipengaruhi bahkan dibentuk oleh kebudayaan
yang diciptakan. Sehingga para pembaca novel ini dapat mengetahui atau secara
tidak langsung dapat mengetahui kebudayaan mesir dengan
meneliti nilai- nilai sosial yang terkandung didalamnya. Gejolak politik yang
terjadi dimesir merupakan hal yang paling diminati oleh pembaca terbukti dengan
banyaknya orang yang meneliti novel ini dengan menitik beratkan pada nilai
sosial poitiknya. Menurut nyoman kutha ratna hubungan-hubungan yang khas antara
masyarakat dengan sastra menunjukkan bahwa keberadaan masyarakat dan sastra
mesti dipertimbangkan sebagai dua gejala yang otonom. Sastra merupakan cerminan
masyarakat yang didalamnya mencakup berbagai nilai-nilai yang akhirnya
menjadikan nilai tersebut menjadi bagian dari kenyataan yang membuat pembaca
menyukai atau menghujat mesir.
BAB IV
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Setelah
melakukan analisis dalam penelitian ini, maka penulis merumuskan simpulan untuk
menjawab rumusan masalah yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini.
1)
Nilai-nila sosial
yang terkandung dalam novel imarat Yaqubyan adalah pernikahan yangdilakukan oleh Taha dan
radlwa yang dilakukan tanpa mahar harta benda melainkan dengan bacaan bismilah.
Dalam Novel imarat yaqubyan banyak menceritakan penyimpangan-penyimpangan nilai
sosial keagamaan yaitu pertama Alkhoholisme
yang dilakukan oleh Zaki bey karena kehidupan yang cenderung memihak
pada kehidupan moderenitas Kedua perzinahan yang dilakukan oleh busainah dan
zaki bey yang dilakukan atas dasar kebutuhan ekonomi. Ketiga homoseks yang dilakukan oleh Abduh dan Hatim karena kebutuhan
akah ekonomi. Keempat pernikihan siri yang dilakukan oleh Haji Azam dan
Suad dilakukan karena kepentingak
politik dimana Haji Azam merasa pernikahannya dengan suad dapat menghancurkan
karir politiknya. Dan kelima praktek Aborsi
seperti yang dilakukan oleh suad karena kepentingan politik.
2)
Nilai-nilai
sosial ekonomi yang terkandung dalam novel apartemen yacoubian mencakup masalah
– masalah yang bebragam yaitu pertama perbedaan antara masyarakat kota dan
masyarakat desa. Masyarakat desa cenderung tidak mempedulikan harta benda
berbeda dengan masyarakat kota yang menganggap uang adalah segalanya. Kedua
pelacuran yang dilakukan busainah dan zaki bey. Ketiga kemiskinan yang dialami
oleh Abduh dan Busainah dan yang keempat kelas-kelas sosial yang sangat beragam
yang dialami oleh sebagian besar penduduk Mesir.
3) Persoalan
politik yangterjadi berkisar antara penguasa yang dzalim sehingga muncul
berbagai kelompok pemberontak.Seperti yang dilakukan kamal al-fuli seorang makelar kekuasaan yang
mmbantu para calon pemimpin untuk memenangkan pemilu dan proyek-proyek besar
dengan bayaran yang besar. Masalah selanjutnya adalah
masalah terorisme yang dilakukan oleh taha, syekh saman dan syekh bilal dari
golongan islam garis kanan yang berjuang melawan pemerintah yang dzalim.
Nilai sosial yang terkandung dalam novel imarat ya’qubyan dikaitkan dengan pengarang dan karya. Novel
ini merupakan novel yang menceritakan tentang hal negatif yang terjadi di
mesir. Penulisnya merupakan seorang dokter gigi yang juga berperan penting
dalam kehidupan politik di mesir hal ini tergambar dari berbagai karya-karyanya
sehingga dapat diambil kesimpulan bahwasanya novel ini merupakan suatu catatan
sejarah atau sebuah fakta yang di kemas dengan gaya bahasa sastra. Jika ditinjau dari segi pembaca , sebagian
warga mesit merasa terganggu dengan keberadaan novel ini yang menurutnya hanya
mengungkapkan fakta negatif yang terjadi dimesir sedangkan menurut pembaca
dunia / luar mesir novel ini mengungkapkan fakta baru tentang nilai sosial
berupa fakta sosial agama, ekonomi dan politik yang terjadi dimesir.
4)
Rekomendasi
Setelah
melakukan penelitian ini maka saran kepada pembaca yaitu :
a.
Agar mahasiswa
sastra arab mampu mengkaji novel Imarat Ya’qubyan dengan
pendekatan disiplin ilmu yang lain, dan juga
mampu meneliti karya-karya sastra Alaa al-Aswany yang
lainnya.
b.
Agar dosen Sastra
Arab mengajarkan Sosiologi sastra secara jelas dan mendalam, Agar tercipta kajian-kajian tentang sosiologi sastra yang luas.
DAFTAR PUSTAKA
A Teeuw.
1984 “Sastra Dan Ilmu Sastra Pengantar Teori Sastra” Pustaka Jaya:
Jakarta, Aminuddin, Pengantar Apresiasi Karya Sastra, (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2008),
Nurgiyantoro Burhan, TeoriPengkajianFiksi, Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2010, Cet
VIII,
Faruk. 2010. Pengantar
Sosiologi Sastra, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, Edisi Revisi.
Fitra
Hakni Batubara. 2009, ”Nilai Sosiologi Sastra Dalam Khutbah Thariq
Bin Ziyad Pada Saat Penaklukan Andalusia” Skripsi Fakultas Sastra, Universitas Sumatra Utara.
Guntur
Henry Tarigan, 1984.”Prinsip-Prinsip
Dasar Sastra “ Bandung : Angkasa.
Huadayat,
Yusup Asep: 2007 ”Metode Penelitian Sastra” Modul. Bandung ; Fakultas Sastra Universitas
Padjajaran.
Http://Andreyuris.Wordpress.Com
”Analisis Isi ( Content Analysis)”
Http://Remajasampit.Blogspot.Com “Satra
Imajinatif Dan Sastra Non Imajinatif“
Http://Repository.Usu.Ac.Id/Handle/123456789/13458
Http://Repository.Usu.Ac.Id/Handle/123456789/13342
Van Jan
Luxemburg ‘Pengantar Ilmu
Sastra, Terjemahan Oleh Dick Hartono “
Jakarta, Gramedia, 1992 Cet VI.
Sumardjo Jakob Dan
Saini K.M 1987 “Apresiasi Kesusastraan” Jakarta:
Gramedia
Muhardi, Hasanuddin
W. S..2006
”Prosedur
Analisis Fiksi: Kajian Strukturalisme”
Jakarta Citra Budaya Indonesia,
Kutha Nyoman
Ratna, 2011 “Paradigma Sosiologi Sastra”
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kutha Nyoman
Ratna, 2010 “Sastra Dan Cultural
Studies” Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sraswati, Ekarani 2003 “Sosiologi Sastra Sebuah
Pemahaman Awal” Malang, Umm Press.
Soekanto Soerjono,
1990 ”Sosiologi Suatu Pengantar “
Jakarta, Rajawali Press.
Bachtiar,Wardi 2010 ”Sosiologi Klasik “ Bandung, Remaja RosdaKarya.
Semi,Atar 1989
“Kritik Sastra “ Bandung,
Angkasa.
Suharno, “Diktat kuliah Sosiologi Politik “
Yogyakarta. FISIP Universitas Negri Yogyakarta.
[1] Jan Van
Luxemburg Dkk, Pengantar Ilmu Sastra,
Terjemahan Oleh Dick Hartono, Jakarta, Gramedia, 1992 Cet Vi. Hal 3-5
[2] Nyoman
Kutha Ratna, 2010.Sastra Dan Cultural Studies”Yogyakarta:Pustaka
Pelajar.Hal 4
[3]A. Teeuw.
1984. Sastra Dan Ilmu Sastra Pengantar Teori Sastra. Pustaka Jaya:
Jakarta, H.100
[4]Http://Remajasampit.Blogspot.Com “Satra
Imajinatif Dan Sastra Non Imajinatif “ 14:57 20 November 2012
[5]Burhannurgiyantoro, Teoripengkajianfiksi, Yogyakarta: Gajah Mada University Press,
2010, Cet Viii, Hal.9
[6]Burhan nurgiyantoro, Teori pengkajian fiksi, Yogyakarta: Gajah Mada University Press,
2010, Cet Viii, Hal 4
[7]Nyoman
Kutha Ratna, 2010.Sastra Dan Cultural Studies”Yogyakarta:Pustaka
Pelajar.Hal 292
[8]. Nyoman Kutha
Ratna, 2010.Sastra Dan Cultural Studies”Yogyakarta:Pustaka Pelajar Hal
15
[9]Nyoman
Kutha Ratna, 2011 “Paradigma
Sosiologi Sastra” Yogyakarta:Pustaka Pelajar.Hal 11
[10] Faruk.
2010. Pengantar Sosiologi Sastra,
Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
Edisi Revisi. Hlm. 25-27
[11] Faruk.
2010. Pengantar Sosiologi Sastra,
Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
Edisi Revisi. Hal 45-46
[12] http://id.wikipedia.org/wiki/Nilai_sosial “ nilai
sosial “ pukul 22 : 22 tanggal 25 februari 2013
[13] Faruk,
2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra, Dari Strukturalisme Genetik Sampai
Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar. Hal 57
[14] Muhardi, Hasanuddin
W. S..2006” Prosedur
Analisis Fiksi: Kajian Strukturalisme” Jakarta Citra Budaya
Indonesia, Hal 15
[15] Http://Repository.Usu.Ac.Id/Handle/123456789/13458 Selasa
20november 2012 Jam 14 : 31
[16] Http://Repository.Usu.Ac.Id/Handle/123456789/13342selasa
20november 2012 Jam 14:31
[17] Nyoman
Kutha Ratna, 2011 “Paradigma
Sosiologi Sastra” Yogyakarta:Pustaka Pelajar.Hal 1
[18] Faruk,
2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra, Dari Strukturalisme Genetik Sampai
Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar. Hal 1
[19]
Fitra Hakni Batubara. 2009, ”Nilai Sosiologi Sastra Dalam Khutbah Thariq
Bin Ziyad Pada Saat Penaklukan Andalusia” Fakultas Sastra, Universitas Sumatra Utara. Hal : 3
[20] Ekarani
Sraswati. 2003 “sosiologi sastra sebuah pemahaman awal” Malang, UMM press hal 10-18
[21]
Faruk, 2012, ”Pengantar
Sosiologi Sastra, Dari Strukturalisme
Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar. Hal 23-24
[22]
Fathuddin.2008, ” sekali lagi : Sosiologi Agama”. Yogyakarta. perpustakaan digital UIN sunan
kalijaga. hal 22
[23]Faruk,2012,
”Pengantar Sosiologi Sastra, Dari Strukturalisme Genetik Sampai
Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar. Hal 30
[24]
Fathuddin.2008, ” sekali lagi : Sosiologi Agama”. Yogyakarta. perpustakaan
digital UIN sunan kalijaga. hal 23
[25] Suharno, “Diktat
kuliah Sosiologi Politik “ Yogyakarta. FISIP Universitas Negri
Yogyakarta. hal 2
[26]
Faruk,
2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra, Dari Strukturalisme Genetik Sampai
Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar. Hal 25-26
[27]
Http://Andreyuris.Wordpress.Com
”Analisis Isi ( Content Analysis)”
[28] Soerjono
Soekanto,1990“ Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers hal 20-25
[29] Ibid, hal
60-67
[30] Ibid, hal
76-111
[31] Ibid, hal 273-277
[32] Ibid.,
halaman 16
[33] Ibid.,
halaman 39
[34] Ibid.,
halaman 165-183
[35] Ibid.,
halaman 368-375
[36]Faruk,
2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra, Dari Strukturalisme Genetik Sampai
Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar. Hal 7
[37]Faruk,
2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra, Dari Strukturalisme Genetik Sampai
Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar. Hal 31-33
[38] Soerjono
Soekanto, 1990 “ Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers hal 252
[39]Faruk,
2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra, Dari Strukturalisme Genetik Sampai
Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar. Hal 23-25
[40] Faruk,
2012, ”Pengantar Sosiologi Sastra, Dari Strukturalisme Genetik Sampai
Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar. Hal 3
[41] Faruk, 2012,
”Pengantar Sosiologi Sastra, Dari Strukturalisme Genetik Sampai
Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar. Hal 57
[42] Soerjono
Soekanto, 1990 “ Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers hal 402
[43] Soerjono Soekanto,1990“Sosiologi Suatu
pengantar “ Jakarta, Rajawali pers
hal 395 - 401
[44] Soerjono
Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers hal 127.
[45] Soerjono
Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers hal 207
[46] Faruk, 2012, ”Pengantar
Sosiologi Sastra, Dari Strukturalisme
Genetik Sampai Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar. Hal 30
[47] Wardi
Bachtiar. 2010 “sosiologi klasik “ bandung. PTRemaja Rosda Karya. Hal 90
[48]Faruk,2012,
”Pengantar Sosiologi Sastra, Dari Strukturalisme Genetik Sampai
Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar. Hal 32-33
[49] Soerjono
Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers hal 170
[50] Ibid.,
halaman 384
[51] Ibid.,
halaman 280
[52] Ibid.,
halaman 396-397
[53]
http://id.wikipedia.org/wiki/Pelacuran_menurut_agama
[54]
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_homoseksualitas
[55] Diposkan oleh putri wahyu di 15.31
http://putriwahyu1993.blogspot.com/2013/01/homoseksual.html
[56] Soerjono
Soekanto, 1990 “ Sosiologi Suatu
pengantar “ Jakarta, Rajawali
pers 412
[57]http://27victory.wordpress.com/2012/01/06/dalil-dalil-al-quran-hadist-dan-kesepakatan-para-ulama-tentang-homoseksual/
[59]
http://lenycyhadinatshu.wordpress.com/jenis-jenis-pernikahan/
[60]http://www.dakwatuna.com/2013/03/31/30243/nikah-siri-dalam-pandangan-ulama/#ixzz2YSoUVTpM
[61]
http://id.wikipedia.org/wiki/Nikah_siri
[62] Soerjono
Soekanto, 1990 “ Sosiologi Suatu
pengantar “ Jakarta, Rajawali
pers hal 418 - 424
[63] (
http://www.ahmadzain.com/read/karya-tulis/258/,
aborsi menurut islam) pukul 19.00 tanggal 20 – desember 2013
[65]Faruk,2012,
”Pengantar Sosiologi Sastra, Dari Strukturalisme Genetik Sampai
Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar. Hal 8-9
[66] Ibid., halaman 260-261
[67] Ibid., halaman 286-287
[68] Ibid., halaman: 99
[69] Ibid., halaman : 111
[70] Ibid.,
halaman 302
[71] Ilmu
sosial hal 306-07
[72]http://www.psychologymania.com/2012/10/definisi-pelacuran.htm
[73] Soerjono
Soekanto, 1990 “ Sosiologi Suatu
pengantar “ Jakarta, Rajawali
pers hal 417
[74] Suharno,”
diktat kuliah sosiologi politik “Yogyakarta,
pendidikan kewarganegaraan dan hukum.
UNY
[75] Soerjono
Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers hal 17
[76] Ibid.,
halaman 30-31
[77] Ibid.,
halaman 45
[78] Ibid.,
halaman 32
[79] Ibid.,
halaman 293 - 298
[80] Ibid.,
halaman 304-317
[81]Faruk, 2012,
”Pengantar Sosiologi Sastra, Dari Strukturalisme Genetik Sampai
Post-Modernisme” Yogyakarta :Pustaka Pelajar. Hal 33
[82] Wardi
Bachtiar. 2010 “sosiologi klasik “ bandung. PTRemaja Rosda Karya. Hal 109-110
[83] Soerjono
Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers halaman 302
[84] Soerjono
Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers hal 280
[85] Suharno “ Diktat
kuliah Sosiologi Politik “ fakultas ilmu sosial dan ilmu hukum UNY hal 10.
[86] Soerjono
Soekanto,1990“Sosiologi Suatu pengantar “ Jakarta, Rajawali pers hal 100
[87] Ibid.,
halaman 11-112
[88] Ibid.,
halaman 135
[89] Ibid., halaman 359-360
[90] Suharno “
Diktat kuliah Sosiologi Politik “ fakultas ilmu sosial dan ilmu hukum UNY hal 17-22
[91]http://www.answers.com “alaa
al-aswany egyptian novelist” 27 november 2012 : 18:43
[92]http://nasional.kompas.com “Siapakah ElBaradei Si Penantang Mubarak. 27
november 2012. 21:08
[95] Ilmu
sosial daarhal 305
[96] Abu Hamid. “ ilmu sosial dasar”cetakan
keempat, jakarta. Pt Asdi
Mahasatya, 2003. Hal 42-43
[97]http://www.aljadid.com/content/conversation#sthash.t9h3Term.dpuf” tanggal 05-07-2014 pukul 20.00
[98]http://www.aljadid.com/content/conversation#sthash.t9h3Term.dpuf” tanggal 05-07-2014 pukul 20.00
[99]Alaa al-Aswany “ www.nytimes.com”
tanggal 05-07-2014 pukul 20.00
[100]http://www.aljadid.com/content/conversation#sthash.t9h3Term.dpuf” tanggal 05-07-2014 pukul 20.00
[101]Pamela , 2006 “ http://www.aljadid.com/content/conversation#sthash.t9h3Term.dpuf” tanggal 05-07-2014 pukul 20.00
[102]Muhamad ilyas http://www.addustour.com pukul 20.00 tanggal 5-07-2014
[103]Pamela , 2006 “ http://www.aljadid.com/content/conversation#sthash.t9h3Term.dpuf” tanggal 05-07-2014 pukul 20.00
[104]http://www.aljadid.com/content/conversation#sthash.t9h3Term.dpuf” tanggal 05-07-2014 pukul 20.00
[105]Muhamad ilyas http://www.addustour.com pukul 20.00 tanggal 5-07-2014
Komentar
Posting Komentar